Malesa Negeri yang sedang mencari jati diri budaya-nya (2)

126
Irish Pipe in Colorado

Bagaimana rasa itu hilang ?
Rasa ? Malesa sama sekali tidak menggunakan itu bahkan mungkin sudah kehilangan rasa itu sendiri. Waaks ! 😛

Sebagai ilustrasi … Ada satu contoh penggunaan alat musik tiup khusus dari Irlandia yang disebut Irish pipe. Di Colorado alat ini juga dimainkan, namun masih disebut dengan nama yang sama dan disebutkan aslinya memang dari Irlandia, lihat The Colorado Irish Pipe Band. Nama dan keaslian alat ini tidak dirubah walaupun dimainkan oleh bangsa lain yang bukan dari Irlandia. Coba bandingkan dengan musik angklung yang issuenya akan dipatenkan oleh Malesa. Coba bandingkan apa yang dilakukan sebuah perusahaan di Malesa, tengok sini MUSICAL INSTRUMENTS OF MALAYSIA, apa katanya ? Tanpa ada sebutan alat ini dari Indonesia, kaan ?

🙁 “gggrrr … nggrrhh ”
😀 “Ngopo kowe thole ? Ga usah emosi. Wong mereka itu tidak menggunakan bahasa ilmu ataupun bahasa rasa. Jadi memang karena Malesa tidak memiliki budaya asli sehingga mereka berusaha mengumpulkan budaya sekitar untuk diadopsi. dengan cara KLAIM”

angklung-malaysia.jpg

Yang konyol adalah dari dalam dalam web Musical Instrument Of Malaysia, disini ada search engine dibagian bawah, coba klik saja dan ketik “angklung”. kemana akan ditunjukinnya ? Aku tertawa ngakak dan tergelak-gelak ketika search engine itu menunjukan kesini Angklung in the Free Online Encyclopedia yang isinya :

Angklung is popular throughout Southeast Asia, but originated from Indonesia (use and play by Sundanese people since the ancient times).

(New updated : Lihat koreksi dan tambahan dibawah)

Jadi Malesa memang kemungkinan sengaja tidak mau mengakui keberadaan Sunda sebagai asal muasal dari musik angklung kan ?. Berbeda kan kalau sebagai masyarakat yang berpendidikan dan mempertahankan sisi ilmiah (bukan hukum dengan klaim). Contohnya disini Colorado, secara jujur melihat asal usul sebuah budaya dan mempertahankan karena sifat keilmiahan, bukan dengan hukum. Colorado mengakuinya dan tetap mempertahankan keaslian, bukan kepemilikan untuk kasus hukum saja yang akan bersifat sementara. Budaya itu seperti pepatah “Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan”. Jadi produk budaya (termasuk musik, lagu rakyat, tarian dll) itu akan tetap saja eksistensinya berjalan dengan sendirinya.

Jadi jangan emosi menghadapi kasus rasa sayange serta klaim-klaim patent misalnya batik, angklung, lagu, dan jangan kaget kalau juga tari-tarian nantinya akan di klaim secara hukum oleh Malesa.

🙁 “Pakdhe, barangkali, guru-guru Indonesia yang telah mengajar orang-orang Malesa di jaman dahulu itu, masih belum tuntas mengajarkan soal asal muasal musik, ya ?”.

Meng-Indonesia-kan Malesa

Di Indonesia banyak masyarakat yang berpikiran telah terjadi pencurian hak cipta atau “mendaku” kepemilikan budaya. Namun yang sebenarnya sedang terjadi adalah saat ini sedang ada project Indonesia-nisasi Malesa. Ya, saat ini sedang terjadi Indonesianisasi Malesa oleh rakyat Malesa sendiri. Kita dapat menengok bagaimana masyarakat Malesa sangat fanatik menyukai lagu-lagu Indonesia. Masih ingat tulisan dulu Malesa minder dengan lagu-lagu Indonesia, silahkan baca lagi Malaysia-pun juga minder dengan Indonesia

🙁 “Indonesia Malesa digabung ? Jadi nanti kalau ke Malesa ga usah pakai passport ya Pakdhe ?”

Dalam kasus terungkapnya penjenayah (penjahat) yang tertangkap di Malesa akhir-akhir ini diakui 80% adalah warga Malesa sendiri. Mengapa awalnya dikira warga Indonesia ? Banyak oarang Malesa ini kalau berbicara meniru slank nya anak Jakarta. Sudah sejak beebrapa tahun lalu juga mulai bermunculan di sinetron-sinetron yang diputar di saluran khusus. Perkataan “Donk !, deh!, sih!” sudah mulai fasih dilafalkan. Bahkan pernah aku sendiri mendengar “gitu looh“. Karena perkataan mirip orang Jakarta inilah maka banyak yang awalnya kejahatan dituduhkan ke warga Indonesia. Ah masa sih ? Coba baca uraian ini di Media lokal Star ini

“There have been cases where our people deliberately use an Indonesian slang to mislead others into thinking they are foreigners

🙁 “Lah hiya, tapi Pakdhe malah bilang tak ape pun
😀 “Iku namanya interaksi thole” 😛

Terinfeksi virus.
bribe.jpgSaat ini di Malesa tidak merasa sedang “terjangkiti” penyakit Indonesia juga. Ada berita RELA yang menahan imigrant gelap akan memperoleh imbalan 80RM, yang juga menimpa warga Burma. Sedangkan si imigrant yg tertangkap ini harus membayar 300RM untuk keluar dari ‘krangkeng‘ (penjara sementara). Namun, apa yang terjadi disini sangat mengagetkan, hal ini seperti yang dicritakan beberapa TKI yang aku temui menceritakan tentang kawan-kawan mereka. Dasar wong Indonesia ini kebiasaan ngasih amplop, maka RELA-pun diamplopi sebesar 100-200 RM. Si RELA ya manggut-manggut saja, dan si imigrant gelap heha-hehe saja melenggang, wong imigrant ini mengaku sepekan bisa dapet dua-tiga kali lipat dari itu. Dan disinilah “virus” korupsi-pun menjangkiti para RELA-wan.

50 tahun Merdeka yang rawan

Kali ini Malesa sedang memperingati kegemilangan ulang tahun kemerdekaannya yang ke 50. Kondisinya mirip dengan kondisi Indonesia waktu tahun 1995 itu. Waktu Indonesia merayakan 50 th kemerdekaan. Bayangkan Indonesa mampu menerbangkan pesawat buatannya sendiri.

Quote angkasa-online.com “Tahun 1992 IPTN mulai merintis pembuatan pesawat komuter N-250 berkapasitas 50 tempat duduk dengan teknologi fly-by-wire. Pesawat N-250 Gatotkoco roll-out 10 November 1994 dan diuji terbang perdana 10 Agustus 1995. Namun sampai kini sertifikasinya belum keluar. Bahkan proyek pesawat jet N-2130 pun terlunta-lunta. Demikian nasib IPTN setelah ‘ditinggalkan’ Habibie.”

Waktu itu Indonesia sedang gemilang-gemilangnya. Persis seperti Malesa saat ini. Kalau saja Malesa tidak belajar dari apa yang terjadi di Indonesia, maka duapuluh tahun lagi akan mengalami hal yang sama. Siklus itu selalu ada dan sulit sekali dihindarkan. Waktu itu Indonesia juga menjadi “macan Asia” sebelum ada badai krisis moneter.

Kesuksesan Malesa terselamatkan terutama saat krisis 97-98, waktu krisis moneter tahun 1997 itu Malesa langsung “menggantung” nilai Ringgitnya dengan US Dollar, dan selamat (1 USD ~3.7 RM). Indonesia yang mencoba bertahan nilai tukar yang ngambang, namun akhirnya harus menelan pil puahittt !!! hampir pailit dan berkepanjangan hingga saat ini. Nilai rupiah anjlok hingga separo hingga seperempat-nya saat ini.

Kisah nina bobok

Indonesia memiliki “kisahnina bobok yang selalu dipakai ketika menghadapi krisis mental yaitu kejayaan kerajaan-kerajaan masa lampau.Termasuk didalamnya Majapahit dan Srivijaya. Issue ini sering dipakai untuk mempersatukan Indonesia dengan melihat kesamaan budayaserta sejarah. Namun tidak mudah menggabungkan dengan Indonesia Timur.

Sedangkan Malaesa menggunakan Kasultanan Malacca sebagai impian indahnya, walaupun juga tidak mampu menggaet Malesa Timur (Sabah-Serawak) karena perbedaan latar sejarah budaya. Kedua negara (Indonesia dan Malesa) ini mampu menggabungkan kedua sisi kawasan Barat-Timur nya hanya dengan menggunakan sisi sejarah suram peninggalan kolonial di jaman penjajahan. Kalau Indonesia menggunakan issue kekuasaan Majapahit, mungkin banyak negara tetangga yang akan “ke-injek kakinya”. Karena kekuasaan Majapahit itu meliputi Indonesia-Malaysia-Siam hingga Pilipina 😛

Mungkin karena Malesa merasa “kekurangan” budaya asli yang bisa dibanggakan, maka usaha-usaha mencari dan mengumpulkan budaya sekitar dilakukan secara intensif pada masa kegemilangannya di usianya yang 50 th ini. Dan usaha-usaha itu akan dilakukan di negara manapun.

Bacaan terkait sebelumnya

Koreksi : Website Angklung tersebut saat ini sudah merubah dan mengakui bahwa Angklung memang asalnya dari Indonesia. Jadi jangan ribut lagi ya ?

😀 “Malesa juga bisa ngerti kalau dikasi tahu dengan baik-baik :P”

🙁 “Ya tapi yang lain juga mestinya gitu donk Pakdhe”

126 COMMENTS

  1. Cukup membanggakan negara malasyia dalam bidang apapun mereka tetap maju,,klo pemerintah indo cuma bermental koruptor,kapan mau maju negara indo ini,rakyat pada kelaparan,pemberian tabung gas tiap hari memakan korban,,”pa ni salah satu untuk mengurangi penduduk miskin,,,?

  2. , Malaysia, dan Perlindungan TKI
    Rabu, 19 Mei 2010 | 04:09 WIB
    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali berkunjung ke Malaysia. Pada kunjungannya, Selasa (18/5), Presiden memiliki agenda padat. Namun, isu tenaga kerja Indonesia tak pernah lewat dalam pembahasan dengan Perdana Menteri Datok Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak. TKI pula yang membuat Presiden Yudhoyono menjadikan Malaysia sebagai tempat kunjungan pertama ke luar negeri setelah pelantikan untuk periode kedua.
    Dari enam juta TKI di luar negeri, 2,2 juta orang di antaranya bekerja di Malaysia. Faktor kedekatan geografis dan kemiripan bahasa menjadi magnet bagi TKI mengejar mimpi kesejahteraan yang sulit didapat di dalam negeri. Hasilnya fantastis. Walau 1 juta di antara mereka bekerja dalam ketakutan karena tak memiliki dokumen resmi, TKI di Malaysia mampu mengirim devisa Rp 21,5 triliun tahun 2008. Ini pula yang membuat sedikitnya 40.000 warga negara Indonesia berangkat ke Malaysia dengan tujuan serupa setiap bulan: mencari pekerjaan.
    Hampir 60 persen ingin bekerja sebagai pembantu rumah tangga bergaji 700 ringgit (Rp 1,8 juta) per bulan. Mereka terbius janji manis sponsor, kepanjangan tangan pelaksana penempatan TKI swasta, atau agen pekerja asing Malaysia yang terjun langsung mencari TKI ke daerah.
    Moratorium
    Mereka tak peduli dengan keputusan pemerintah menghentikan sementara penempatan TKI informal ke Malaysia, terutama pembantu rumah tangga. Mereka tak mau pusing dengan kelambanan penyelesaian revisi nota kesepahaman (MOU) perlindungan TKI informal pembantu rumah tangga dengan Pemerintah Malaysia.
    Hampir 11 bulan sejak Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno (kala itu) didampingi Duta Besar RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar mengumumkan keputusan moratorium penempatan TKI informal pembantu rumah tangga ke Malaysia. Moratorium menjadi langkah pamungkas menarik Malaysia ke meja perundingan untuk memperbaiki nota kesepahaman perlindungan TKI informal pembantu rumah tangga yang lama.
    TKI yang memiliki peranan besar dalam pertumbuhan ekonomi Malaysia malah kerap menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Mulai dari penipuan upah, pelecehan seksual, penganiayaan, hingga pembunuhan. Bahkan, tak sedikit yang dikriminalisasi oleh polisi atau Rela, pertahanan sipil bentukan Kementerian Dalam Negeri Malaysia, karena tak dapat menunjukkan paspor yang ditahan majikan sesuai dengan isi MOU yang lama.
    Organisasi nonpemerintah yang aktif membela buruh migran, Migrant Care, mencatat, 687 TKI tewas dengan berbagai sebab di Malaysia tahun 2009. Masih lekat dalam ingatan saat kasus penganiayaan berat terhadap TKI asal Garut, Jawa Barat, Siti Hajar, oleh majikan yang terungkap awal Juni 2009. Siti harus kehilangan daun telinga dan tulang hidungnya akibat deraan majikan selama 34 bulan.
    Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah mengingatkan agar Presiden tidak terlena atas vonis Pengadilan Kuala Lumpur terhadap majikan Siti Hajar, Senin (17/5). Modus ini pernah dipakai dalam kasus penganiayaan Nirmala Bonat, TKI asal Nusa Tenggara Timur, ketika Pengadilan Kuala Lumpur menjatuhkan vonis saat Presiden Yudhoyono berkunjung pada 11-12 Januari 2008. Sebelas bulan kemudian, pengadilan meringankan vonis itu.
    Harus lebih rinci
    Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar berharap Presiden bisa sekaligus menyaksikan penandatanganan MOU perlindungan TKI informal pembantu rumah tangga yang sudah diperbaiki. Ada beberapa kemajuan dalam MOU ini, antara lain, TKI pembantu rumah tangga kini memegang sendiri paspor mereka, mendapat hak libur sehari dalam seminggu, dan kemudahan berkomunikasi dengan pihak luar. Sampai pekan lalu, dua hal masih alot dibahas, yakni batas upah TKI dan biaya penempatan.
    Persoalan lain yang tampaknya luput dari perhatian adalah kesepakatan tentang kontrak kerja yang merinci jam kerja, deskripsi tugas, dan lain-lain. Kontrak kerja rinci membuat TKI menjadi lebih profesional dan menekan peluang majikan mengeksploitasi mereka.
    Saat ini, 400.000 TKI bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia. Mereka tergiur dengan gaji 700 ringgit (Rp 1,8 juta) per bulan, tetapi faktanya hanya dibayar 400-500 ringgit (Rp 1 juta-Rp 1,3 juta) per bulan. Silakan bandingkan dengan pekerja Filipina yang punya deskripsi kerja tugas, jam kerja delapan jam sehari, libur sehari dalam seminggu, dan bergaji 400 dollar AS (Rp 3,6 juta) per bulan. Mereka mengerjakan seluruh tugas dengan sepenuh hati, tetapi tegas menolak pekerjaan tambahan yang tidak tercantum dalam kontrak kerja awal, kecuali ada upah lembur yang sesuai tentunya.
    MOU baru memang sudah harus selesai. Namun, pemerintah harus mampu menjamin, isi MOU benar-benar mencerminkan perlindungan hak-hak buruh migran sesuai dengan standar HAM dan Deklarasi ASEAN tentang Perlindungan Hak-hak Buruh Migran. Setelah sepaham, kedua negara harus benar-benar menjalankan isi MOU sehingga tidak ada lagi pelanggaran HAM di Malaysia. (hamzirwan
    SILAHKAN HUBUNGI EMAIL ;[email protected]
    NOMER TELP;081575899203/085728571177, BILA ANDA INGINKAN PEMBANTU RUMAH INDONESIA

