Menahan gelembung lumpur dengan BOLa beTON

15

bubble.gifBubbles ! oO0 ooO

Main gelembung emang asyik banget. Wektu kecil suka sekali main umpluk atau gelembung ini. Terutama pakai sabun dan getah jarak.

Sudah baca tentang sumber-sumber tekanan Lumpur Lapindo (LuSi) sebelumnya kan ? Yok, kita coba gimana mengatasi yang disebabkan oleh gelembung-gelembung gas ini. Janji deh ngga pakai rumus tapi gambar aja πŸ˜€

tekanan_lusi.jpg

Salah satu yg paling diperlukan dalam mengamati gelembung gas ini adalah asal muasalnya. Ada dua kemungkinan sumber gas ini yaitu, dari gas yang terpreangkap dalam pori-pori. Dalam perminyakan disebut gas trap (gas yang terperangkap). Selain itu ada pula gas yang terlarut dalam cairan disebut dissolved gas.

Kemungkinan pertama dengan adanya gas trap sebagai sumber gas biasanya muncul ketika awal-awal kejadian blowout. Tekanan gas yang sangat tinggi (overpressure gas) selalu menjadi kambing hitam pertama ketika mengalami tendangan pada sebuah sumur. Namun setelah melihat bahwa semburan ini tak henti-henti dalam waktu setahun lebih dengan dbit yang sangat luar biasa ini maka kemungkinan adanya gas yang terperangkap sebagai sumber tekanan menjadi diragukan. Kalau saja gas itu memiliki tekanan tinggi tentunya sudah habis dalam beebrapa bulan saja.

Dahulu air yang diperkirakan terperangkap dalam pori-pori Batugamping Formasi Kujung akan habis adalam waktu sekian bulan saja (3-5 bulan). Namun justru kali ini air yang keluar sudah jauh lebih banyak dari tangki dibawah sana yang diperkirakan ada pada Batugamping Formasi Kujung. Demikian juga gas yang terperangkap, tentunya sudah akan “nggemboss” dan turun tekanannya dalam waktu yang cukup cepat. Kenyataannya semburan juga tidak berhenti hingga sekarang. Dengan demikian hipotesa gas trap (gas terpreangkap) maupun trap water (air yang terperangkap) menjadi lemah saat ini.

Oleh sebab itu sangat mungkin gelembung-gelembung gas yang keluar dari Lusi merupakan gas yang terlarut dalam air ataupun fase gas dari air (uap air /steam) akibat penanasan dari dalam bumi.

Kalau saja gelembung gas itu merupakan fase gas dari air akibat pemanasan maka akan mengikuti grafik fase (P=T) dari air seperti disebelah ini.

Grafik disebelah ini grafik fase dari air. Sebelah kiri sumbu tekanan dalam atmosfer dan skalanya berupa skala logaritmik. Sedangkan kekanan merupakan sumbu temperature. Yang dikiri dingin yang dikanan panas. Coba lihat titik merah yang merupakan titik didih air yaitu 100 Β°C pada tekanan 1 atmosfer. Jadi pada tekanan rendah maka air akan mendidih dibawah 100 ΒΊC. Garis batas uap dan cair itu menunjukkan titik didih dari air. Diman fase air berubah dari cair menjadi uap.

– πŸ™ “Makanya di gunung air mendidih dibawah 100 Β°C Gitu kan, Pakdhe ? Ini ya harus inget Pakdhe, masak pelajaran SD lupa mlulu”, sambil methenteng.
+ πŸ˜€ “Tapi thole. Coba liat itu handukmu kan ngga perlu mendidih juga bisa kering”.
– πŸ™ ” …. iya ya … knapa dhe. Jadi
air itu akan menguap pada suhu berapapun ? Menguap dan mendidih beda ya Dhe ?”

Perkiraan suhu bawah permukaanLumpur panas ini mengalir dari bawah keatas. Semakin keatas maka temperatur serta tekanannya akan berkurang. Turunnya suhu bisa dilihat disini saat kita mengamati detak-detak kelahiran Lusi. Jadi penurunan suhu bisa diperkitakan dari gambar itu kan ? Dan kita juga bisa melihat tentunya ada titik kedalaman tertentu dimana awal pemunculan gelembung gas ini (bubble point). Dan tentusaja bisa dihitung atau diperkirakan.

Karena keluarnya gas-gas inilah maka kekuatan daya dorong fluida keatas juga cukup besar. Dan seandainya gelembung-gelembung ii terkumpul di rongga dibawah tentunya akan sangat berbahaya, karena menyimpan tenaga dorong keatas karena faktor bouyancy atau daya apung yang cukup besar.

