Mengenal Gunung Kelud

0

http://www.reliefweb.int/rw/fullMaps_Sa.nsf/luFullMap/E56EF017A688AFEE8525737700737AA8/$File/rwmm_VO_idn071017.jpg?OpenElementGunung yang satu ini sering juga disebut dengan Gunung Kelud ataupun Gunung Kelut. Gunung ini secara administratif terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang. Puncaknya berada pada ketinggian 1717 (meter dpal) . Puncak kawah gunung ini, terletak di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

๐Ÿ™ “Wah betul Pakdhe, jelasin yang rinci ya. Kalau kita ngga kenal kita ngga bisa tahu perilakunya sehingga kita akan mampu menghindari “keinjek kaki waktu dia menjoget”, ya ?” ๐Ÿ˜› .
๐Ÿ˜€ “Ngga usah rinci Thole, mengko malah lupa”.

Mengenali perilaku gunung api mirip mengenali binatang peliharaan kita (pet). Oleh sebab itu jaman dahulu ada penunggu atau pawang. Seperti adanya mBah Maridjan di Gunung Merapi itu. Tapi aku tidak tahu siapa penunggu Gunung Kelud ini. Wah ternyata kata Si Ambu namanya mBah Ronggo.

Letusan Gunung Kelud

letusan-kelud.jpgGunung ini tercatat sebagai gunung yang sangat aktif. Menurut penelitian Smithsonian selama seratus tahun terakhir ini sudah tercatat letusan hampir 40 kali.

Letusan terbesar dalam catatan sejarah sejak seribu tahun lalu terjadi pada tahun 1586 dimana waktu itu terjadi hampir semua karakter erupsi [ Central vent eruption, Crater lake eruption, Explosive eruption, Fatalities, Damage (land, property, etc.) dan Mudflow(s) (lahars)]. Menurut buku Data Dasar Gunung Api di Indonesia jumlah korban diperkirakan mencapai 10 000 orang. Bayangkan saja pada tahun itu tentunya jumlahpenduduk masih sangat sedikit, tapi mampu menelan jumlah korban sangat banyak. Letusan tahun 1856 itu diperkirakan memiliki kekuatan Volcanic Explosivity Index (VEI): 5. Kira-kira setara letusan Pinnatubo tahun 1991.

Sebagai bayangan kekuatan letusan :

  • Tambora, Indonesia 1815: VEI=7, 92,000 meninggal
  • Santorini, Greece 1628 B.C.: VEI=6, unknown meninggal
  • Krakatau, Indonesia 1883: VEI=6, 36,400 meninggal
  • Santa Maria, Guatemala 1902: VEI=6, 6,000 meninggal
  • Mount St. Helens, USA 1980: VEI=5, 57 meninggal
  • Vesuvius, Italy 79: VEI=5, 3,360 meninggal
  • Pinatubo, Philippines 1991: VEI=5, 932 meninggal (lihat gambar)

Letusan krakatau yang VEI=6 itu setara dengan 150-175 megatons of TNT, atau ekivalen dengan 7,500-8,750 bom atom Hiroshima (satu bom Hiroshima kira-kira termal energinya 20 kilotons).

๐Ÿ™ “Pakdhe jadi sakjane kalau semua bom atom di dunia ini meletus bareng-bareng dunia tetep aman ya dhe ?”
๐Ÿ˜€ “Hush, kalau bom atom ada radiasinya yang mematikan. Bukan hanya getaran dan panasnya saja.”

Kalau melihat trend letusan Gunung Kelud dalam grafik diatas, sepertinya rata-rata hanya 3 untuk 500 tahun terakhir ini (lihat gambar). Namun karena keunikannya, maka ahli-ahli Volkanologi tidak mampu menebak letusan ini seperti menebak letusan Gunung Merapi tahun lalu.