  3. udah2 berdamai…..kita kan bersaudara seislam.
    Kalau terusan gaduh ngak ada siapa beruntung.
    Kecuali orang non-muslim, tepuk tangan mereka.

    Aku takut sangat takut dengan azab Allah,
    daripada pedang,bom dan pembunuh.

  4. Saya warga malaysia!100% malaysia.Bila saya terbaca apa yg orang indonesia tulis didlm web ini saya x sangka yg warga indonesia sekeji ini.Mengutuk menghina malaysia yang telah banyak membantu rakyat indonesia.apalah yg hendak dibanggakan dgn budaya sekiranya akhlak dan hati sendiri busuk dan penuh hasad dengki!.Sekiranya rakyat indonesia itu sendiri terlalu bagus x akan ada warga indonesia yang miskin datang ke malaysia dan bekerja di malaysia.Dari situ sudah nampak betapa indahnya bumi malaysia.X akan ada warga indonesia yang datang ke malaysia dan x mahu lagi pulang ke indonesia disini!.malah ada yang menggunakan taktik kotor dgn mengahwini rakyat malaysia semata2 inginkan kerakyatan malaysia!pada masa ini dimana budaya Indonesia yang terlalu dibanggakan itu!Mengapa ingin meninggalkan bumi indonesia sendiri kalau indonesia itu sudah terlalu bagus!.Bercakap biar pandang diri sendiri! betulkah indonesia itu terlalu bagus budayanya hingga kan mengutuk sesuka hati budaya orang lain tanpa ada rasa hormat dan menjaga perasaan pihak lain.Renung2 kan lah..

  5. Semoga teman-teman bisa menyikapi masalah malaysia ini sacara proporsional dan tidak emosional. Namun kadang kita harus bersikap tegas dan keras, namun tetap menunjukkan kebesaran dan jatidiri bangsa ini. Waduh, tapi bagaimana caranya ya? hehehe

  6. i am 100% indonesia, i am expecting my comment is the last comment of this neverending argument between two community with the same roots, same color, mostly the same religion, and same origin. I am not a geologist, but i still remember my geography teacher back in junior high scool said that part malaysian peninsular is one part with western nusantara (now indonesia) archipelago. so until now, i don’t see any points that this two countries is different except the political border.

    @my beloving indonesians
    take a look to our neighbor. with limited resources (natural resources, demography, and cultures) they can build their country in the past two decades as a modern and one of the powerful economic in south east asia. why we are indonesian with unlimited resources fall behind? we say them as thief but who cares as they can bring 22 million tourist to their country while we, country with hundreds of ethnicity, thousands of islands only attract 6 million? This is shall be taken as a reflect that we are a country that can not manage our wealth. fight corruption, capitalize our cultural heritage, not just wait and reclaim back our cultural product being stolen. we are the most concentrated population in south east asia is a future market. not singapore, thailaind, brunei, nor malaysia. we have a good future, we have a solid bhinekka tunggal ika spirit. from aceh to papua from manado to cilacap. if we in the last 2 decades fall behind from our lovely neighbor, don’t worry, the doomsday is not coming tomorrow. we still have enough time, enough land and water. wind and oil and gas. if majapahit and srivijaya has shown their legacy the time for us is counting.

    @malaysia – our beloving neighbor (brother and sister)
    congratulation for the achievement you made recent years. i am fascinating with your twin towers that reflect your highest ambition to develop your country, your petronas has explored every corner of the world, you make F1 racing there at Sepang, you make a modern transportation hub within your bandaraya kuala lumpur. we are indonesians deeply realized that your country has fed more than 2 million of us for their life there.

    but sometimes, as new emerging country, like we did in Soekarno era. we dont realize we have a newly rich sindrome (indonesian said orang kaya baru), that potentially to have mental hazard of being superior and look to others as inferiors. Ultranationalist and right wing spirit is against today universal humanity. If you do this, and keep on treating Indonesian like “indon” as second class is a time bomb. Stop showing your naval force in Ambalat or any other Indonesia territory eventhough you have thousand times war machines or even nuclear missiles.
    Your country growth is the result of not your origin of Malay only, but other race including Chinese, India, and small part of Indonesian. It’s a big irony, or you want to inverse your history? Being superior, xenophobic will destroy your country glory? Remember Firaun, he only competed with the Almighty Allah, and his emipire ruined and left its marks so mankind can learn of being arrogant and hyper-superior is against sunatullah.

    I just recently know that your high level statesman and kingdom are also have “indon” blood. The same blood like Suryani Tas has and poured with your Rela Member of Malay origin blood who raped her. The same blood like all pendatang haram you piggy-raid in Chow Kit and any other plantation areas. Hff….

    we are living in civilzed modern world today. And i still questioning why this (two big) country(ies) still arguing about decent and low level ideas like this.

    Wassalam

  7. hai… negara malaisia yang tak tau malu,tak tau diuntung, tak tau caranya menhargai budaya negara orang lain….
    malaisia si pencuri…
    satu kali lagi kau mencuri budaya qu…
    negara mu akan qu BOM Hahaha……

  8. Permisii,
    saya orang indonesia, dan saya setuju dengan komentar habibi, kita nggak boleh cuma menghujat, harusnya kita belajar, dari mereka. dulu mereka belajar dari pertamina, dan kini mereka boleh dikat lebih maju dari kita.

    contohla mereka yang membangun secara merata, bukan cuma kotane aja, membangun dari pinggir, baru ke tengah, sehingga semua rakyat bisa makmur.

    salah bangsa kita sendiri juga, karena memang kita terkesan tidak terlalu peduli dengan budaya sendiri, saya rasa maksud orang Malaysia tidak buruk, bukan untuk mncri untung $$ dari paten budaya kita. tapi, buat warga malaysia juga, saya sarankan anda menyebutkan asal-usul sebuah budaya yang dimainkan di negeri anda, bukankah itu juga bentuk penghargaan.

    damai.

  9. malingsia tuh kan kaya muka nabi tapi hatinya fir’aun
    katanya negara muslim tapi kok mencuri terang-terangan
    ga tau diri lagi,

  10. maaf, saya indonesia asli dari minang. dan saya merasa bangga dengan malaysia yang sudah bisa memajukan negaranya. hendaknya kita belajar banyak dari malaysia, jangan bisanya cuma menghujat. sesungguhnya semua konflik ini sangat dimanfaatkan oleh semua musuh islam orang2 inggris sana beserta sekutunya (amerika), yang tidak pernah berhenti untuk mencoba melemahkan islam, yang dimana di sini konteksnya adalah melayu.
    kita harus mengakui bahwa malaysia negara yang lebih maju dari kita, walapun kenyataan itu tidak terlalu enak dirasa. toh, itu hasil perjuangan mereka kok. klw mereka berhasil smntara kita tidak (atw belum) berarti perjuangan mereka lebih banyak dan lebih keras daripada kita. artinya kita harus berusaha lebih keras lagi. marilah kita urus dulu negara kita dengan benar dan dengan sedikit demi sedikit berusaha untuk memajukannya. insya allah, usaha yang keras akan berbuah hasil yang baik.
    namun, meskipun begitu saya cukup merasa kecewa tentang masalah klaim2 malaysia yg mnjadi peruncing dari masalah kedua negara bersaudara ini. mungkin ada benarnya juga bahwa kita kurang aware dengan budaya kita sendiri, terbukti dengan banyaknya kebudayaan2 yang ditelantarkan dak tidak diurus. klw sudah diambil saja, baru repot2. tapi jika tidak, “emang gue pikirin”. bagaimana rahmat bisa datang ke bumi pertiwi ini jika akhlak insannya sudah terkikis.
    makanya mari kita introspeksi diri juga, jangan tersulut emosi karena mendengar berita2 dan isu2 yg tidak benar. kita harus cermati dulu setiap masalah, baru berkomentar. insya allah, suatu saat nanti indonesia dan malaysia akan berdamai dan menjadi dua sahabat dekat, layaknya persahabatan nabi dan abu bakar. insya allah….

  11. Daripada kita ganyang Malaysia lebih kita ganyang kemiskinan di Indonesia, selagi ada kemiskinan sedang dinegara sendiri terpaksa TKW jadi budak ke Malaysia karena ketinpang nganggur dinegeri sampai harus menjadi pelacur di Jeddah.

    Sudah baca pelacur wong Jowa di Jeddah Arabia…?
    KBRI aja sudah tahu ada pelajuran wong Jowo disana. Daripada ganyang Malaysia yang sudah begitu makmur lebih kita pikir negara kita kok banyak TKW ke Malaysia….? ya karena menderita dinegaramu.

  12. sudah lah pusing dengan perdebatan ini.saya adalah indon generasi kedua asal bukit tinggi.saya belajar di sini mendapat banyak kebaikan.adik saya belajar di utm dan telah menjadi engineer membuat highway di malaysia ini.adik saya yang seorang lagi telah enjadi supir lorry, petronas, adik yang satu lagi telah membuka fabrik kitchen cabinet.anak saudara saya menjadi engineer di petronas australia belajar di london atas sponsor kerajaan malaysia,emak saudara saya pemilik ,pemborong buah-buahan di chow kit ,bapak saudara saya pemborong barang jakarta di kuantan.sudah jadi orang kaya di kuantan.dulu kami datang dari dumai menaiki sampan tanpa dokumen bertarung ombak ganas selat melaka untuk mengadu nasib pada tahun 1979.kami sangat miskin dan menggadaikan emas perhiasan untuk sampai di sini.bapa saya bekerja kuli bangunan untuk mencari rezeki membesarkan anak-anaknya di sini.setelah 28 tahun hidup kami telah berubah menjadi tidak miskin lagi.sampai ibu saya meninggal akibat kanker dirawat oleh hospital malaysia dengan bayaran rm2.bapa saya meninggal kerana sakit jantung dirawat oleh hospital di malaysia dengan bayaran rm10.saya bersyukur kalau arwah bapa saya tidak menggadaikan nyawa menyeberang selat melaka mungkin nasib kami sekeluarga tidak sebaik ini.yang tinggal di apartment berharga rm 250,000,memandu proton saga,belajar di university terkenal.kami bersyukur atas kebaikan malaysia dan telah menjadi warganegara malaysia.bahkan saudara kami yang kami tinggal kan di talu padang pada 28 tahun yang lalu masih miskin ke sawah,masih tidak ada elektrik dan air di rumah ,masih ke toilet di kolam ikan di sawah,masih mandi di pancuran buluh air gunung,masih tinggal di rumah buruk.kepada kami mereka meminta bantuan untuk menyekolahkan anak-anak mereka di kampung dan juga membayar perubatan di hospital.saya memohon kita berkaca bila berbicara kerana setiap perkataan dan perbuatan itu mencerminkan siapakah diri kita ini sebenarnya.terhadap saudara-saudara saya di indonesia janganlah kita menilai dan membuat tindakan dengan pandangan satu sisi.kepada saudara-saudara di malaysia terima kasih atas peluang yang kerajaan anda berikan.marilah kita maju ke depan melihat masa depan yang lebih indah.hidup ini hanyalah sementara dan setiap perbuatan kita hari ini akan dilihat di kemudian hari.wassalam.

  13. kita di sini sama juga yg disana ada yg baik-baik..dari keturunan baik-baik….jangan2 yang selalu berbuat buruk ituyang selalu berkata buruk itu adalah dari golongan yang komplot dengan belanda maupun inggereis semasa kita dijajah oleh mereka, kata orang sini ‘tali barut’ orang yang suka mengadakan pemusuhan antara indonesia dan malaysia….saya pasti dijaman belanda pasti ada orang yang menjadi anjing kepada belanda dari kalangan kita (rumpun melayu) itu sendiri; dan golongan inilah yang masih wujud hingga kini yang suka mengasut orang lain untuk membenci orang lain…dasar keturunan anjing belanda/inggeris…………saudara tiyang ngayogjokarto, salam persaudaraan dari saya di malaysia…..sama-sama kita mewujudkan rasa persaudaraan…bukan kerna satu rumput tp kerna kita sesama manusia yang hidup kita hanya sementara di alam ini…Assalamualaikum buat saudara dan sekalian yang baik pekerti dimana saja……

  14. “golek dalan padhang”

    Silahken tiyang2 malaysia membangga-banggakan diri mereka.
    Saya trmasuk anda org2 indonesia jg musti bangga dgn budaya kita.
    Tp bener komentar mas/mbak nsk,jika kita mati apa yg akan ditanyakan oleh malaikat?harta yg kita banggakan?saya rasa bukan.
    Lebihbaik mari kita sama2 “golek dalan padhang” agar ditempatkan ditempat yg baik di akhirat kelak krn dunia ini hanya sebentar.
    Semua org pasti berharap masuk surga,tp mungkin hanya sedikit org yg berpikir bagaimana cara memasukinya.
    Semoga Allah Subhana Wa Ta’ala mengampuni dosa2 kita.

