Mengapa SBY menyebut Blue Energy, dan apa yg mungkin menghambat ?

68

dg_banner1.pngSkali lagi soal istilah (jargon). Saya belum menemukan arti baku (definisi) dari blue-energy. Namun kalau ada biasanya karena istilah yang baku ini hanyalah kalau ada kesepakatan, bukan penemuan ! πŸ™‚ .sby.jpg

Menurut Pak SBY , istilah blue energy itu beliau pakai untuk mengkategorikan energi yang masih memancarkan atau mengeluarkan emisi karbon. Sehingga setiap energi yang masih memanfaatkan Carbon Based with Combustion (rantai karbon dengan mesin bakar) akan masuk kategori blue energi.
Sedangkan energi yang tidak mengeluarkan emisi karbon disebut green energi. Misalnya energi gelombang, energi angin, energi matahari, geothermal dll.

πŸ™ “Wah ya boleh lah kalau begitu. Tapi … sik sik Pakdhe … kok Pakdhe bilang menurut pak SBY emang njenengan ngobrol sama beliau apa ?”
πŸ˜€ “pssst … ini aku curi-curi dengar saja thole. Kowe diem disik wae, nanti aku ceritain selanjutnya”
πŸ™ “Pakdhe, Jadi kita dapat melihat seberapa biru jenis energi ini. Barangkali kalau masih ada emisinya ya bisa saja kebiru-biruan, atau bisa jadi akan biru cerah, secerah Indonesia dimasa depan … wuik!!!

Bahkan IEA (US Energy Information Administration)-pun tidak mengenal istilah blue-energy dalam kamusnya. Sebagai mantan menteri ESDM tentunya Pak SBY memiliki pendapat sendiri tentang energi dan aku pikir sangat wajar. Yang penting juga harus dimengerti istilah blue energi ini memang masih belum baku secara global maupun ilmiah/science, sehingga masih beragam dari satu orang ke orang lain. Yang barangkali kita harus tahu adalah apa saja visi Pak SBY dalam hal pengembangan blue energi versi beliau ini. Dalam hal lain aku ya ndak tahu πŸ™‚ .

Istilah atau sebutan energi lain yang juga masih semrawut definisinya misalnya

  • Renewable energy (energi terbarukan). Biasanya untuk menyebut energi alami (natural resources) yang bukan energi fosil misalnya energi angin, geothermal, sinar matahari dll. Bioenergi, pun ada yang mengatakan sebagai renewable.
  • Brown energy, kebalikan dari green energy, dipakai untuk mengelompokkan jenis energy yang banyak mengeluarkan emisi dan dianggap merusak lingkungan contohnya batubara. Namun ada juga yang mengatakanlimbah nuklir sebagai green, padahal ada juga yang mengatakan yellow, karena diambil dari warna uranium (yellow cake).
  • BioEnergy, dipakai untuk energi yang dibuat secara syntetis atau ada pengaruh manusia dari hewan atau tumbuhan. Misal biodiesel/biofuel, minyak jatropha, biomass dan biogas.

Apakah Blue-Energy ini akan mulus berkembang di Indonesia ? Apa yang mungkin menghambat pengembangan BlueEnergy ini ?

soy-bean-sprout.jpg“it is easier to kill a seed, than to see it growth”

πŸ™ “memang bentul Pakdhe. Lebih mudah membunuh kecambah ketimbang melihatnya tumbuh menjadi pohon”

Yang menurutku akan (mungkin) menghambat pengembangan blue-energy ini di Indonesia ini adalah bukan sisi teknis tetapi non teknis. Dari satu sisi saja aku sudah mengendus kemungkinan perebutan sisi perijinan. Apakah bila mengembangkan industri ini berkembang harus minta ijin Departemen Perindustrian ? Ataukan ESDM ? Atau bahkan Menteri yang menangani pengairan karena menggunakan air sebagai salah satu bahan bakunya ? Ini PeeR dari sisi regulasi yang seharusnya tidak akan menghambat.

Memang harus diakui perangkat-perangkat non teknis ini masih banyak yang harus dibenahi. Bukan hanya perangkat hukumnya tetapi mentalitas pengambil kebijakan ini juga. Apakah mereka berpikir ini demi bangsa ataukah demi kantong pribadi dan kelompoknya. … wis ah stop sini kalau soal ini ngga bakalan habis ngomonginnya .. πŸ™‚

Public domain ?

Salah satu cara untuk menghindari hambatan pejabat politik adalah membuka konsep tehnisnya dan menjadikan teknologi ini miliknya bangsa Indonesia. (pssst ini semangat open-sources). Jadi tekno blue energy ini harus dipatenkan sebagai milik rakyat bukan miliknya politisi apalagi pejabat. Rakyat Indonesia nanti yang harus berani protes kalau saja ada gubernur menghalangi pengembangan teknologi ini. Harus berani berteriak ke menteri yang terkait kalau perijinannya dibelokkan dengan lika-liku jalan tikus. Rakyat juga harus berani mengatakan kepada DPR kalau saja mereka mau ikutan menghalangi jalannya pengembangan teknologi dari dalam negeri. Bahkan mungkin para agamawan diajak barengan mengembangkan teknologi yang mungkin akan mengangkat derajat bangsa ini.

πŸ™ “Whalllah Pakdhe niku, nek pak kyai ya bingung to kalau soal kimia?”
πŸ˜€ “Ya maksudte itu jangan trus mudah memfatwakan haram gitu, thole”
πŸ™ “Wookeh Pakdhe, jadi masalah nya cuman sosialisasi dulu kaan ?”
πŸ˜€ “Itu awalnya thole … seperti ditulis dulu bahwa kita perlu pengawal tangguh”

Tentunya tidak mudah menjadikan sebuah penemuan menjadi public domain, karena selalu ada aspek komersial karena penemuan itu selain harus dilindungi juga harus dikembangkan. Ini benar-benar tantangan yang tidak mudah.

Perlu patent ? Barangkali yang penting dipatenkan itu alat pembuatnya (metode khusus termasuk katalis-katalisnya). Kalau rumus kimia general-nya seperti yang ditulis sebelumnya itu merupakan rumus milik publik yang sudah berusia lebih dari satu abad.

πŸ™ “Kalau tidak dipatenkan nanti dicuri tetangga sebelah itu, Pakdhe ?” πŸ˜› .

Secara tehnis-pun masih banyak yang harus dikerjakan.

Saya barusan mendapat “bocoran” dari tim itu … pssst … cerobong asap Powerplant (pembangkit) berbahan bakar batubara sebesar 1000MW menghasilkan 5.5 juta tons of CO2/tahun atau kira kira (14,500 tons/hari). Nah kalau teoritisnya mampu menghasilkan 1600 liter dengan 8Kg C. Maka silahkan dihitung berapa yang bisa dilakukan dengan 5.5 juta ton setahun ini ? Btw harus dingat bahwa angka itu adalah angka CO2. Kalau karbon atau C-nya saja kira-kira sepertempatnya (inget kalau berat atom C =12, kalau O=16). Maka bila 8 Kg karbon dapat menghasilkan 1200 liter BBM maka satu hari bisa menghasilkan 2.175 juta liter, atau sekitar 18 ribu barrel/hari ! Sebagai gambaran Produksi minyak dari lapangan yang aku kelola dulu di Kondur Petroleum sebelum aku keluar itu sekitar 10 ribu barrel sehari. Itu sudah merupakan produksi yang lumayan besar kaan ? apalagi dengan harga sekarang hampir 90USD/barrel !!

Nah, ketika sudah mulai menyinggung komersialitas, maka akan mulai terbuka tuuh mata-nya. Sekarang gantian anda mengkritisi, kira-kira apa pekerjaan teknis yang harus dikerjakan untuk merealisasikannya dan memproduksi secara besar-besaran.