Keunikan Gunung Kelud.

kelud.jpgSalah satu keunikan gunung api ini adalah adanya danau kawah. Konon dalamnya lebih dari 600 meteran dan mampu menyimpan air sampai 40 juta m3. Bayangkan kalau air sebanyak ini dipakai untuk menggelontor pasir-pasir lepas disekitarnya. Mempertimbangkan bahayanya kalau sampai 40 juta m3 air tersebut terbawa oleh letusan dahsyat, maka pada tahun 1907 pemerintah Belanda membuat sistem trowongan dan berhasil mengurangi air danau kawah sebanyak 4,3 juta m3. Pada tahun 1923, menyusul runtuhnya dinding trowongan , maka dibuatkan lagi 7 trowongan yang berhasil mengurangi jumlah air sampai menjadi 1,8 juta m3. Klick saja gambar profil gunung diatas

๐Ÿ˜€ “Keunikan gunung ini seperti melihat keunikan individu. Manusia memiliki kesamaan karakter untuk setiap bangsa. Misal orang Jawa itu kalem, Orang Batak itu keras. Namun selalu saja masing-masing ada yang tidak memiliki sifat general ini”
๐Ÿ™ “Lah hiya Pakdhe aja criwis ngga anteng kayak wong Jowo”

๐Ÿ˜€ “Gunung-gunung api di Jawa mirip jenisnya strato-volkano, atau gunung yang berlapis-lapis dan berbentuk kerucut. Tetapi akan sangat berbeda dengan gunung api di Hawai yang magmanya sangat encer, dan relatif mendatar. Dapat dilihat juga antara Gunung Merapi dengan Gunung Kelud berbeda, kan ?. Seperti orang Jawa ada yang mancung dan ada yang pesek kayak kamu, Thole” ๐Ÿ˜› .
๐Ÿ™ “Halllah Pakdhe. Oooh, makanya masing-masing gunung biasanya punya pawang ya Pakdhe?”

Pawang Gunung Kelud bernama Mbah Ronggo

Kediri (ANTARA News)- Juru kunci Gunung Kelud, Mbah Ronggo, tampaknya ingin mengikuti jejak Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi. Mbah Ronggo yang aslinya bernama Parjito hingga kini masih enggan mengungsi dari rumahnya di Dusun Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kec Ngancar, Kab Kadiri, Jatim, sekalipun sudah “dirayu” oleh Kapolres Kediri, AKBP Eky Hari Festianto. “Kami sudah meminta Mbah Ronggo untuk segera mengungsi ke tempat yang sudah disediakan,” kata Kapolres Kediri usai menemui Mbah Ronggo di rumahnya, Kamis (18/10).

http://www.volcano.si.edu/volcanoes/region06/java/kelut/06klt01f.png

Karena adanya danau air ini, maka pengamatan pada kedalaman magma sangat sulit. Salah dua gejala yang diamati adalah kenaikan suhu kawah, dan mnunculnya gelembung. Yang kedua dapat juga menggunakan alat perekam getaran gempa volkanik, untuk menuntun dimana kira-kira puncak aliran lava saat ini. Karena kesulitan inilah, maka Pak Surono kepala PVMBG (pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi) yang bertanggung jawab soal kegunung apian ini tidak mudah untuk menentukan kapan saat yang tepat untuk menghindarkan diri.

Peta Daerah Rawan Bencana.

kelutkrb3d.jpg

Dari websitenya PVMBG (pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi) dapat diketahui daerah bahaya yang sudah pernah dipetakan sebelumnya. Dengan menggunakan Google Earth maka peta rawan ini dapat di-tampal (overlay), sehingga dapat dilihat bagaimana kira-kira dampak terhadap penduduk sekitarnya.

Menurut peta rawan bencana ini, arah pergerakan lahar dari Gunung Kelud ini diperkirakan ke arah barat. Yang agak menghawatirkan adalah daerah sepanjang warna biru (rawan aliran lahar) ini merupakan daerah yang padat penduduknya. Dengan Google earth akan mudah diketahui bahwa hampir sepanjang warna biru ini merupakan pemukiman penduduk.