    -tiyang ngayogjokarto-

  15. dunia mau kiamat….sesama rumpun bangsa coba mengakkan benang yang basah…………cobalah majukan bangsa daripada membuang masa berbicara soal malaysia dan indonesia…kalau anada sekalian mati nanti malaikat tidak tanya kamu orang malaysia kah atau oranag indonesia…yang di catat adalah kamu menjadi YAHUDI dalam bangsa kamu sendiri iaitu membangkitkan kemarahan…membangkitan sentimen yang jahat………

  16. Buar warga Indonesia,
    jgn sesuka hati memanggil negara kami Malingsial sdgkan di negara kami hampir suku drpd rakyat anda mendapat rezeki.Pulau sipadan tu mmg hak kami sejak berabad yg lalu melalu perjanjian yg terdahulu kerana kami pun tidak ingin merampok hak org lain spt mana rakyat negara anda. tinggal di negara org tidak harus bersikap kurang ajar dgn rakyat tempatan.kebanyakkan drpd rakyat anda di sini m’jadikan negara kami spr negara sendiri dan mahu segala kemudahan yg kami nikmati.harus ingat kamu semua hanya menumpang di negara kami.Pemimpim kami begitu baik hati memberi peluang kpd rakyat kamu bekerja di negara kami yg alhamdulliah aman dan makmur serta bebas mencari rezeki.Di zaman Dr.Mahathir telah menjadikan Malaysia sebuah negara maju dlm pelbagai sektor dgn kebijaksanaan pemerintahannya.
    Cuba kamu fikir kenapa negara kamu kurang maju berbanding kami..kerana negara kamu mempunyai kadar rasuah yg tinggi, banyaknya maksiat dr segi bebas berkahwin tanpa menukar agama. cthnya Islam dan Kristian sehingga lahirnya anak2, cucu cicit hingga seterusnya. Mahu contoh? Jamal Mirdad seorang pelakon beragama islam yg berkahwin dgn Lydia Kandou beragama Kristian & kini anak2 mereka sendiri sudah dewasa. Anak yg sulung berkahwin dgn org kristian jadi bagaimana kesudahannya nanti.Beribu-ribu lg rakyat kamu yg berbuat begitu sewenang-wenangnya mencemarkan kedaulatan Islam itu sendiri. Sebab itulah diturunkan bencana alam spr tsunami yg dasyat pd 2004 supaya kamu insaf. Dan ingat malaysia antara negara terawal yg menghulurkan bantuan berjuta-juta ringgit kpd negara kamu.seharusnya kamu harus benar2 ingat akan perkara itu. Sekian.

  17. Bodoh betul rakyat Indon ni. Lebih mementingkan kain batik, lagu rasa sayang, etc dari memikirkan cara untuk meningkatkan ekonomi negaranya. Nampak sangat permikiran rakyat Indon ni sempit. Mereka ni semua lupa dengan memusuhi Malaysia sebenarnya tak membawa apa-apa kebaikan buat diri mereka malah tentu sekali akan membuatkan ekonomi negara mereka lebih merosot jika Malaysia mengambil keputusan memboikot kerjasama ekonomi dengan Indonesia. Dasar bangsa tolol!!!

  18. Melayu malon….malesa sewkarang bukan lah buah karya tangan kalian..tapi pendatang…jadi apa yang kalian banggakan…

    Sbenar na kalian cuman numpang tenar doang….yg bersusah payah tu…ya warga turunan india sama cina…( mayoritas )

  19. Kami bangsa indonesia ga pernah menganggap kalian bangsa yg mengganggu…karna negara sekecil kalian bukanlah gangguan yg berarti buat kami…tapi jangan nge test kesabaran bro…lo nyesel ntar..kalo boleh d bilang…rame2 aja 250 juta jiwa indonesia mengencingi kalian…kurasa dipastikan kuala lumpur tu lumpuh total karna banjir…ok..

  20. Malaysia Kembali “Bajak” Lagu Daerah Indonesia di Osaka

    Tokyo (ANTARA News) – Konsulat Jenderal RI di Osaka melayangkan surat protes kepada Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, menyusul penggunaan kembali lagu daerah Indonesia dalam acara Asia Festival 2007 yang berlangsung di Osaka pada pertengahan Oktober lalu.

    Konsul Jenderal RI Pitono Purnomo mengemukakan hal itu kepada Antara di Tokyo, Kamis, ketika dikonfirmasi mengenai aksi “pembajakan” tersebut.

    “Kami sudah mengirimkan surat protes kepada pihak Malaysia namun belum ada respon sama sekali dari mereka,” katanya.

    Pihak Konsulat juga sudah melakukan koordinasi dengan pejabat Departemen Luar Negeri RI di Jakarta serta petinggi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, termasuk Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Kuala Lumpur.

    ” Surat protes ini penting sebagai peringatan keras terhadap Malaysia agar tidak lagi sembarangan menggunakan lagu-lagu Indonesia . Kejadian ini nanti bisa diartikan negatif, misalnya seperti menantang Indonesia ,” ujarnya.

    Oleh sebab itu, katanya, pihak konsulat buru-buru mengirimkan surat peringatan agar Malaysia bisa menahan diri agar hubungan kedua bangsa menjadi semakin memburuk. Terlebih kedua negara merupakan tetangga yang dekat.

    Lebih jauh ia menjelaskan bahwa sebetulnya Indonesia tidak mempermasalahkan penggunaan lagu-lagu Indonesia oleh Negara lain, asalkan secara jujur memberikan penjelasan yang lengkap bahwa lagu tersebut berasal dari Indonesia .

    “Kita sebetulnya bangga juga kalau lagu kita diperkenalkan oleh pihak lain, tetapi bukan begitu caranya,” kata Pitono lagi.

    Ia menegaskan bahwa kesengajaan mengubah sebagian lirik dan aransemen lagu oleh pihak Malaysia dapat mengakibatkan penonton beranggapan bahwa keseluruhan penampilan baik musik dan tariannya adalah tari dan musik dari Malaysia .

    Asal Sumbar

    Menurut informasi yang diperoleh, penggunaan lagu Indonesia itu diketahui saat berlangsungnya acara Asia Festival 2007 yang diikuti oleh Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia pada 12-14 Oktober lalu.

    Salah seorang staf konsulat Jenderal Osaka ketika itu tengah menyaksikan penampilan tim kesenian Malaysia “Cinta Sayang” pada 14 Oktober lalu. Salah satu tarian yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar), yaitu “Indang Sungai Garinggiang”.

    Sebelum dan sesudahnya pihak Malaysian Tourism Office di Osaka yang mengelola penampilan tim kesenian tersebut sama sekali tidak memberi penjelasan bahwa lagu yang dipakai sebagai musik pengiring tarian itu adalah lagu yang berasal dari Indonesia .

    Guna memastikan, pihak konjen RI Osaka menghubungi berbagai pihak di Jakarta dan juga tokoh-tokoh masyarakat asal Sumatera Barat dan diperoleh kepastian bahwa pencipta lagu “Indang Sungai Garinggiang” adalah Tiar Ramon, seniman musik dan penyanyi asal Sumbar pada tahun 1981.

    “Memang sang penciptanya sudah meninggal, tetapi semua data-data yang kita miliki sudah cukup kuat untuk bisa memperingati Malaysia ,” kata seorang warga Minang yang tinggal di Osaka .

    Menurut keterangannya, lagu itu diciptakan atas permintaan Pemda Sumbar untuk digunakan sebagai musik pengiring “Tari Indang”. Lagu itu diperkenalkan pertama kali dipertunjukkan secara nasional pada upacara pembukaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur?an) tingkat nasional di Padang pada tahun 1983.

    Berdasarkan semua data itulah Konsul Jenderal Osaka Pitono Purnomo menyurati Azhari Haron, Direktur Malaysian Tourism Office juga di Osaka pada 19 Oktober 2007 untuk memberikan penjelasan yang selengkapnya atas penggunaan lagu itu.

    Tembusan surat juga dilayangkan ke pihak penyelenggara festival FM Cocolo guna mengeRti persoalannya dengan memberikan penjelasan yang lengkap.

    Sebelumnya lagu daerah asal Maluku “Rasa Sayange” juga dibajak oleh Negara tetangga itu yang semakin menyulut sentimen bangsa Indonesia , menyusul serangkaian perlakukan buruk dan meremehkan warganegara Indonesia yang bermukim di Malaysia .

    Benar-benar negara yang tak tau malu…..apa lagi yang kalian banggakan selain menjadi plagiator..

  21. @saudara pecinta malaysia :
    apakah anda juga tidak berpikir bahwa saudara2 sebangsa anda banyak sekali yang menuntut ilmu di Indonesia.sayang sekali tidak semuanya memenuhi harapan.

  22. wassup indo2 sekalian ape barang mengata negara orang ni sepatut as human being kita mesti sokonga antara satu same lain, u all tak fikir ke u all punye bangsa cari mkn kat sini la

  23. To norhisham, I though you’re a smart, intelligent and sophisticated person. I was totally wrong, you’re just another stupid, racist Malay, brainwashed by your Governmentcontrolled-media. Tidak perlu anda menuduh orang yg tak sepaham dengan anda sebagai China Indonesia. Tak perlu anda menduga bahwa yg berpandangan buruk tentang Malaysia dan punya nasionalisme tinggi terhadap Indonesia itu hanya orang Jawa. Saya bukan Jawa, di tempat saya bekerja tidak satupun ada orang Jawa, tapi kami semua tetap sangat marah atas kelakuan Malaysia belakangan ini yang sungguh di luar etika. Orang Indonesia punya semangat kebangsaan Indonesia yang tinggi, terutama generasi mudanya seperti saya yg sudah hasil percampuran berbagai suku bangsa berbeda di Indonesia. Anda membanggakan tentara anda yg ke Bosnia ? hahaha TNI bukan cuma sudah ke Bosnia tapi sudah kemana2 membantu negara lain. Seperti yg saya bilang, kelihatan sekali media anda dikontrol penuh oleh pemerintah sehingga anda tidak tahu prestasi negara lain (khususnya negara yg anda pandang rendah, Indonesia).

    to halalbrands, dibanding orang malaysia yg lain anda lebih baik karena bisa berdiskusi menggunakan otak tapi itu cuma awalnya, ternyata ujung2nya anda juga tidak beda angkuhnya dengan saudara2 malaysia anda yg lain. Anda sudah merasa sangat berjasa ya kepada kami sehingga menyebut kami tidak tahu berterima kasih dan bersyukur atas “pertolongan” anda? Baiklah, sekarang saya kasih tahu pandangan saya sebagai orang Indonesia soal ‘pertolongan’ dan ‘rasa terima kasih’. Orang Malaysia seringkali mengangkat fakta soal banyaknya TKI di Malaysia sebagai ‘jasa’ Malaysia kepada Indonesia. Orang Malaysia juga seringkali mengungkit soal bantuan tsunami sebagai ‘jasa’ Malaysia kepada Indonesia. Orang Hong Kong, Taiwan dan Timur Tengah juga banyak mempekerjakan TKI, tetapi apakah negara2 itu memakai, mengklaim dan mencuri kebudayaan Indonesia (serta pulau dan kayu Indonesia)? Tidak kan? TKI ada di negara2 tersebut juga karena negara itu membutuhkan ‘jasa’ mereka. Jadi ini simbiosis mutualisme, jangan merasa cuma anda yang berjasa. Salah besar bung.
    Kalo saya perhatikan, negara yg paling rajin membantu Indonesia dalam tsunami (tanpa mengungkit2 jasanya) adalah Turki. Apakah Turki sejahat Malaysia mengambil barang2 Indonesia seperti yang saya sebut di atas? Tidak kan?
    Kalau boleh saya buat analogi, kelakuan Malaysia itu tidak lebih dari seorang lintah darat, rentenir, pemakan riba. Saya tidak tahu apakah anda paham istilah2 yg saya pakai tersebut. Intinya adalah anda seolah ‘membantu’ tapi sekarang terungkap di balik itu semua anda hanya memeras dan menzalimi kami, karena apa yg anda ambil lebih berharga daripada apa yang anda berikan kepada kami. Jadi jangan heran kalau orang Indonesia marah terhadap kelakuan anda.
    BTW, memang benar kami banyak memakai pengaruh budaya dari India, tetapi saat kami memberikan penjelasan kepada orang dari luar, kami katakan dengan jujur bahwa budaya tertentu tersebut adalah hasil olahan di zaman Indonesia masih didominasi agama Hindu, yang berasal dari India sehingga sangat jelas pengaruh budaya Indianya. Tidak ada maksud menutup-nutupi atau membohongi seperti yang dilakukan secara sistematis oleh pemerintah kalian.
    Oh ya, satu hal lagi, tadi anda menyebut bahwa Nazril Irham menukar namanya menjadi “Ariel” dan menyebut itu bukan sebagai jati diri bangsa Indonesia. Saya tidak tahu anda sengaja memilih kasus atau memang anda sama sekali tidak tahu sistem nama panggilan di Indonesia. Ariel tidak pernah menukar namanya. Dia tetap bernama Nazril Irham. Ariel hanyalah nama panggilan karena menyebut kata Nazril dalam percakapan sehari2 kalo orang Indonesia bilang ‘ribet’ alias sulit. Jadilah dia dipanggil Aril. Tidak ada sangkut pautnya dengan pengaruh barat. Anda juga bisa lihat nama anggota peterpan lain yang rata2 panjang, tapi nama panggilan mereka singkat dan sederhana : Reza (atau Eja), Lukman, Uki, Dika dan Indra. Apa anda lihat pengaruh barat? tidak kan?
    Sekarang lihat nama mat rock malaysia, Amy, Hillary, Joe. Oooh melayu sangat, hahahaha.
    Jadi siapa yg sudah kehilangan jati diri bangsa? lebih baik anda lihat sekitar dulu sebelum kasih komentar yg bikin saya ketawa.

