Seni dalam menjual mimpi di bisnis MIGAS

5

dream.gifDibawah ini aku fw diskusiku sederhana di IAGI-net, sehubungan dengan berita “penemuan” minyak oleh Ranhill di Citarum Block. Berita awalnya sendiri ada disini : http://biz.thestar.com.my/news/story.asp?file=/2007/8/21/business/20070821175641&sec=business

Ada satu hal yang menarik yaitu CEO Ranhill yang bercerita di bursa saham malaysia ttg “penemuan ini” (dalam tanda kutip). Apa tujuannya kalau bukan menaikkan harga saham ?

“The statement did not indicate how much of oil and gas reserves were available at the over 8,520 ft depth but it did say that “adjacent fields yielded in aggregate of 3.1 billion barrels of oil and 3.6 billion cubic feet of gas.’’

🙁 “Wah iming-imingnya kok trus melihat jumlah isi dompet tetangganya ya, dhe ?”


On 8/22/07, noor syarifuddin <[email protected] > wrote:

ya mudah-mudahan tidak ada kasus Busang jilid II…:-)

Kalau investornya jeli, penemuan HC itu khan baru tahap awal sekali. Kalau sudah keluar POD-nya nah mungkin saatnya sahamnya dilirik….. itupun masih harus hati-hati juga….
Berita itu dikeluarkan sama Ranhill mungkin karena bursa lagi anjlog di seluruh dunia….. tapi mestinya malu dong kalau baru dari show di SWC+pressure trend kok sudah klaim discovery…

Kebanyakan investor bukan orang yang jeli melihat data pengeboran, mereka lebih banyak orang-orang yg memiliki jiwa spekulatif, kasarnya penjudi“, tapi positipnya disebut oportunis. Mereka akan melihat “potensi” dalam menentukan harga jual. Seperti yang sudah disitir Pak Awang yg bekerja di BPMIGAS bahwa semua daerah prospek itu sangat menarik sampai akhirnya di bor. Demikian juga dengan data sumur yang sudah atau sedang dibor. Harganya akan berlipat-lipat justru ketika masih memberikan “harapan” atau “potensibakalan bernilai jutaan atau billion-an dollar nantinya (kalau semua sukses). Namun ketika sudah ada kepastian jumlah cadangannya, maka harga-nya justru merosot, walaupun lebih angka tersebut sudah agak riil atau mendekati “benar” kalau diproduksi nantinya.

Ada banyak perusahaan yang justru mengumumkan penemuannya sebelum dilakukan test. Bayangkan saja kalau ada berita menyebutkan begini: “Perusahaan ini melakukan pengeboran dengan adanya penemuan indikasi kolom minyak setebal 200 meter, yang terdiri atas 15 zona reservoir dengan variasi porositas sangat bagus hingga sedang (porositas besar menunjukkan kantong yang besar juga). Luas area yang strukturnya meliputi 20 Sq Km (semakin luas maka tangkinya juga semakin besar)”. Coba kalau anda sebagai geologist (explorationist) berapa reserves yang anda harapkan ?
Saya yakin angkanya akan suangat besarrr !!!

Bagi yang bukan ahli geologi akan melihat bahwa daerah yang mengandung minyak sangat luas. Tahu nggak sampai-sampai seluruh di Jawa timur diperkirakan ada minyak hanya gara-gara semburan Lusi ? Padahal penyebabnya hanyalah karena adanya filem tipis minyak yang terlihat pada air semburan Lusi !

🙁 “Lah kalau ada beneran gimana Pakdhe ?”
😀 “Itulah sebabnya thole, diatas itu disebutnya tetangganya yang kaya raya mengandung minyak. Tapi kan tidak seluruh tempat mengandung minyak thole. Kalau semua tempat mengandung minyak aku nganggur tah ?”

Misalnya saja ceritanya berlanjut. Dari data Scoutcheck sebulan setelahnya mengatakan – Setelah dilakukan pengetesan uji kandung lapisan (UKL atau DST) tiga zona masing-masing mengeluarkan 2000, 1500 dan 2500 BOPD (barrel Oil per Day). Nah sekarang berapa nilai yang anda berikan ke “penemuan” lapangan baru ini ? Apakah anda berpikiran 15 zone dikalikan rata-rata flowrate utk memperkirakan reserves (cadangan), ataukah anda menggunakan 3 zone saja yang lainnya dianggap masuk reservoir buruk dimana kandungannya tidak dapat terambil ? sehingga jumlah cadangan yang terbukti (proven) hanya sepertiga dari sebelumnya ?. Disini sudah akan terlihat bahwa reserves (cadangan)nya akan jauh berkurang dari sebelumnya, walaupun nilai keyakinannya bertambah.

Setelah lapangan ini benar-benar dikembangkan jelas reserves akan turun lagi, dan pastilah “potensi” harga jual juga akan turun. Skali lagi, walaupun “kepastian” angka semakin mendekati “benar” atau ‘proven reserves‘.

Dengan kasus diatas terlihat bahwa dari sisi spekulator (investor) nilai saham akan tinggi ketika “potensi” masih berangka besar ketimbang ketika “kepastian’ reserves sudah diperoleh.