Menurut, Pak Miko, seorang kawan di IAGI menuliskan bahwa Wilayah G. Kelud dibagi atas beberapa daerah yaitu Daerah Terlarang ( radius 5 km dari kawah dengan luas 91 km2 ) dengan ancaman hujan bom dan rempah-rempah batuan, awan panas, lahar letusan dan lahar hujan. Data tahun 1972 menunjukkan hunian 50 orang. Kemudian Daerah Bahaya I ( radius 10 km dari kawah dengan luas 223 km2 ) dengan ancaman hujan bom dan rempah-rempah batuan. Daerah ini dihuni oleh 136.500 orang ( data tahun 1972 ). Selanjutnya Daerah Bahaya II yang ancamannya lahar sekunder. Daerah ini meliputi bantaran sungai-sungai lahar yang luasnya 56 km2 dan dihuni oleh 178.000 orang.
kelutkrbcrop.jpg

Mempertimbangkan besarnya jumlah penduduk yang menempati Daerah Bahaya I (136.500 orang , data tahun 1972 !!! ), maka bisa dibayangkan betapa sulitnya PVMBG dalam mengambil keputusan tentang status G. Kelud. Taruhannya sungguh berat , di satu sisi menyangkut begitu banyaknya keselamatan jiwa manusia dan di sisi lain menyangkut juga biaya evakuasi yang miliaran rupiah ( kalau 100.000 orang saja yang diungsikan dan perlu biaya Rp 10.000 / hari maka diperlukan dana minimal Rp 1 milyar/ hari !!! ) . Kita tentunya yakin bahwa apa yang telah diputuskan oleh para pakar di PVMBG pastilah merupakan keputusan terbaik karena didasarkan pada kaidah-kaidah ilmiah yang cukup akurat . Walaupun demikian, sebagai umat beragama, kita tentunya percaya bahwa apapun keputusan kita, Tuhan jualah yang akhirnya menentukan.

Perhatikan bulan purnama nanti.

Kalau melihat adanya hubungan antara bulan dengan aktifitas volkanisme seperti yang pernah ditulis sebelumny a tentang Efek bulan terhadap pasang-surut, gempa dan gunung api, maka perlu diperhatikan pada waktu bulan purnama (yang paling dekat tanggal 27-28 Oktober) dan pada waktu bulan mati setelahnya. Tentunya ini bukan sebuah ramalan looh ya. Hanya untuk berjaga-jaga saja. Karena mengingat biaya mengungsi juga tidak sedikit. Jadi yang paling tepat seperti yang dilakukan PVMBG yaitu pengamatan dimana (kedalaman) magma itu berada, serta teramati dari suhu kawah yang meningkat tajam yang menunjukkan bawah magma sudah mendekati danau kawah.

Salam WASPADA !

Bacaan terkait :

sumber gambar :

1 COMMENT

  1. tempat tinggalku 26 km dari gunung kelud, semoga kampung halaman tetap aman tepat desa janti kec. wates, jadi saya turut berduka yang mendalam atas peristiwa ini, semoga secepatnya pulih kembali.

  2. 5 desember kemarin aku bertandang ke gunung kelud, sampai di jembatan yang diatas ada warunge,tak lihat tanjakane kok nanjak banget . tapi asik pemandangane indah.

  3. Gunung berapi di Indonesia bisa membawa berkah, namun bisa juga bencana. Hanya Tuhan yang bisa memilih mana yang terbaik untuk Indonesia ya. Yang jelas Indonesia termasuk negeri yang kaya dengan gunung api ya ๐Ÿ™‚

  4. Tujuan Percobaan:
    ๏ƒ˜ Mengetahui bagaimana gunung berapi meletus
    ๏ƒ˜ Mengetahui macam-macam jenis gunung berapi

    Alat dan Bahan:
    ๏ƒ˜ Nampan
    ๏ƒ˜ Pasir
    ๏ƒ˜ Cuka
    ๏ƒ˜ Soda kue
    ๏ƒ˜ Pewarna (warna merah)
    ๏ƒ˜ Botol aqua kecil
    ๏ƒ˜ Tumbuhan

    Cara Kerja:
    1. Botol aqua kecil ditaruh ditengah nampan
    2. Lalu botol ditutupi dengan pasir sampai leher botol
    dan dibentuk seperti gunung
    3. Pasir diberi tumbuhan sebagai penghias gunung
    4. Kemudian cuka dimasukkan ke dalam botol bersama
    pewarna (warna merah) agar meletusnya berwarna
    merah seperti warna lava asli.
    5. dan yang terakhir, masukkan soda kue. Maka
    akan keluar busa dari dalam botol.