πŸ™ “Pakdhe, ada lagi yang non tehnis misalnya “PLTU Suralaya akan “menjual” gas cerbongnya !”
πŸ˜€ ” Blaikk !!! sampah-pun laku”

Puzzle (teka-teki)

Puzzle atau tantangan teka-teki terakhir adalah bahwa proses ini endoterm, yaitu sebuah proses yang memerlukan energi. Tentusaja energinya harus energi lain yang murah sukur “gratis“. Semoga saja bukan sebuah energi yang disubsidi tentunya kaan ? Kalau tidak ya podo wae, kecuali ada penambahan efisiensi didalamnya. Misalnya, mesinya harus menjadi lebih bertenaga, atau proses pembakarannya menjadi lebih sempurna. Paling tidak dalam hal ini yang sedang ditonjolkan sesuai dengan visi pertemuan UNFCCC kemarin adalah rendahnya emisi gas buang mesin bakarnya.

Itu saja !

Bacaan terkaitdream.gif

68 COMMENTS

  1. PENCULIKAN TABIB ISTANA
    OLEH:MAULANA FEBRIYANSYAH
    Tabib Akhsay sudah lebih sepuluh tahun menjadi tabib istana. Cara pengobatannya dengan ramuan obat yang sederhana telah berulang kali menyembuhkan penyakit keluarga istana. Itu sebabnya berita hilangnya Tabib Akhsay dari rumahnya membuat seisi istana cemas.
    Patih Rangga segera dititahkan Baginda Raja untuk mencari ke mana hilangnya Tabib Akhsay. Begitu mendapat kepercayaan itu segera saja Patih Rangga menuju rumah Tabib Akhsay. Ditemuinya Radev di dalam rumah itu. Patih Rangga mengenal Radev sebagai asisten Tabib Akhsay.
    “Ceritakan padaku, kapan terakhir kamu melihat Tabib Akhsay?” tanya Patih Rangga menyelidik.
    “Kemarin siang Tabib Akhsay memberitahu saya hendak mencari beberapa daun untuk ramuan obat. Tabib Akhsay pergi ke selatan menuju Danau Perak. Ada beberapa daun yang hanya dapat ditemukan di sana,” tutur Radev yang masih belia.
    Patih Rangga memutuskan untuk menelusuri jejak hilangnya Tabib Akhsay. Dengan menunggang kuda ia segera menuju ke selatan. Setiap tiba di satu kampung Patih Rangga berhenti sebentar menanyakan perihal Tabib Akhsay.
    “Ya, kami pernah melihatnya kemarin. Ia menunggang kuda menuju selatan,” kata penduduk kampung pertama yang Patih Rangga tanyai. Jawaban serupa juga diberikan penduduk pada beberapa kampung berikutnya. Sampai kampung ke lima, para penduduknya memberi jawaban yang berbeda.
    “Tidak. Kami tidak melihat Tabib Akhsay melewati kampung kami. Biasanya Tabib Akhsay berhenti dulu di kampung ini bila hendak menuju Danau Perak karena inilah kampung terakhir menuju Danau Perak,” kata kepala kampung.
    Patih Rangga mengerutkan keningnya sebentar. Berarti Tabib Akhsay hilang antara kampung ke empat dan ke lima. Memang ada hutan kecil yang memisahkan dua kampung itu. Patih Rangga memutuskan untuk kembali ke hutan kecil itu. Ia tidak menolak ketika kepala kampung kelima menawarkan seorang penduduk yang mahir melacak jejak untuk menemaninya.
    Setibanya di hutan kecil dari kejauhan Patih Rangga melihat kuda putih milik Tabib Akhsay. Bersama Ranjit yang menemaninya, Patih Rangga menghampiri kuda putih itu. Sementara Ranjit mengamati jejak yang tertinggal di tanah.
    “Patih Rangga, menurut saya Tabib Akhsay telah diculik oleh penduduk kampung Kaki Besar,” kata Ranjit kemudian.
    “Kampung Kaki Besar? Aku baru mendengarnya.”
    “Di sebelah timur hutan ini ada lembah yang dihuni satu suku yang memiliki telapak kaki besar. Mereka memegang teguh aturan nenek moyang mereka untuk tidak memakai alas kaki ke mana pun mereka pergi,” jelas Ranjit.
    “Kalau begitu mari kita ke sana,” ajak Patih Rangga.
    Letak perkampungan yang mereka tuju sebenarnya tidak jauh. Tapi karena jalan menuju kampung itu sangat curam dan licin, terpaksa mereka turun dari kuda dan berjalan kaki.
    Saat melewati jalan setapak tiba-tiba telinga Patih Rangga menangkap suara yang amat dikenalnya. Suara siulan yang biasa dilakukan Tabib Akhsay saat mencari dedaunan untuk ramuan obat.
    “Suara itu datangnya dari sebelah sana,” Ranjit memberi petunjuk ke samping kiri jalan setapak. Buru-buru Patih Rangga menerobos semak-semak. Dari sela dedaunan yang lebar, Patih Rangga melihat Tabib Akhsay tengah sibuk mengumpulkan dedaunan, namun di belakangnya dua orang berwajah seram terus menguntit sambil memegang tombak tajam.
    Dugaan Patih Rangga bahwa Tabib Akhsay diculik semakin kuat. Ia segera berbisik pada Ranjit. Tak berapa lama kemudian keduanya bergerak pelan mendekat dari belakang Tabib Akhsay. Hupf, dengan sekali loncatan keduanya berhasil melumpuhkan dua orang di belakang Tabib Akhsay.
    “Patih Rangga, biarkan mereka,” teriak Tabib Akhsay yang menyaksikan kegaduhan kecil itu.
    “Bukankah mereka yang menculik Anda, Tabib Akhsay?” tanya Patih Rangga heran.
    “Mulanya memang begitu,” jelas Tabib Akhsay. Mereka berdua mencegatku dalam perjalanan ke Danau Perak. Lantas mereka membawaku secara paksa ke kampung mereka. Kupikir tadinya mereka bermaksud menyanderaku dan minta tebusan kepada istana. Tapi rupanya mereka menculikku karena butuh pertolonganku. Di kampung mereka berjangkit penyakit yang disebabkan oleh sejenis cacing tanah.”
    Patih Rangga manggut-manggut. Ia akhirnya melepaskan dua orang yang dicekalnya.
    “Bukankah setiap kampung sudah punya seorang tabib?” Patih Rangga mengingatkan.
    “Tabib mereka sudah meninggal sebulan lalu dan belum ada yang menggantinya.”
    “Tapi Anda tidak bisa terlalu lama di sini karena istana membutuhkan Anda, Tabib Akhsay.”
    “Saya mengerti. Jika tidak keberatan, sebaiknya Patih Rangga kembali ke istana lebih dulu. Beritahukan perihal saya kepada Baginda Raja. Mintakan beberapa orang untuk membantu saya di sini dan tunjuk pula seorang tabib untuk ditempatkan di kampung mereka. Satu lagi yang penting, agar Baginda Raja membuat perintah kepada penduduk kampung mereka agar mau menggunakan alas kaki. Tanpa titah Baginda, mereka tidak mau melanggar aturan nenek moyang mereka.”
    Patih Rangga setuju dengan usul Tabib Akhsay. Ia segera meninggalkan Tabib Akhsay yang ternyata sedang mencari daun untuk ramuan obatnya. Sedangkan dua orang yang mengawalnya itu sengaja diperintahkan untuk menjaga Tabib Akhsay dari serangan binatang liar. Sementara Ranjit diminta untuk turut menemani Tabib Akhsay.
    Ketika Patih Rangga menyampaikan laporannya kepada Baginda Raja, terlihat wajah Baginda sangat sedih. Ia menyesali dirinya yang tidak memperhatikan kesehatan rakyatnya hingga ia tak tahu ada seorang tabib yang ditempatkan di satu kampung telah meninggal. Padahal kampung itu sangat memerlukan pertolongan kesehatan.
    Esok paginya satu rombongan dari istana diutus menuju Kampung Kaki Besar. Mereka membawa beberapa tenaga tabib dan obat-obatan. Selain itu Patih Rangga membawa surat perintah agar penduduk Kampung Kaki Besar mau menggunakan alas kaki.
    “Baginda juga memberi bantuan ratusan pasang alas kaki bagi penduduk Kampung Kaki Besar agar mereka segera melakukan keputusan Baginda. Sumber penyakit mereka disebabkan oleh cacing tanah dan itu hanya dapat dicegah dengan memakai alas kaki,” tutur Patih Rangga kepada kepala Kampung Kaki Besar.
    Setelah Kepala Kampung memakai alas kaki, para penduduk pun mau memakainya. Hanya saja karena sebelumnya mereka tidak biasa menggunakan alas kaki, ukuran telapak kaki mereka memang besar-besar. Barangkali setelah bertahun-tahun nanti, penduduk di sana telapak kakinya akan berubah tak sebesar sekarang. Mungkin nama kampung mereka pun akan berubah. Apa ya kira-kira namanya?

