Gempa Sumbawa 6.7SR (6.4Mw – USGS)

23

earthquake.jpg🙁 “Pakdhe, ada gempa lagi …. !!”
😀 “Hiya thole, aku kasih sdikit info sementara dari Pakdhe Awang”

Dari tengah malam tadi sampai pagi ini, saudara-saudara kita di Sumbawa tengah berhadapan dengan gempa. Belasan rumah rusak dan runtuh, belasan luka2, dan seorang tewas menurut berita MetroTV pukul 05.00 tadi. Gempa dilaporkan terjadi sekali hampir setiap jam dengan magnitude di atas 6 SR.

Instrumental Intensity ImageGempa utama dilaporkan BMG terjadi pada pukul 00.02.17 26 November 2007 dengan magnitude 6,7 SR (6.4 Mw menurut USGS). Pusat gempa pada 8.299 degS dan 118.385 deg E berasal dari kedalaman 30 km. Secara geografis, pusat gempa ini terjadi di pantai utara Sumbawa di Teluk Sanggar, sekitar 30 km sebelah timur tenggara Gunung Tambora, atau 40 km sebelah barat baratlaut Bima.

Data USGS prototype centroid moment tensor solution menunjukkan pematahan batuan pada pusat gempa berupa sesar naik-mendatar dengan jurus 61 NE dan kemiringan 33 deg. Dilaporkan tidak terjadi tsunami ke arah Sumbawa mungkin karena magnitudenya berada di ambang batas minimal tsunami-genic earthquake, pematahan batuannya tidak murni dip-slip, dan lokasinya di pantai.

Secara regional, gempa ini diakibatkan oleh subduksi kerak samudera Flores di bawah Earthquake LocationSumbawa yang terkenal sebagai jalur Flores (mega) Thrust. Dalam 15 tahun terakhir, gempa2 besar di utara Sumbawa dan Flores ini menyebabkan tsunami yang besar, seperti pernah dialami Maumere pada tahun 1990-an. Sumbawa dan Flores, serta ujung timur Lombok, terangkat oleh double subduction dari utara dan selatan. Dari utara adalah oleh Flores (mega) Thrust dan dari selatan oleh subduksi kerak samudera Hindia. Sebaran kedalaman episentrum di sekitar pulau2 ini pun menjadi rumit, terutama di sebelah utara, tempat berkumpulnya episentrum gempa2 dalam asal subduksi kerak Hindia sampai kedalaman > 500 km, bersatu tempat dengan gempa2 dangkal < 70 km asal Flores (mega) Thrust

🙁 “Whadduh Pakdhe, mbok dikasi pakai bahasa rakyat, jangan bahasa dewa”

gempa-sumbawa.jpg

Flores Thrust sendiri mengalami “evolusi“. Peta lama Warren Hamilton menaruh batas baratnya di sebelah utara bagian tengah Sumbawa. Kini, ia juh lebih ke barat sampai di sebelah utara timur Lombok. Tetapi, jejaknya sesungguhnya masih terus sampai ke ujung utara Jawa Timur. Gempa Situbondo beberapa bulan yang lalu terjadi di jejak sesar besar ini.

Semoga gempa yang datang ketika rakyat Sumbawa utara tengah tidur lelap ini tak banyak memakan korban. Sebagian besar dari kita memang tidur bersama gempa (sleeping with earthquake !).

salam,
awang

23 COMMENTS

  1. Mengapa aku memakai USGS, karena USGS melihat dari jauuh …
    Mudahnya gini : Anggap saja gempa merupakan pergeseran dua benda yang terpisah oleh sebuah bidang. Yang akan diukur adalah besarnya energi yang menggerakkan atau mematahkan, atau memisahkan kedua bagian tersebut. Untuk analoginya seolah-olah kita mau menghitung seberapa besar goyangan sebuah meja. Ini bisa diukur dengan alat yang berada jauh dari meja. Atau alat yang berada diatas meja. Mana yang pengukurannya lebih pas ?
    Atau mengukur kecepatan mobil dengan spedoometer di mobil, atau mengukur jarak tempuhnya dan dibagi waktu tempuhnya ?

    Keduanya memiliki kelemahan dan kelebihan. Nah karena aku ingin melihat dengan pembandingan yang lain, maka aku lebih menggunakan data USGS karena kebiasaan saja, barangkali.
    Selain USGS sebenarnya ada juga EMSC (dari eropa) http://www.emsc-csem.org/ tapi aku kadang saja menggunakannya.