    Jenis Gunung Berapi:

    Jenis gunung berapi berdasarkan percobaan adalah gunung berapi kerucut (strato). Jenis gunung api strato terbentuk akibat adanya erupsi eksplosif yang diselingi dengan erupsi epusif. Prosesnya terjadi berulang-ulang dan terus-menerus dalam waktu yang lama. Sehingga terbentuk kerucut gunung api disekitar pusat erupsi. Letusan pada gunung api kerucut termasuk letusan kecil.letusan dapat berupa lelehan batuan yang panas dan cair. Seringnya terjadi lelehan menyebabkan lereng gunung berlapis lapis.Oleh karena itu, gunung api ini disebut gunung api strato.
    Contoh: Gunung Kelud (Jatim), Gunung Batur (Bali), Gunung Merapi dan Merbabu (Jateng)

    Tujuan Percobaan:
    ๏ƒ˜ Mengetahui bagaimana gunung berapi meletus
    ๏ƒ˜ Mengetahui macam-macam jenis gunung berapi

    Alat dan Bahan:
    ๏ƒ˜ Nampan
    ๏ƒ˜ Pasir
    ๏ƒ˜ Cuka
    ๏ƒ˜ Soda kue
    ๏ƒ˜ Pewarna (warna merah)
    ๏ƒ˜ Botol aqua kecil
    ๏ƒ˜ Tumbuhan

    Cara Kerja:
    1. Botol aqua kecil ditaruh ditengah nampan
    2. Lalu botol ditutupi dengan pasir sampai leher botol
    dan dibentuk seperti gunung
    3. Pasir diberi tumbuhan sebagai penghias gunung
    4. Kemudian cuka dimasukkan ke dalam botol bersama
    pewarna (warna merah) agar meletusnya berwarna
    merah seperti warna lava asli.
    5. dan yang terakhir, masukkan soda kue. Maka
    akan keluar busa dari dalam botol.

    Jenis Gunung Berapi:

    Jenis gunung berapi berdasarkan percobaan adalah gunung berapi kerucut (strato). Jenis gunung api strato terbentuk akibat adanya erupsi eksplosif yang diselingi dengan erupsi epusif. Prosesnya terjadi berulang-ulang dan terus-menerus dalam waktu yang lama. Sehingga terbentuk kerucut gunung api disekitar pusat erupsi. Letusan pada gunung api kerucut termasuk letusan kecil.letusan dapat berupa lelehan batuan yang panas dan cair. Seringnya terjadi lelehan menyebabkan lereng gunung berlapis lapis.Oleh karena itu, gunung api ini disebut gunung api strato.
    Contoh: Gunung Kelud (Jatim), Gunung Batur (Bali), Gunung Merapi dan Merbabu (Jateng)

    Keselamatan kerja:
    Jangan menutup mulut botol dan mengocoknya jika sudah diberi cuka, soda kue, dan pewarna. Karena jika ditutup lalu dikocok dan dibuka kembali, busa akan muncrat dan mengenai kita.

  5. Trims atas infonya mengenai soal Gunung Kelud. Tapi sy mo tanya, disitu disebutkan adanya istilah central vent eruption dan crater lake eruption. Mohon penjelasan mengenai arti istilah tsb. Matur nuwun.

  6. Assalamualaikum…

    MOHON BAGI ILMUnya PA’De….

