Ganti Wajah !

21

flag-indonesia.gifKok rasanya bosen pakai wajah yang gitu-gitu saja. Hari ini ganti wajah dulu dah 😀
Skalian menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 62 … MERDEKA

memang jadi aneh dan lucu ketika perubahan itu terjadi. Tapi aku bukan ahli dalam design blog. Ada yang bersedia membantu membuatkan logo di atas itu ?  ukuran gambar 795 x 150 pixels. Kirim ke rovicky at gmail.com ya.

21 COMMENTS

  1. Waduuh jadi penasaran dibuatnya nich????? apa sich
    yang mo ditanya dek Salsa ini????? tanya aza dech
    apa saza pasti akan ndapat jawabannya dari segala
    penjuru!!! iya khan bro!!salam kenal juga dari Aa
    Ipin….tariiik!!!!

  2. Mbak Salsa, jangan dengerin omongan omPapang,
    terutama kalimat terakhir. Tanya apa aja pasti
    dijawab sama si Om. Gak percaya boleh coba.
    Ha? kalo tanya elmu yang lain dan si Om masih
    belum ada reaksi. Gampang itu! Mulai aja dulu
    dengan: “apa itu OHM, WATT”?
    Kalo udah gitu, siapkan aja alat rekam!

  3. Aduuuh! Julukan apa lagi nih dari pak Dhe?
    Biasanya yang suka memberi beslit itu…ya omPapang! Tapi kayaknya dia lagi pusiiiing…
    mikirin si Lusi binti Lula yang gak selesai2, makanya si Om gak berani nongol disini.
    Paling2 saat ini si Om lagi ngelus2 burung belibis peliharaannya, sambil menunggu lawan main catur……

  4. Tampilan udah sangat OK….puas….puas!

    Usul untuk pak Dhe (gak berani minta….grrrrr)
    Kalo bisa kalimat yang paling bawah “Komentar oleh…–(tgl..bln..thn)” justru taruh lagi diatas, seperti dulu itu.

    Umumnya paling pertama dilihat siapa yang memberi komentar, baru kemudian membaca isi komentar.

    Saya misalnya, begitu melihat komentar dari: RIrawan, omPapang, bu Hime, mang Ipin, pak Inyo, a_otnaidah, pasti saya baca dan kalo bisa ikut berbalas pantun he2x.
    Begitulah usul yang aneh2 dari CUSTOMER (^_^)

  5. Bang, arti kemerdekaan itu sebenarnya apa sih?
    Kemerdekaan sebagai umat manuasia?
    Saya rasa kita jangan terlalu heforia dengan perayaan kemerdekaan karena kemerdekaan itu tidak hannya untuk dirayakan tetapi untuk dikembangkan menjadi manusia merdeka yang seutuhnya.
    Kemerdekaan mendapatkan pendidikan yang layak, kemerdekaan dalam ekonomi, sosial, dan budaya.Ekonomi, sepertinya mudah diucapkan tapi proses lebih untuk meniliknya. Indonesia belum merdeka sepenuhnya dalam bidang ekonomi, buktinya manusia yang belum bisa berproduksi secara maksimal tapi konsumtif keterlaluan termasuk PLTN MUria dan Eksplorasi SDA di Indonesia (batubara, minyak bumi, emas, dan sejenisnya). Dalam bidang sosial, politik percaturan dunia didalamnya (nggak mau bahas terlalu jauh). KONTEKS BUDAYA,budaya POP lebih dihargai daripada budaya nasional bangsa. contoh nyata, orang jawa tidak mengenal sukunya dengan baik (minim penggunaan bhs jawa dan gagap penulisan jawa kuno). Cukup ngudorosone. Mari berjuang menjadi manusia lebih baik sekarang. Berjuang dalam bidang masing-masing menjadi seorang yang kreatif dan tidak imitatif serta konsumtif.Jaya Indonesia…INDONESIA TANAH AIRKU TANAH TUMPAH DARAHKU,MERDEKA…!MERDEKA….!MERDEKA….!

