PRESS RELEASE IAGI – Tentang Gempa Bengkulu

32

 

logo-iagi.jpg

KETERANGAN PERS
IKATAN AHLI GEOLOGI INDONESIA [IAGI]
TENTANG GEMPA BENGKULU DAN UPAYA MITIGASI BENCANA GEMPA

Menyikapi rangkaian gempabumi yang bersumber dari perairan baratdaya Bengkulu pada tgl. 12 September 2007 pukul 18:10 dengan magnitude 7.9 Skala Richter [SR] hingga saat ini, Ikatan Ahli Geologi Indonesia [IAGI] mengadakan diskusi ilmiah dengan narasumber para ahli yang aktif melakukan penelitian gempabumi di Indonesi pada tgl. 15 September 2007. Dalam diskusi ini para ahli memaparkan fakta lapangan, data yang tercatat oleh instrumen pemantau, dan analisis terhadap data dan hasil-hasil penelitian sebelumnya.

Dalam diskusi terungkap bahwa secara umum kerusakan yang terjadi di wilayah Bengkulu tidak separah kerusakan akibat gempa tahun 2000, tidak dijumpai kawasan yang rusak akibat tsunami, dan masyarakat sudah cukup memahami fenomena yang terjadi. Kesiapsiagaan masyarakat telah cukup baik, sebagaimana dilaporkan oleh IAGI Padang.

Dari sisi peringatan terhadap bahaya, otoritas Indonesia sudah berhasil mendeteksi dan menghitung parameter gempa secara cepat. BMG berhasil mengeluarkan informasi dan peringatan terhadap potensi tsunami dalam waktu 5 menit setelah kejadian gempa. Peringatan ini jauh lebih cepat daripada informasi dari sumber-sumber di luar negeri yang memerlukan waktu 20 menit.

Diskusi tentang potensi gempa mengungkap fakta bahwa perairan barat Sumatera masih menyimpan potensi gempa besar yang harus dicermati. Sementara itu para ahli masih menghadapi kendala akibat keterbatasan data kegempaan, data patahan aktif, serta data geologi baik permukaan mau pun bawah permukaan.

Kesimpulan dari diskusi ini adalah sbb.:
1. Kawasan pusat gempa yang harus dicermati adalah perairan barat Lampung, perairan Enggano, perairan Siberut, dan perairan Simeulue. Berdasarkan runtutan peristiwa gempa Bengkulu, peluang kejadian yang paling dekat adalah kawasan Siberut. Waktu kejadiannya belum dapat ditentukan secara tepat, namun belajar dari runtutan persitiwa gempa Aceh dan Nias pada tahun 2004 – 2005, kemungkinan gempa di kawasan Siberut dapat terjadi dalam hitungan beberapa bulan hingga beberapa tahun ke depan. Fenomena ini tergambar dari runtutan gempa Bengkulu dan gempa Sungaipenuh [Jambi] 12 – 13 September 2007.
2. Untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan peringatan dini, IAGI merekomendasikan untuk menambah jaringan instrumen pemantau, seperti seismometer dan GPS; serta melakukan survei dan pemetaan terhadap patahan aktif dan zona retakan.
3. Upaya yang dapat dilakukan oleh Pemerintah dan masyarakat adalah membuat tataruang dan panduan kesesuaian struktur bangunan untuk daerah-daerah yang rawan bencana. Pengawasan terhadap tataruang dan struktur bangunan hendaknya diperketat.
4. Daerah-daerah lain di Indonesia yang akhir-akhir ini diguncang gempa perlu juga mendapat perhatian serupa.

Informasi ini disampaikan agar menjadi perhatian Pemerintah dan masyarakat, tanpa maksud untuk menimbulkan rasa takut. Jika ada hal-hal yang perlu klarifikasi, harap menghubungi Sekretariat IAGI melalui telpon 021-83702848, 83702577; email: [email protected].

Jakarta, 15 September 2007
Ridwan Djamaluddin
Sekretaris Jenderal IAGI

seismic-gap.jpg

32 COMMENTS

  1. nb: tolong lasih kabar pemerintah secepatnya jika semua prediksi dirasa benar 80%
    karena mencegah lebih baik dari pada melongo menunggu gempa

  2. gw ngeri bgt atas prediksi ttg gempa tsb.apalagi gua berada didaerah sumatera barat tepatnya d padang.dmn laut lbh tinggi dari pada daratan,gw mesti lari kmn lagi…nga ada tmpt untuk lari kecuali pasrah

  3. yang penting kita tetap tawakal dan berserah diri pada Allah SWT.ini bukan cobaan,tapi hukuman karena kita sudah banyak berbuat maksiat….
    taubat donk…..!!!!!!
    kiamat dah dekat choyyyy…..

  4. ketika ada berita gempa..sibuk orang untuk nyuruh tobat..sibuk orang bilang “kiamat sudah dekat”..sibuk pulak orang ingat tuhannya…

    laaahh…selama ini pada kemana pak??buk??

    pusing ahk..