    Saya mahasiswi Brawijaya Malang, mengundang Bapak untuk membagi ilmu secara langsung ke kampus saya…

    bagaimana pa’de…..bisa kan…..
    alhamdulillah atas kesediaanya…

    ^-^

  7. menurut saya semua gunung itu ada yang menjaga walaupun ada yang terlihat dan tidak. sebagai seorang PALA saya sering mencari info tentang penjaga itu tapi jawabanya sama saja saya tidak tahu penjaga yang tidak terlihat itu siapa

  8. OOT: Mungkin ngga kawah gunung api itu digunakan untuk tempat buang sampah? Semacam tempat pembakaran yang besar lagi alami… dari pada harus land clearing?

    Memang sih kendalanya mungkin soal angkutan kesananya. Tapi ini pertanyaan theoretical aja hehehe…

  9. Salam kenal, ikut-ikutan nyebut Pak De. Saya Lik Kir, begitu orang-orang sering memanggil saya.

    Saya senang sekali menemukan website Pak De. Mendapat ilmu kegunungan yang dibahasakan dengan sederhana, kadang analogi yang inspiratif, gambar-gambar yang mudah dimengerti, analisis yang lengkap, humor yang amat sehat.
    Saya sudah 7 th tinggal di Lereng Merapi, sekitar 7-10 km dari puncak Merapi, pada ketinggian 900 an dpl. Saya senang sudah mengalami dua kali erupsi, 10 Februari 2001 dan 15 Mei 2007.
    Saya ingin memotivasi anak-anak dan remaja mengembangkan sikap yang relevan terhadap Merapi, sikap positif kreatif atas dasar syukur dan cinta alam serta sikap eksploratif keilmuan modern.
    Pertanyaan saya, Pak De punya Dongeng Vulkanologi Merapi seperti G. Kelud?
    Maaf kalau saya belum buka semua isi webside Pak De. Maklum internete wong gunung.
    Terima kasih Pak De.

    Salam Tentrem Merapi

    Lik Kir

  10. Pakdhe, aku bukan orang yg ngerti gunung. Tp setelah membaca tulisan pakdhe, dikit2 aku ngerti. Nah soal G. Kelud ini Pakdhe… Kan ada 3 skenario letusan berhubung fenomena baru di Kelud.. Kalo yg terjadi adalah skenario terburuk, berapa kira2 besar letusannya / skor VEI-nya?

  11. Pakdhe, Apakah letusannya sedahsyat itu? Apakah mirip karakter letusannya dengan bisul (udun), yang kalo dilubangi sampingnya maka lubernya nggak terlalu banyak. Untuk mbah Ronggonya, no comment. Hanya Allah yang Maha Tahu

  12. Nderek atur……
    Nampaknya negeri Nuswantara yang ijo royo-royo gemah ripah loh jinawi namun kemudian dikotori oleh kebejatan para penyelenggara negara dan pihak lain yang mementingkan diri sendiri harus segera dibersihkan dengan “kelud” raksasa setelah sebelumnya dicoba dilap dengan kisah Lapindo(Lape Indonesia) namun kurang berhasil oleh tertutupnya nurani manusia akan hak alam dan kesadaran untuk berbagi bagi sesamanya……
    Nuwun

