Gunung Kelud status AWAS !

18

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis kegempaan, deformasi, visual dan pengukuran suhu air danau kawah, maka aktivitas G. Kelut berpotensi terjadi letusan. Oleh karena itu terhitung mulai tanggal 16 Oktober 2007 pukul 17:25 WIB, status kegiatan G. Kelut dinaikan dari Siaga (level III) ke Awas (level IV).Based on the seismic activity, deformation, visual observation and the temperature of crater lake were going up, So started at 17.15 WIB, 16 October 2007; Kelut upgraded from alert level III (SIAGA) to alert level IV (AWAS)

Diatas itu peringatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana.

Gunung kelud perlu perhatian dengan status AWAS. Hasil pengukuran suhu air danau kawah pada 16 Oktober 2007 pukul 12:00 WIB telah mencapai 37,8 oC. Letusan terakhir (1990) terjadi ketika temperatur air kawah sekitar 45 deg C dan buih putih sudah memenuhi semua danaunya. Jangan lupa wanti-wanti Pak Amien Widodo dari ITS ini :

Dibawah ini Rekomendasi dari Direktorat Vulkanologi

Sehubungan dengan status G. Kelut Awas (level IV), maka kami rekomendasikan:

  • § Pemerintah Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang (SATLAK PB Kab. Kediri, Kab. Blitar dan Kab.Malang) segera mengungsikan masyarakat di wilayah dalam radius 10 km dari puncak G. Kelut.
  • § Sebelum meninggalkan permukiman masing-masing, masyarakat menutup tempat penampungan air dan sumber air lainnya agar terlindung dari hujan abu vulkanik.
  • § Masyarakat yang berada pada bantaran sungai yang berhulu di G. Kelut harap mengungsi/menjauhi/menghindari ancaman aliran lahar.
  • § Masyarakat tidak melakukan kegiatan di sepanjang alur sungai yang berhulu di G. Kelut.
  • § Masyarakat agar mempersiapkan masker (penutup hidung) dan pelindung mata untuk mengantisipasi terjadinya hujan abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran napas dan iritasi mata.
  • § Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur (SATKORLAK PB) dan Pemerintah Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang (SATLAK PB) tentang aktivitas G. Kelut.
  • § Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan SATKORLAK PB.
  • § Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Kelut di Kampung Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri (Telp. 0342-804400) atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

Menurut Pak Surono Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pada tahun 1990, kondisi yang dialami seperti saat ini sudah terjadi ledakan. Akan tetapi pihaknya akan tetap waspada dan melakukan pengawasan.

🙁 “Terimakasih Pak Surono. Kita tidak boleh lengah. Mas Pitono yang jauhnya 35 Km dari G Kelut saja sangat merasakan letusan 1990”

Komentar oleh pitono
ya…. memang G. kelut punya keunikan tersendiri. Tahun 1990 lalu rumah saya yang sejauh skt 35 km tepatnya di kec. wlingi menerima kiriman kerikil mulai 13.30 dilanjutkan pasir sampai abu sampai esok hari pukul 10.45. ketebalan material di atap terukur 7 cm. dimana jeglerrrr pertama yg terdengar dari rumah pukul 08.40 wib. jadi itulah keunikan Kelut “ujug-ujug” mak JEGLER….. ngoten nggih Pak Dhe……”

Bacaan terkait :

18 COMMENTS

  1. Pak Dhe,
    bln Januari 2007 di 1stasiun TV diberitakan bahwa ada fenomena alam sekitar gn Kelud.Ada medan magnit besar yang bisa menarik benda bsar , bahkan mobil juga tertarik dalam radius tertentuwallahualam..Kita berdoa semoga saudara saudara kita di sana di sabarmenyerahkan segalanya pada Allah

  2. Pak Dhe, apa pendapat pak Dhe. Secara geografis, negara kita kan ada di lokasi yang memang rawan mengalami bencana alam. Tapi setiap ada bencana datang seperti yang mengalami kejutan saja. Padahal bencana itu juga selain karena hal di atas, bisa jadi karena ‘pokal gawe’ yang terjadi di masa-masa sebelum bencana. Apanya yang gak klop, pak Dhe? Padahal penghayatan mereka terhadap ruang hidupnya selama ini juga luar biasa.

