Kelud berganti gaya letusan

29

Menilik perkembangan Gunung Kelud ini ternyata cukup menarik. Pelajaran yang sudah kita ambil sejak berkali-kali letusannya akan mungkin berubah gaya dan penampilannya. Kelud tidak harus meletus TUS!!, tetapi Gunung Kelud dapat berganti gaya dengan lenggokan meliuk tanpa harus menggelegar. Ah, mungkin kah ?

🙁 “Looh “Pakdhe kalau gitu ngga ada gunanya belajar tipe Kelud sejak lama dong Pakdhe?”
😀 : Bukan ngga ada gunanya thole, lah kamu sekarang mampu blajar biologi, kan karena sudah tahu cara membaca huruf kan ? Banyak ilmu yang memerlukan ilmu lain sebelumnya. Dan pengetahuan itu harus dipelajari tahap demi tahap”

Sejak 8 Nopember 2007 pukul 04:05 WIB, status G. Kelud diturunkan dari status Awas (level IV) menjadi status Siaga (level III)

Perkembangan aktifitas Gunung kelud dengan munculnya “pulau” baru ditengah danau kawah memberikan banyak interpretasi. Salah satu interpretasi ahli gunung api dikemukakan Pak Surono (PVMBG) lewat wawancara dengan Pak SBY. Pak Surono juga mendongeng menceriterakan perkembangan aktifitas Gunung Kelud (pssst SBY juga seneng didongengin ya ?).

Dari dongengan Pak Surono ke SBY yang hanya lewat telepon mungkin agak sulit dicerna. Seperti biasa dibawah ini didongengkan dengan gambar. Walaupun bukan komik tetapi gambar merupakan alat untuk menjelaskan. Kata Simbah-simbah di kampung dulu sih begini “Picture will tell you more than thousand word“.

Hampir semua gunung api di Jawa merupakan gunung api tipe stratovolcano. Yaitu gunung api yang berlapis-lapis. Tetapi masing-masing memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Keunikan Gunung Kelud dibanding gunungapi-gunungapi lain di Pulau Jawa terutama dari topografi atau bentuk roman muka-nya. Adanya kawah inilah yang selama ini menjadikan letusan Gunung Kelud dikatakan berbahaya karena air yang terpanaskan mendadak menjadi sumber tenaga tambahan disamping tenaga semburan magma. Selain itu air ini dapat menyebabkan lahar panas yang sangat berbahaya. Gunung Kelud juga memungkinkan terjadi awan panas seperti Gunung Merapi.

1. Status AWAS

kritis1.jpgPada saat status AWAS dikumandangkan oleh PVMBG, terlihatdari aktifitas getaran gempa volkanin dan tremor yang juga disertai dengan kenaikan suhu danau kawah. Status aktifitas Gunung Kelud ini bergerak cukup cepat, dari level waspada pada 11 September, siaga 29 September, awas 16 Oktober.

wsa.jpgKetika proses perjalanan ini tentunya dipermukaan kita tidak tahu apa-apa kalau tidak mengkaji bawah permukaannya. Salah satu tanda-tanda perkembangan pergerakan aktifitas magma adalah getaran-getaran tremor yang awalnya dari bawah kemudian ke atas. Tentunya masih ingat gambar titik-titik pusat dari gempa volkanik sebelumnya kan ?. Kalau lupa ya klik saja gambar di kanan ini 🙂

2. Saat KRITIS

kelud-temperature.jpg

Pada saat magma mencapai puncak menyentuh sumbat maka akan ada tekanan besar yang tertahan. Pada saat itu terjadi tremor yang sangat hebat dan ditandai dengan kenaikan suhu yang sangat cepat meningkat sehingga mendidihkan air danau kawah. Bahkan saat ini temperature kawah sudah pasti diatas 80 derajat, dan merusakkan alat ukur temperature ini.

kritis2.jpgGambar disebelah ini menjelaskan bagaimana magma yang sudah bergerak naik menempel pada sumbat dan memanaskan sumbat serta menyebabkan tremor yang sangat tinggi. Pada saat itulah semua petugas meninggalkan pos pengamatan sebagai tindakan penyelamatan, hal ini sekali lagi sesuai dengan prosedur keselamatan.

