Dicari pengawal “impian” yang tangguh !

23

http://www1.istockphoto.com/file_thumbview_approve/2879937/2/istockphoto_2879937_professions_body_guard.jpgDiskusi energi di Indonesia ini cukup rumit dan pelik …. kelihatannya πŸ™‚

Apakah di negara lain nyantai saja menghadapi krisis energi didepan nanti ?. Ooh tentu saja tidak sesederhana begitu saja, semua negara di dunia saat ini sedang haus energi bukan karena tidak ada energi, tetapi kebutuhannya yang semakin rakus sehingga berebut energi. Selalu saja ada kesamaan kerumitan dalam mengelola energi dalam negerinya masing-masing. Hanya saja masing-masing negara memiliki jalan keluar yang dianggap sesuai dengan negaranya. Demikian juga Indonesia. Tetapi mengapa di Indonesia ini geothermal energi tidak berkembang senada dengan potensinya, mengapa PLT Batubara terpukul oleh pasokan. Bahkan sekarang PLTGas pun sudah kedodoran dengan harga gas yang meningkat.
Juga ada apa dengan PLT Nuklir yang hanya didiskusikan terus-terusan. Bahkan sampai harus ada acara “piknik” meninjau lokasi PLTN.

Sepertinya di Indonesia ini jarang ada yang berdedikasi “mengawal” impian indah pembangkit listrik berteknologi maju. Hampir semua terburu-buru “bangun” dari mimpi, buru-buru dihadapkan dengan kenyataan, dibenturkan dengan realita. Ide selalu saja indah dan ideal. Namun ide hanyalah sebutir kecambah. Dimana aku selalu menyatakan “its easy to kill a seed, than to see it growth” – terlalu mudah membunuh kecambah daripada melihatnya tumbuh berkembang menjadi pohon yang berbuah.

Impian PLT Nuklir terseok-seok dibenturkan dengan perilaku KKN, dihadapkan dengan kenyataan biaya sangat besar yang memang bikin pencarian dana PLTN “biayayakan”. PLT Nuklir juga termehek-mehek kalau ditakut-takuti dengan ledakan nuklir dan emisi radioaktif. Sama halnya dengan PLT Geothermal (PLT Panasbumi) yang terbengkalai ketika Bedugul dihantam dengan adat istiadat. Geothermal juga enggan berjalan kalau undang-undang ngga jelas. Apalagi kalau semua PLT ini dibenturkan dengan harga juwal listrik. Wis, apapun yang mau anda buat akan hancur berkeping keping kalau masih berupa ide sudah dihantam habis-habisan. Sumpih deh, anak-anak kita ngg bakalan berani mengeluarkan usulan atau ide ketika sedang mau angkat biacara saja sudah dibentak. Dan kitapun masih akan berteriak protes karena listrik yang byar-pet !

PLTNuklir bukan tanpa risiko, PLTGeothermal bukan tanpa problem, dan PTLBatubara kitapun sudah terbukti sulit mencari pasokan. Lah apalagi PLT tenaga “terbarukan” seperti PLT Angin, PLT Gelombang. Namun kita masih merasa “nyaman” dengan listrik yang saat ini haus dengan migas. Padahal ketika harga minyak yag diperkirakan akan selalu diatas 60 USD/bbls sakjane negara kita ini nombok dan tekor terus. Harga migas yang naik ini sudah lebih jelas dipelupuk mata tanpa kita mencoba mengeliat melihat sumber energi lain.

Mimpi itu harus dikawal orang kuat

Ya, mimpi-mimpi memiliki PLTNuklir, keinginan memiliki PLT Surya, cita-cita memanfaatkan PLT Angin, juga harapan mengelola PLT Gelombang semua mimpi itu harus secara tekun dikawal oleh satu orang yang bener-bener kuat. Ya … kuat tenaganya, kuat pikirannya, kuat ilmunya juga kuat raganya (ngga sakit-sakitan tentunya).

Sayangnya mimpi-mimpi PLT berteknologi itu tidak memiliki pengawal yang kuat. Baru dihantam dengan kenyataan harga konstruksi yang mahal saja PLT Surya sudah nglokro. Baru dibenturkan dengan kesulitan riset tenaga gelobang saja PLT Gelombang ambruk. Masih hanya dibilang panel selsurya itu tidak murah, wis frustrasi. Mbok yang kuat gitu looh !!! Jangan ngandelin pemimpin doank …

Ya, setiap mimpi harus dikawal supaya terwujud !

I have a dream !

