Gempa tengahmalam di Laut Jawa itu berbeda

16

earthquake.jpgGempa yang terjadi 8 Agustus 2007 pukul 00.05 tengah malam itu menurut USGS (US Geological Survey) berada pada kedalaman 289.2 km (179.7 miles). Gempa dengan kekuatan 7.5 SR ini tentunya memiliki kekuatan sangat besar dibanding gempa Jogja yang hanya berkekuatan 6.3 SR (USGS). Namun gempa Jogja yang kekuatannya kurang dari seper sepuluhnya gempa Indramayu ini jauh lebih merusak ketimbang gempa di Laut Jawa ini.

Mengapa ?

Ada beberapa penjelasan mengapa gempa ada yang merusak, ada yang menyebar lebih jauh, dan ada pula yang menyebabkan tsunami. Semua karena bumi bergerak. Tetapi akibatnya dapat berbeda beda.

🙁 “Wah ngeri Pakdhe, Sekali goyang bisa dua tiga kerusakan terjadi ya ?”
😀 “Mulane, kamu harus tahu juga karakteristik gempa-gempa ini tole”
🙁 “Tapi pakdhe ngga ngrasain gempa kali ini kaan ? Wah Pakdhe jalan-jalan sendiri, tole ga diajak !” 🙁

Jenis-jenis gempa dilihat dari kedalaman episenternya. Sekarang kita bisa belajar adanya beberapa jenis gempa. Kalau dulu hanya mengenal gempa darat dan gempa laut sekarang agak sedikit beragam ditambah dengan kedalamannya dan mekanismenya.

1. Gempa dangkal (kedalaman 0-35-70 Km)

Di daratan gempa-gempa dangkal ini biasanya berasosiasi dengan patahan patahan major yang bergeser atu bergerak akibat gerakan plate tektonik. Dapat juga gempa-gempa dangkal ini akibat gerakan-gerakan magma, sering disebut gempa volkanik.

Gempa dangkal yang terjadi di darat ini memiliki daya rusak kontsruksi yang sangat kuat karena amplitudo goyangan ini sangat “terasa” dipermukaan. Walaupun gempanya hanya memiliki 4-5 Skala Richter walaupun skala gempanya kecil namun gempa ini mampu merusakkan bangunan di permukaan. Gempa ini memiliki goyangan kuat yang tentusaja kalau terjadi cukup lama akan membuat pusing. Selain goyangan tentusaja adanya akan ada efek ilusi juga menyebabkan orientasi mata dan otak tidak sinkron. Banyak yang melihat seolah ada gerakan gelombang tiga meter padahal itu mungkin hanyalah ilusi akibat dis-orientasi saja, persis orang mabok 😀 .

🙁 “Bener looh Pakdhe, goyangannya terasa sampai meteran je”
🙂 “Hiyo thole, pandangan mata saja tidak bisa dijadikan ukuran. Goyangan yang ada di seismograft ngga akan sampai segitu besarnya, kan? Goyangan yg tercatat dalam seismogram atau yang terlihat pada seismogram ini yang dapat dipakai sebagai patokan.”

gempa-jogja.jpg

Contoh gempa dangkal yang episenternya di darat yang sangat merusak ini adalah gempa Jogja. Gempa di Jogja kemarin disebabkan oleh pergerakan sesar atau Patahan Opak. Ada banyak patahan-patahan aktif di darat ini yang sering menyebabkan gempa antara lain Patahan Sumatra (Semangko Fault), Patahan Palu-Koro di Sulawesi. dll. Gempa di darat akibat gerakan sesar aktif ini tidak menyebabkan tsunami. Potensi-potensi patahan lain yang dikhawatirkan masih aktif dan mungkin menyebabkan kerusakan karena getarannya antara lain Sesar Cimandiri, Sesar Lembang (di jawa Barat) dan Sesar Opak (tahun 2006 aktif) Sesar Grindulu di Jawa Timur. Lihat patahan-patahan di Jawa disini.

gempa-aceh.jpg

Gempa dangkal yang terjadi di laut disebabkan oleh pergerakan kerak yang menyebabkan terjadinya dislokasi yang mampu menimbulkan tsunami. Gempa dangkal di laut yg menimbulkan tsunami ini akibat adanya dislokasi atau perubahan elevasi dasar laut yang menggerakkan massa air diatasnya.