Ketika magma menyentuh sumbat inilah saat yang amat sangat kritis dialami oleh Gunung Kelud. Apabila sumbat ini terus berusaha menahan tentusaja tekanan magma akan semakin besar dan dapat menyebabkan letusan magmatik yang sangat hebat. Juga seandainya dibarengi dengan sentuhan magma yang sebagai lava pijar terkena air danau dapat menyebabkan tambahan letusan phreatic (hydroexplosion).

3. Saat KRITIS

Saat ini kita menyaksikan pemandangan baru dalam sejarah perkembangan Gunung Kelud. Yaitu munculnya pulau sumbat di tengah-tengah permukaan air danau. Pulau yang bergerak naik pelan-pelan ini berukuran 100 m, sedangkan danau kawahnya berukuran 400 meter. Geseran sumbat dengan dinding ketika bergerak ini juga menimbulkan getaran-getaran yang mungkin akan terekam oleh alat seismograf.

kritis3.jpgKetika pulau baru ini nongol tentunya masih diikuti oleh kepulan asap dan uap air mendidih dari danau kawah. Tentusaja kita masih sangat beruntung karena walaupun alat ukur temperatur sudah tidak berfungsi tetapi kamera untuk pengamatan visual masih ada. Sepertinya karena diketahui adanya kemunculan ini pula maka ada beberapa petugas yang berani mencoba mendekati.

Kemunculan pulau ini merupakan hal yang belum pernah dijumpai dalam sejarah gunung api di Indonesia baik oleh masyarakat maupun volcanologist atau ahli-ahli kegunung-apian seperti Pak Surono.

4. Kemungkinan perkembangan selanjutnya

kritis4.jpgAda beberapa kemungkinan serta skenario yang mungkin akan terjadi pada Gunung Kelud yang perlu diantisipasi. Seandainya proses ‘pengangkatan’ ini terhenti ditengah jalan maka skenario yang pernah ditulis disini sebelumnya tentunya masih akan berlangsung. Namun kalau pengangkatan pulau ini terjadi terus, maka kemungkinan akan muncul sejarah baru perubahan tipe letusan eksplosif menjadi efusif. Letusan Gunung Kelud akan berubah dari ledakan menjadi lelehan.

kelud-foto_kawah2.jpgTipe letusan efusif gunung api juga bukan berarti tanpa bahaya. Tipe letusan ini harus diantisipasi kemana arah lelehannya. Bahkan lelehan lava pijar yang panas juga sangat mungkin menyebabkan kebakaran hutan yang dilaluinya. Bahaya-bahaya yang menyertai kebakaran juga asapnya akan mempersulit pemandangan dan pengamatan atau monitor dari aktifitas sebuah gunung api.

Dengan diketahuinya perkembangan bahwa kemungkinan letusan besar eksplosif sudah mengecil, maka PVMBG menurunkan status Gunung Kelud Sejak 8 Nopember 2007 pukul 04:05 WIB, status G. Kelud diturunkan dari status Awas (level IV) menjadi status Siaga (level III)

Pembelajaran

Satu hal yang harus dicatat seperti yang diuraikan Pak Surono adalah

Karakter Gunung Kelud itu sudah berubah. Yang tadinya letusannya bersifat eksplosif suatu ledakan, sekarang itu sudah berubah menjadi efusif, perlahan membentuk kubah lava. Sehingga kemungkinan katalog dunia tentang gunung api akan kehilangan salah satu gunung api yang memiliki danau kawah. Karakter Gunung Kelud sudah sama sekali berbeda dengan letusan-letusan sebelumnya yang dalam sejarah kita rekam.

🙁 “Looh pakdhe jadi sekarang kita ngga pelu kawatir letusan yang mendadak ya ?”
😀 “Thole semua itu tergantung perkembangan selanjutnya. Tetapi kita kan bisa menduga-duga. Juga menghindari daerah bahaya”
🙁 “Wah kalau gitu buat apa belajar soal letusan eksplosif Gunung Kelud ya dhe? Katanya tipe letusannya jauh berbeda”
😀 “Thole belajar itu kadang aneh kok. Lah wong anak-anak itu belajar menyanyi supaya dapat menggunakan irama, dapat menggunakan harmonisasi yang indah. JAdi belajar bernyanyi bukan untuk sekedar menjadi penyanyi saja Thole”
🙁 “Seperti lagu rasa sayange kan pakdhe ? 😛