    MANUSIA SATU KATA
    Oleh MAULANA FEBRIYANSYAH
    Hari yang cerah. Raja Mahendra pergi ke hutan untuk menguji kemampuannya berburu. Ia melarang para pengawal mengikutinya masuk ke hutan. Di tengah hutan, tampak seekor kijang asyik makan rumput. Raja Mahendra langsung membidik anak panahnya. Ah, kijang itu berhasil melarikan diri. Raja Mahendra mengejarnya. Namun ia terperosok masuk ke lubang yang cukup dalam. Ia berteriak sekeras-kerasnya memanggil para pengawal. Namun suaranya lenyap ditelan lebatnya hutan.
    Selagi Raja Mahendra merenungi nasibnya, ia terkejut melihat seseorang berdiri di tepi lubang.
    “Hei! Siapa kau?” tanya Raja. Orang itu tak menjawab. “Aku Raja Mahendra! Tolong naikkan aku!” pintanya dengan nada keras.
    “Tidak!” jawab orang itu.
    Raja menjadi geram. Ia ingin memanah orang itu. Namun sebelum anak panah melesat, orang itu lenyap. Tak lama kemudian, jatuhlah seutas tali. Raja mengira itu pengawalnya. Namun, ternyata orang tadi yang melempar tali.
    “Jadi kau mau menolongku?”
    “Tidak!” jawabnya lagi. Raja menjadi bingung. Katanya tidak, mengapa memberi tali? Apa boleh buat, yang penting orang itu mau menolongnya. Raja Mahendra berhasil naik. Ia mengucapkan rasa terima kasih.
    “Maukah kau kubawa ke kerajaan?” tawar Raja.
    “Tidak!” jawab si penolong.
    “Kalau tidak mau, terimalah beberapa keping emas.”
    “Tidak!” jawabnya lagi, tetapi tangannya siap menerima.
    Akhirnya Raja Mahendra sadar, bahwa orang itu hanya bisa bicara satu kata. Yaitu tidak. Walau berkata tidak, orang itu dibawa juga ke kerajaan. Sampai di kerajaan Raja Mahendra memanggil Patih.
    “Paman Patih, tolong berikan pekerjaan pada manusia satu kata ini. Ia hanya bisa berkata, tidak.”
    “Mengapa paduka membawa orang yang amat bodoh ini?”
    “Walau bodoh, ia telah menolongku ketika terperosok lubang.”
    Patih berpikir keras. Pekerjaan apa yang sesuai dengan orang ini. Setelah merenung beberapa saat, Patih tersenyum dan berkata,
    “Paduka kan bermaksud mengadakan sayembara untuk mencari calon suami bagi sang putri. Tetapi sampai kini Paduka belum menemukan jenis sayembaranya.”
    “Benar Paman Patih, aku ingin mempunyai menantu yang sakti dan pandai. Tetapi apa hubungannya hal ini dengan sayembara?”
    “Peserta yang telah lolos ujian kesaktian, harus mengikuti babak kedua. Yaitu harus bisa memasuki keputren dengan cara membujuk penjaganya.”
    “Lalu, siapa yang akan dijadikan penjaga keputren?”
    “Manusia satu kata itu, Paduka.”
    “Lho, ia amat bodoh. Nanti acara kita berantakan!”
    “Percayalah pada hamba, Paduka.”
    Pada hari yang ditentukan, peserta sayembara berkumpul di alun-alun. Mereka adalah raja muda dan pangeran dari kerajaan tetangga. Di babak pertama, kesaktian para peserta diuji. Dan, hanya tiga peserta yang berhasil.
    Ketiganya lalu dibawa ke depan pintu gerbang keputren. Patih memberi penjelasan pada mereka. Nampaknya mudah. Mereka hanya disuruh membujuk penjaga keputren sehingga dapat masuk keputren. Peserta hanya boleh mengucapkan tiga pertanyaan.
    “Penjaga yang baik. Bolehkah aku masuk keputren?” tanya peserta pertama.
    “Tidak!” jawab si manusia satu kata.
    “Maukah kuberi emas sebanyak kau mau, asal aku diperbolehkan masuk?”
    “Tidak!”
    Pertanyaan tinggal satu.
    “Kau akan kujadikan Senopati di kerajaanku, asal aku boleh masuk.”
    “Tidak!” ujar si manusia satu kata.
    Peserta pertama gugur. Ia mundur dengan lemah lunglai.
    Peserta kedua maju. Ia telah menyusun pertanyaan yang dianggapnya akan berhasil,
    “Penjaga, kalau aku boleh masuk keputren, kau akan kunikahkan dengan adikku yang cantik. Setuju?” pertayaan pertama peserta kedua.
    “Tidak!”
    “Separoh kerajaan kuberikan padamu, setuju?”
    “Tidak!”
    “Katakan apa yang kau inginkan, asal aku boleh masuk.”
    “Tidak!”
    Peserta kedua pun mundur dengan kecewa. Mendengar percakapan dua peserta yang tak mampu masuk keputren, Raja Mahendra tersenyum puas. Pandai benar patihku, katanya dalam hati.
    Peserta terakhir maju. Semua penonton termasuk Raja Mahendra memperhatikan dengan seksama. Raja muda itu tampak percaya diri. Langkahnya tegap penuh keyakinan.
    “Wahai penjaga keputren, jawablah pertanyaanku baik-baik. Tidak dilarangkah aku masuk keputren?” tanyanya dengan suara mantap. Raja Mahendra, Patih, dan penonton terkejut dengan pertanyaan itu. Dengan mantap pula penjaga menjawab.
    “Tidak!” Seketika itu sorak-sorai penonton bergemuruh, mengiringi kebehasilan peserta terakhir. Si raja muda yang gagah lagi tampan. Raja Mahendra sangat senang dengan keberhasilan itu. Calon menantunya sakti dan pandai.
    Sayembara usai. Manusia satu kata berjasa lagi pada Raja Mahendra. Ia dapat menyeleksi calon menantu yang pandai. Walau bodoh, Raja Mahendra tetap mempekerjakannya sebagai penjaga keputren.

    Pak Sakera

    Sakera adalah seorang tokoh pejuang yang lahir di kelurahan Raci Kota Bangil, Pasuruan, Jatim, Indonesia. Ia berjuang melawan penjajahan Belanda pada awal abad ke-19. Sakera sadalah seorang jagoan daerah yang melawan penjajah Belanda di perkebunan tebu Kancil Mas Bangil. Legenda jagoan berdarah Bangil ini sangat populer di Jawa Timur utamanya di Pasuruan dan Madura.
    Sakera bernama asli Sadiman yang bekerja sebagai mandor di perkebunan tebu milik pabrik gula kancil Mas Bangil. Ia dikenal sebagai seorang mandor yang baik hati dan sangat memperhatikan kesejahteraan para pekerja hingga dijuluki Pak Sakera (dalam bahasa kawi sakera memiliki arti

  2. pershendetja jom vali nga kosova e pershendes zemren time shum erionin ne germani me ni mpuch te madhe shummmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