    Yang lebih penting mnurutku sakjane konsistensi, jadi sense kita akan terasah karena terbiasa.

    ———-
    Secara fisis aku ngga melihat koneksitas langsung antara nusa tenggara dengan papua. tetapi mungkin pengamatan sepintas bisa saja.
    Toh keduanya disebabkan oleh mekanisme yang sama, yaitu pergerakan tektonik. Pergerakan ini tentu ada polanya. Yang mungkin rumit tapi saya yakin ada pola itu. Hanya saja menjelaskan pola secara ilmiah ya mestinya secara fisis bisa dijelaskan. Kebetulan saja yang anda sebut itu bukti fisisnya aku ga pernah tahu.
    😛

  2. pak’dhe….u always using USGS parameter than BMG parameter..
    may i know,,,
    what the different from both parameter ????
    klo bisa…kaseeh tw juga keunggulan make USGS parameter..!!!!

    pak’dhe…bener gak seeh ad keterkaitan antara fault sumbawa dengan fault2 yang ad dipapua???

    masalahnya..menurut historis n predict (just imagination)
    katanya,,,biasanya setelah gempa didaerah nusa tenggara akan diikuti gempa2 di daerah papua.

    bener gak seeh ???
    tolong kaseeeh comment dunk….please

  3. dhe, gunung tambora bakalan ikut-ikutan batuk nggak ya?? mengikuti jejak gunung-gunung lainnya yang uda pada batuk duluan…gimana menurut njenengan, dhe?

  4. Kalo dibilang bumi gk pernah tidur ya bener…..seringkali gempa2 besar itu oyeg2nya orang lagi enak2 merem.Sampai kemaren sore gempa yang tercatat diatas 5 SR di daerah Bima ada 4 kali.tapi,omong2 gempa ditempat laen….yang di Bengkulu sampe kmaren masih ada yang gede2 juga….kmaren aja ada gempa 5,4 SR jam 18 03 50 WIB trus masyarakat painan ama muko2 ngerasain sampe II MMI (sumber BMG).Bener2 kudu waspada bencana jadi orang indonesia ini ya….gk kena gempa tapi kena air laut luber spt di muara angke….

  5. Gempa lagi … musibah lagi…
    Smoga segala bencana dan musibah ini cepat berlalu dari bumi Indonesia tercinta. Dan buat saudara2 yang terkena musibah tabahdan tawakallah menerima ujian ini.

  6. Salam kenal Pak.
    Bagaimana keadaan terakhir situasi di sana Pak? Daerah mana saja yang terkena dampak?
    Soalnya keluarga besar saya tinggal di sekitar daerah situ.

    Terima kasih

  7. Pak Dhe, bisa dijelaskan lagi gak kalimat berikut: “Data USGS prototype centroid moment tensor solution menunjukkan pematahan batuan pada pusat gempa berupa sesar naik-mendatar dengan jurus 61 NE dan kemiringan 33 deg.” Saya sering main ke web USGS, kadang nggak mengerti betul dg bahasa2 planet ini.

    Terus kata2: “karena magnitudenya berada di ambang batas minimal tsunami-genic earthquake, pematahan batuannya tidak murni dip-slip.” bisa dirinci lagi Pak Dhe ilmunya.. biar tambah ngerti

    TQ

  8. Saya ikut prihatin atas bencana gempa yang menimpa suadara2 kita di Sumbawa Tengah. Tampaknya kita harus sudak melek atau sadar bahwa Indonesia tercinta ini ada didaerah yang labil, rawan akan gempa dan letusan gunung berapi. Sehingga perlu perhatian yang serius dari semua pihak terkait untuk menanggulangi bencana yang sudah maupun yang akan terjadi. Perlu anggaran khusus pada APBN. Paling tidak kita geserlah dana2 yg dipakai buat pilkada atau acara audisi di tv buat mengatasi masalah ini. Ditinjau dari sudut pandang agama kelihatannya Allah kembali memberi kita sinyal atau peringatan atas ke Maha Kuasaannya, sekaligus ketidak berdayaan kita umat manusia. Makanya jangan sombong, kemaruk nyari harta, lupa diri dan segeralah bertobat atas semua dosa. Sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penerima Tobat dan Maha Kuasa.

  9. Semoga mereka tidak mengalami seperti yang pernah saya alami satu setengah tahun silam di mBantul, ya Pak De. Maksudnya, meskipun skalanya lebih besar, tapi tiddak menimbulkan kerusakan separah gempa-gempa terdahulu. Semoga.

Leave a Reply