23 COMMENTS

  1. Nah, Ide/mimpi yang kuat itu biasanya lahir dari orang yang kuat juga, artinya si empunya ide akan sanggup mengawal mimpinya sampai menjadi suatu yg kongkrit. Dengan kata lain, biasanya orang yg mengawali sesuatu akan sanggup mengawal/ menjaga sesuatu itu. makanya kedua kata dasar awal dan kawal itu dalam bhs indonesia hanya beda satu huruf.

  2. Kemajuan peradaban manusia terjadi karena manusia memiliki “dua kemampuan yg tidak bisa dipisahkan” melebihi mamalia2 lainnya. dua kemampuan itu adalah: 1. kemampuan utk bermimpi
    2. kemampuan utk mewujudkan mimpinya
    kalo kita hanya punya satu dari 2 kemampuan tersebut, maka kita tidak akan pernah bisa mewujudkan apa apa……

  3. Merdeka …lam kompak juga Om,batu apung dapat menahan
    intrusi air laut meresap ke darat jadi semacam barikade, meskipun memiliki pori2,namun tuk buat air asin jadi air tawar diperlukan suatu alat yaitu namanya Revese Osmosis
    alias sistim osmosis terbalik dari proses pembuatan telur asin,btw segala info yang sudah Om Papang berikan sangat
    membantu sekali,maaf ya Om dan sohib yang lain jadi nyimpang dari materi pembicaraan awal mencari Pengawal
    Impian……kembali ke laptop?????

  4. oh ya, masih tak tambahi man Ipin. Masi tentang menawarkan air asin.Dulu om pernah baca tentang penambangan batu apung di Lombok yang diprotes masyarakat. (ctt. Menurut berita batu apung itu di export ke Hongkong untuk menggosok celana jean agar kelihatan keputih-putihan pada bagian yang digosok.) Alasan protes tersebut karena lapisan tanah berbatu apung tersebut dapat mencegah intrusi air laut. Lha kalau demikian apakah bisa kita membuat mesin untuk membuat tawar air laut dengan filter batu apung atau batuan breksi apung (yang sekarang ditambang di Gunung Kidul untuk dijadikan batu bata pengganti batako karena ringan ). Selalu kompak !

  5. waduh mang Ipin, tahu apa ompapang soal mesin RO, mohon maaf ompapang gak bisa njawab. Tapi kalau masalah water suply termasuk untuk air baku yang diperuntukkan kehidupan sehari-hari, ompapang punya bukunya, tapi sekarang sedang dipinjam salah satu LSM yang sedang menangani air bersih bantuan penduduk di Gunung Kidul. Nanti kalau sudah dikembalikan tak lihatnya lagi, barangkali ada hal yang dapat membantu mang Ipin.
    Setahu saya untuk GunungKidul, penyediaan air baku oleh pemerintah dihitung dengan debit 1liter/detik untuk 1000 orang per hari atau kira-kira 80 liter per orang /hari. Untuk keperluan masak dan air minum saya kira tidak sampai 8 liter per orang /hari.
    Di Yogya saat ini ada Unit penjernih air milik LSM yang dititipkan di lapangan parkir Bengkel Dinas PU DIY di Tanjung Tirto Kalasan, lokasinya kira-kira 1 km sebelah timur dari jatuhnya pesawat Garuda Boeing 737 di Bandara Adisucipto . Unit itu tempo hari dipakai untuk memberi bantuan air korban gempa di Yogya dan sepanjang yang kutahu ,unit itu juga pernah dipakai di Aceh pasca tsunami. Sekarang nganggur nggur. Sewaktu Om tanya kenapa tidak dikirim ke Gunung Kidul atau ke Porong Sidoarjo, salah seorang pegawai yang ada disana njawab, katanya biaya operasionalnya seratus juta rp lebih per hari. Saya juga maklum lha wong unit tersebut mampu melayani puluhan ribu orang per hari, yang terdiri beberapa rangkaian yang terdiri atas Generator listrik satu box container diatas trailer,lalu satu box container diatas trailer panjang untuk instalasi penjernih dan yang lain aku lupa, mungkin pompa air. Pokoknya kalau dijejer seperti rangkaian gerbong kereta api. Saat melihat unit itu, saya sempat nyeletuk : kenapa tidak disewakan kepada perusahaan air mineral saja dari pada idle !
    Btw, kalau mang Ipin pengin lihat nanti tak antar. Kompak selalu !
    Masalah membuat air asin jadi tawar, menurut Pak Usil katanya mudah, pakai proses difusi dan osmose. Caranya, kedalam 10 liter air asin dalam bak plastik dimasukkan seratus butir telur bebek.Selanjutnya terjadi proses difusi dan osmose lewat pori-pori telur sehingga setelah 7 hari, garam dalam air akan masuk kedalam telur, sehingga telur bebek tersebut akan menjadi asin dan airnya menjadi tawar Selanjutnya air tersebut bisa dipakai untuk keperluan sehari-hari. Betul begitu ya Pak Usil ?