  24. assalamualaikum??
    walau apa pun kita serumpun.. apa ada pada nama kalau iman tidak dihati.. di alam barzkah nanti bukan alat2 dunia yang soal.. dan walau apa pun.. malaysia dan indonesia tetap memberikan saya kenangan terindah..

  25. Pak Dhe,

    Kagem informasi..
    Beberapa minggu lalu saya barusan nges-ms temen saya di tanah air : “Poen, nek ngene carane sedilit meneh nang Malay kene Werkudara bakal disarungi,sarunge kotak-2 huruf M,M,M..”
    Lha dalah…waktu saya minggu kemarin ke pasar seni, ada kaos gambar werkudara dengan tulisan gede : ‘Malaysia…”
    ?????

  26. Malaysia (Negara ku Malaysia!!!) bukan lah sebuah negara yang sempurna. banyak kekurangan yang perlu dibaiki. Namun kekurangan-kekurangan Indonesia ternyata beratus-ratus kilometer dibelakang Malaysia. Tiada apa-apa yang boleh dibanggakan oleh sebuah negara yang tidak mampu memberi cukup makan kepada rakyatnya sendiri. Akibatnya, beratus ribu (bukan, berjuta !!) rakyat indonesia merentas selat melaka untuk ketanah seberang yang penuh dengan kebahagiaan dan kemakmuran dan tanah seberang itu bernama Malaysia. Semoga Allah lindungi dan berkati Malaysia agar Malaysia bertambah makmur dan mampu untuk terus memberi makan kepada seramai yang mungkin cucu cicit keturunan empayar Majapahit ini. Semoga Allah juga memberi rahmat dan hidayah kepada para pemimpin Indonesia agar bisa menjadi pemimpin yang bijak pandai dan menjadikan indonesia makmur seperti Malaysia, kerana apabila indonesia makmur dan kaya seperti malaysia, maka rakyatnya tidak lagi akan terus datang ke malaysia. dan semoga Allah juga memberikan ketabahan dan kesabaran kepada rakyat-rakyat Malaysia yang seringkali mendengar suara-suara sumbang daripada kelompok yang tidak tahu bersyukur dan berterima kasih apabila mendapat pertolongan daripada orang lain.

  27. Capek deeh ……
    Sudahlah … marilah kita (Malesa & Indon) masing-masing introspeksi, apa yang kurang dan apa yang lebih dalam diri kita ……. ok ?

  28. Norhisham Would you comment on this :
    http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=314167&kat_id=23
    “TKI Dominasi Pekerjaan di Pahang, Warga Malaysia Dominasi Kriminal”
    also
    http://thestar.com.my/news/story.asp?file=/2007/10/4/nation/19073162&sec=nation
    “Police: 80% of crimes committed by Malaysians
    By SHAHANAAZ HABIB

    Pak Rofick
    Sepertinya website yang anda tulis diatas sudah dirubah tidak lagi ke web yg anda tunjuk dibawah ini :
    http://encyclopedia.thefreedictionary.com/angklung

    hebatt !!!

  29. bodoh betul gw..orang memikirkan survival bangsa..dia sibuk hal main bola n penyanyi…

    macam mana nak maju..orang sibuk bincang hal pokok dia sibuk bincang hal ranting…

  30. hahaha….

    mereka datang cari makan….adalah mereka main atau menyanyi free?? yang datang menyanyi pun guna bahasa melayu riau bukan dialek jawa..

    hahaha..

    tanya orang acheh atau sulawesi spt Timor Timur jika diberi peluang hendak merdeka atau keluar dari Indonesia??

    hahaha dasar nigrat Jawa..

  31. oh iya ada lagi…
    masih inget nggak MALAYSIA -malingsia- ternyata kalah bangetz dan bodohnya lagi semua permainan nggak ada yang menang waktu piala asia. lebih baik negara indonesia yang jelas2 menang.

    karena pemain malingasi nggak ada yang bagus.
    nggak ada yang pintar seperti di sini.

    mereka membutuhkan warga kami. -nggak punya ide banget sie.-

    contoh :
    -pemain bola nyewa dari sini-
    -artis mendatangkan dari sini-

    semuanya dari sini.apa yang bisa dibanggain dari negara anda.

    INDONESIA
    -bhineka tunggal ika-

  32. norhisham u gila yxz.
    cari makan di malingsia ngapain juga.
    sekarang gini apa ada artis malingsia ke indonesia -negeri tercinta-, itu karena kurang laku kalie.
    coba artis kita ke sana untuk menghibur saudara kami di sana. bukan untuk nyajiin orang malingsia.
    sekarang gini apa ada lagu malingsia di putar di sini. ya elah yang ada dikatain norax bangetz sie nih lagu. coba lagu dari indonesia -negara penuh sejuta keragaman- pasti banyak yang laku di sana. music + lagu + dsb dri sini pasti laku.
    coba dri sono conth : pilm apa gitu dri malingsia. nggak ada yang laku cuman bertahan 1 hari di setiap bioskop. kasihan yaxz. SITI NURHALIZAH yg katanya orng malingsia baik ternyata mencuri suami orang, kasihan.
    lebih terkenal bali kalie dari pada negara malingsia. semua itu hak negara dan hak seseorang, knpa negara kamu selalu mikirin sendri. hanya untuk bangsa sendri.

    –MALINGSIA– truly maling asia.
    apalagi yang bakal diakui sama negara kamu itu yang . alah.

  33. hahahaha..jealous… artis indonesia ke malaysia cari makan…macam juga buruh atau pembantu rumah TKI…

    nak dihancurkan menara petronas??.lebih baik dibom pub atau rumah pelacuran yang banyak di serata Indoesia mcm di Bali..

    “bhineka tunggal ika” ?? siapa yang kuasai siapa? siapa yang untung? kalau majoriti rakyat Indonesia yang untung mengapa ada TKI menjadi buruh merantau di negara orang mencari rezeki..jd buruh kasar bukannya jadi profesional mcm BJ habibie di Jerman dulu..

  34. MASIH ingetz lach itu kan cuman nenek moyang…
    kita di sini keanekragaman memang turun temurun kok.

    itu kan semboyan kita
    “bhineka tunggal ika”
    berbeda tapi tetap satu jua ya Indonesia lach.

    nggak kaya MALINGSIA yang berbeda ya berbeda.
    terdapat banyak golongan tapi nggak pernah satu. kasihan yaxz.

    knpa sie. negara kamu sirik sama negara kita.
    apa kurang daerahnya..
    bandingin dung. daerah seluas indonesia nggak sebanding dengan daerah malingsia anda.
    cuman 2 pulau besar doangan

    coba lihat artis indonesia merasa kasihan di malingsia nggak ada artis yang ke indonesia coz nggak ada yang cakep.

    warga malingsia ma asep aja takut. apalagi ma santet nya orang indonesia. oh iya pernah nggak sie terpikir klo menara petronas akan dihancurkan kaya WTC. gimana jadinya yaxz.

    maling ya maling aja nggak bakal bisa berubah yaxz.

    ..MALINGSIA truly maling asia..

  35. Hahaha….orang indonesia emosional orangnya…sdr Indonesia..apakah yang dongeng??..review your history. I think u are Chinese Indonesia..BULL SHIT Chinese!!!

  36. Betul itu Indonesia akan menjadi negri muslim yang jaya, ingat gak pasukan monggol yang tidak ada tandingannya di dataran asia-eropa malah menemui kebuntuan di tanah Jawa (Jerman, Jepang dan Jawa) bergiliran menguasai dunia

  37. Betul itu Indonesia akan menjadi negri muslim yang jaya, ingat gak pasukan monggol yang tidak ada tandingannya di dataran asia-eropa malah menemui kebuntuan di tanah Jawa (Jerman, Jepang dan Jawa) bergiliran menguasai dunia

  38. Mari TKI/TKW, profesor, insinyur yang kerja di Luar negeri balik lah ke pangkuan ibu pertiwi untuk membangun negeri (inga-inga Islam memasuki fase surut dibarat dinegeri magribi andalusia akan tetapi akan terbit di timur di negeri yang paling banyak muslimnya),,mereka di malasia ganti aja dengan asap yang setiap kemarau memang bertiup kesana glek..glek wasalam

  39. norhisham,Komentar oleh anak_malaysia, Ahmad Albab, Mat Rempit dll kalian warga yang baik pada goverment yang kurang baik POLITICAL WILL-ya…sebagaimana pemerintahan singapura yang menjadi rumah persembunyian maling maling kakap dari Indonesia, astralia yang diam-diam mendukung separatisme di indonesia. So biar aja politik menjadi urusan pemerintah masing-masing, kita enjoy aja food, fun, film, fhasion, football yang sudah mengglobalisasi tanpa batas negara.. HIDUP KAMPUNG DUNIA! Hidup astronot malaysia biar mengaggresi galaksi lain..

  40. berpikir secara jernih dung.
    kalau asia tenggara itu masih bersaudara.
    tapi mungkin pihak malysia nya yang buta sebelah mata.
    Indonesia adalah dengan keanekaragaman yang bersatu, karena semua dari indonesia pengen diakui di sana. apakah memang ornng sono udh nggak punya ide kreatif lagi. kenapa dari hal yang sekecil hingga besar slalu di inginkan oleh negeri itu.

    “jadi kita sebagai anak indonesia harus bangga dengan yang kita punya sekarang. ntar apalagi yang di ingkan ma malysia”

  41. tuk norhisham “we don`t need your lesson about history of your country,coz that`s JUNK!wakakakakakak…..C….u…wakakakakakak!

  42. sdr pancasila,

    silakan tarik balik TKI..
    mahu lihat siapa yg rugi..malesa atau indon? malesa masih ada pilihan..bangla, vietnam, pakistan dll..

    seburuk2 myanmar masih tidak kebuluran..bisa jd mengekspor beras & pernah sumbang beras utk makan rakyat indon yg ramai dulu di jaman megawati..sudah lupa??

    mahu serang malaysia?
    dulu pernah serang di jaman soekarno..akhirnya tentera kebuluran di kebun nenas di johor..mahu di coba lagi??

    tentera malaysia kecil tp sudah ke bosnia membantu saudara seagama islam..tp TNI bisa tewas angkara korupsi shj..belum sempat serang udah tewas..

    hahahaha

  43. brisik tarik tki/tkw
    mati kaga tuh malesa
    biar orang sana sendiri yang jadi kuli sm babu
    kalau aku punya pasukan negara yang pertama aq serang ya malesa lalu amerika
    masa dari zaman soekarno sampai soebeye ga damai2
    mati bae………..
    untuk orang melesa
    awas kalu macem2 lagi……..
    wasalam

  44. anak_malaysia,

    sdr kena faham situasi di Indonesia. Maksud melayu tidak sama maksud yg dipakai di Malaysia. Jadi, Melayu Islam tidak menjadi perkara penting di Indonesia..

    Mengikut Perlembagaan MAlaysia,

    Melayu adalah “seseorang yang mengamal budaya ‘melayu’, secara umumnya percakapan hariannya adalah berbahasa melayu dan beragama Islam.”

    ‘Melayu ‘disini adalah rumpun Melayu yang mencakupi seluruh sub-etnik melayu di kepulauan Melayu tidak kira melayu-riau(yg teras rujukan melayu), jawa, bugis, minang, acheh, banjar, sulu, melanau, brunei dan lain2 lagi.

    Oleh kerana, kebetulannya, seluruh rumpun melayu semasa Malaya merdeka adalah Islam, maka melayu ini diasimilasikan sebagai Melayu Islam. Berbeza dengan Indonesia, yang mana pribuminya tidak semestinya Islam, ada yang Kristian, Hindu dll.

    Ini diperjelaskan lagi apabila Malaysia ditubuhkan
    pada tahun 1963, ada golongan pribumi di Sabah & sarawak sepreti Iban dan kadazan yang mengamal budaya ‘melayu’, berbahasa ‘melayu’ tetapi tidak beragama Islam untuk disesuaikan dengan perlembagaan Malaysia. Maka jalan penyelesaiannya, di wujudkan istilah Bumiputera khusus untuk membawa maksud Melayu dan Bumiputera di Sabah/Sarawak.

    Jika saudara kaji, pada peringkat awal kemerdekaan, sijil kelahiran warga malaysia yang melayu/islam akan ditulis mengikut sub-etnik masing-masing, jika diketurunan jawa dia akan tulis Jawa, kadazan dusun, melanau dan sebagainya. Ini kerana semangat assabiah/keturunan itu menebal. Tetapi lama-kelamaan bagi yang Islam, sekiranya anak mereka lahir, dalam sijil kelahiran akan ditulis ‘melayu’ yang membawa maksud rumpun melayu dan bukannnya sub-etnik atau orang melayu. Kecuali mereka bumiputera bukan Islam, mereka akan kekal dengan sub-etnik mereka….begitu juga imigran Cina dan Indian

  45. Tun jaitun,
    perasaan hormat seseorang kepada seseorang yang lain atau kpd diri kita datangnya daripada cara tindakan kita… mungkin dr segi ilmu, ekonomi, kekuatan pertahanan (jika dilihat dr sudut negara) dan status masyarakat. Seseorang tidak hanya dihormati hanya kerana namanya atau apa negaranya. Adakah warga elit Indonesia di Jakarta memandang tinggi kepada warga yg berada Irian Jaya atau Acheh. Atau tidak perlu pergi jauh, adakah warga Indonesia akan memandang tinggi kpd kanak2 yang meminta sedekah di jalanan walaupun sebangsa Indonesia? Sila jawap..Janganlah terlalu idealis…

  46. bagaimana tidak bertengkat setelah majoriti rakyat malasial menaruh tidak hormat pada kami…itu faktanya dimana hampir 80 % rakyat malasial memandang rendah indonesia !