Ingin bukti ?

Coba masukkan balon kedalam air. Tentu akan sangat mudah balon ini akan pingin mengambang hanya karena tekanan udara yang ingin naik keatas. Bahkan sangat mungkin balon itu akan meletus (DOR !) ketika dimasukkan kedalam air bukan ? Kalau ingin tahu besarnya gaya keatas ya mesti belajar lagi hukum Archimides. Ndak usah pakai rumus2 yang susah-susah. Kalau mau nyumbat serius ya baru pakai rumus yang aneh-aneh. Tapi buat kita mendongeng begini pakai rumus yang mudah saja, kan ?

Sekarang kita tahu bahwa ada gaya keatas disebabkan oleh gelembung gas, dan kita tahu adanya grafik hubungan antara tekanan suhu dan pembentukan gelembung (bubble point) dari grafik diatas. Tentunya kalau tekanan itu turun secara cepat maka pembentukan gelombang juga akan semakin cepat. kalau saja kita mampu menghambat atau memperlambat timbulnya gelembung, maka kita telah mengurangi daya dorong keatas.

Bagaimana caranya ?

Salah satu yang sudah dilakukan oleh tim BOLTON adalah dengan menahan jalannya aliran dengan Bola-Bola Beton, sehingga tekanan dibawah masih cukup besar sambil tetap mengalir tetapi menahan pemebantukan gelembung. Kalau bubble point bisa ditunda moga-moga saja debit akan berkurang.

Jadi barangkali beginilah cara kerja BOLTON itu.

– πŸ™ “Tapi dhe, kenapa harus BOLTON kenapa bukan batu biasa saja yang mudah, murah dan juga memungkinkan dilakukan?”
+ πŸ˜€ ” Wah pinter juga kowe tole !”

Bola-bola ini bentuknya sangat seragam sehingga segalanya bisa menjadi sangat terukur dan diharapkan terkendali. Sekali lagi terukur dan diharapkan terkendali. Namun memang tidak mustahil bahwa dengan batukalipun bisa saja dilakukan asalkan semuanya terukur. Bolton ini bulat-bulat dan licin, sehingga jalannya lumpur hanya dihambat tetapi tidak tersumbat. Seperti yang ditulis dahulu disini, dijelaskan bahwa BOLTON akan menghambat jalannya lumpur.

Batukali bentuknya relatif lebih runcing-runcing sehingga pori-porinya akan lebih kecil, dibandingkan dengan bola-bola beton yang bulat-bulat dan licin. Juga karena bentuk batukali itu tidak teratur maka tentunya akan sulit melakukan penghitungan serta simulasi apa yang mungkin terjadi.

Menggunakan BOLTON yang sudah seragam dan terukur-pun belum tentu akan ngefek seperti yang dipikirkan. Termasuk berhentinya 30 menit itu jelas bukan diketahui sebelum dimasukkan bolton, kan ? Hal ini disebabkan karena masih banyak faktor-faktor lain yang harus diperhitungkan. Faktor2 yg belum diketahui ini misalnya bentuk lubang, suhu atau tempertur serta tekanan dibawah sana, sumber air dan material2 lainnya. Juga tidak kalah penting struktur geologi bawah permukaan yang perlu diketahui dengan detil. Dengan demikian potential failure atau kemungkinan kegagalannya jelas masih ada, kan ? Dan sudah dijelaskan disini juga sebelumnya looh.

Batu-kali bisa menyusul.

Saya perkirakan kalau saja Bolton ini mampu mengurangi debit secara perlahan, maka sangat mungkin nantinya batu-kalipun akan aman untuk dimasukkan sebagai pengisi lubang. Sekali lagi kalau nantinya semburan ini sudah dapat “dikendalikan“. Banyak faktor-faktor bawah permukaan yang harus diukur sebelum melakukan tindakan.

– πŸ™ “Whadduh dhe, kalau nungguin ngukur-ngukur parameter tapi kebanjiran terus gini gimana Dhe ?”
+ πŸ˜€ “Yo kui tole, kesabaran itu diperlukan ketika sedang berusaha, bukan sabar karena pasrah trus diem saja tole”

Yang dijelaskan diatas harus diingat lagi hanyalah untuk menahan satu dari tiga kemungkinan sumber tekanan lumpur untuk naik keatas. Selain tekanan gas, masih ada dua sumber tekanan lain yang harus dilawan, yaitu tekanan hidrostatis dan tekanan lithostatis. Kalau mau tahu dua tekanan ini, baca lagi dongengan yg sudah ada sebelumnya disini.