  3. pakdhe, keponakanmu ini datang ke Bali waktu seminar Nggombal marning waktu itu, trus nonton juga stand blue energy. pulangnya bawa selebaran Bule energy itu
    Katanye selebaran itu, bisa bikin Karosene (pengganti lengo mambu/lengo pet atau lium), Diesel ( D-99, D-99 bio and so on) pengganti solar, gasoline (G-99 dll) pengganti bensin dan Minyak Bakar (H-99). Lha infonya sudah di tes di SGS, Corelab dan Envirolab. Bahkan hasil tes lab ditulis di selebaran itu. Waktu ponakan nanya pada orang pakai baju putih di sono, katanya “pakai misytik lho buatnya”. Lho ? produk mystik di uji lab ? Indenesia memang penuh mistik ya pakdhe.(sebenarnya ini tanda-tanda tidak beres ya Pakdhe ?)
    Yang dasyat lagi pakdhe ada 2 produk unggulan lain yang dipamerkan yaitu Padisupertoy dan singkong (Nama bekennya ponakan lupa).lha saiki ketauan supertoy HL2 juga plasu. Jadi pakdhe kesimpulannya yang kena “getah”/iler-e/kapusan supertoy dan bule enerji adalah :
    1. Joko suprapto (Iler-e dhewe)
    2. Heru Lelono (Ilere JS)
    3. PT. Sarana HArapan Indohidro, (katanya : “Teknologi MataHati” lho pakdhe) dan Sarana Harapan IndoPangan (Ilere/getahe HL dan JS)
    4. Presiden SBY(ilere/Getahnya PT.SHI, HL, JS)
    5. Minyak Indonesia Bersatu (minyak opo iler yo pakdhe)
    6. Keponakan & rekan (meh keno iler ning endho)
    7. Pakdhe dan mbokde yang ada di Kabupaten Purworejo sono no.
    8. Toyong (kena oliene dhewe, lha lulusan STM, kan kudune Mbengkel dudu tani) Sang penemu SuperToy
    9. Bupati Purworejo ( Kena ilere Toyong)
    10. Saudara sebangsa dan Setanah air

    (Yen ilere rakyat se indonesia digabung mungkin bisa jadi cairan maha dahsyat : “Anti Hama, AntiBakteri” dapat menyembuhkan segala penyakit, Pupuk maha dahsyat dan yang lebih dahsyat lagi sebagai sumber energy pengganti Blue energy)

  4. blue energi ? kok dikasih nama blue, apa karena benderanya pake warna biru? apa karena dari air laut ? kalo bendera kita kan merah putih seharusnya merah putih energi ya? apa benderanya partai? tau sendiri dah, kayaknya kalo lait bahasanya keingris imgrisan pake blue energi, pengen jadi orang inggris kali ya? cuman bisa ngomong ngak ada buktinya penakut, kalo energi hidrogen yg dari air itu kan teori bom plastik, itu mah udah usang!

  5. Ya kalau energi murah itu sudah ditemukan, berarti kesulitan kesulitan masyarakat akan teratasi terutama dibidang pemenuhan energi, yang jadi masalah disini ialah apakah pemerintahnya mau membuat dan mengembangkan energi yang murah ini ? atau memang pemerintah enggan takut energi migas yang sudah dikembangkan tidak laku? jadi pertanyaannya pemerintah belain siapa dong? seandainya…..aku punya pemerintah yang betul betul perhatikan dan membela rakyatnya…!!!! atau memang negara ini terlalu banyak diperebutkan, mungkin karena kebanyakan kali ya? kebanyakan penduduk, kebanyakan pulau, kebanyakan kekayaan alam, kebanyakan kepentingan, kalo gitu enak kayak berunai kecil kecil asal makmur? gitu lhoh!!!!

  6. blue enrgy bahan bakar alternatif yang masih belum jelas kebenarannya, suatu penemuan yang sangat berharga bagi dunia dan akan membuat bangsa indonesia disegani, team blue enrgi ayo kita kembangkan lebih lanjut

  7. Tolong kembangkan terus Blue Energynya, bila perlu libatkan para mahasiswa tingkat akhir ya yang lagi sekripsi gitu, dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa kan bisa diketahui hasilnya terus diambil kesimpulan, kalau gitukan bisa bermanfaat bagi masyarakat. ya toh………

  8. Pada dasarnya (secara teoritis) semua materi dapat diubah menjadi materi lain, hanya tinggal mengubah jumlah elektron dan positronnya saja. Begitu juga dengan air diubah menjadi bahan bakar hidrocarbon. Masalahnya, apakah ini sekedar wacana teoritis atau empiris. Sebab kalau hanya bicara sekedar BISA, ya MUNGKIN bisa walaupun sebuah mobil kecil (ukuran 1000cc) harus membawa 10000 liter tanki air. Mudah-mudahan pemikiran ini merupakan pemikiran yang empiris.

  9. Air di bumi ini tidak akan habis-habisnya kerena materi yang ada di permukaan bumi tidak dapat dimusnakan begitu saja, hanya saja air berubah-ubah menjadi bentuk es, uap atau terpisah menjadi gas hidrogen dan oksigen, nanti di alampun akan terbentuk kembali air.
    Pada saat ini sayapun sedang melakukan uji coba mesin OxiHid yang meniru kerja kloroplas tanaman mengurai air lewat proses fotolisisnya, dan dihasilkan gas hidrogen dan oksigen. dan Gas ini dapat kita pergunakan untuk membakar dapur mesin. Hanya saja apa yang dibuat pak Joko tidak diketahui sama sekali proses dan metodenya, mungkin beliu masih menyembunyikan untuk dibuatkan patennya. Sebaiknya kita bersabar menunggu dan berpandangan positif menyikapi kejadian pak Joko.

  10. denger dari berita bahan dari blue energi ada kapur barusnya wah jangan jangan nih pak sby teroris hihih kan kapur barus bisa mengeluarkan gas klu dicampur ama air.. uih kek bom detektor kapur barus dicampur ama air mineral. wah teroris heehhehe.

  11. Nguomong Pulitik kalo BE sukses, SBY bisa jadi presiden lagi tuh, ntar Pak Djoko jd menteri energi, trus terima NOBEL, slama masa paten BE diekspor Indonesia KAYA, sekolah gratis, oramg miskin kenyang semua kayak saya nih… PDAM perusahaan terkaya ngegeser Microsoft.. Indonesia, New Super Power Country ‘moga bukan Uthopia aja yah’. We waiting for
    BE realization.. wait …wait.. just wait.. Cape Deeh

  12. Lha wong barang beneran kok ya podo gak percoyo to? Ke depan kalau memang harganya murah, hal yg menjadi sangat penting adalah menentukan harga BE secara gradual turun, supaya BE tdk berbenturan keras dg producer fossil fuel. Sampai dg mereka terpaksa mengikuti langkah BE.
    Good luck Team BE..!

  13. Kalo emang iya, kalo prosesnya gampang ama semua orang, yang aku bayangin toko kimia ama air isi ulang pada bejejer di pinggor jalan, pom bensin pada lumutan semua… pertamina mulae jualan aqua…

  14. bullshitt…., omdo, omong doang, kalo emang udah bisa dipake dimasyarakat, gak mungkin SBY naikin harga BBM, jadi kesimpulannya, Blue energi itu cuman omongan tukang obat pinggir jalan

  15. kalo lebih murah dari BBM berbahan dasar fosil ya beli,
    kalo lebih mahal ya ndak beli…

    Kalau masalah science dibalik itu semuanya, saya berdiri diluar lingkaran kepercayaan, sampai semua hal yang bersangkutan dengan bbm air ini dibuktikan secara ilmiah.

  16. Alhamdulillah.
    mudah-mudahan blue energy cepat terwujud sebagai pengganti bbm. siapkan dengan matang biar kalau tiba saatnya tidak mengecewakan. biarkan oran berbicara ini dan itu. lanjutkan teruss
    good luck !!!!!!

  17. Tadinya saya pikir setelah MIB dipromo oleh SBY trus saya bisa cari dan beli di pasaran. Ternyata masih tahap riset yaa… Kena jaring tebar pesona lagi nih…:)

    Soal debat teknis di atas, saya no comment deh… Boro-boro ngomong rumus kimia ato fisika…yang saya tahu cuma rumus GALI LUBANG-TUTUP LUBANG…

    (Mimpi lagi ahhhhhh…)

  18. Numpang Komentar nih.

    Ahamdulillah puji sukur saya panjatkan atas berkah ini semoga bisa mambantu indonesia menghadapi kesulitan tingginya harga bahan bakar. Untuk pemerintah di himbau agar para penemu ini di beri fasilitas keamanan mereka dari para pihak yang ingin mengeruk keuntungan pribadi. merdeka

  19. Blue energi nama yang sejuk yha pak dhe. kalau benar bisa muncul di Indonesia, kita semua bangsa Indonesia patut bersyukur ke hadirat Allah SWT. dan yang semua yang terlibat dalam blue energi mendapatkan pahala. Amien.