Tentunya masih ingat gambar dibawah ini kan ?

tsunami.jpg

Dislokasi ini ini disebabkan terangkatnya kerak benua (merah) karena disundul oleh kerak samodra (biru). Nah kalau melihat gambar diatas tentunya kita tahu bahwa tsunami sangat mungkin terjadi dan menerpa pantai selatan Jawa dan Sumatra. Getaran ini juga sangat mungkin menyebabkan timbulnya longsoran bawah laut. Longsoran ini terjadi karena pada daerah tubrukan lempeng ini memiliki lereng yang sangat curam yang rawan longsor karena goyangan gempa.

Tsunami-tsunami yang disebabkan oleh gempa dangkal di laut yang ini antara lain yang terjadi di Aceh, Nias dan Pangandaran yang terjadi beberapa waktu lalu.

Ingat ya … kalau sedang dipantai terasa ada gempa kemudian diikuti dengan surutnya muka air laut sebaiknya menghindar ke darat. Ketika berada di pantai kita tidak tahu dimana sumber gempanya. Namun akan lebih baik kalau mencari lokasi yang tinggi permukaannya yang relatif lebih aman.

2. Gempa dalam (kedalaman 70-150-300 Km) –
Secara baku sering disebut Gempa menengah

http://msnbcmedia3.msn.com/j/msnbc/Components/Photos/070301/070228_crust_depth_hmed.hmedium.jpgYang termasuk gempa dalam ini memiliki kedalaman hiposenter antara 70-150 Km dan 150-300 Km. Mengapa disebut gempa dalam (menengah) ? Kerak bumi ini sebenarnya sangat tipis. Rata-rata hanya sekitar 30-40 Km. Kerak samodra lebih tipis hanya sekitar 10 Km saja. Sedangkan kerak benua di pegunungan lebih tinggi ketimbang kerak benua di pantai (dataran). Klick gambar ketebalan kerak bumi.

Gempa-gempa dalam terletak pada kedalaman dibawah kerak bumi. Sehingga digolongkan sebagai gempa-gempa yang mungkin tidak berasosiasi dengan penampakan retakan atau patahan di permukaan. Namun gempa-gempa ini masih dapat di perkirakan genesa atau mekanisme terjadinya.

gempa-indramayu.jpg

Kalau dilihat gambar gempa dangkal yang menyebabkan tsunami di Aceh yang di atas, maka bisa kita lihat adanya jalur atau zona gempa yang berupa titik2. Titik-titik merah ini merupakan tempat bergesernya kerak samodra yang menghunjam kebawah. Di Jawa dan Sumatra lokasi gempa dalam semakin ke utara semakin dalam. Sehingga diperkirakan gempa-gempa dalam ini diperkirakan terjadi dengan mekanisme yang sama dengan yang berada di sebelah kirinya.

Hanya saja kebetulan yang terjadi di sebelah utara Indramayu kemarin itu berada di Laut Jawa. Tetapi semestinya kamu tahu bahwa gempa-gempa itu berbeda dengan yang di Samodra Indonesia bukan ?

🙁 “Wooo, …. jadi sama-sama gempa yang episenternya di laut tetapi berbeda dampaknya dengan yang di Aceh ya Pakdhe ?”
😀 “Ya jadi kamu bisa ngerti mengapa gempa yang di laut tidak selalu menyebabkan tsunami walaupun kekuatannya sudah diatas 6 skala Richter”

Yang banyak mengundang pertanyaan kemarin adalah, apakah gempa seperti di lepas pantai Indramayu ini dapat menyebabkan tsunami ?

Saya lebih cenderung untuk mengatakan gempa dalam di Laut Jawa tidak menyebabkan tsunami. Sebab gempa dalam yang terjadi di Laut Jawa ini tidak menyebabkan dislokasi yang berarti di permukaan. Bahkan bisa dikatakan tidak ada pergeseran batuan yang berada diatas. Kalau kita lihat gambar diatas jelas memperlihatkan lokasi kedalaman yang sangat jauuh dari kerak bumi.

3. Gempa sangat dalam (kedalaman 300-500-800 Km)
Secara baku sering disebut Gempa Dalam

Gempa sangat dalam ini sebenarnya relatif sering terjadi juga. Namun karena berada pada kedalaman dibawah 300 Km maka manusia tidak akan merasakan getarannya. Bayangkan saja, wong yang terjadi di Jogja saja hampir tidak terasa di daerah Kebumen, Banyumas dan Jawa barat pada umumnya.

