Update Gempa Bengkulu-Mentawai (17 September ’07)

4

update-17sept07.jpgDua segment besar yang bergetar dengan kekuatan Magnitude 8.4 dan 7.9 di segment Bengkulu – Mentawai ini sudah menurun kekuatannya. Setelah hampir satu minggu sejak 12 September hingga 17 September pagi.

Jumlah gempa diatas 4.5 yang dicatat USGS sebanyak hampir 60kali ini digambarkan seperti disebelah kanan ini.

Saat ini gempa sudah mulai berada dibawah 6, namunn gempa ini masih terlihat cukup intens, namun frekuensinya agak menjarang dibanding lima hari lalu.

update-17sept07-p.jpg

Seperti gempa-gempa yang lain, kekuatan yang jauh menurun ini bagi penduduk lokasi bencana masih membuat trauma. Goncangan-goncangan kecil menjadi semakin terasa, bukan hanya karena adanya sensitifitas tubuh terhadap gempa, namun juga banyak bangunan rapuh yang dapat roboh sewaktu-waktu.

Problematika psikologis akan muncul seperti juga pada gempa Jogja dua tahun lalu, maupun juga gempa Aceh. Traumatik ini perlu diantisipasi oleh rekan-rekan relawan psikolog, dimana ketakutan ini perlu diredakan agar tidak berkembang menjadi kepanikan.

Banyak berita-berita menyebutkan akan adanya gempa-gempa lain dengan kekuatan lebih dahsyat. Berita seperti ini memang sulit sekali dicegah. Karena memang disatu sisi dapat meningkatkan kewaspadaan. Walaupun tentusaja harus dikontrol supaya tidak mengundang kepanikan yang berlebihan. Gempa memang akan selalu menghantui karena ketidakpastian kehadirannya, tidak dapat dipastikan kapan datangnya dan seberapa besar, dan dimana akan terjadi.

Sekali lagi kewaspadaan lebih penting dari sekedar early warning.

4 COMMENTS

  1. PakDhe bisa dijelaskan g, kenapa Gempa yang juga terletak di Sungai Penuh Kab. Kerinci Jambi dengan kekuatan 6-7 scala richter justru tidak menimbulkan kerusakan yang berarti, yang saya ikuti di media gencar diberitakan kerusakan di RS yang memaksa merawat pasien di tenda2, laporan kerusakan bangunan lain sampai sat ini saya tidak pernah mendengar, ada beberapa saudara disana jika keadaan di sana baik2 saja. Wilayah Sungai Penuh merupakan wilayah “enclave” yg dikelilingi dgn banyak pegunungan termasuk gunung kerinci yang masih aktif. Padahal, beberapa tahun lalu jg pernag terjadi gempa besar di sana dan menimbulkan kerusakan yg cukup parah.

  2. sama wono aku juga gitu.denger truk lewat wes do mlayu metu kabeh,parno to…yo ben jalanin aja apa yg musti dijalannin.eling lan waspada

  3. selain bencana fisik yang menimpa korban seperti rumah roboh, patah tulang juga ada bencana psikologis yaitu rasa takut dan trauma akan terjadinya gempa…saya sebagai warga klaten yang alami gempa berkali2..setelah gempa jogja ada truk lewat samping rumah aja..udah pengin lari..dikiranya ada gempa..soalnya suaranya mirip gempa..genteng bunyi klotak..kresek2 aja juga langsung deg2an…sesaat sebelum gempa datang biasanya ada suara brisik kaya angin besar atau truk dari arah selatan…saya bisa merasakan kaya ada angin lewat di depan muka saya..dan saya dengar suara gemuruh dari arah selatan..seperti gelombang yang besar..dan akhirnya..datanglah gempa ..wuh bunyinya kaya monster..kaya helikopter bawa bom trus nembakin rumah2..gredek…greg…greg…saya sudah cukup terlatih untuk mengahadapi gempa sekarang ini…yang harus dilakukan adalah pertama lari membangunkan keluarga..terus teriak2…ayo keluar..ada gempa…nek wong jowo ono lindu..ayoo metuu…apalagi kalau malem2…wah2 kadang bingung harus bangunin siapa dulu…kakak atau bapak/ibu..ya begitulah…

Leave a Reply