15 COMMENTS

  1. om, komentar dikit..pernah dulu kepikiran beberapa solusi

    – Diledakin pada kedalaman tertentu sehingga lapisan tanah batuan bagian atas amblas nutupin retakan, tapi kalo sekarang sih kayaknya dah telat, lapisannya makin labil sehingga makin beresiko gagal. Tapi ya tetap harus itung2an rumus juga dan punya data yang valid tentang karakteristik lapisan atasnya.

    – injeksi semen cair pada kedalaman tertentu sehingga bisa nutupin retakannya, ato kalo di sebarin semen diatas danau lumpur gmana ya? biar jadi lapangan parkir yang maha luas, hehehheh

    – kayaknya kalo pake bola boli juga percuma selama masih ada porositasnya, kehalangpun lumpurnya bisa nyari celah lemah lainnya.

  2. y pokokx terserah z!!!

    yg pasti bolton udh pernah dicoba,,tp hasilnya mana,,

    tp tetep dihargain ko,,

    sukses yaaa!!!

  3. hmmm…kalau masalahnya adalah gelembung udara, bagaimana dengan kavitasi? Saya kurang tau sampe tekanan serendah apa lumpur baru bisa mengalami kavitasi, dan saya juga kurang tau apakan lumpur bisa saya perlakukan seperti air dalam hal ini.
    Tapi kalau sifatnya menyerupai dengan air, maka semakin panjang penyumbatan itu akan semakin besar pula pressure dropnya (berdasarkan darcy’s law). Semakin besar pressure drop semakin besar pula kemungkinan kavitasi.
    not to mention, temperature yg meningkat dengan penyumbatan itu.

    Singkat cerita, kalau munurut saya, bola2 beton itu malah akan menjadi penyebab timbulnya gelembung2 itu.

  4. ndherek tanglet pak dhe, itu bolton2nya kan saling ikaitkan dengan tali baja, kenapa kok nggak dikaitkan ke suatu tiang pancang atau apa saja yang bisa menahan supaya nggak bablas masuk kedalam terus hilang?. apa kita yakin kalo Bolton2 tsb nyangkut di ujung lubang terus secara pelan2 bisa nutup lubang tsb.

    matur nuwun.

  5. gimana kalo di bom aja, biar ngangak dulu skalian… berikut bayangan saya itu lubang pasti diem akibat yang atas nguruk lubang yang udah ngangak tadi,,, cuma ide ngawur sih, …saya sering liat film yang ada lubang kena bom, kemudian film itu di replay terbalik,.. coba deh perhatikan. …

  6. Bola-bola beton sudah dimasukkan sekarang ekh koq ya muncul semburan air bercampur pasir di Jatirejo, tidak jauh dari pusat semburan Lumpur Sidoarjo (LUSI)… walah jan elok tuenan kih, ngomong2 pak Dhe ada kaitannya nggak yach?

  7. Mas Katro
    Mungkin emang kita udah alergi dg math. Kali anda bisa njelasin pake rumus dengan mudah ?
    mbok aku dikasih tahu πŸ˜›

  8. bukan rumusnya yg njelimet, tapi daya tolak kita sama matematika….

    banyak masalah jadi lebih sederhana jika dijelaskan lewat matematika..ketimbang lewat cerita…

  9. wah hebat banget ide dan penjelasannya (sambil manggut2), kalau pakai bolton lagi harus yang lebih pejal dan keras agar tidak mudah pecah pada temperature tinggi,kalau perlu bolton itu diselubungi baja (bola baja berisi beton)dan klo perlu diukur,diatur dan disesuaikan kedalamannya sesuai dengan ketahanan bolton agar jangan sampai pecah di dalam lubang semburan(khan temperature lumpur dipermukaan khan lebih rendah daripada di dalam lubang semburan) agar jadinya nanti ga sia-sia.trus diameter bolton pun agaknya perlu diperbesar dari semula 20cm dan 40 cm jadikan aja sekalian 100cm dan 200cm untuk lubang semburan utama (masuk ke dalamnya lubang semburan sampai 500-1000m aja…hmm trus biaya dari mana ya.kalau dana dari lapindo lambat turunnya …ya mungkin perlu dana patungan dan sumbangan donatur seluruh masyarakat sidoarjo,seluruh jawa timur ato seluruh seluruh rakyat indonesia..sorry ini hanya masukan lho…ga dipake juga ga apa…

  10. Wah penjelasan ini mugkin lebih mudah dimengerti ketimbang penjelasan tim BOLTON yang selalu menggunakan rumus rumit πŸ˜›

Leave a Reply