    Maklum saya orang awam cuma mendengar info saja tidak paham soal energi, matur nuwun pak dhe

  20. Ternyata masih banyak orang Indonesia yang tidak menghargai riset.

    to : Pak Joko & Pak Iswahyudi,
    Tetap dijalanin misi n penelitian anda, bangsa ini butuh orang-orang seperti anda. tapi harus dijaga jangan sampai ketangan orang2 yang cuma ingin mencuri penelitian anda. Biar saja orang lain mo bicara apa, lha penelitian ini kan pake uang anda sendiri, jadi ga ada tanggung jawab buat ngurusin orang2 yang pengen tahu dengan argument berbagai macam teori dan minta bukti.
    emang klo dah dikasih bukti mo bayar royalti penelitianya…..
    Biar pak, orang-orang awam cukup ditawarin produk itu, klo mau beli silahkan tapi klo tetep pengin pake yang konvensional juga ga masalah. Pasar pasti cari yang ekonomis n murah.

  21. Ass Wr Wb

    cuma ikut nimbrung aja……..bagi saya yang paling penting adalah dukungan 100% bagi beliau2 yang menemukan blue energi, dukungan DOA dan MORIL atau pun semangat!!!bagi yang merasa WARGA INDONESIA cobalah untuk berani maju!!!!!
    dan cobalah untuk menghargai karya orang lain!!
    masih menurut saya..hehehehe, kita tidak perlu tau bagaimana proses air laut jadi bensin/solar/avtur/energi yang lain, tapi yang paling penting adalah wait n’ see launching blue energi….
    sebagai Contoh, kita beli motor, kan kita tidak perlu tau bagaimana cara membuatnya,tapi paling penting adalah manfaat motor itu bagi kita!!!
    atu kita beli handphone, kan ga perlu tau bagai mana membuat HP itu sendiri, yang paling penting manfaat yang dapat kita ambil dari memiliki HP tersebut!!!

    terima kasih atas perhatiannya, saya mohon maaf jika ada kata2 yang tidak berkenan…

    wassalam

  22. Utk Pak Oswahyudi

    Pak sepertinya anda selalu berpikiran positif. Teruskan Pak. Kita perlu mendukung orang-orang seperti Pak Joko. Walaupun banyak orang yang sinis dan skeptis. Mereka bisa begitu bisa jadi ada tiga kemungkinan :

    1. Tidak tahu ingin tahu dengan cara memancing
    2. Memang selalu berpikiran skeptis untuk menjatuhkan penemuan Pak Joko
    3. Ilmuwan-ilmuwan yang sok pengin selalu jawaban ilmiah dan sok jago dengan teori-teori kekelan energi, hukum-hukum termodinamika dan tetek bengeknya.

    Apapun alasannya kalau saya setuju Pak Joko nggak perlu kasih komentar apa-apa, toh ini bukan forum ilmiah. Dan untuk apa ngasih tahu gitu aja, enak bener. Dipatenkan pun di Indonesia percuma, di kantor paten dicuri. JAdi perlu nggak perlu dipatenkan. Kalaupun perlu dilindungi pakai trade secret saja.

    Sya bukan ilmuwan tapi orang-orang tersebut selalu berpikir gimana memisahkan air menjadi hidrogen, perlu energi berapa?. Kalau yang dipikirkan teknologinya elektrolisa, atau termolisis dan menggunakan bahan bakar dan listrik yang memang kita akan selalu berdebat nggak ada ujungnya.

    Tapi kalau memang benar Pak Joko menggunakan hidrogen seperti kata banyak komentator dalam membuat sintesa minyaknya. Nggak perlu repot-repot pakai listrik. karena banyak cara memecah air menjadi hidrogen dengan tanpa energi.
    Nanti kalau saya diminta urun rembuk boleh juga.

    Kita perlu critical mass orang seperti Pak Joko dan anda, supaya bangsa ini cepet majunya. Kapan-kapan anda buat blog sendiri donk, nanti saya ikutan ngisi.

    Salam

    HL

  23. baca soal energi alternatif ini, saya malah ngeri dengan keselamatan tim yang membuatnya.

    anggaplah semua ini benar dan benar2 ada, benar2 berjalan. apa disangka tidak ada satupun orang dari perusahaan minyak yg mengamati ini?

    kuatnya lobi perusahaan minyak udah bukan rahasia lagi.

    saya malah takut orang2 yg ada di balik tim ini bakal menghilang misterius sebelum sempat mengembangkan jerih payahnya.. πŸ™

    mudah2an sikap diam yg diambil oleh teman2 tim blue energy ini salah satunya untuk keamanan tsb, mudah2an jg pihak pemerintah sudah membaca akan perlunya perlindungan atas keselamatan mereka2 ini.

    semoga ini memang jalan keluar untuk semua masalah bangsa ini. semoga.

  24. Lha saya lihat buktinya dengan mata kepala sendiri, kalau anda khan belum lihat

    nah, kalau gitu perlihatkan bukti2nya dong. selama ini kan komentar anda hanya spekulasi, sama saja dengan kita2 yang cuma dapat info dari koran.

  25. Pak Sartono,

    Memang yg terjadi adalah konversi energy. Tapi kalau solar cell yang ada saat ini khan menurut Mas Pri cuma 7% – 19%, nah kemungkinan Pak Joko punya sejenis solar cell tapi efisiensinya lebih tinggi mungkin 50% atau 70% gitu.
    Namanya memang bukan solar cell lag, namanya apa yaitu Pak Joko yang berhak untuk memberi nama

  26. Pak Iswahyudi,
    Kalau ga salah solar sell bukan penghasil energi tetapi hanyalah mengkonversi energi. Sehingga hanya merubah energi cahaya (radiasi) matahari menjadi energi listrik. Sehingga yg dihitung dlm efisiensinya hanyalah itu saja. Kalau ada enegi lain ikutan dikonversi maka namanya bukan solar sell lagi.
    Barangkali Pakdhe atau kawan netter lain dapat menjelaskan bahwa dalam konversi energi selalu ada energi yang hilang sehingga alat apapun tidak ada yg memiliki efisiensi lebih dari 100 persen.

    DSart

  27. Efisiensi tetap max 100% Mas Sartono.
    Tapi msukan saya bahannya yg dirubah dan kalau perlu intensitas sourcenya juga dirubah.

    Kalau pisau dari besi nggak kuat, ya bahannya diganti baja biar kuat.

    Kalau gergaji pakai tangan gak kuat ya diganti mesin gergaji biar tenaganya kuat.

    Gitu aja kok repot ……… (Maaf Gus Pur jadi ikut-ikutan he….he…..he)

    Inti cerita, kita jangan bicara didalam kotak. Cobalah berbicara keluar dari kotak.

    Wassalam

  28. @Priyadi
    Tidak menyalahi kalau anda berpikir keluar dari kotak yang mengungkung cara berpikir anda. Misalnya bahan solar cellnya anda ganti dengan bahan yg lebih sensitif (mudah melepas elektron). Pasti efisiensi 7% akan meningkat. Itu baru satu perubahan. Masih banyak perubahan lain yg bisa dilakukan misalnya jenis penghantar yg dipakai, suhu solar cell yang diatur, intensitas sinar yang dipergunakan dll. Jadi dengan rekayasa teknologi sebetulnya banyak hal yg bisa dilakukan. Intinya kalau selama ini energy hilang, kita selalu bilang dan menganggap efisiensi alat. Padahal sebetulnya energy itu tidak hilang tetapi berubah menjadi bentuk lain. Saya berpikir mungkin ini yang disebut energy inertia??????? Atau energy potential yang terkandung di alat tersebut.

    Tapi masalah listrik cuma contoh lho. Saya tidak mengatakan bahwa teknologi solar cell yg dipakai sebagai sumber energi kilang Blue Energy.

    Sebagai informasi masih banyak riset lainnya yg saat ini sedang dikerjakan. Misalnya aspal sintetis sebagai pengganti aspal fosil, padi unggul dengan hasil diatas 15 ton/panen/ha dengan 3x panen setahun . Jagung dengan tongkol 5 dll. Semua ini kami lakukan di Centre for Food Energy and Water Study (disingkat CFEWS). Pusat penelitian ini mengajak para peneliti untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan penelitian dibidang pangan, energi dan air. Di tempat ini jugalah kilang yang 5400 bbl/day sedang dipersiapkan.