  47. kita sebagai negara islam perlu berhati-hati dgan musuh kita iaitu AS yg suka melaga-lagakan umat islam supaya kita lemah. kita perlu tahu apa yg berlaku di dunia sekarang. jangan suka bertengkar dgn jiran kita. ISLAM yang menyatukan kita semua.

  48. Sedikit selingan saja..

    malaise (pronounced like “malays”),noun:
    1. an indefinite feeling of debility or lack of health often indicative of or accompanying the onset of an illness.
    2. A vague sense of mental or moral ill-being

    Coincidence? I don’t think so! 😀

  49. encik norhisham, silahkan pakai itu lagu rasa sayange, silahkan anda pakai kebudayaan indonesia yg lain TAPI pls tolong beritahukan bahwa itu originated from Indonesia, patung bima arjuna apakah Indonesia mengakui bahwa arguna dan bima dkk itu asli Indonesia ? NO !! Indonesia memahami bahwa itu adalah tokoh agama Hindu, justru Kami memperlihatkan kedewasaan dan penghormatan dg membuat patungnya DAN TETAP mengakui itu adalah tokoh Hindu, kelihatannya andalah yg tidak memahami diskusi ini,
    benar ini adalah masalah ego dan irihati, namun lihat lah siapa yg iri hati dan ego? dalam hal rasa sayange ini, jelas anda memiliki ego yg besar untuk tidak mengakui bahwa itu lagu Indonesia, lihat saja para pemimpin negeri anda, argumennya mereka bilang itu lagu nusantara, apakah mereka mengerti apa itu nusantara, maaf silahkan anda memakai mbah google untuk memahaminya, jika dilebarkan sedikit, para pemimpin anda (mungkin rakyat malesa) punya ego yg besar untuk tidak mengakui kesalahannya contoh kasus wasit, istri diplomat, dan pelajar Indonesia di malesa.

  50. Saya terpanggil untuk mengatakan kita yang serumpun ini agak ‘bodoh’ berkelahi tentang perkara-perkara yang ‘kurang penting’; ini bukan komentar saya tapi komentar ‘orang lain rumpun’. Hanya sebab lagu mahu ‘bergaduh sakan’ (mahu berantakan terus).

    Pasti saja sebab itu kita yang serumpun ini tidak maju-maju seperti yang lain-lain – ramai bangsa lain yang ekonominya maju terus walaupun negerinya kecil tanpa karunia alam (tidak seperti Indonesia dan Malaysia (bukan Malingsial ya) yang dikaruniakan begitu banyak kehebatan karunia alam tapi tidak di uruskan dengan bagus).

    By the way, keluarga saya asli Kampung Sungai Puah, Bukit Tinggi, Indonesia. Yang terakhir saya dengar dari datuk saya masih ramai keluarga di sana, tapi udah nggak kenal lagi; sebab panggilan ‘Ganyang Malaysia’ agaknya dulu jaman Sukarno.

  51. dr HANI “SEKALI LAGI HORMATILAH BUDAYA NEGRI LAIN DAN PARA TKW/TKI YANG MENCARI EMAS DIMALAYSIA,MALAYSIA JANGANLAH ENGKAU BERBANGGA DIRI DENGAN NEGRIMU YANG ELOK TAPI MEMBAWA KEPAHITAN HIDUP BAGI ORANG INDONESIA.ORANG INDONESIA TAK LAYAK DI SEBUT SEBAGAI ORANG INDON,KARENA INDONESIA MEMPUNYAI HARGA DIRI!”

    Hani, jika ada ’emas’ di negara tuan, adakah TKI akan datang ke malaysia?? sila jawap…mana satu yang lebih pahit.. mencari ’emas’ di malaysia untuk mencari rezeki kemudiannya dititip untuk keluarga di Indonesia atau tetapi berbangga dengan Indonesia tapi pemerintah tiada upaya memberi ’emas’ untuk rakyatnya??

    Mana satu yang lebih mempunyai HARGA DIRI, orang yang memberi atau yang meminta?

    Hani, janganlah kamu emosi.. dikantor saya ini ada seorang gadis Indonesia yang bekerja sebagai ‘cleaner’. Tidak hilang harga dirinya kerana bekerja sebagai ‘cleaner’. staff saya berkawan baik dengannya dan amat terasa jika dia tiada in d office to do cleaning. to make sure office more condusive.

  52. MALAYSIA HORMATILAH BUDAYA NEGRI LAIN SEPERTI NEGRILAIN MENGHARGAI BUDAYAMU,JANGANLAH BERDALIH DENGAN NEGRI YANG SERUMPUN,JIKA MALAYSIA TELAH MENZALIMI INDONESIA.AQ PRIBADI SUKA DG MALAYSIA KARENA MENDENGARKAN NASYID RAIHAN DISITU AKU JATUH CINTA PADA MALAYSIA.JANGANLAH MALAYSIA MENGKLAIM LAGU RASA SAYANGE YANG NOTA BENE ITU MILIK BUDAYA INDONESIA DENGAN HUKUN INTERNASIONAL UNTUK MENDAPATKAN KEJAYAAN NEGRI SENDRI,SEKALI LAGI HORMATILAH BUDAYA NEGRI LAIN DAN PARA TKW/TKI YANG MENCARI EMAS DIMALAYSIA,MALAYSIA JANGANLAH ENGKAU BERBANGGA DIRI DENGAN NEGRIMU YANG ELOK TAPI MEMBAWA KEPAHITAN HIDUP BAGI ORANG INDONESIA.ORANG INDONESIA TAK LAYAK DI SEBUT SEBAGAI ORANG INDON,KARENA INDONESIA MEMPUNYAI HARGA DIRI!

  53. Saudaraku OMPAPANG, saya setuju benar pada pandangan saudara. Indonesia boleh mengaku menang bila tiba saatnya sudah tidak ada lagi rakyat Indonesia yang sudi datang ke Malaysia untuk mencari rezeki. Karena bila tiba saat sedemikian, Indonesia sudah pasti telah jauh lebih maju daripada Malaysia dan sudah tidak memandang Malaysia sebagai musuh atau saingan. Cuma persoalannya, adakah ini bisa terjadi didalam masa 20 tahun akan datang? Saya rasa its possible disebabkan Indonesia lebih kaya daripada Malaysia didalam banyak bidang terutamanya dari segi sumber semulajadi: minyak yang melimpah-limpah, tanah pertanian yang luas terbentang, tenaga kerja yang ramai dan rajin-rajin, lautan luas yang dipenuhi ikan dan rakyat yang pintar bermain angklung dan bermain kuda kipang dan handal menyanyi lagu-lagu dangdut.In the meantime, Malaysia akan sentiasa membuka pintunya untuk rakyat Indonesia datang mencari rezeki di Malaysia.

  54. Saya orang Indonesia “tulen” tapi saya sangat respect terhadap negara lain (termasuk Malaysia). Saya rasa sudah cukuplah pembahasan tidak kenal batas ini dibahas. Sudah cukup muntahan rasa marah, makian, dan emosi diluapkan untuk masalah ini. Tidak akan habis dan juga tidak akan menyelesaikan masalah, karena sebenarnya masalah ini semua ada di “persepsi”. Jika anda merasa persepsi anda benar janganlah memaksakan hal itu pada orang lain karena “perang akibat persepsi” sebenarnya yang diuntungkan adalah orang yang “menciptakan persepsi” itu sendiri.
    Masih banyak hal penting lainnya di dunia ini yang patut difikirkan dan didiskusikan di antara masyarakat 2 negara (Indonesia & Malaysia) yang bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak. Siapa yang mencuri apa dan untuk kepentingan apa ? well, sudahlah, kita semua bersaudara. Toh kita tidak akan hidup selamanya. Memangnya kalo kita bertengkar sekarang ini 1000 tahun dari sekarang masih ada yang perduli ? Setelah kita mati anda tahu Indonesia atau Malaysia akan jadi apa ? Dijajah (collonized by) negara lain ? Bersatu menjadi satu negara ? atau Tenggelam karena tsunami, gempa bumi ?. Well, seandainya kita bisa tahu apa yang terjadi setelah mati maka kita tidak akan pernah bertengkar karena tahu semua itu sia2 / tidak ada manfaatnya pada akhirnya.

  55. saya angkat topi untuk pak Kifli yang berkepala dingin untuk komentarnya yang BERMUTU tinggi !
    Untuk warga Indon dan Malesa, sebaiknya mereka berlomba untuk ETAPE berikutnya. Kalau ETAPE I (20 tahun pertama) dimenangkan Malesa, kita tunggu ETAPE II 20 tahun lagi. Kalau warga Indon SADAR akan kekurangannya , mereka tentu akan memenangkan perlombaan di ETAPE II, tapi kalau LOYO dan CUEK, ya tetap saja Malesa yang menang !! Bangun … Bangun … hey Indon- Indon…Basuh mukamu, basuh matamu .. hingga dapat MENATAP MASA DEPANMU jangan hanya KRIYIP-KRIYIP saja !!!!

  56. satu lagi yer pak cik ahmad albab, saya agak pening sikit terfikir nasib pekerja asing yang terkena razia sama RELA. betapa nasib mereka yang ‘KOSONGAN’ itu sangat2 berbeza jauh dengan nasib TEKONG2 yang dah bawa mereka melintas laut dari seberang.
    Saya belum pernah dengar cerita tekong2 yang ditangkap akibat membawa pekerja Indonesia. Padahal peranan mereka mendatangkan pekerja ‘haram’ itu bukannya kecil.
    Sudah enak mereka dapat duit, resiko tengelam kapal di tengah laut bersama puluhan jiwa gak digubris, nasib mereka setelah sampai di MLY pun tidak diendahkan. Kalaupun orang2 yang mereka bawa itu dicambuk, mereka masih bisa bawa orang lagi masuk. Macam maner nie pak ciiik…
    Kalau boleh jangan potong ilalangnya saja, cangkul dan keringkan akarnya biar tak tumbuh lagi.

    Sehrausnya mereka2 yang pernah melakukan penganiayaan kepada pembantu rumahnya tidak boleh mengajukan lagi permohonan yang sama untuk tempoh yang lama, mungkin 10 tahunan, biar jera…

  57. beberapa tahun merantau di Malesa, saya cukup tahu kalau memang benar tidak semua masyarakat sana bertindak zalim kepada TKI. ada banyak orang yang justru hormat dan respek dengan bangsa kita. Tetapi saya juga tidak menafikan bahwa lebih banyak lagi cerita2 sedih TKI yang saya dapat TIDAK MELALUI MEDIA melainkan dari orang2nya langsung.
    Pak Cik Ahmad Albab sebenarnya kes mengenai ini sama dengan kes jenayah yang dilakukan para TKI. Di negeri Pak Cik, sudah cukup terkenal akan cerita-cerita jenayah orang Indon yang walaupun benar ada orang2 kami yang melakukannya, tapi juga cukup banyak orang Indon yang sopan dan santun terhadap majikannya, bekerja keras tidak pernah mengugut ataupun mengadakan kerusuhan. Tapi begitupun imej bangsa degil yang tidak boleh diatur telah lekat kepada kengkawan orang2 Indon ini. Bahkan di Malaysia, telah terkenal kalau salah satu bangsa di SUMUT adalah kanibal, dan kepercayaan itu masih ada sahaja hingga kini. Sering org2 MLY kawan sy menanyakan kalau itu betul adanya.
    Saya jadi teringat Allah mengingatkan kalau kita dilarang mencela satu kaum/golongan. Karena belum tentu yang dicela itu lebih buruk dan belum pasti yang mencela itu lebih baik.
    Saat kita menuding dengan telunjuk, semua empat jari yang lain menuding ke hati sendiri…
    Betul kata pak Dhe, sering bangsa Kita ‘Tangi Kawanen’, kesiangan bangun. Saat semua sudah terjadi, seluruh orang terbangun gelagapan, berteriak2 kesurupan bahwa yang sudah terjadi itu salah. Padahal sebelum bangsa kita tidur, mereka tidak menyiapkan apa2 dengan harta bendanya. Saat Sipadan Ligitan terpelosok, justru Mly yang membangunnya, memberi fasilitas, memajukan. Saat anak-anak kita sudah lupa akan lagu daerahnya, MLY lah yang menaikkannya, mengenalkannya pada dunia. Saat para penari reog sudah mulai surut, susah hidupnya, MLY lah yang mengangkat namanya. So what gitu loh..
    We’ve done nothing about them…
    Saat pemerintah gak mau ngangkat IPTN, justru sarjana2 cerdas kita diembat PT asing, diopeni, dihargai.. Saat pemerintah gak bisa ngasih kerjaan, Arab Saudi, Qtar, MLY, Korea, Hongkong, telah mengambil dan ngopeni pekerja2 profesional maupuan para pengasuh2 kita yang penuh kasih sayang (ini diakui oleh org s’pore, dan tempat2 lain). Sampai mereka ‘malas’ mau pulang lagi (pak cik ada benarnya kan?), ada sepasang pembantu di korea berharap bisa tinggal saja disana?
    So what gitu loh??? We’ve still done nothing to them…
    Saat kita marah karena Parang ROsak dihak-i oleh Malesa, apa kita sudah pasti pemerintah kita melindunginya? Lha wong gadis kita diperkosa di negeri orang aja pemerintah kita gak bisa berbuat apa-apa kok.
    kangmas2 sekalian, sekarang kan era global, biar aja MLY ngangkangin budaya kita, ngakuin milik mereka, toh masih banyak budayawan2 internasional yang tahu bahwa mereka tak kan bisa ngambil “Rasa” nya dari kita.
    Saya rasa, saat ini kita cuman marah dan mlongo, bertanya2 “Lho ternyata tayuban itu bisa dipatenin to, oalaaaah…..”. Tangi kang, tangi…..!