  13. Gunung Kelud.. Oh Gunung Kelud.. Di minggu akhir bulan September 2007 yang lalu saya sempat bertengger menyaksikan dari dekt kawah Gunung Kelud dan AMBO!!.. !NDAHNYA KAWAH GUNUNG KELUD..!! Pengalamanku untuk mencapai Puncak Gunung Kelud memang benar-benar sungguh lumayan mencekam mengingat disamping kiri-kanan jalan adalah jurang-jurang terjal berbatu yang sangat dalam. Belum lagi area jalan mobil yang mempunyai lebar sangat terbatas. Artinya, jika dalam mengendarai mobil lalu berpapasan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan, maka dapat dipastikan salah satu kendaraan mobil harus berhenti sejenak untuk memberi kesempatan salah satu kendaraan mobil untuk lewat. Ketika tiba di di sekitar kawah Gunung Kelud disitu rimbunan pohon-pohon sekitar kawah Gunung Kelud tampak monyet-monyet berkeliaran. Untuk mencapai daerah sekitar kawah Gunung Kelud ada dua cara. Cara pertama dengan jalan mengelilingi pucuk puncak Gunung Kelud, dan jaraknya cukup jauh serta melelahkan. Cara kedua, yaitu melalui terowongan sepanjang kurang lebih seratus dua puluh meteran. Untuk melewati terowongan yang gelap ini sebaiknya dilakukan di saat cuaca cerah matahari terang atau dengan membawa lampu senter. Ketika tiba di lereng kawah unung Kelud akan tampak panorama yang indah. Setelah itu, jika kita ingin merasakan atau menikmati air kawah Gunung Kelud, di tepi kawah Gunung Kelud ada kamar mandi terbuka. Untuk mencapai kawah Gunung Kelud kita akan berjalan kaki menuruni anak-anak tangga. Dalam keadaan suhu normal air kawah Gunung Kelud namun sebenarnya suhu di sekitar kawah Gunung Kelud itu sangat dingin udaranya. Sambil menunggu rekan kami yang sedang menikmati air kawah Gunung Kelud, saya beserta temen-temen lainnya nongkrong di sebuah warung sambil menikmati kopi dan suguhan Indo Mie. Setelah kawan kami yang menikmati air kawah Gunung Kelud selesai menunaikan tugasnya kemudian kami berkumpul-kumpul di warung tadi sambil merokok makan kacang rebus serta memberi makan kepada monyet-monyet yang bermukim di sekitar kawah Gunung Kelud itu. Kira-kira jam 17.15 WIB, kami beserta rombongan meninggalkan kawasan kawah Gunung Kelud sambil melewati terowongan. Demikian pengalaman kami ketika mengunjungi kawah Gunung Kelud pada minggu akhir di bulan September 2007 yang lalu. Terima kasih. <>.

  14. Selamat sore, Pak Dhe. (maklum, saat ini Kediri pas sore dan mendung tebal).

    Salam kenal, saya pemerhati blog ini yang belum pernah bersuara. Kebetulan saja, sekarang tergerak ikut urun rembug.
    Tadi malam (2 Nov) Kelud sedikit menggeliat. Suhu air di kawah pada kedalaman 15 meter sudah mendekati suhu saat meletus tahun 1990 dulu. Bahkan gempa tremornya sudah mencapai 1.300 kali lebih. Namun hingga sore ini, kok ya cuma “geliat” semalam itu saja yang ada. Bahkan cenderung “adem ayem” lagi.

    Numpang tanya, kalo pada kasus Pinnatubo (1991) yang juga sempat “mereda” sebelum meletus, apakah pada kasus Kelud juga punya cerita yang akan sama?
    Sebab kata teman yang jadi saksi mata di Ngancar tahun 1990, Kelud juga pernah “ja-im” sebelum meletusnya. Lagi menarik napas dalam-dalam, kali ya?

    Mohon pencerahannya, Pak Dhe. Terima kasih sebelumnya.

  15. sekarang ini digemparkan dengan mau meletusnya gunung kelud, namanya aja kelud.jadi istilah jawa adalah kelud-kelud, dimana orang yang sedang bekerja dan semua di akhiri dengan istilah bersih-bersih (kelud-kelud) dan semoga ini adalah akhir dari penderitaan bangsa Indonesia dalam mengarungi semua bencana, semoga dengan meletusnya gunung kelud akan membawa berkah bagi bangsa Indonesia dan berakhirnya semua bencana yang ada di Indonesia tercinta ini.

  16. GImana kabar gunung kelut sekarang, hari ini teman-teman. Please, tolong kasih kabar ke saya tiap hari biar saya ndak ketar-ketir.

  17. Disini, sangat jauh sekali terbentang laut dan samudra, tiap waktu saya liat berita gunung kelut, saya sangat ketar-ketir gimnaa tidak, Ibuk saya tinggal di Blitar dan keluarga saya tinggal di sekitarnya juga. Saya disini selalu menghela nafas berat waktu membaca berita sekitar gunung kelut. Say juga berfikir, dan heran kenapa gunung kelut kk aneh gitu, fenomena apa yang akan terjadi ya? Semoga semuanya aman-aman saja. Meskipun melutus InshaAllah semuanya terhindar dari bahaya . AMin. Miss you mom.