    Kalau kita berpikir dengan cara ordinary hasilnya ya ordinary. Untuk menghasilkan sesuatu yang extraordinary kita harus berpikir extraordinary juga.

    Tahun 60 Flash Gordon itu cuma komik. Tapi sekarang sudah bisa diterima oleh akal kita bahwa pesawat ruang angkasa dengan baju astronot adalah suatu hal yg bisa diterima.

    Saya masih ingat tahun 1995 kita masih bicara 5 GB harddisk. Itupun ukurannya besar dan harganya mahal sekali. Tetapi sekarang orang bisa punya flash disk 5 GB hanya seukuran korek api dengan harga US$ 300

    Contoh lain adalah handphone. 10 tahun yg lalu hp masih segede gajah dengan harga puluhan juta rupiah. Tetapi sekarang dengan ratusan ribu rupiah saja kita sudah bisa berhp ria.

    Itulah teknologi. Semakin lama akan semakin murah dan akan mempermudah kehidupan manusia.

    Kalau saya prinsipnya barangnya ada…… bisa dilihat……. bisa dicoba……. bisa ditest …….. Dan yang tidak kalah penting bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusian. Kalau untuk teori dll saya nggak terlalu perduli. Itu urusan belakangan.

    Daripada yang konsepnya muluk-muluk, menghabiskan uang rakyat untuk proposal ini itu tapi tidak ada hasil. Lebih baik seperti Pak Joko yang diam-diam sudah membuat Bahan Bakar sintetis dan sudah dicoba baik di kompor, petromak utk kerosene dan kendaraan untuk diesel serta gasolinenya
    Saya berharap semoga banyak muncul Joko Joko yang lain supaya negara ini bisa maju

    Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan

  29. @iswahyudi:

    solar cell yang ada di pasaran jaman sekarang efisiensinya antara 7% sampai 19%. kalau ada solar cell yang 10000x lebih efisien, maka efisiensinya antara 70000% dan 190000%. apa gak menyalahi hukum kekekalan energi nih? πŸ™‚

  30. @Priyadi
    Kalau ditemukan panel surya yang 10.000 kali lebih efisien berarti cuma butuh 0.1289 hektar khan itu sama dengan 1.289 m^2 kira-kira cuma setara dengan 18 rumah tipe 70 tho.
    Kalau anda tanya apa ada panel surya yg 10.000 kali lebih efisien jawabannya ada

    @bayfx
    1. Untuk patent Blue Energy dalam proses

    2. Blue Energy ini dasar teorinya adalah TEKNOLOGI MATAHATI, jadi semuanya dilakukan dengan dasar nurani. Jadi tidak akan dijalankan untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya.

    3. Tergantung dukungan dari seluruh elemen bangsa, termasuk bagaimana ini semua bisa diterima oleh sistem. Sistem disini termasuk regulasi, perpajakan, aturan distribusi, retribusi bahan baku dll. Saya yakin semua ingin ini SEGERA dilaksanakan, tetapi kalau sistem belum siap tentunya penemuan ini belum bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia

  31. yang kukhawatirkan benar benar dirusak oleh orang Indonesia sendiri

    maksud saya, penemuan sekelas pesawat terbang aja ditukar sama beras. walaupun itu dulu. tapi mental bangsa ini masih belum berubah.

    mudah-mudahan benar2 ada yang segera bertindak
    1. patent, jangankan orang luar… di Indonesia sendiri banyak penjiplak.
    2. komersil dan disebarluarkan (versi murah, diluar pertamina) saya khawatir ini jadi monopoli sekelompok orang saja yang ingin mengeruk keuntungan. jangan2 yang tadinya hanya 3000/liter malah jadi 6000/liter. karena alasan2 yang dibuat2
    3. segera, karena orang Indonesia mudah melupakan “kebaikan”. jangan sampai ini “segera” dilupakan orang.

  32. @iswahyudi:

    1 m^2 panel surya bisa menghasilkan daya rata2 harian sekitar 27 watt. satu liter bensin memiliki energi yang setara dengan 9,67 kWh. untuk bisa mensintetis synfuel dengan kapasitas produksi 10 liter/detik, maka luas panel surya yang dibutuhkan adalah: 1/27 m^2/W * 9,67 kWh/liter * 3600 detik/h * 10 liter/detik = 12890880 m^2 = 1289 hektar. dan ini pun masih mengasumsikan efisiensi konversi listrik ke synfuel 100%.

    good luck.

  33. Saya mau berbagi sedikit masalah Energi apa yang mungkin dipergunakan sehingga proses Synfuel ini menjadi ekonomis.

    Selama ini temen-temen selalu membahas listrik dari satu sisi dengan cara yang konventional. Untuk menghasilkan listrik dari PLTN proses yang dilakukan adalah :

    Reaksi Nuklir menghasilkan Thermal (Thermonuklir) ====> Panasnya untuk memanaskan boiler =====> Boiler menghasilkan uap =====> Uap memutar Turbin =====> Turbin memutar Generator =====> Akibat putaran coil dalam generator terjadi lompatan elektron ======> Terjadi Aliran listrik. Bisa dilihat bahwa untuk membuat listrik dengan Nuklir harus melalui 8 tingkat reaksi. Kalau masing-masing reaksi punya efisiensi 50% saja berarti tinggal 0.00390625 saja energy yg dihasilkan nuklir untuk jadi listrik.

    Coba kalau kita hasilkan listrik dengan Efek Foto Listrik (lihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Photoelectric_effect), pasti energi yang dihasilkan akan sangat efisien.

    Di Blok mas Priyadi khan dia hitung pakai harga listrik yang tidak efisien karena pakai 8 tahap tadi. Tapi kalau pakai Efek Foto Listrik ya jadi efisien.

    Mungkin Mas RDP bisa buat tulisan tentang Efek Foto Listrik biar temen-temen ada gambaran……..he….he Sorry mas bukan nyuruh tapi minta tolong soalnya saya nggak bisa nulis ilmiah.

    Mungkin ini bisa jadi jawaban puzzle terakhir sehingga persoalan Blue Energy ini bisa jadi jelas dan segera bisa diproduksi dalam jumlah banyak.

  34. Gitu ja kok repot Om, nyuwun sewu ingkang kathah dulu ya Om, tapi klo cuma mo enegi gratisan sih gampang ja, pakai saja tenaga matahari yg fluksi daya nya teoritis sekitar 1000 W / m2, jadi dengan sistim penagkapan tenaga termal yg effisiensi nya bisa mencapai sekitar 96 % akan didapatkan daya panas cukup besar dengan instalasi yg relatip kecil utk “menangkap panas gratis” dari matahari utk proses endotermis utk membikin synGas dari bahan H2 & C. Kalao bisa tolong kasih info yg ngepop dong om utk kita2 ni yg masih bau sekolahan. Sory ya om data2 diatas kita dpt dari internet, bukan dari sekolahan lho. MAap sekedar nimmbrung boleh khan om ???

  35. “luar biasa… sudah dicoba sendiri oleh bapak sby… sama sekali tdk ada bauNya….. ..”

    Menurutku tindakan SBY untuk hal ini justru dianggap bodoh bagi akademisi. Karena bukan begitu cara elegant dalam mengapresiasi hasil karya teknologi masa kini. Untuk masa lalu boleh, lah but not now πŸ™‚

  36. “luar biasa… sudah dicoba sendiri oleh bapak sby… sama sekali tdk ada bauNya….. dLL..”

    komentar yg diberikan kepada “BLUE ENERGY”…
    tp apakah nantinya akan benar2 efektif..?!!

    ini indonesia bung…
    terlalu banyak janji palsu yang diberikan kepada rakyat jelata oleh pada petinggi negara…!!

    -thE_hopkiins-

  37. Hi, mau ikutan komen dikit. Saya sudah juga sudah pernah dapat email seperti yang diposting oleh Pak Amin Widodo. Cuma rada aneh aja. PAk Joko Suprapto ini terkesan misterius, Kapasitas keilmuwanannya masih diragukan, Dia aja gak mau ngomong dia pernah kuliah di mana, dan dari mana dia tau cara memisahkan hidrogen dari air. Kalau secara teori, pemisahan hidrogen dari air ini kan dongeng lama yang sering dimuat di cerita-cerita fiksi ilmiah. Kalau yang suka nonton film, coba cek film “The Saint” (Val Kilmer) dan “Chain Reaction” (Keanu Reeves). Semuanya bermimpi tentang pemisahan hidrogen dari air.