    Pareng pak dhe…

  58. Mat rempit,
    Saya katakan begitu sebab terasa yg idea anda itu sangat radikal. Bukan apa takut pulak diorang kotakan apa yg sdr katakan tu. Anda pun tentu sedia maklum kalau dalam perkara itu diorang ni memang pernah melakukannya.

    Saya percaya yg luahan itu tentu disebabkan anda tidak tahan malaysia dikutuk.

  59. Ahmad Albab,

    Yang punya mental disorder tu ialah si indon tuh. Mengatakan Malaysia sebagai malesa, malingsial, malasial dll. Terlalu angkuh dengan lagu rasa sayange yang tidak terbukti kukuh siapa punya sebenarnya. Orang indon nih semakin meluap kebencian mereka terhadap kami yang dipanggil mereka malingsial, malesa.

    Ini semua berpunca dari Menteri Pelancongan bebal si Teuku Adnan yang berasal dari Sumatera, Acheh. Beliaulah punca segalanya mengenai isu ini. Bukan si Mat Rempit radikal yang bermental disorder.

    Take back your STUPID angklung – the worst musical instrument to play. This malasial, malesa is not STUPID and do not enjoy watching kudang kepang too – tarian orang gila bermental disorder!

  60. Saya jangka issue ini sudah selesai. belum lagi rupanya…

    Saya teringin untuk menjawab komentar Mat Rempit yg radikal itu. Tapi sila dapatkan rawatan utk mental disorder anda itu di rumah sakit. Takut kalau terlewat nanti bisa mencelakakan diri anda.

    Kalau sudah pulih, kita sambung berkomentar lagi ya…

  61. I would agree as Pak Rovicky analogue on Irish Pipe above.
    The Colorado group who play Irish Pipe would still say that is “IRISH pipe” Not “Colorado pipe”. Why ? That becouse the pipe is coming from Irish, eventhough play by Colorado people who might be an Irish migrant.
    But if you said Angklung is coming from Malysian that is not right scientifically. The Colorado Music Group is SMART ! They are not STUPID to say that they play Colorado Pipe, right ?

    When you claim legally, it is just a STUPID people who doing that. This is not about right or wrong legally but this is about STUPID and SMART of using the cultural heritage.

    So it is easy to see who is STUPID and who is SMART on this one.

  62. Ini cabutan dari artikel oleh M. VEERA PANDIYAN
    The Star tempoh hari:

    ” ….Unlike patented inventions and copyrighted contemporary music, it is not easy to determine the ownership of traditional songs that are common to the cultures of a region, just as it is not easy to claim ownership of cultural heritages that have been adapted or assimilated from the influences of more dominant civilisations.

    For example, would it be fair to argue that many aspects of Indonesia’s heritage – like its ever-present symbol of Garuda, the imposing statues of Ganesha or Bhima which stand outside buildings, or the majestic sculpture of horses pulling Arjuna’s chariot in the middle of Jakarta – belong to Hinduism and India?

    Just how would Indonesians feel if they were accused of “stealing” from India’s much richer cultural heritage? ……”

    Benarkah indon juga mencuri dari india?

    Acara kebudayaan orang cina di malasial seperti tarian naga dan lain-lain, tidak pula ada bantahan dari negara china! Begitu juga dengan acara-acara kebudayaan orang india malasial tidak pula ada bantahan dari India?

    Mungkin pada mereka (China dan India) ini perkara remeh! atau tidak ada jatidiri seperti malasial malesa?

  63. Sdr mikail mengapa perlu emosi dalam isu budaya. adakah saudara tidak faham isu yang cuba saya katakan dalam penulisan saya sebelum? atau saudara gagal memahami sejarah? Adakah isu budaya yg dulu kongsi bersama menjadi hak sesebuah negara shj? Apakah jika ada diantara rakyat malaysia yg mempunyai asal usul dari Jawa contohnya tidak boleh mengamalkannya spt kuda kepang? Hanya kerana kerajaan malaysia ingin menggalakan tourism maka digunakan ikon lagu ‘rasa sayang’ yg konon nya berasal dari lagu rakyat Menado, maka malaysia tidak boleh mengamalkannya? bagaimana nanti jika rakyat malaysia yg dulu berasal Menado mengatakan malaysia berhak. Oleh kerana malaysia juga ada warga yang asalnya dari India dan cina, saya tidak pasti adakah Negara India dan China juga akan mempertikaikannnya jika ada rakyat malaysia mengamal budaya nenek moyang mereka.Sudahlah dengan isu budaya ini. Jika asyik bertelagah isu remeh ini maka sesuatu kemenangan kepada Belanda dan Inggeris.

    Saya bersyukur jika pemimpin malaysia mengambil tindakan untuk memajukan ekonomi negara demi kepentingan rakyatnya. secara tidak langsung juga memberi keuntungan pekerjaan kpd TKI dan negara2 lain. Adakah bila malaysia mundur, TKI akan datang mencari rezeki di Malaysia.

    MAsalah hubungan antara malaysia dan indonesia adalah masalah EGO dan IRIHATI. Indonesia anggap dirinya abang, manakala Malaysia dianggap adik. Dlm masa yg sama, sebagai adik, malaysia tidak mahu ditindas, maka bangun memajukan diri dalam ekonomi. Ini kerana, Indonesia tidak memberi contoh teladan yang baik dalam sejarahnya. Lihatlah Acheh, Timur Timor.

    Indonesia mendapatkan kemerdekaan dengan senjata yang memakan warganya yang cerdik pandai yang sepatutnya boleh digunakan untuk memajukan negara, namum malaysia memilih jalan perundingan, walaupun selalu diperlekehkan Indonesia.

    Sehingga saat ini, cara malaysia ini berjaya memajukan negara. Sifat bangga diri, rakyat yang negaranya berjaya memang tidak dapat dielak. Lebih lagi dibawa kepemipinan Dr Mahahir, rakyatnya didik supaya jangan pandang rendah pada diri sendiri. Rakyatnya dipupuk supaya yakin pada diri sendiri untuk memajukan ekonomi negara. Rakyat juga dipupuk untuk memakmurkan jiran sbb itu malaysia membenarkan pekerja asing datang ke malaysia. Namum buat masa ini, rakyat malaysia meminta kerajaan buat kawalan tentang perkara ini kerana ianya menjadi tidak terkawal dan menimbulkan masalah terutama sekali isu keselamatan, kesihatan dan sosial.

    Malaysia tidak bimbang dengan gertakan ‘ganyang malaysia’. Jika dahulu, isu ini digunakan oleh Sukarno untuk mengalih pandangan rakyat Indonesia dari masalah ekonomi dalam negara. Malaysia tidak gunakan apa jua isu Indonesia bagi meraih kepentingan politik mana kelompok dalam malaysia. Berbanding Indonesia, masalah lagu rasa sayang, penderaan pembantu rumah Indonesia, ambalat digunakan sebagai modal politik di Indonesia. (Jika diselidiki, isu penderaan pembantu rumah indonesia hampir semua berlaku dibawah majikan Cina yang memeras tenaga mereka sehabis-habisnya. Ianya tidak berlaku dibawah majikan Melayu kerana perasan sebangsa. Jika ada yang tidak berpuashati dengan perkhidmatan pembantu rumah, mereka akan dihantar semula kpd agen.)

    Jika ada yang mencadangkan supaya TKI memberontak, buat demonstrasi dan lain-lain. Ianya tidak berjaya. buat apa merosakkan periuk nasi sendiri demi kepentingan pihak tertentu di Jakarta. Andaikata ekonomi Indonesia baik, kenapa TKI perlu ke malaysia.Lebih baik kerja di Indonesia. Cuba lihat angka pengiriman wang TKI dr malysia ke Indonesia sebelum hari raya aidilfitri baru-baru ini. Ini sudah cukup menggambarkan hasil positif dasar memakmurkan jiran oleh malaysia

    Lebih baik Indonesia tumpukan usaha kepada merapatkan jurang antara golongan kaya dengan miskin. di malaysia, jika anak petani sekalipun mempunyai peluang menjadi golongan atasan pemerintah kerana peluang pendidikan yang sama rata. Buktikan anak dibawah kolong atau jambatan boleh jadi menteri. Hapuskan korupsi (di malaysia juga ada rasuah yang sedang dibanteras daripada menular. cuma tidak terang-terangan spt di Indonesia. Indonesia ada tentera yang besar tp ada yang sinis mengatakan dengan wang sogokan, tiada masalah untuk ditundukkan). Hentikan budayakan demonstrasi jalanan. Gembelengkan usaha reformasi tanah. Rakyat indonesia ramai..tanahnya luas, modal insannya besar cuma pelan reformasi tanahnya tiada yang komprehensif..

    Malaysia juga tidak boleh lalai. kemakmuran ekonomi bukan kekal selamanya..

  64. Banyak sudah penjelasan dari seperti halabrands, norisham, ahmad albab dll menceritakan perihal nusantara yang dulunya tidak bersempadan politik seperti sekarang ini, menjadi punca pertikaian kita.

    Tetapi tidak diterima oleh rakyat indon. Pada mereka malesa malasial etc ini pencuri. Perasaan membenci orang indon terhadap kami malasial, malesa semangkin memuncak setiap hari, ditambah dengan cerita cerita hangat dari media indon memburukkan kami.

    Saya cadangkan rakyat indon teruskan usaha mengganyang malasial malesa ini. Adakan demonstrasi berterusan di hadapan kedutaan malasial di jakarta tu dan bakar bendera malasial tuh. Buatkan setiap hari dan bakar lebih banyak bendera malasial tu.

    Jika terjumpa orang-orang malasial atau student malasial, tangkap mereka dan hentam ramai-ramai sebagai melepaskan geram.

    Minta orang-orang indon sebanyak 1.5 juta di malasial, juga berdemonstrasi di putrajaya. Bakar bendera malasial di depan pejabat PM.

    Bawa balik itu lagu rasa sayang re, angklong, batik, kuda kepang, dan apa-apa lagilah hak indon pulang ke indon. Jangan lupa mendakwa kerajaan malasial di mahkamah antarabangsa mengenai hakcipta lagu tu, batik tu dan lain-lain lagilah.

    Bawa balik juga lagu-lagu lain yang indon punya. Batik indon, buku-buku indon dll bawa balik semuanya. Jangan lagi mengeksport semua itu ke malasial lagi. Drama indon di tv malasial dan filem indon juga mesti dihentikan siarannya. Pendek kata segala yang indon, bawalah balik.

    Semua itu malasial boleh mencari ganti. No problem! Kami rakyat malasial, malesa tidak mahu jatidiri indon.

  65. encik ahmad,
    saya pun orang melayu, dari pontianak, kalimantan. saya pernah duduk kat KL selama 1 tahun di cheras. masalah sebutan indon, saya kira tak sesederhana soal penyebutan seperti yang anda katakan. setiap kata lahir dari suatu keadaan, dan
    makna kata itupun mengikut pada perkembangan keadaan. saya faham kalau sedikit sulit untuk melafalkan kata “indonesia” yang panjang
    itu sehingga lebih mudah kalau dipendekkan jadi indon sahaja. tapi saya juga faham bahwa lebih banyak lagi nama bangsa yang juga panjang dan tak disingkat dalam penyebutan dalam bahasa melayu.
    selandia baru tetap disebut utuh meski ia panjang. demikian pula dengan amerika, pantai gading, dan seterusnya.

    lebih dari itu, soal indonesia memang bukan sekedar singkatan indon. tapi soal dengan cara atau dengan perasaan apa kata indon itu dilafalkan. seperti juga dengan cara apa kita melafalkan kata cina, bangla, atau keling. tentu anda tahu maksud saya. tentu anda faham bahwa masyarakat malaysia melafalkan kata oz (singkatan untuk australia) dengan perasaan berbeda dengan ketika mereka melafalkan indon, bangla, atau keling. bukankah begitu?

    tidak semua memang. tapi saya tahu bahwa sebutan mat indon atau minah indonesia awalnya adalah sebutan untuk para pekerja kasar indonesia di malaysia. anda tidak gunakan sebutan itu untuk para white collar indonesia yang ada di malaysia.

    pertanyaannya, mengapa sebutan yang membedakan itu mesti ada?

    salam
    hasan

  66. @norhisham = “..Saya tertarik dengan dialog yang diutarakan. diharapkan ianya disampaikan dengan hikmah. Tiada ada bezanya antara peribumi Malaysia atau Indonesia. Kita serumpun. Yang berbeza hanyalah sempadan politik & geografi hari ini yang memisahkan. hasil colonisatition. Kesan langsung dari ini kita tidak lagi bebas sebagai sebuah ‘nusantara’. .. ”

    ehem silahkan anda perhatikan siapa yg menggunakan kebudayaan siapa untuk keperluan apa ? malesa menggunakan kebudayaan anda untuk keperluan politik pemimpin negeri anda yaitu memajukan ekonomi anda saja, lucu ya saat anda “menggunakan”(baca mencuri) anda langsung merujuk bahwa kita hanya beda politik de el el, namun anda lupa bahwa anda “menggunakannya” (baca mencuri) untuk kepentingan politik negeri anda secara langsung yaitu untuk kepentingan ekonomi negeri anda sendiri, kepentingan ekonomi anda di arahkan oleh para pemimpin politik anda, anda mengerti kan ?