Daerah bahaya aliran lahar merupakan daerah yang memiliki kecenderungan dilewati barang cair. Hal yang sama dengan lava yang juga akan cenderung mengalir mengikuti aliran bahan cair ini. Tentusaja peta daerah bahaya ini masih valid untuk dipergunakan sebagai pedoman.kelutkrb3d.jpg

Salam waspada

Bacaan terkait :

29 COMMENTS

  1. halo mas tuntun gimana kabarnya? lama tak jumpa ap sekarang masih kyak dulu atau mungkin bertambah maju perutnya? he he he he he…..

  2. terima kasih pak surono, pak umar rosidi sudah jauh-jauh dari bandung ke mergomulyo menemani kami penduduk yang resah ketika hari-hari dan minggu menjelang dan sesudah kritis letusan.
    trima kasih juga buat mas budi dan mas khoirul huda PGA Kelud yang setia memeluk bumi kelud yang indah dan mempesona

  3. huMm, paK dhe baru nemu blog yang bgini, gak ngejelimet jd kita yang org awam ngerti walopun masih bingung tapi setidaknya kita tau…pengetahuan itu memang hrs dishare hehehehe..oiya, pernah ada isu klo wilayah indonesia adalah lempengan yang labil bisa bergerak kehendak hati? apa bener? gmn dgn org2nya pa dhe? dulu katanya org kita org yang tangguh menghadapi alam…ada sejarahnya gak? matur nuwun yooo..

  4. Wah, pakde ini ada2 saja. Bukannya Kelud yg berganti gaya letusan, memang ilmu kita (manusia) saja yg blm nyampe utk bikin prediksi akurat ttg meletusnya gunung. Basisnya kan data historis erupsi2 sblmnya, ditambah parameter data seismik, suhu, perubahan morfologis (tilting pd kubah). Tentunya masih banyak parameter lain yg blm dikenal oleh ilmu pengetahuan saat ini. Ilmu ttg lempeng benua pun baru diyakini blm ada 60tahun lalu padahal teori awalnya oleh opa Wegener sdh sekitar th 1930-an. Gugon tuhon masyarakat sekitar gunung (spt tanda2 alam spesifik lokal, perilaku binatang, dll) belum dianggap sbg parameter krn katanya tidak ilmiah.
    Tapi walaupun pengetahuan kita msh sangat sedikit, usaha utk “minimizing” dampak bencana tetap harus dilakukan baik dg pendekatan ilmiah maupun “pseudo ilmiah” (spt kepercayaan rakyat setempat). Alam selalu memberi sinyal awal. Dan yg mampu menangkap sinyalnya adalah mereka yg selalu berusaha dekat dg alam.
    Maturnuwun.

  5. Saya kira kelud belum bener-bener berhenti aktivitasnya. Mungkin ia hanya istirahat sebentar saja atau malah lagi mengumpulkan tenaga untuk mendobrak kubah lavanya.
    Baiknya kita tunggu sampai akhir november ini kalau misalnya aktivitasnya terus turun mungkin ya tidak jadi meletus hebat, tapi kalau aktivitas kelud naik turun seperti ini mungkin minggu terakhir bulan ini atau awal bulan depan adalah waktu kritisnya.
    Dari 3 skenario letusan 2 skenario telah terjadi yaitu:
    1. Pertama letusan tidak terjadi karena energinya ditransfer melalui asap yang keluar dari kawah kelud atau energinya seimbang antara sumber dari dalam dan yang keluar lewat asap. Mungkin ini salah satu dasar dari diturunkannya status aktivitas gunung kelud.
    2. Kedua terjadi letusan freatik karena bertemunya secara langsung antara air dengan magma sehingga muncul uap air yang menyebabkan terjadinya letusan freatik. Dan ini telah terjadi kemarin dan hari ini (12 November 2007).
    3. Ketiga, magma terus mendesak keatas bersamaan dengan uap air sehingga akhirnya menjebol kubah lava (sumbat) dan apabila ini terjadi maka kemungkinan sekali timbul letusan yang sangat besar yang bisa jadi abunya mungkin sampai bogor atau jakarta apabila bergerak ke arah barat. Pak Surono pernah berkata bahwa sejarah letusan kelud cuma punya 2 karakter yaitu besar dan sangat besar.