    Satu hal lagi; kalau memang hidrogen bisa dipisahkan dari air, kalau memang suatu saat terwujud dan kita bisa memanfaatkan dengan skala besar, apa gak mungkin kalau yang namanya air itu akan punah, habis terpakai, karena terurai menjadi hidrogen dan oksigen? Kalau punah, saya mandi pake apa dong? πŸ™‚

  38. Penemuan ini sebenarnya bukan hal yang baru. Seperti disebutkan sintesis fischer troops pada hydrogen cell sudah menjadi teknologi yang umum yang dikembangkan negara negara eropa.
    Masalahnya sekarang sebenarnya pada energi apa yang akan dikonversi menjadi energi biru ini.
    Kalau energinya masih dari karbon juga, tentunya ini cuma mengalihkan masalah.
    Kalau energinya dari nuklir, ini juga justru menambah masalah karena dimana mana PLTN selalu ditentang aktivis lingkungan karena radioaktifnya
    Kalau energinya dari matahari, ombak, angin, dll yang belum termanfaatkan selama ini, saya setuju sekali. Cuma yang harusnya dipresentasikan dulu adalah pemanfaatan energi yang justru sebagai awalnya bukan justru elektolisa airnya yang sebenarnya cuma sebagai bentuknya pemanfaatannya saja. Kalau energi matahari,ombak, angin,dll itu sudah bisa dimanfaatkan, mau apapun bentuknya baik itu hidrogen, atau listrik nya langsung, akan menjadi sumbangan berarti buat lingkungan.

  39. Saya juga sangat skeptis dengan kelanjutan proyek “blue energy”. Wong biyen ae penertiban emisi gas buang kendaraan arep ditertibne ning Jakarta ra sido. Tontonen saiki bis mayasaribakti opo metromini opo bajaj kebule ngebaki dalan peteng ndhedhet pak polisi mingkur meneng ae. Paling bar pemilu 2009 bubar kabeh. Tapi mugo-mugo pak SBY menang maneh, soale aku yo wong Pacitan….he..he..he…wis yo…pareng…

  40. Pak Dhe Rovicky,
    Saya menyebut tiga ujian tersebut dalam konteks bahwa setiap klaim temuan apalagi yg berisi muatan ilmiah dan teknologi harus selalu dikritisi. Dalam bahasa keilmuan bahkan kita sebut skeptisme. Mengkritisi dalam forum ilmiah tidak ada hubungannya dengan perasaan inferior, iri, dan sejenisnya. Penemu diwajibkan untuk memberikan ‘evidence’ yg cukup agar kebanyakan orang merasa yakin bahwa klaimnya mempunyai dasar.

    Saya pribadi bersikap wait and see. Sampai informasi ilmiah dan teknisnya menjadi jelas, saya tidak banyak berharap. Jika memang ada terobosan baru, saya sebagai anak bangsa akan sangat bersyukur dan bangga.

    Terus terang informasi yg kita dapatkan melalui media hanya sepotong-potong dan kemungkinan ada distorsi. Karenanya sangat sulit bagi orang / kelompok independen untuk menguji temuan tersebut.

    Mudah-mudahan klaim yang dibuat, misal: “bahan bakar baru”, “bersumber dari air laut”, “emisi karbon rendah”, “harga lebih ekonomis”, dan “tanpa mengubah mesin” bisa diuji kesahihannya secara ilmiah. Terlebih, klaim tersebut di-endorse oleh presiden dan diungkapkan di forum internasional.

    Kok saya belum mendengar suara dari Kementrian Ristek, BPPT, UGM, ITB, UI, LIPI?

    wassalam
    boed | http://budihartono.wordpress.com/

  41. Perkenalkan, saya mahasiswa tingkat akhir jurusan arus kuat yang sedang belajar tentang masalah energi.. Mau bertanya tentang endoterm..
    Butuh energinya dalam bentuk listrik? Apakah bila menggunakan listrik, nanti listriknya disalurkan ke alat yang bagaimana? Bagaimana dengan sumber listrik dari solar cell atau wind turbine?

    Mohon penjelasannya.. Terimakasih

  42. Saya dapat email teman-teman, mungkin ini yang dimaksud blue energy :

    Penemu Blue Energy Warga Nganjuk
    Berbahan Dasar Air, Dipamerkan dalam Konferensi PBB

    NGANJUK- Tak banyak yang tahu, penemu bahan bakar blue energy yang sedang dikampanyekan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata berasal dari Nganjuk. Dia adalah Joko Suprapto, warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso.
    Kemarin, tim uji coba kendaraan berbahan bakar tersebut mengunjunginya. Mereka dipimpin staf khusus Presiden SBY,
    Heru Lelono. Rombongan itu dalam perjalanan dari Cikeas, Bogor menuju Nusa Dua, Bali, tempat digelarnya United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) 2007.
    “Luar biasa. Ini mobil Mazda Six punya Patwal Mabes (Polri) yang bisa berkecepatan 240 kilometer per jam ini kami coba lari 180 kilometer per jam tanpa ada persoalan. Jadi, moga-moga apa yang kita uji coba ini benar-benar bermanfaat. Insya Allah,” ujar Heru begitu turun dari Ford Ranger B 9648 TJ.
    Untuk diketahui, pertemuan kemarin berlangsung di salah satu hotel di Nganjuk. Rombongan Heru tiba sekitar pukul 09.00. Mereka mengendarai lima unit kendaraan untuk menguji bahan bakar berbahan dasar air tersebut. Yakni, dua pikap double cabin Ford Ranger, satu sedan Mazda 6, satu bus, dan satu truk pengangkut blue energy.
    Sebelumnya, rombongan dilepas oleh Presiden SBY, Minggu lalu, dari kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor. Rencananya, blue energy itu juga akan dipamerkan kepada dunia dalam UNCFCCC atau Konferensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali .
    “Kita ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa kita bukan bangsa kere yang terombang-ambing harga minyak dunia. Bangsa Indonesia bisa menemukan (bahan bakar, Red) sendiri,” tandas Heru bangga.
    Kepada puluhan wartawan yang sejak pagi menunggu kedatangan rombongan, Heru mengungkapkan bahwa bahan bakar hasil penelitian belasan tahun Joko itu sangat irit. “Sekitar satu lima belas (1 liter dibanding 15 kilometer, Red). Tadi kami mencatat, untuk menempuh 374,5 kilometer, hanya butuh 25 liter,” tutur staf khusus Presiden bidang otonomi daerah itu.
    Selain hemat dan mampu meningkatkan performa kendaraan, lanjut Heru, keunggulan bahan bakar tersebut adalah rendahnya emisi karbon yang dihasilkan. Ini sesuai dengan pesan UNFCCC yang digelar 3-14 Desember mendatang.
    “Sudah dicoba sendiri oleh Bapak Presiden. Beliau kemarin sempat duduk di belakang knalpot bus ini sambil menciumi asapnya. Paspampres (pasukan pengamanan presiden) sempat kerepotan takut Presiden karacunan, tapi tidak. Coba saja,” tantangnya.
    Penasaran, Wakil Bupati Nganjuk Djaelani Ishaq yang kemarin ikut menyambut kedatangan rombongan langsung mencoba mencium asap dari moncong knalpot bus. “Sama sekali tidak ada baunya,” kata Djaelani setelah berkali-kali setelah mengisap asap tersebut.
    Ditemani Joko, Heru kemarin juga mengungkapkan bahwa untuk memakai blue energy, mesin tidak perlu dimodifikasi. “Sama sekali tidak perlu ada modifikasi apa-apa. Ini kami bawa mobil berlainan tahun, semua bisa pakai,” tandasnya.
    Bahkan, lanjut Heru, ada yang sebelumnya menggunakan solar dan di tengah jalan langsung diganti 100 persen dengan blue energy. “Mobilnya malah semakin tidak ada getaran,” lanjutnya bangga.
    Sementara itu, Joko Suprapto yang selama ini terkesan misterius soal kedekatannya dengan SBY, kemarin mulai blak-blakan. Terutama soal aktivitasnya sebagai peneliti dan penemu blue energy. Dia bahkan sempat sedikit membeber teknologi yang mulai ditelitinya sejak 2001.
    ” Intinya adalah pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 min. Ada katalis dan proses-proses sampai menjadi bahan bakar dengan rangkaian karbon tertentu,” terang peneliti yang mengaku mengambil ide dari ayat2 Alquran itu.
    Untuk mesin dengan bahan bakar premium, solar, premix, hingga avtur, Joko mengaku telah menyiapkan bahan bakar pengganti sesuai dengan mesinnya. “Tinggal mengatur jumlah rangkaian karbonnya. Mau untuk mesin bensin, solar, sampai avtur ya sudah ada,” kata ayah enam anak itu.
    Yang menarik, bahan dasar air yang digunakan adalah air laut. “Kalau air tanah bisa menyedot ribuan atau jutaan meter kubik. Kasihan masyarakat, paling bagus nanti bahannya air laut,” terang pria yang selalu menyembunyikan identitasnya, termasuk almamater tempatnya meraih gelar insinyur, itu.