  67. Sebuah nukilan dari Al-Qur’an :
    “manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal”
    Subhanallah, kenapa kita bertengkar?
    marilah kita mendahulukan diskusi seperti yang dicontohkan Rasulullah.
    for my brothers in Malaysia, i have friend whom school in Medicine Faculty. dia komplain, katanya temannya yang dari Malaysia suka merasa lebih unggul daripada yang lain, mereka being ekslusif.
    sudah kodrat manusia untuk selalu merasa yang paling benar.
    nasionalisme malah meruntuhkan islam, bersaudara dalam islam yang paling benar.

  68. Saudara ku Triwibowo, memang benar kata-kata anda. Apa jua yang kita buat semasa didunia yang sementara ini, kita akan disoal mengenainya diakhirat kelak. Kita akan dijadikan “accountable” dengan apa yang telah kita buat.
    mengenai dengan komen Rovicky, memang benar malaysia dianugerahkan kekayaan yang melimpah-limpah dan memerlukan tenaga kerja yang banyak sehingga malaysia memerlukan tenaga daripada luar. Untuk makluman, tenaga kerja asing legal di malaysia pada masa kini berjumlah lebihkurang 4 millions yang terdiri daripada negara Bangladesh, Pakistan, Myamnar, Vietnam, Phillipines, Thailand, laos, cambodia, nepal, srilanka, tetapi tenaga kerja daripada indonesia adalah yang paling ramai iaiatu lebihkurang 1.5 million (tidak temasuk pekerja gelap) kerana kerajaan malaysia memberikan keutamaan kepada pekerja Indonesia. Baru-baru ini Bangladesh memohon untuk menghantar 200,000 pekerjanya tetapi ditolak oleh Malaysia. hanya pekerja indonesia saja yang tidak dibekukan pengambilannya buat masa ini.
    Sebagai manusia biasa, memang ada majikan yang berlaku kejam kepada pekerja mereka, tetapi jumlahnya amatlah sedikit dan biasanya majikan ini akan dihukum di mahkamah. Daripada jumlah 500,000 pekerja indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah, kurang daripada 10 kes majikan berlaku kejam setiap tahun. ratio kes ini adalah kurang daripada 0.0001% daripada jumlah besar. Namun kadang kala saya merasa amat sedih kerana kes yang amat sedikit inilah yang selalu menjadi “front page” akhbar-akhbar di Indonesia, terutamanya “Media Indonesia”. Saya amatlah berharap agar rakyat Indonesia sedar bahawa majority rakyat malaysia terutamanya yang beragama islam adalah sama seperti rakyat islam di Indonesia iaitu takutkan Allah, bertimbangrasa sesama insan, mencari rezeki yang halal dan percaya kepada hari kiamat (hari pembalasan).
    Negara yang bernama Indonesia dan Malaysia wujud akibat percaturan politik dan penjajahan kuasa barat. Rasanya sudah terlewat untuk kita mengubah aliran sejarah silam tetapi kita (saya dan anda) bisa dan mampu menentukan aliran sejarah akan datang. Titik permulaannya ialah dengan menghapuskan prasangka buruk antara satu sama lain.

    (p/s: Untuk makluman, 2 orang anak saudara saya belajar untuk menjadi doktor perubatan “medicine” di 2 buah universiti indonesia.)

  69. Saya tertarik dengan dialog yang diutarakan. diharapkan ianya disampaikan dengan hikmah. Tiada ada bezanya antara peribumi Malaysia atau Indonesia. Kita serumpun. Yang berbeza hanyalah sempadan politik & geografi hari ini yang memisahkan. hasil colonisatition. Kesan langsung dari ini kita tidak lagi bebas sebagai sebuah ‘nusantara’. Contohnya untuk merantau dari satu tempat ke satu tempat yang lain dalam nusantara. isu lagu, tarian dan sebagainya adalah isu remeh yang merosakkan bangsa jika diperdebatkan. Ada masih isu lain yang perlu diutamakan.

    Saya setuju spt diutarakan oleh halalbrands. Oleh kerana isu sempadan ini juga, saya telah terputus hubungan dengan saudara mara di sumatera. Dulu sebelum Malaysia merdeka, kerap ahli keluarga saya sebelah ibu yang menziarah kaum keluarga di sumatera. Kali terakhir saya masih teringat, bapa saya menghantar seorang saudara dari airport bt berendam melaka untuk ke padang/bkt tinggi. Kerap juga semasa kecil arwah nenek saya menceritakan kisah2 lama keturunan saya d sumatera. mengapa nenek moyang dulu tinggalkan pagar ruyung akibat penjajahan belanda dan sebagainya. Itu yg menyimpan hasrat utk melawat sumatera. Tp kerap tertangguh akibat keadaan yang tak mengizinkan spt gempa bumi etc.

    Kini saya telah berkahwin. Isteri saya seorang keturunan Jawa. Asal Johor. Oleh kerana, kurang diberi penekanan ttg asal usul, ada diantara anak muda malaysia yang tidak tahu asal-sul mereka kecuali diceritakan oleh ibu bapa. Saya terkejut juga, apabila salah seorang ahli keluarga menunjukkan salasilah keluarga yang terus ke Diponogoro. Baru-baru ini, saya ke Indonesia bersama isteri. melawat tempat-tempat dr Jakarta hingga ke bandung..

    Kini dibatasi sempadan politik, kita tidak lagi boleh berhijrah sesuka hati. dulu sebelum merdeka, imigran dr jawa atau sumatera masih boleh ke tanah melayu atas dasar serumpun yang akhirnya menjadi warga malaysia..tetapi mengapa kini menjadi isu?? apakah salah jika mencari titik pertemuan kesepakatan? jika ekonomi malaysia lebih baik dr jirannya buat masa ini, apakah salah jika kita berusaha makmurkan jiran?. Kita harus berusaha menjadi jiran yang baik. Saya sokong saranan Dr Mahathir ini dulu.TKI juga manusia. jika mereka susah kita perlu bantu. Banyak caranya jika tiada anasir luar yang mengggangu dan kita ikhlas berusaha dari membiarkan diri kita terperangkap dengan isu remeh. Namun apa yg saya lihat ada warga yang bukan serumpun cuba mengambil kesempatan atas perkara ini. Tp kita tidak sedar yang mereka sebenarnya menumpang..Di malaysia jelas sifat mereka..tp di Indonesia sukar kerana nama semuanya nama Indoneseia..

    apapun saya kagum dengan SBY/Jusof Kalla

  70. Bicara soal budaya, mungkin saja di Malesa memang ada banyak orang Jawa yg imigran ke sana. Dan tentu saja orang Jawa di sana boleh menggunakan budaya jawa di sana (bahkan bukan orang jawa sekalipun boleh saja kok menggunakannya).
    Namun apakah lantas budaya Jawa itu boleh diakui jadi budaya Malesa? Saya pikir ini titik masalahnya. Menggunakan tidak berarti boleh menghapuskan hak cipta dan sejarah.

  71. FROM IMMIGRATION WITH LOVE

    dari imigrasi ke imigrasi
    kita mengetuk pintu, sayang

    bertanya-tanya
    adakah sejumput rindu disana?

    dari imigrasi ke imigrasi
    kita membuka jendela, sayang

    menebar benih di taman
    berharap bunga-bunga cinta kian bermekaran

    2007
    triwibowo

    Nb:
    saudara2ku indonesia dan malesa, marilah kita berlomba-lomba berbuat kebajikan antar sesama sebagai bekal kita kelak. Kehidupan dunia ini hanya senda gurau belaka bukan? wass.

  72. Sdr Rovicky,

    Saya tidak tahu kalau penggunaan kata Malesa itu untuk mempermudahkan sebutan. Tentu saja kami boleh terima kalau itu tujuannya.

    Dan saya juga tidak tahu kalau perkataan Indon itu memberikan rasa tidak senang kpd warga anda.
    Sebenarnya tujuannya juga adalah sama iaitu untuk memudahkan sebutan.

    Di Mlaysia juga ada istilah Mat Indon & Minah Indon. Saya tidak tahu kalau istilah ini juga menimbulkan rasa tidak senang. Rasanya perlu saya jelaskan untuk menghilangkan rasa salah faham (kalau ada).

    Mat Indon bermaksud lelaki Indonesia & Minah Indon bermaksud wanita Indonesia. Tujuan penggunaan istilah ini hanya satu – meringkaskan sebutan. Jadinya kepada warga indonesia yg pernah dipanggil dengan istilah ini, jangan tersinggung. Ia bukan bertujuan untuk menjatuhkan martabat anda.

    Sama juga seperti kami yang memanggil Mamat & Minah kpd lelaki & wanita yang tidak dikenali.

    Berkaitan dengan illegal worker saya bersetuju kalau penyelesaian dilakukan oleh kedua2 pihak. Memang benar banyak empoyer dari malaysia yg menggunakan illegal worker. Dan ramai juga empoyer ini yang sudah didakwa/dihukum oleh kerajaan malaysia.

    Tapi masalah masih saja wujud kerana kegiatan orang tengah/agent (di sini dipanggil tekong) di kedua2 negara. Oleh itu adalah menjadi kewajipan Malysia dan Indonesia untuk menangani masalah ini bersama.

  73. To Almad Albab dan Hallal brand

    Thanks for your comment. Thats an indication of good DIALOGUE. Dalam sebuah interaksi yang lengkap sudah semestinya ada dialog.

    The reason why I called MALESA itu sebenarnya hanyalah untuk memberikan “rasa” yang sama dengan Warga Malesa yang menyebut kami indon. You can feel how if we call you MALESA. You do not feel confortable, right ? Kamipun merasakan hal yang sama.
    Saya bolehlah mengerti mengapa banyak orang Malesa menyebut indon, padahal eja yang tepat adalah INDONESIA, bukan indon. Banyak Media di Malesa menyebut Indon misalnya STAR yang dengan reason “to simplify”. Hal yang sama bagi “Indoensian Tongue” dan mempermudah kami menyebut Malesa.

    Both of you benar sekali, kedua bangsa ini saling membutuhkan (maaf saya menggunakan kata butuh, yg berarti aneh buat anda ya ? 🙂 … Okelah kedua bangsa ini “saling memerlukan”. Indonesia sedang kesulitan ekonomi saat ini, dan Malesa sedang memiliki pojek-projek yang membutuhkan tenaga dari Indonesia.

    Permasalahan “Illegal worker” bukan hanya dari sisi Indonesia saja, tetapi <both side (indonesian side and Malesian side). Banyak employer Malesa yang menggunakan ‘illegal worker’ yang dibayar lebih lebih murah dari ‘legal worker’. Kedua negara “HARUS bekerja bersama” untuk kegiatan yang dapat masuk kategori “human traficking” ini. Karena kalau sampai hal ini tidak ditangani serius oleh Government Malesa, nantinya akan merugikan Malesa dari pandangan dunia. Illegal worker juga tidak hanya datang dari Indonesia, juga ada dari India, Burma dan lainnya.

    Thanks for your comments.
    I am waiting another positive dicussion.

  74. Anggota kumpulan The Mercys yang saya amat minati dahulu tidak pernah menukar nama mereka: Rinto Harahap dan Charles Hutagalung
    Tapi mengapa kini genarasi baru seperti nazril irham menukar nama kepada “ariel”. Apakah sudah hilang jatidiri sebagai rakyat indonesia? Peterpan amat popular di malaysia dan sering datang “cari makan” di malaysia.

  75. Ada beberapa perkara yang anda perlu tahu jika anda ingin membuat apa-apa komen mengenai Malaysia.
    Pertama,anda perlu belajar ialah mengeja nama Malaysia dengan betul. Malaysia dieja sebagai M A L A Y S I A, bukannya Malesa.
    Kedua,lebih 80% penduduk di tiga wilayah yang paling maju di Malaysia iaitu Johor, Negeri Sembilan dan Selangor adalah berasal daripada indonesia iaitu daripada Jawa (Johor dan selangor), dan Sumatera (Negeri Sembilan). Ketua pemerintah negeri selangor bernama Muhamad Khir Toyo. Bapanya (Toyo) berasal daripada jawa barat. Sultan(Raja)negeri selangor adalah daripada keluarga diraja Bugis (Keluarga Daeng Parani. Raja Negeri Sembilan berasal daripada keluarga diraja Pagar Ruyung di Sumatera. Salah seorang moyang kepada Timbalan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, berasal dari sulawesi (dan ada kaitan keluarga dengan Jusuf Kala.Ramai pemimpin dan bijakpandai Malaysia adalah daripada keluarga yang asal usulnya dari suatu wilayah yang kini dikenali sebagai Indonesia.
    Ketiga, rakyat Malaysia tidak mencuri atau merampok budaya indonesia. Contohnya, rata-rata rakyat melayu Johor adalah berasal daripada pulau jawa dan membawa bersama bahasa dan budaya jawa. malahan bahasa jawa masih digunakan sebagai bahasa pertuturan didalam rumah dan keluarga. tarian budaya mereka ialah kuda kipang. Apakah mereka ini tidak dibenarkan mengatakan itu tarian budaya mereka hanya karena mereka kini sekarang menjadi rakyat Malaysia?
    1.5 juta rakyat indonesia mencari makan -MENCARI MAKAN – di Malaysia secara legal. 1.5 juta lagi adalah “pekerja gelap”.
    Semoga Malaysia bertambah maju dan aman agar rakyat Indonesia terus menerus dapat mencari rezeki di Malaysia.

  76. Hampir lupa, Malaysia juga mempunyai jatidiri yg tersendiri. Kami tidak akan terasimilasi dengan budaya Indonesia. Jatidiri Malaysia bukan diukur hanya dengan LAGU RASA SAYANG & ALAT MUZIK ANGKLUNG. Tetapi ia merangkumi sosial, ekonomi dan politik yang rumit. Jadi penggunaan tajuk “Malesia Sedang Mencari Jatidiri Budayanya’ adalah tidak tepat, kalau hanya sekadar dikaitkan dengan lagu Rasa Sayang dan muzik Angklung.