  6. itulah pak, masalahnya mental bangsa kita ini yang masih payah banget. dihadapkan sama masalah dikit udah ngoyo. belum lagi tingkat kecerobohan yang kayanya makin dilestarikan. semoga generasi muda kedepan masih punya mimpi untuk membangun kembali bangsa besar ini, amin!

  7. Setuju n ndukung penuh ide Hydro Electric hasil penemuan
    Om Papang!, karena belum lama ini di Republik BBM sudah
    kita lihat Mbak Mumpuni yang dinobatkan sebagai Srikandi
    alias Pahlawan Wanita yang membantu rakya di Pedesaan
    terpencil dengan mesin Hydro Electrical nya ,ogut dan
    Bung Usil siap jadi marketing untuk buah karya Om Papang,
    btw apa si Om dapat menduplikat or merancang mesin RO
    untuk membuat air laut/asin menjadi fresh water,coz men-
    jelang kemarau ini banyak saudara2 kita khususnya di Gn.
    Kidul harus berjalan kaki cukup jauh untuk sarana air bersih
    FYI harga dari negri Londo untuk RO cukup tinggi, bila Om
    Papang perlu penjelasan lebih mendetail dapat email :
    [email protected], ditunggu sekali kerja sama nya ya Om,
    Maramin salamat po alias matur suwun sanget, lam kompak

  8. Eh Om,…hidro turbine ini PANAS/DINGIN ato TINGGI/PENDEK
    ato NEGATIP/POSITIP, yang benar yang mana? Ini perlu
    penjelasan, karena pengertian harafianya kan begitu to?

    Kalo yang CFTT bisa selesai dalam waktu dekat, bisa ikut
    dalam pameran 17an, sebagai karya anak bangsa. Biar
    masyarakat kita tahu, tidak semua barang ANEH semuanya
    harus di-import.

    Usil usul yang Vertical Shaft dibawah ke topik hotmud untuk
    dibahas. Ini mestinya dapat dikawinkan dengan ide kincir
    dari pak Yanatan tempo hari itu. Sapa tahu justru bisa menjadi salah satu SOLUSI DIPERMUKAAN. Dulu usil ingat
    pak RIrawan malahan sudah hitungkan operasi kincir yang
    paling efisien. Terus omPapang sempurnakan lagi dengan
    pake sepatbor dll untuk meredam muncratnya cairan akibat
    gaya centrifugal yang berlebihan. Apa Om masih ingat?

  9. Mang Ipin, disamping mimpi , si om juga bikin mesin energi yang bukan ‘mimpi’ lho.! Yang sudah aku buat tahun 2006 kunamakan YIN-YANG HYDRO TURBINE atau turbin air YIN-YANG. Bulan Agustus 2007 ini aku harap bisa menyelesaikan jenis turbin air yang lain yaitu CROSS FLOW TWIN TURBINE (TURBIN KEMBAR LINTAS ALIRAN ) yang di bulan Agustus ini 2 rotor turbinnya sudah di cat MERAH dan PUTIH . Mudah-mudahan akhir agustus 2007 sudah terwujud. Om masih punya rencana tahun depan buat yang model vertical shaft yang dapat diapungkan dengan ponton diatas sungai yang mengalir dengan sistem bilah (blade) yang dapat muntir secara otomatis sehingga efektif menyerap energi aliran air ( kecepatan 1 – 10 m/deti). Karena sangat efektif menyerap energi aliran, maka sistem ini juga diharap dapat dipakai untuk kincir angin. Sekalian promosi ya Mang Ipin, kalau mang Ipin atau pak Usil tertarik membeli karya cipta saya tersebut kita bisa nego, hak paten nanti atas nama Mang Ipin…. he 4X.

  10. Alow juga Om Papang n Bung Usil ,sohibku ..
    Ogut ndukung penuh keinginan dan mimpi kita semua tuk
    jadi pengawal impian,lebih2 metoda Perpetual Engine dari
    apa yang Om Papang uraikan,khan sekarang memang sudah mulai dengan yang namanya “NANO TECHNOLOGY”
    apalagi kalo nanti Future Energy dari penguraian H2O
    sudah boleh di aplikasikan menjadi sumber Energy,karena
    Energy itu sifatnya kekal setuju seratus % Om,lam kompak
    selalu !!

  11. Ompapang serius lho mang Ipin & Pak Usil, coba cari tulisanku di blog ini yang pernah melontarkan “perpetual engine ” dengan konsep”mechanical power amplifier”, ternyata di Jerman juga ada seorang Felix Wuerth yang mimpi tentang “energy amplifier” dengan konsep yang mirip dengan konsepnya si Om.