    Apakah Pak Amien Percaya dengan BBM ini dapat disebut sebagai bahan bakar air ?
    …. aku dewe masih ragu-ragu dalam skala besarnya bisa dijalankan dengan baik di Indonesia πŸ™

  43. Seperti comment saya kemarin, justru puzle terakhir inilah yang paling krusial dan juga paling sulit dipecahkan. Selama ini orang menghitung efisiensi konversi energi hanya membandingkan energi yang dihasilkan dengan energi dari fuel yang dimasukkan ke dalam mesin. Itu tidak salah, tapi menurut saya terlalu dangkal dan jelas kurang komprehensif. Masih menurut pendapat saya lagi, mustinya dalam menghitung konversi energi untuk studi kelayakan suatu teknologi bahan bakar atau mesin bakar, diperhitungkan juga jumlah energi yang diperlukan untuk memproses bahan baku sampai menjadi bahan bakar siap pakai. Sebab kalau tidak demikian sudah pasti akan menimbulkan bias pada hasil perhitungan total terutama jika prosesnya endoterm.
    Oleh karena itu, saya tidak terlalu optimis dengan prospek synfuel dan juga biofuel karena informasi yang dirilis ke masyarakat tidak lengkap dan cenderung berbau iklan. Sebagai contoh, ampai sekarang ini masyarakat tidak mendapat informasi yang cukup tentang limbah yang dihasilkan dari pengolahan biofuel apakah tergolong B3 atau bukan. Tentang synfuel lebih-lebih lagi karena masih baru. Yang diblowup hanya sepotong informasi bahwa untuk menghasilkan sekian liter synfuel diperlukan sekian liter air plus sekian kilogram karbon. Sedangan jumlah energi ( kalor ) yang diperlukan supaya reaksi pembentukan synfuel dapat berlangsung tidak disebut-sebut dalam publikasinya. Padahal energi tersebut jumlahnya sangat besar dan harganya jauh lebih tinggi dari pada air dan carbon yang merupakan bahan bakunya. Selain itu apakah prosesnya ramah lingkungan atau tidak juga tidak jelas.
    Jadi kayaknya kita masih harus berlama-lama dalam mimpi to Pak Dhe. Sementara kita masih bermimpi-mimpi, saya masih sementara rehat dulu dari aktivitas eksperimen karena sedang banyak kerjaan kantor. Tapi saya optimis, Mesin Paijo STX-2 yang dapat ikut andil dalam memecahkan masalah energi nasinal tidak lama lagi bukan cuman mimpi. Dukungan moril dan doa dari Pak Dhe akan sangat berarti buat saya. Terimakasih dan salam eksperimen.

  44. Kang Adipati
    Aku juga baru liat kmaren kalau Priyadi juga gerah dengan “blue energy”. πŸ™‚ hi Pri !
    Seperti yang aku tuliskan adalah … tekor tidaknya ini memang dikontrol secara ekonomi. Tetapi kalau sumbangan untuk “kesehatan” lingkungan anda hargai berapa seandainya “total emisi”-nya berkurang ? Bukankah ini dapat memanfaatkan “flue gas” (gas cerobong) dari PLTGU (batubara) ?

    Makanya Blue-energi ini dikampanyekan pada saat ada forum lingkungan (UNFCCC, bali) bukan di forum ekonomi-energi … bener, “pasti tekor” kata anda.

  45. pakde … seperti yang telah dibahas mas priyadi, bahwa Puzzle yang ditanyakan pakde sudah dijawab yaitu energi dari listrik (PLN)
    Jadi kesimpulannya pembuatan Blue energi ini tetep saja membutuhkan energi lain (listrik PLN)
    yang saya tidak tahu, apakah energi listrik yang dibutuhkan ini sebanding dengan energi yang dihasilkan (dalam arti masih menguntungkan)
    πŸ™ “Kan gak lucu kalo kita membuat blue energi, biaya energi listriknya lebih besar.”
    πŸ™‚ “kuwi jenenge konversi energi thole, tekor …”

  46. –> B oe d
    a) Uji saintifik, aku rasa ndak ada teori baru dalam hal ini. Kalau secara ilmiah proses kimiawinya sudah diketahui seabad lebih (Franz Fischer dan Hans Tropsch, bekerja di Kaiser Wilhelm Institute th 1920-an). Dan membuktikan proses ini bisa jalan.
    b) Uji tekno dan ekonomi ini yang sulit. Karena ada faktor komersial. Saya tidak dapat membukanya karena harus menghormati yang memilikinya. Kitapun harus menghormati penemuan mereka. Nah, aku juga belum yakin keekonomian secara menyeluruh. Apalagi ini proses “endoterm” seperti yang aku wanti2 sebagai “the last puzzle” (teka-teki).
    c) Uji politik ini bukan urusanku. Aku ya ngga nyandak kalau bicara soal hukum, ijin, politik dll. Tapi ini bisa jadi sebagai potensial penghambat utama.
    Kenapa dipamerkan … aku hanya melihat bangsa Indonesia ini selalu saja masih terbawa keterpurukan krisis ekonomi dan berakibat pada krisis kepercayaan diri bangsa. Krisis ini harus diperangi terlebih dahulu. Kalau sudah ada keyakinan saya yakin dua tahap itu bisa dilalui dengan baik. Jadi ini seolah-olah mengikuti ajarannya the seven habit –>”started from the end”

    Btw, mudah-mudahan nanti ketika kilang yang aku bilang 5000-an barel perhari itu sudah jadi aku diundang menengoknya. Nanti aku dongengkan πŸ™‚

  47. Pak Dhe Rovicky,
    Saya agak binun nih, bahasan njenengan di artikel ini khusus menyoroti berita blue-energy yg dipamerkan di Bali, atau secara umum?

    Menurut saya, ada beberapa tahapan yg harus lulus dilewati agar blue-energy (ataupun teknologi apapun) bisa dipakai:
    a. Lulus uji saintifik
    Klaim temuan tersebut harus reproducible, dan memenuhi kaidah dan logika sains. Biasanya dilakukan di skala laboratorium.
    b. Lulus uji teknologi / ekonomi
    Temuan tersebut harus bisa direproduksi dalam jumlah yang cukup besar sehingga mencapai skala keekonomiannya.
    c. Lulus uji politik [?]
    ini seperti yg sudah digambarkan oleh Pak Dhe Rovicky di atas.

    Untuk kasus Blue-energy yg kemarin dipamerkan di Bali, saya kok membacanya [karena hanya baca dari koran], urutan2 nya dilompati. Tahap (a) dan (b) belum dilakukan, ujug-ujug lgs ke tahap (c).

  48. Subhanallah,
    Pak de, calon pengawal blue energy yang tangguh nih, memang hambatan terbesar itu non teknis, birokrat dan mental korupsi, mental mencari ke untungan buat pribadi dan golongan, semoga SBY, mampu menghancurkan semua itu, biar pun SBY manusia dia tuh presiden, masa sudah mampu memuluskan perjuangan penemunya, tidak mampu merealisasikan, semoga pak de dirangkul pula jadi teamnya. amien

Leave a Reply