  18. Kulo badhe urun rembug ………
    kulo sukiman kalo pingin liat profil lan sanesipun buka Geogle “Pasag merapi Klaten”

    soal mbah Ronggo, dll itu harus kita sikapi dengan baik,… dan kita dorong aja kewaspadaan dan kesiapan warga Masyarakat , karena kebutuhan pengungsi harus di lihat dari kalimatnya dulu, MENGUNGSI ( masyarakat menghindari ancaman ) , Diungsikan ( pemerintah mengungsikan agar menjauh dari ancaman…dll)
    kalo di ungsikan artinya kesiapan pemerintahe kaya apa ? tempat pengungsianya, makananya dan ada yang lebih penting,… apa jaminan ketika pulang dari di ungsikan Penguasa, Ekonominya (kehidupan kelanjutanya) karena saya dulu sbg Yang Di ungsikan, ….. segala apa yang jadi hak kami lenyap………, lha wong bantuan TV tiap Barak dari Telkomsel aja pengungsi pulang tidak boleh di bawa, padahal butuh yang terjadi Kesiapan Masyarakat OK, pos Ronda Swadaya sekarang di bangun Rame2, Tim siaga dari Masyarakat OK , Hub Info dari Ahli Gunung OK, Pemerintah Klaten dah sadar Tuch…. Bahwa Kesalahan masa lalu Smoga tidak terulang pingin ngorol lebih lanjut ttg Kami
    Radio Komunitas Lintas Merapi
    emergency broadcasting Merapi Station
    Email [email protected]
    Contact 081 578 063 198 /08282510289/
    spesial sms 081567867117 studio koordinasi

  19. Iki padang bulane wis wayah,dulur2 sing luwih waspodo tansah eling,betah melek.disuwun ake kabeh dulur2 tansah slamet rahayu,didoh ake sakabehing rubeda.”yen siro kinateg bakal wuningo opo kang dikarepake,mugo kalis ing rubeda”

  20. A/KOM,PAK DHE SAYA MINTA PENDAPAT BAPAK.SAYA MAHU KE BLITAR TANGGAL 16 HINGGA 24/11/2007 UNTUK URUSAN PERNIAGAAN PEMBELIAN KAMBING DI SANA.APA BISA?INFO YANG SAYA DENGAR GUNUNG KELUD TIDAK AKAN MELETUP APA BETUL TU PAK.KALAU M ELETUP APA BISA MENGANCAM KESIHATAN MANUSIA DAN BINATANG?HARAP BAPAK DAPAT BERI INFO YANG TERKINI BUAT PANDUAN SAYA DI MALAYSIA.

  21. Mbah ronggo mau nyoba ilmu, kuat mana dianding mbah maridjan. Atau malahan sudah di support sama produsen energy drink macam M190 gitu….
    Mungkin nanti banyak orang “ngangsu kaweruh” kepada beliau-beliau, untuk mengetahui gejala alam dan di combine dengan digitalisasi…hebat-2 orang indonesia yahhhh

  22. pak dhe,mulai tgl 25 oktober sudah padang bulan, perkiraan apa ya nunggu bulannya hilang trus mak jeblug gitu… ya.

    tapi daerah wlingi dan sekitarnya apa aman2 saja ya…, pengalaman tahun 66,90 wlingi hanya abu,dan pladu lewat sungai lekso.
    perkiraan yang sekarang bagaimana menurut pantauan pak de..
    suwun

  23. Disekitar gunung kelud ada sesar seperti sesar opak di jogja nggak pakdhe? Smoga nggak seperti gempa jogja…. gunung merapi lagi menggeliat trus semua orang terfokus ke gunung merapi eh… lha koq sesar opak yang bangun duluan.