Pengalaman.

Suatu saat pernah sebuah perusahaan melakukan opengeboran sumur appraisal yg sumur eksplorasinya menemukan minyak dalam MDT sample-nya (MDT sample itu contoh minyak yang volumenya hanya satugalon (4liter) diambil dari bawah didalam sumur sana). Tapi dalam sumur eksplorasinya tidak dilakukan uji DST (yaitu uji kandungan dengan membuka lapisan sehingga terlihat secara fisik minyaknya mengalir) . Di dalam program sumur appraisal (delineation, atau melihat ukuran seberapa besar dari penemuan awal) kalii in sudah termasuk DST (testing aliran). Ketika sumur kedua ini di bor dan dilakukan MDT test dll, terlihat bahwa kandungannya cukup bagus, namun permeabilitynya rendah, atau daya alirnya rendah. Sehingga ada kemungkinan tidak akan flow atau tidak akan mengalir minyaknya dengan bagus kalau dilakukan full DST. Namun karena pertimbangan soal saham diatas yang dilakukan perusahaan itu adalah melakukan mini DST bukan FULL DST. Mini DST ini hanyalah uji aliran tapi untuk interval yang tipis, kemampuannya hanya menguji aliran setebal satu meter saja. Hasil Mini DST dapat dipilih hanya untuk “the best 1 meter interval“. Dan memang untuk 1 meter atau 3 feet ini hasil uji aliran (flow) nya seringkali bagus, dan bukti sample mnyak juga didapat.

Nah dengan bermodalkan data-data itu sudah cukup meyakinkan untuk dibuat pengumuman. Secara teknis tidak ada yang salah dalam hal ini. Tentusaja dalam press relasenya presentasinya dilengkapi data Logs sumur ini dan test, shows serta data gradient pressure dll untuk menunjukkan bahwa tekanannya cukup bagus untuk mendorong minyak muncrat keatas. Tetapi sering masih mengherankan kenapa justru DST-nya sendiri di’cancel’ (dibatalkan) dengan alasan teknis. G&G semua heran, wong udah diprogramkan pada waktu usulan pengeboran je, udah jelas flow dengan mini DST tapi DSTnya malah di cancel.
Tapi tahukan anda apa reaksi dari investor melihat hasilnya ? Mirip seperti diatas, asumsi investor adalah “penemuan” atau discovery sekian meter kandungan minyak, walaupun semua data hanya dari MDT sample dan Testing Mini DST.

Karena lapangan ini berisi minyak maka tidak perlu sertifikasi (kalau gas memang perlu sertifikasi utk cadangannya ketika dijual). Artinya tidak perlu second atau third opinion soal jumlah cadangan ini. Apalagi perusahaan ini cukup banyak modal (biasanya perusahaan ukuran menengah keuangannya lebih likuid) sehingga tidak memerlukan pinjaman uang. Kenapa tidak perlu pinjam uang ? ya karena sahamnya sudah naik dengan sendirinya …. sehingga vendors serta perusahaan penyokong lain yang ditunjuk untuk membantu melakukan project pengembanganpun yakin bahwa pasti perusahaan migas ini akan kuat membayarnya, wong sahamnya saja gede nilainya.

Apakah kemudian reservesnya menyusut? Ya seperti diduga, dan juga pada umumnya sebuah lapangan bahwa angka proven reserves seringkali menyusut dari yang ditulis sebelumnya. Ingat bahwa hampir semua explorationist ini termasuk oportunis (bukan penjudi looh) dan ternyata “tertolong harga minyak yang ternyata naik” dan akhirnya program developementnya termasuk sukses dan ekonomis. Bahkan lapangannya berkembang dengan stepping out ! (Stepping out – yaitu menapakin kiri kanan lapangan yang ada untuk mencari kandungan diseputar lapangan yang sudah diketemukan)

Great  !!!! alhirnya sebuah lapangan minyak mengalir dan menguntungkan karena pengaturan strategi eksplorasi dan nilai saham !

Menaikkan saham merupakan seni tersendiri dalam bisnis migas

Salam
RDP
“Tahukah anda kapan kalau menjual lapangan migas ? …. sebelum minyak mengalir !”

🙁 “Pakdhe bangun pakdhe, jangan hanya mimpi saja ?”
😀 “Looh thole, aku bilang yang diatas itu bukan isapan jempol sambil tidur. Itu realitas yang sering terjadi ketika menghadapi orang yang minder karena selalu berpikir kecil, berpikir minus dan menghambat mengalirnya minyak”

5 COMMENTS

  1. “A leader in well testing and early production facilities for the oil & gas industry”

    As a group company with world-class capabilities in well testing and fluid, our top priority is to offer the best service for business-based energy and resources in Indonesia. Dwipa Group was established as a company providing Non Destructive Testing for the oil and gas industry. We believe that through commitment, determination and passion for growth, opportunities are endless.
    visit us @www.dwipagroup.co.id

  2. Have the same feeling that the oil shows have been over-rated.

    But I am really curious about is why wasted so many months drilling the secondary objective? Is it worth while? Why don’t just prudently drill thru and case it then log or test it?

    Seems strange for operation?

Leave a Reply