    Berkaitan soal artis – memang tidak dinafikan yg lagu2 dari Indonesia sangat diminati di sini (saya juga peminat Dewa). Tetapi ia tidak akan menjadikan kami kehilangan jati diri. Kemasukan artis Indonesia ke Malaysia bukanlah perkara yang baru. Ia sudah berlaku semenjak 1970an dan 1980an lagi. Tetapi sehingga sekarang kami masih berjiwa Malaysia. Lagu2 Indonesia sekadar dinyanyikan dengan mulut tanpa mengubah jatidiri kami.

    Soal jenayah 80% dilakukan oleh warga Malaysia. 80% itu akan menjadi sangat sedikit jika dinisbahkan dengan jumlah 28 juta (million) rakyat Malaysia.

    Harus anda ketahui 2/3 rakyat asing di negara ini adalah dari Indonesia, iaitu masih belum sampai 10% daripada jumlah populasi Malaysia. Harus juga diketahui hampir 20% jenayah di Malaysia dilakukan oleh warga Indonesia. Sekarang cuba anda hitung 20% itu dengan jumlah rakyat Indonesia yg tidak sampai 10% dari populasi Malaysia. Anda akan mendapat nisbah yang besar.

  77. Terima kasih kerana memberikan beberapa komen terhadap negara kami. Cuma ejaan Malesa itu tidak tepat. Inilah yg tepat: MALAYSIA. Saya mengakui beberapa perkara yang ditulis oleh penulis adalah benar; misalnya tentang lagu rasa sayang, korupsi RELA etc.

    Tetapi isu2 ini adalah isu terpinggir (sedikit/ jarang berlaku). Saya bukanlah seorang prejudis terhadap bangsa Indonesia. Jauh sekali untuk memusuhi kalian, kerana saya juga mempunyai ramai sahabat berbangsa indonesia.

    Cuma persepsi anda terhadap Malaysia itu adalah salah. Apa yg nyata media anda sering sahaja membesarkan isu yg berlaku, seolah-olah semua warga Indonesia di Malaysia teraniaya.

    Sedangkan kerajaan(pemerintah) & warga kami sudah terlalu banyak berkorban utk warga anda di sini. Pekerja2 ladang yg umumnya berasal dari Indonesia disediakan rumah, elektrik, air, perkhidmatan kesihatan, bahkan sekolah. Ibu2 yg sedang hamil dimestikan datang ke klinik setiap bulan & bayi yg baru dilahirkan juga diwajibkan mendapat suntikan imunisasi.

    Saya masih ingat semasa di sekolah menengah (SMA) begitu ramai teman berbangsa Indonesia. Malah ada juga keluarga saya yg berkahwin dengan mereka. Pernah seorang teman Indonesia menyatakan bahawa kalau boleh dia ingin terus menetap di Malaysia kerana keselesaan & ‘keistimewaan’ yg mereka dapat. KALAU TIDAK PERCAYA BOLEH SAJA MELAWAT KE MALAYSIA.

    Kalau saja saya tuliskan semua pengorbanan yg rakyat kami berikan kepada rakyat Indonesia yg datang ke sini, akan menjadi sangat panjang. Cukuplah dulu setakat ini. Kalau ada masa saya akan tuliskan pula MASALAH YANG DITIMBULKAN OLEH WARGA INDONESIA TERHADAP MALAYSIA.

    Semoga kita akan melihat perkara2 ini dengan fikiran yang terbuka.

  78. Kalo dirasa-rasa terserah, karepmu malingsia..setelah mengakusisi semua keb indon, termasuk pulau2nya segeralah masuk dalam NKRI..tanamkan dalam jiwa generasi muda kalian mengenai kebudayaan NKRI lalu masuklah kalian kepangkuan ibu pertiwi he he he

    buat kita Indon, jangan sampai jati diri kita tercemar Barat. sementara kebudayaan kita dicuri tetangga sebelah. nanti kata Joyoboyo kita cuma bisa gedhek2:)

    Mari kita tingkatkan NASIONALISME-ULTRANASIONALISME..kembali ke menjadi MACAN ASIA
    Awas Bahaya kuning.

  79. Sepak takraw juga dimainkan di Thailand tapi mereka tidak meng-klaim bahwa itu olahraga tradisional mereka kok.
    Tentang BATIK. Thailand juga punya yang mereka sebut “THAILAND BATIC”. Motifnya memang mirip2 batik Indo tapi cara penulisan dan desainnya berbeda. Mereka pakai kata yang mirip kata “batik” karena batik Indo lebih dikenal di luar negeri. Tapi mereka tetap bilang itu Thailand Batic. Bukan batik Indo yang di-klaim.
    Buat Matusky, sejarah gak bisa diubah. Angklung bagaimanapun tetap saja alat musik asal Sunda. Jangan2 nanti lagu Sunda “Es Lilin” juga diklaim ama malaysial hehehehe….. (tapi saya orang Jogja lho).
    Lebih baik malaysial (pake hurup kecil) mengakui kalau mereka gak punya budaya yang khas/unik dan memakai budaya para penduduknya yang beragam dan jangan pake isu rasial/iman. Itu malah gak apa2. Itu yang bener2 “Truly Asia” daripada main klaim punya orang lain hehehehe….
    Yang pinter dong kalau mau ngeles (mengelak). Emang gak kreatif….. negara yang aneh….
    Bukan begitu, Pakdhe Rovicky?
    Kalo inget banyaknya kayu Indo yang dicuri Malaysia, walah! Geregetan saya! Mereka punya pangkalan khusus (resmi milik pemerintah malaysial) di perbatasan untuk menampung kayu2 curian itu dan dicap “Origin Malaysia”!!! Itu hasil penelitian resmi sebuah NGO luar negeri (bukan punya Indo). Sayang gak punya softcopy, cuma hardcopy aja. Makanya pantes disebut Malingsiah.

  80. Tapi referensi yg dikirim matusky, gak ada yg kurang dari referensi th 1974, referensi yg kita punya th 1962 punya (rekaman lokananta solo), mana yg lebih dulu dan siapa yg jadi maling, bangsat….kalo bukan malingsiah.

  81. Dear Matusky
    Thanks for your comments with showing a fresh new writing from articles to your about Malaysian Music Desertation.

    It is clearly shows and prove that Malaysia is new in these music types, which I believed scientifically you agree that are originally from Indonesia.

  82. Matusky, P. & Tan, S.B. (1997). Muzik Malaysia: Tradisi Klasik, Rakyat dan Sinkretik. Penang: Asian Center Penang & Akademi Seni Kebangsaan.

    Matusky, P. (1994). “Music of the Mak Yong Theater of Malaysia: A Fusion of Southeast Asian Malay and Middle Eastern Islamic Elements.” In To The Four Corners, A Festschrift in Honor of Rose Brandel. pp. 25-53. (Ed. Leichtman, E.). Warren, Michigan: Harmonie Park Press.

    Matusky, P. (1994). “Traditional Music among the Singapore Malays: Notes and Reflections on Old Genres in a New Urban Context.” Tirai Panggung. 2: 43-56.

    Matusky, P. (1993). Malaysian Shadow Play and Music. Kuala Lumpur: Oxford University Press.

    Matusky, P. (1992). “Musical Instruments of Sarawak.” In Sarawak – A Cultural Legacy. (Ed. Chin, L.). Kuching: Soc. Atelier.

    Matusky, P. (1985). “An Introduction the the Major Instruments and Forms of Traditional Malay Music.” Asian Music. XVI(2): 121-182.

    Matusky, P. (1982). “Music from Malaysia.” Resound. I/4: 1-2.

    Matusky, P. (1982). “Musical Instruments and Musicians of the Malay Shadow Puppet Theater.” Journal of the American Musical Instrument Society. VIII(1982): 38-68.

    Matusky, P. (1974). Music of the Malaysian Wayang Kulit. City University of New York: M.A. dissertation.

  83. ikutan ya…..

    Masih ingat kisah perseteruan Mahathir vs Anwar Ibrahim?

    Entah siapa yg berdusta, tapi bagi saya, sungguh sangat diluar batas rasa kemanusiaan. Pada tingkat elit politik tertinggi spt itu, mereka menggunakan isu sodomi sebagai senjata menjatuhkan lawan politik.

    Sama saudara dekat sendiri aja sampe sekejam itu, apalagi dg bangsa jiran …. (sdh sering kita rasakan).

    Thole, ayo podho ngati-ati. Dulur2, konco2 lan tonggo2 dhewe sing TKI/W ndang dikandani. Wis akeh sing mulih gak bareng nyowone.

  84. Sebenernya malingsiah itu negara keropos, bayangkan saja:
    1. sistem negaranya tidak demokratis, persis seperti demokratis ala orba, tapi karena rakyatnya payah alias penakut disana tidak ada revolusi ala mahasiswa indonesia.
    2. Bayangkan kalo TKI yg jutaan itu hengkang dari malingsiah ( emang TKI-nya tenaga kasar semua,…yg berpendidikan juga banyak man…), mau ngambil dari negara lain ….omong kosong…mereka juga gak mau nyari yg beda bhs, budaya & agama.
    3. Dulu th 70-an mli guru SD s/d Dosen ngimpor dari indonesia,….klu bangsa yg santun, sopan akan berterimakasih dg indonesia. Tapi dasar jiwa malingsiah itu Bangsat….emang gue pikir’in kta mereka.
    4. Jiwa Bangsat, maling, Rampok,….memang sudah tertanam mulai dari rakyatnya s/d government-nya, liat aja siapa yg melakukan ilegall log di Kalimantan & Sumatra, semua ada hubungannya dg bangsat2 dari malingsiah.

  85. eh, orang Indonesia juga suka klaim budaya bangsa lain lho, misal di Yunani ada juga motif semacam BATIK, Pertanyaannya : lebih dulu mana bangsa Yunani dan bangsa Indonesia dalam menggunakan hasil seni motif Batik.Juga permainan egrang, petak umpet, mengundi dengan hompimpah/hompingsut,bekelan, gobag sodor (go back to the door ), gasing/pathu, wayang dll banyak diklaim oleh pejabat Indonesia sebagai permainan/budaya tradisionil Indonesia padahal kita tahu di lain negara juga ada permainan semacam itu.
    Btw, SEPAK TAKRAW yang berasal dari Sulawesi Selatan juga populer di Malesa lho, jadi nanti mesti diklaim juga.

  86. biar se… lah, paling ujungnya2 nanti minta maaf atau kalau tidak ya kasih aja KATALOG budaya indonesia mana yang akan di koleksi MALES AH??, he. he!! atau biar mereka tambah banyak mengkoleksi “Budaya asli indonesia” kan, nanti akan nampak mana yang asli dan mana yang palsu.
    ya tidak pakde….

  87. males-wa???
    malaysia = malesa = sok jago >> banci = jago kandang doang(kalo ditantangin minta dame pake diplomasi)
    anjing lo kontoll fuck you shhittt….

  88. saya setuju dengan mas joko. BAru kali ini ngebaca tulisan pakde yang begitu bersemangat dan sangat nasionalis. Tapi coba kita renungi sejenak, peng”klaim”an bangsa malesa saya rasa hanya merupakan suatu hal yang kecil dan mengingatkan kita akan identitas negara indonesia ini. Baru kali ini rasa nasionalisme membuat indonesia satu suara dikerenakan sebuah lagu rasa sayang-e.Cukup bangga saya sebagai orang indonesia,sebuah lagu dapat menyatukan setiap orang.BTE Blog nya bagus banget Pakdhe…

  89. Malesa menganggap dirinya lebih superior dari Indonesia jadi sangat sulit untuk mengakui atau menghargai karya saudara serumpunnya. Ya semoga mereka segera sadar dan bisa respek kepada kita.

  90. Murid Durhaka Bernama Malaysia

    Setelah pulau Sipadan & Ligitan yang dimenangkan lewat peradilan International walaupun dengan pertimbangan bukan berdasarkan sejarah tapi berdasarkan masa depan pulau pulau tersebut kami ikhlaskan, rupanya mereka menjadi mabuk kemenangan.
    Blok Amb…

  91. katanya sih Indonesia-Malaisya sering berantem karena banyaknya kemiripan antar 2 negara, tapi bukan berarti Indonesia harus ngalah teruskan dengan malaisya? sudah saatnya bangsa kita menunjukkan ketegasan yang bijaksana karena ini menyangkut harkat dan martabat bangsa.

  92. Dasar Malingsial

    Pak Rovicky, saya kawatir jangan-jangan nanti lagu Indonesia Raya dipatenkan oleh Malingsial. Kalo memang begitu ya gak apa-apa, tinggal merubah nama negara menjadi propinsi. Kalo boleh saya pesen, nanti jangan pakai nama propinsi malingsial.

  93. @Supriyanto
    Malaysia pada tahun 1970an banyak membutuhkan pekerja kasar dari Indonesia terutama untuk memetik kelapa sawit. Waktu itu banyak orang-orang dari Jawa yang mengadu nasib ke Malesia. PAda saat itulah barangkali banyak orang Jawa yg juga membawa “budaya” dan untuk menghilangkan kerinduan, merekapun banyak yang “bermain” kuda kepang. 😛
    Selain itu pada akhir 70-an juga banyak guru-guru Indonesia yang mengajar. Mungkin saja mereka yang “mengeksport” budaya-budaya dari Jawa. Jadi mereka memang orang Jawa. 🙂

  94. Ada yang lupa diajarkan guru indonesia ke didikkannya: Rasa sopan santun dan sirri. Jadinya ngelunjak. Padahal waktu aku kuliah di ITB, 2 anak malaysia kerjanya nyontek aja.

  95. Pak dhe,
    kalo orang jawa ,terutama jawa timur ada tarian jaran kepang eh ternyata di malesa juga ada kuda kepang,kok sama yo 🙂

  96. Hem…, mari warga negara Indon yang baik dan bermurah hati, kita bagikan ilmu nepotisme yang merusak serta korupsi, kolusi kepada Malesa, karena sudah cukup ilmu yang baik-baik untuk mereka, saatnya mereka masuk ke dalam golongan “korup profesional”

Leave a Reply