  6. mahesa sura dan jata sura yang terus menerus marah thd putri kediri menjadi mitos kelud setiap kali aktif,”kediri dadi kali, blitar dadi latar, tulungagung dadi kedung” iyo khan pak dhe?

  7. pak dhe, kalo kita lihat akhir akhir ini, sepertinya isi bumi berlomba untuk keluar ya? seperti lumpur lapindo, kelud dan lainnya.. ada apa ya sebenarnya dibawah sana??

  8. Matur suwun pakde. Kalo perubahan “gaya explosive” ke gaya effusive, apakah boleh diartikan bahwa ada perubahan di komposisi kandungan magmanya (seperti di hawaii, yg erupsinya cuma “mengalir” dari kawahnya)? Kalau kandungan magmanya tetap sama, erupsi effusivenya hanya karena masih kuatnya sumbat kawah. Wah, artinya sifat effusivenya kelud ini hanya sementara, dan potensi untuk terjadinya explosive masih besar ya pakde. Bener enggak ya?

  9. Lava beku di atas kawah Kelud bisa jadi akan menjadi hulu rudal yang akan ditembakan Kelud sampai ke luar angkasa dan balik lagi ke bumi menjadi meteor raksasa. Hiiiii.

  10. Pak de, perubahan jenis letusan dari eksplosif menjadi efusif itu apakah berarti terjadi hanya karena tekanan yang berasal dari magma telah melemah dan tidak ada faktor lain.
    Terus kalau letusannya efusif, masih adakah bahaya yang ditimbulkan oleh kehadiran air di kawah tersebut Pak De?
    Ataukah airnya akan menguap begitu saja ya.
    Matur nuwun.

  11. BimBim
    Lah kalau semua “peralatan” menunjukkan tanda-tanda akan mbledos apa ya ngga ngacir 😛
    Perkara trus mbledos beneran atau tidak ya mereka secara prosedural harus meninggalkan pos.
    Tapi kan alhamdulillah ngga mbledos, karena sumbatnya mampu didorong ketas oleh magma. Trus magmanya moga-moga terus mampu ‘ndledek’ (meleleh) mengalir keluar. 🙂
    Makanya mulai hari ini statusnya diturunkan menjadi Siaga Level III

  12. wah akhirnya posting juga pakdhe. tak tunggu2 jee…
    mau nanya…. sbenarnya kemaren itu kelud meletus..tus nggak sih…. sampai rombongane pak surono pontang-panting ngungsi ke kantor polisi. ana yg bilang meletus karena sudah melawati segala paramaternya…. cuma sumbatnya terlalu kuat. hingga cuma mendulup saja….And pagi ini saya lihat foto di korane jawa timur ada gambar kawah kelud yg di foto rabu pagi jam 6.00, apa berarti sudah nggak berbahaya ya. Trus knapa dikatakan kelud membuat sejarah baru dengan hilangnya danau kawah itu…( nanya melulu ya… maap deh…. wong cen ra dong je aku iki…)

  13. Mas Paijo
    Kita ikuti saja perkembangannya. Kalau “sundulan” ke pulau itu sukses ya berarti perubahan gayanya berjalan mulus. Tapi kalau tiba-tiba “locking” atau macet termuci ya bisa-bisa statusnya naik lagi.
    Semoga jalan santai aja deh, ya 😛

  14. Pak Dhe,
    Ternyata Kelud juga mengikuti trend juga ya 🙂
    sekarang yang lagi ngetrend mungkin gaya merapi dengan wedus gembel nya ,gaya itu kan bikin si merapi terkenal di seantero jagad kan,nganti mbah maridjan ae di wawancarai wong jerman loh,
    nah Kelud sepertinya “kirenan”. atau bisa jadi si kelud ngece-ngece wong vulkanologi “Kacian deh lu wong gua mo ganti gaya lu kok bingung “,tapi moga-moga aja ndak berbahaya yo pak dhe,Tapi mungkin ndak pak dhe tiba-tiba kelud bikin kejutan baru,bukannya meletus tapi meledak,ngeri deh 🙁

Leave a Reply