  6. Harusnya pekik “MERDEKA” kita balas dengan pekik “DUA KALI SAJA “, maksudnya kita MERDEKA jangan sampai TIGA KALI, sebab menurut sejarah, nenek moyang kita dulu adalah bangsa yang MERDEKA, kemudian diJAJAH BELANDA ( JP COEN Cs),INGGRIS (Th.St. RAFLES ), PERANCIS/Napoleon (DAENDELS), PORTUGIS ( D’Albuquerque ?) terus dilanjutkan JEPANG, baru kemudian MERDEKA yang KEDUA KALI.Jadi urutannya adalah ; MERDEKA I -DIJAJAH- MERDEKA II.
    Kalau kita kemudian hanya MERDEKA secara POLITIK, tetapi tetap dijajah secara TEKNOLOGI,EKONOMI dan KEBUDAYAAN serta AGAMA, maka itu adalah pilihan kita dalam mengisi kemerdekaan seperti lelucon diatas yang menyiratkan bahwa jaman penjajahan lebih baik kondisinya dibanding jaman merdeka. (Ctt: Bukankah Sistem Teknologi, Ekonomi,Budaya dan Dogma agama hampir semua kita ‘IMPOR’ ?. Sedang yang ASLI boleh dikata hanya “SUMPAH PEMUDA 1928” )

    Untuk wajah baru pak Dhe, corak warna -warni semacam itu kalau dulu dikatakan “MAMBO”.Btw,energi nuklir logo/lambangnya kok bukan “KITIRAN” pak Dhe ?

  7. Wueleh! Layar blog ini jadi semarak warna-warni, kayak nonton pilem di LCD Bravia.

    Ini pasti yang punya blog lagi sukses besar dgn
    bisnisnya yang barusan di RRC sana. Rupanya ini
    toh, hadiah yang dia janjikan kemarin itu.

    Tadinya kukira Bebek Peking (^_^)…MERDEKA!!!

  8. Lah pripun ?
    Aku ini ngga punya sense untuk membuatnya menjadi serius 🙂 … lah wong hobine ngekek-ngekek … aku lebih suka sersan : SERius tapi juga SANtai

  9. nuwunsewu looo Pak Rovicky.. kok tampilannya blogg dadi wagu banget yaa?? ora serius ketoke…
    sekali lagi nuwunsewu looo…

  10. Soryy ada beberepa koreksi dikit
    1. Memang Belanda saat ini melakukan kerja paksa
    Maksudnya memang saat itu belanda melakukan kerja paksa
    2. Sistem perkereta apian kita jaman penjajahan termasuk salah satu yang paling di dunia,
    Maksudnya adalah :
    Sistem perkereta apian kita jaman penjajahan belanda termasuk salah satu yang paling maju di dunia,

  11. Ada beberapa lelucon kemerdekaan, salah satunya adalah:
    Mbok yao pemerintah atau DPR atau siapa saja kirim surat kek ke Ratu Yuliana, Ratu Belanda minta suapaya Belanda jajah lagi Indonesia. Lha wong setelah merdeka alamnya bukan tambah baik malah tambah ancur-ancuran. Dulu waktu ditinggalin Belanda hutan masih ijo royo2, laut masih utuh, hasil tambang utuh, lha kok setelah merdeka kok rusak kabeh.
    Gaji guru jaman penjajahan Belanda walaupun kecil tapi mereka bisa sedikit nabung, lha sekarang setelah katanya merdeka kok gaji guru untuk makan aja kadang2 masih kurang. Jaman penjajahan Belanda dulu yang namanya korupsi jarang atau tidak pernah terdengar, sekarang kok setelah merdeka korupsi malah mendarah daging, piye tho?.
    Memang Belanda saat ini melakukan kerja paksa terutama pembanguanan jalan trans jawa di ajaman Deandles , tapi coba ambil sisi baiknya kalau misalnya belanda tidak membangun jalan trans jawa apakah jalan 1.000 km tersebut bisa sebagus sekarang???. Lha kok setelah berpuluh2 tahun merdeka dengan teknologi yang jauh lebih canggih aja kita belum bisa menyelesaikan pembangunan jalan trans kalimantan, trans sulawesi apalagi trans papua.
    Satu lagi nasib rel kereta api, saat baru merdeka kita punya rel kereta yang jauh lebih panjang daripada sekarang dan sistem perkereta apian kita jaman penjajahan termasuk salah satu yang paling di dunia. Sementara sistem perkerata appian jaman kemerdekaan kita sekarang ini termasuk salah satu yang peliang tertinggal di dunia. Kereta api listrik di jabodetabek adalah bekas dari jepang yang dbuat tahu 60-an atau tahun 70-an yang masih kita pakai sampai sekarang.
    Apakah ini yang namanya kemerdekaan!!!
    Ingat ini hanya lelucon kemerdekaan aja alias guyonan saja.

  12. selamat wajah barunya pak!

    cuma saya malu mau teriak ‘merdeka’, lha wong bangsa ini masih jadi budak bangsa asing, terutama ekonomi dan budaya; sampeyan sendiri kan bahas panjang lebar soal PSC (production sharing contract) yg amburadul (dibanding malaysia), belum lagi DCA sama singapor yg menyakitkan hati. . .
    kapan ya bangsa ini jadi mandiri? apa perlu sewa mahatir, atau chavez?

Leave a Reply