  24. pak dhe, wah seru ni. iso dadi dukun ngganteni MR Ronggo.
    aku yo puegel lek mbledos mbokyo ndang mbledos. mesakne sing ngusi kesuen lek ngusi pas arep balik kerumah malah mbledos kan bahaya yo to pak dhe.
    cari wangsit pak dhe. tak tunggu

  25. Ada nggak peta yang lebih jelas untuk kawasan Gunung Kelud tersebut. Mengingat sangat penting bagi saya untuk mengetahui hal itu, Karena saya juga terlibat jadi RELAWAN P2B PKS. Yang mana peta tersebut akan sabnget membantu dalam pencarian daerah-daerah yang sangat rawan bahkan bisa jadi terisolir setelah terjadinya letusan. Terutama peta desa-desa yang masuk dalam kawasan RING 1 (radius 10Km dari kawah).

  26. pak dhe, apakah pak dhe rumahnya di sekitar gunung kelud? kok ngerti karakteristiknya? kalo begitu mbok coba pak dhe memberikan ancer2 kapan gunung kelud meletus, okay… matur nuwun atas informasi tentang gunung kelud.

  27. hai-hai lagi numpang baca nih…. hehehhe. blognya menarik sekali bos.. liat beberapa tulisan didalamnya membuat terinspirasi juga unutk membuat tulisan hehehhe….

  28. pak dhee…
    tolemu yang gemblung ini boleh ikut nggrundel,ga
    menurut sedikit informasi yang tak ambu
    sebelum bulan purnama atau bulan mati
    bumi akan melakukan proses “ritual” pelepasan energi
    [saya nda tau persisnya],
    apa dari segi atomiknya
    apa dari segi bla..bla…bla

  29. kemarin waktu berlebaran di tulung agung, orang-orang sudah tebak-tebak buah manggis kelud bakal mbledos apa tidak. semoga kalau mbledos pun tidak menimbulkan korban.

  30. pak,dhe,
    Barusan membaca berita, lah kok kemarin ada gempa yang di rasakan di daerah lereng Gunung Wilis juga ya, itu apa hubungannya dengan kelud atau gempa lain,secara kebetulan juga wilis kan “tetanggaan” dengan kelud

  31. wah pak dhe koyoke kok yo pas yo, tanggal 27-28 kuwi kan cidek karo jum’at legi ๐Ÿ˜€
    Biasane wong jowo mesti ono wangsit pas jum’at legi ,
    sopo weruh mbah ronggo durung oleh wangsit sbb “broadband” e baru di “connect” an sama “system administrator” sak ben malam jum’at legi,mangkane mbah ronggo durung sempat “goggling” kapan gunung kelud mbledug

  32. Daerah selatan Blitar mulai banyak gempa lho, terakhir tadi pagi. Gunung Kelud le ngedhen kesuwen, ngerti2 mak brooo……llll.

  33. posisi sekarang (minggu)
    blitar mendung mulai sabtu
    suhu kelud naik turun
    beberapa kali status awas dan tingkatan level status juga naik turun (artinya ??)

  34. Tapi tidak diketahui siapa penunggu Gunung Kelud ini.

    Namanya mbah Ronggo, itu kata tipi lho, pakdhe. Eh, sebelumnya, salam kenal, saya dari dulu terus memantau blog pakdhe ..:P

  35. maka perlu diperhatikan pada waktu bulan purnama (yang paling dekat tanggal 27-28 Oktober) dan pada waktu bulan mati setelahnya. <<—— waduhhh… padahal tanggal 27 Oktober 2007 ini akan dilangsungkan Pesta Blogger 2007. Buat rekans yang akan hadir disana jangan lupa pesta sambil berdo’a yach yach yach (ah aya aya wae masa pesta sambil berdo’a ).

  36. Trim’s pak Dhe, paling tidak Otto bisa tahu sifat luar gunung Kelud ini, yach untuk bisa cerita ke teman-teman yang pengen tahu bila nantinya si Kelud ini bernyayi
    Trim’s pak Dhe…

Leave a Reply