Gambar dibawah ini memperlihatkan gempa-gempa yang terjadi di Jawa beserta kedalamannya. Kamu bisa lihat lokasi-lokasi gempa yang dapat menjelaskan bagaimana kemungkinan terjadinya. Gempa sangat dalam merupakan gempa-gempa yang disebabkan oleh pergerakan kerak benua (biru).

Gempa dalam ini tentusaja akan terasa di permukaan dan juga akan memiliki daya rusak apabila energi geombangnya masih kuat. Namun, ada yang aneh kan ? Mengapa Indramayu yang deket dengan episenter tidak separah Sukabumi ?
Tunggu dongeng berikutnya, ya ?

jenis-gempa.jpg

🙁 ” Looh itu kok ada Gunung Muria itu apa to Dhe ? Itu kan rencana lokasi PLTN”

mengapa Indramayu tak terasa bergoyang ? Silahkan baca selanjutnya disini  

Just for the note : Penamaan ini bukan pembagian baku yg ada dari USGS yang biasanya menyebutkan gempa gempa dangkal (0-70 km), gempa menengah (70-300 km) dan gempa dalam (>300 km).

16 COMMENTS

  1. selalu terlambat memberikan informasi adalah persoalan penting bagi BMG, karena akibat kelemahan ini kita harus menanggung banyak kekurangan. jika pengetahuan yang ada sudah sedemikian padat, yang menjadi persoalan selanjutnya adalah mempercepet pengurangan kelemahan.

  2. EWS: early warning system

    berawal dari membaca tulisan adinoto mengenai pemimpin airputih, saya melihat komentar IMW tentang aplikasi EWS, early warning system:
    Aplikasi ini dibuat dan dikembangkan untuk mendistribusikan informasi gempabumi yang berpotensi tsunami hasil analisa…

  3. pengen punya mbah seperti ini… penjelasannya gaul.. cepet dimengerti…

    yang paling aku suka yang paling bawah
    🙁 ” Looh itu kok ada Gunung Muria itu apa to Dhe ? Itu kan rencana lokasi PLTN”

    semoga sebelum dibangun semua amdal dipertimbangkan dengan baik, ada iso-nya nggak ya… iso tentang amdal Indonesia

  4. Sekarang aq baru ngerti..

    Pantesan pas aku telp keluarga di indramyu, mereka umumnya bilang nggak merasakan adanya gempa yang pada jam 00.04.. dan Alhamdulillah nggak ada kerusakan sedikitpun

    Kini ku tahu,

    Thanks pak

  5. Aku di kos. kosku escape-route nya jelek. Akhirnya lompat jendela. Whehehehe. Habis itu ngungsi ke kos temen yang lebih nggenah, bawa selimut sama bantal. Besoknya badan pegel semua. WUih!

  6. hehehe…..aku yg di jogja kaget juga kena gempa indramayu….kok ya bisa2 nya sampae jogja toh getarannya… aku lg di warnet je , langsung semua lari keluar. Bubar kabeh..!!!

    Dulu setahun lalu aku ngrasain gempa jogja yg begitu hebatnya, eh, pas aku kirim email ke teman bhw jogja gak ada gempa lg….eh, beberapa menit kemudian kursi terasa getar…wuih ternyata jogja kena gempa lg…
    Ya Allah, Engkaulah Maha Berkehendak…

  7. Setuju dengan Pak EG, saya juga ikutan nongkrong disini demi mencari sesuap nasi.. *lho?!* … eh maksudnya demi informasi dari Pakdhe.

    Pakdhe, tanyaa… Gempa tgl 8 Agustus kmrn apakah juga berkemungkinan untuk mempengaruhi stabilitas gunung berapi seperti misal G.Muria?

  8. ga kebayang kalo tingkat kerusakan di indramayu sampe separah atau lebih dari sukabumi… kilang balongan bisa ambruk….
    bencananya bisa jadi tiga sekaligus : gempa, kebakaran besar n supply bbm, terutama di jawa, bakalan terganggu… 😐

  9. Seperti biasa… nak ada berita gempa saya mesti cepet ngungsi kesini… abis kalo lari ke situs BMG lemot ga ketulungan…

    Mohon izin saya fwd ke milis kantor ya, Pak…
    Copyleft-nya ikut kok.. 🙂

  10. Memangnya kalau gempa apa pasti merusak konstruksi PLTN ? Mungkin iya tetapi kan bukan reaktornya to dhe?. Mestine hal ini tidak boleh lepas, dan belajar dari Jepun.
    Sepertinya Gunung Muria daerah “sepi” gempa ya ?

Leave a Reply