  12. Wheleeh, mang Ipin…ndaftar jadi Pegawai Impian KPU?
    Ati2 lho mang! Pegawai Negeri jelas gak bisa….he2x

    Usil ke blog ini, duluuuu skali gara2 ada pembahasan ATOM
    yang melibatkan pak RIrawan dan omPapang.
    Biasalah…… tokoh favorit!. Kalo sudah baca ueeenaknya
    uraian tehnisnya pak RIrawan dan banjolannya si Om,
    tangan langsung gatel, jadinya ikut nimbrung dah.
    Tapi usil gak ‘aktip’ koq disini, hanya kalo topiknya klop aja.

  13. Pak Dhe sakjane Om Papang ndaftar jadi Pengawal Impian
    ojo lali ogut juga sm sohibku yaitu bung Usil pengin ndaftar,
    Lah wong urip saiki kalo gak punya impian ???? punya apa
    lagi yaaaa??????mbuh !

  14. Pak Paijo, Pabrik Gula dan Soiritus Madukismo di Yogyakarta, juga pabrik Gula yang lain, sudah sejak didirikan menggunakan limbah ampas tebu untuk bahan bakar ketel uapnya.Tapi yaitu, abunya ya ampun, kemana-mana mengotori jemuran pakaian penduduk disekeliling pabrik.
    Btw,kalau ada pendaftaran pengawal impian yang tangguh, ompapang mau ndaftar pak Dhe ! Soalnya aku mungkin termasuk pemimpi dengan ilusi kuno mengenai ‘perpetual engine’ dan ternyata aku tidak sendirian, di dunia maya ini, orang Jerman dan Amerika banyak juga yang mimpi ‘perpetual engine’, tapi sudah dengan paradigma baru, yaitu tetap menganut hukum kekekalan energi.

  15. Betul yang Pak Dhe katakan, perlu pengawal yang kuat. Tapi berarti itu masih mimpi juga pak karena pengawal yang kuat susah dicari di negeri kita sekarang. Makanya daripada pusing-pusing, mendingan saya bikin riset / ekspeimen sendiri tentang pemanfaatan bahan bakar dari limbah pertanian seperti tongkol jagung, kulit kacang, sabut kelapa, dsb untuk menjalankan sebuah mesin penggerak. Kalau peneliti lain berusahan mengolah bahan bakarnya agar cocok dengan mesin yang ada sekarang. Kalau saya melakukan yang sebaliknya, membuat mesin jenis baru yang bisa menggunakan bahan bakar limbah pertanian secara langsung tanpa diolah lebih dahulu. Pertimbangan saya, agar biaya bahan bakar lebih murah dan lebih hemat energi ( karena untuk mengolah biofuel juga perlu energi ). Terimakasih dan salam eksperimen Pak Dhe.

  16. “Hampir semua terburu-buru β€œbangun” dari mimpi, buru-buru dihadapkan dengan kenyataan, dibenturkan dengan realita.
    ….
    Sumpih deh, anak-anak kita ngg bakalan berani mengeluarkan usulan atau ide ketika sedang mau angkat biacara saja sudah dibentak.”

    Itulah masalahnya Pak. Yang punya mimpi juga maunya mimpinya terwujud secara instan. Maunya didukung tanpa reserve, langsung dipercaya aja. Misal (lagi) pengen bikin PLTN, tapi cuek dg pertanyaan besar yg sebenarnya realistis (biaya, contingency plan, disiplin, dsb). Seharusnya kan bisa kasih jawaban dan kawalan yang meyakinkan.

    Coba saja cek semua website badan pemerintah, tidak ada yang bisa mengawal ide dg meyakinkan.

  17. Udah… udah ngomongin mimpi… kali ini kita ngomongin yang nyata-nyata terjadi aja, kayak jembatan yang ambruk di Minessota… Duuuuh, kok bisa ya… padahal tahun 1999 saya sempet “nyontek” metode pelaksanaannya MnDOT untuk tender bikin jembatan, he..he..he..

  18. bos Rovicky,
    emang orang kita sulit maju,dan hanya bisa mimpi ( sampai ada tafsir mimpi ).Tapi saya pribadi berharap semoga PLTN ini terwujud di Indonesia . Untuk masa depan yang lebih baik bagi anak cucu kita….AMin

  19. Pak Rovicky,
    klo kita berbicara “pengawal” yang ngawalin Indonesia ini gak akan habis2nya. Ngawalin yg sudah didepan mata aja masih suka ngoyor kemana2, apalagi klo masih dalam mimpi..?

Leave a Reply