  5. Tiada daya dan upaya selain Allah SWT. kemungkinan itu ada tapi g’ sepatutnya kita terlalu takut…………..DIa lah sebaik- baiknya pelindung

  6. Syukur pak de, kalo kita sudah bisa mendeteksi terjadinya gempa lebih awal. Adalah suatu kemajuan yang sangat berarti untuk masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa. Saya asli Nusa Tenggara tapi saya sekarang di Africa. Ketika mendengar adanya gempa di Indonesia, saya selalu merasa kwatir. Pertanyaan saya, di Nusa Tenggara juga daerah rawan gempa, bagaimana pendapat pak de, apakah ada kemungkinan untuk terjadi pada tahun-tahun mendatang?

  7. pakdhe… saya kan dulu sudah disuruh mengolah data gempa USGS.. saya dapat di sekitar perairan barat bengkulu (101 BT, 5 LS) dan waktu melihat data time series (saya hanya pakai tahun.. maklum mahasiswa sem 2.. hehe) saya lihat sekitar tahun 1998 ada gempa dgn magnitude diatas 8 pakdhe..
    yang mau saya tanyakan, gempa bengkulu yang kemarin itu siklusnya sekali berapa tahun pakdhe??

  8. Kalau khawatir goyangan gempa (kejatuhan dll) ya harus sembunyi di kolong meja.
    Tapi kalau takut tsunami ya harus lari ke tempat tinggi.

    Karena goyangan gempa besar biasanya satu menit saja atau kurang, sedangkan tsunami datangnya kira2 satu jam (pengalaman di Pangandaran). Maka sebaiknya ketika gempa sembunyi di kolong kemudian setelah goyangan habis, lari ke tempat tinggi.

    Salam waspada

  9. kami tinggal di jawa tengah, dicilacap.rumah kami dengan pantai hanya berjarak 1 km. sedangkan kantor kami dengan pantai berjarak 10 m.bagaimanakah mengantisipasi apabila ada gempa yg besar(dipastikan kita keluar rumah/kantor)sedangkan kita tidak tau apakah itu berpotensi tsunami atau tidak. jarak berapa menitkah antara gempa yang terjadi dgn potensi tsunami yang terjadi?sedangkan kita trauma dgn gempa yg terjadi berapa minggu lalu.(gempa indramayu 7,0)
    terima kasih atas jawabannya.

  10. Jika gunung krakatau semakin aktif, berhati-hatilah gempa besar sekitar Selat Sunda bisa terjadi. Energi dalam bumi yang dilepaskan melalui gunung api bisa jadi hanya sebagian kecil saja. Sebagian energi yang tersisa yang tidak dapat keluar dapat berpotensi menyebabkan gempa bumi. Karena kawah gunung api mempunyai hubungan dengan rekahan atau patahan antar lempeng tektonik dengan ukuran terbatas.

    Berhati-hatilah jika kecepatan gerak lempeng benua lebih cepat daripada kecepatan lempeng samudera yang bergerak satu arah. Yang berarti dapat menimbulkan rekahan yang berhubungan langsung dengan perut bumi yang berpotensi menjadi celah pelepasan energi melalui gunung api atau gempa bumi menuju permukaan.

    Ini teori, perhatikan aktivitas gunung api sebelum gempa terjadi.

  11. Pak, saya mau nanya, disitu kan ada peta pulau sumatera, yang disebalhnya ada gambar lingkaran-lingkaran yang berwarna merah.
    Pertanyannya adalah, apakah maksud dari lingkaran2 berwarna merah tersebut. Apakah menunjukkan posisi dan kekuatan gempa bengkulu kemarin ataukah kemungkinan adanya gempa yang akan datang.
    Yang menarik dari peta atau gambar diatas adalah adanya lingkaran merah dan kuning dengan skala 8,6 Mw disekitar selat sunda. Apakah ini menunjukkan bahwa wilayah selat sunda sudah dalam keadaan merah dan kekuatan skala gempanya paling besar diantara wilayah merah yang lain. Saya juga mau nanya apa benar di wilayah sekitar selat sunda terdapat apa yang dinamakan benteng samudera atau palung yang panjang dan dalam yaitu kedalamannya sekitar 2 km lebih yang apabila runtuh terkena gempa diatas 8 SR akan mengakibatkan tsunami yang sangat dasyat.

  12. Kalau latihan penyelamatan dll yang berurusan dengan gempa dan tsunami, di wilayah saya belum ada. Katanya lingkungan kita berada diketinggian (antara Ciputat dan Parung), tapi kalau Jakarta kena gempa, kita juga terasa cukup keras. Jadi warga sekitar rumah, mengatakan kita aman, ga bakalan kena gempa 😛

    Pak, terima kasih soal ikan sudah dibahas. Pembahasan yang jelas dan gampang dimengerti. Terima kasih banyak.

  13. Pernah saya dengar penjelasan bhw dari siberut sampai selatan sukabumi kondisinya “terkunci”. Apakah dg gempa bengkulu sdh terjadi “released”, shg selatan jawa tdk dinyatakan dlm press release IAGI? Tks

Leave a Reply