  3. Weleh…welwh tambah seru aja tentang Kelud ! tgl 3 siang P.Surono dan temen2 sudah ngacir dari pos pantau (tapi malamnya balik lagi) dan kelud makin nggemesake dengan letusan pendahuluan kemarin…warga blingsatan cari selamat/ngungsi dewe-dewe tapi mbah Ronggo malah santai sedhal-sedhul ngudut didepan rumah. Ketika ditanya “Mboten ngungsi mbah ? apa jawabnya “Walaah wong kulo niki tiyang nggunung…lair,urip lan pejah wonten gunung! yen gusti ngersaake nggih pasrah?…ck ck ck wallahu’alam bishowab.

  4. Masya allah, Mengapa bencana alam terus-menerus melanda indonesia. Apa benar ini merupakan teguran dari allah swt? Karna kita tidak pernah merawat alam kita tercinta.Tetapi malah merusaknya menjadi alam yang gersang,bisa kita lihat mulai dari bencana alam tsunami,banjir di berbagai daerah dan sekarang kita sedang di hadapi oleh bencana alam gunung kelud yang sudah dalam status awas!!1
    Ini bukan hanya menjadi masalah warga blitar dan sekitarnya saja.tetapi kita semua warga negara indonesia untuk sadar merawat dan menjaga alam. Mungkin dengan cara itu alam pun akan menjaga kita.

  5. semoga saja setiap manusia bisa memahami venomena2 alam yg sedang atau sudah terjadi itu merupakan teguran dari TUHAN YME semoga tidak terjadi hal2 yang tidak di inginkan

  6. klo gunung seh mungkin udah pasti meledak klo rakyat indonesia g pernah mau berdoa tapi jika kita bisa memahami itulah peringatan dari tuhan ingat kiamat terjadi jika agama terpecah
    igat tuhan tidak akan menghukum umatnya jika mereka tidak melakukan kesalahan

  7. Buat rekan-rekan di Kediri, Blitar
    Hati-hati dan selalu waspada karena tampaknya kelud masih mau mengumpulkan materialnya yang kemudian akan diberikan kepada masyarakat.

  8. mengapa indonesia selalu di beri bencana,karna pemerintahan tidak adil pada rakyatnya,yg mana banyak sekali rakyat yg masi kelaparan ,hingga ini di sebabkan azab dari allah.bagi orang2 muslim kami mohon agar hati2 lah dng adanya azab allah dekatlah pd allah salawatlah sebanyak mungkin.,sekian wasalam

  9. Wahh-wah…. jadi ngeri nih yang jaraknya 35 Km aja kena kerikil nah aku kerja didekat-dekat ditu aja tepatnya di kec. kandangan bukan kerikil tapi mbahe kerikil. ya yangh penting berdoa aja untuk keselamatan semua..bukan begitu. yang meletus biarlah meletus nyang penting semua selamat….amin.

  10. Awas Gunung kelud!!!, tapi juga Awas-i juga pemberitaan media yang meresahkan masyarakat….Semua media, lokal, regional dan nasional. Cetak, elektronik dan visual berlomba-lomba membuat berita heboh. Ada yang berani ambil angle sudah meletus, ad juga yg seperti tuhan, ,memastikan dengan waktu kelud bakal meletus… Meletusnya gunung kelud, bagi masyarakat sekitar merupakan musibah. Namun disisi lain bagi media , rerpotase seputar kelud menjadi ladang keuntungan…..bagaimana berita panas diulur-ulur agar tetap menarik dan laku

  11. Pak Dhe,
    Tanggal 13 lalu barusan saya melintas di jalan utama lahar yg menghubungkan Blitar-Kediri lewat sabo 2, ternyata ramai banget. Persiapan aparat pemerintah terlihat sudah bagus dengan membuat jalur evakuasi dan pos-pos pengungsian. Namun sayang di daerah yg saya lewati mulai dari Garum, Nglegok,–> Blitar dan Ngancar, Wates, Plosoklaten —> Kediri SATLAK PB mendirikan tenda-2 darurat untuk menampung pengungsi. Yang menjadi pertanyaan saya apakah mampu tenda tsb nantinya menahan hujan pasir ? Kadang krn terlalu tanggap aparat kita sering kurang tetap dalam memilih metoda serta alat. Semoga kali ini Kelut tidak terlalu banyak keluarkan material…….

  12. Pak dhe,
    Kemarin saya silaturahmi ke rumah teman yang kebetulan kampunnya di lereng kelud,
    Kebetulan ada ibunya yang di ajak ke rumahnya di Malang , Ibunya bilang tetangganya sekarang ini sering seperti sakit perut atau kadang-kadang sering pusing-pusing,habis itu sembuh sendiri, emang ini efek dari “ngidam”nya gunung kelud, seperti yang terjadi dengan rambut yang berdiri di sekitar lusi

Leave a Reply