Sumber Tekanan Lusi ?

10

dg_banner1.pngTentunya masih ingat tulisan tentang tekanan hidrostatis atau tekanan air yang menyebabkan muncratnya air tanah kan ? Semburan dari bawah tentunya disebabkan oleh gaya atau tenakan dari bawah. Sudah sejak awal sumber tekanan yang ada di LuSi juga diperdebatkan. Apa saja sumber tekanan ini ?

Paling tidak ada tiga jenis tekanan di LuSi yang dapat dipakai sebagai awal hipotesa. Masing-masing akan memiliki karakteristik tersendiri dan juga memiliki penyebab serta penanganan yang berbeda.

Kita tengok satu-satu yuk !

– ๐Ÿ™ ‘Pakdhe stress itu kan tekanan to, makanya orang kalau tertekan itu terkena stress ya dhe ?”
+ ๐Ÿ˜€ “Lah itulah, kalau lagi stress ya tekanannya harus dikeluarkan kalau engga ya bisa mledug. Makanya kemarin aku pikinikย  ngeliat Pantai Timur di Kuantan, kowe ora tak ajak .”
– ๐Ÿ™ “Haiyak, pakdhe ngga ngajak-ngajak”

Ketiga tekanan yang mungkin harus dilawan untuk mengontrol, mengurangi, atau bahkan menghentikan Lusi yaitu :

  • Tekanan Hidrostatis
  • Tekanan Lithostatik
  • Tekanan gas (Gas Drive)

Tekanan hidrostatik

Tekanan hidrostatis ini paling mudah dipahami, karena merupakan tekanan akibat tinggi kolom air. Mestinya masih ingat tulisan disini ketika muncul sumber air artesis setelah gempa Jogja. Secata teoritis ketinggiannya akan sama dengan tinggi air permukaan di gunung. Namun pada kenyataannya ketinggiannya memang tidak setinggi gunung, tetapi akan lebih mengikuti pola permukaan. Lihat gambardibawah.

tekanan_lusi.jpg

Untuk melawan tekanan hidrostatis ini akan lebih mudah karena besarnya akan sangat terukur dengan mudah dan apabila dilawan dengan tinggi kolom yang menahan maka tekanan tersebut akan dapat dilawan. Salah satunya ya counter weight atau metode Capping.

Tekanan Lithostatik.

Tekanan lithostatik ini lebih disebabkan oleh beban (overburden), karena batuan yang berada diatasnya. kalau saja kita ingat rumus tekanan adalah rho (berat jenis) x h (ketinggian), maka tekanan ini suangatlah besar, karena besarnya seberat batuan yang berada diatasnya.

Batuan lumpur yang mecotot keluar ini disebabkan oleh tekanan batuan diatasnya yang menekan. Tekanan ini tidak mudah dilawan tetapi akan sangat munkin akan terhenti dengan sendirinya kalau lubang tempat keluarnya lapisan liat dan lunak ini tertutup sendiri oleh beban diatasnya. Lapisan yang keluar ini biasanya lempung plastis.

Tekanan Gas

Teakanan gas ini pernah terlihat ketika terjadi ledakan pada tanggal 25 Agustus 2006. Penyebabnya adalah gas yang terkandung didalam air mengalami ekspansi karena suhu yang tinggi. Ini mirip dengan menjerang air. Ketika air mendidih maka kandungan gas yang ada dalam air akan keluar menjadi gelembung-gelembung udara. Ketika gelembung ini sampai dipermukaan akan terlihat seperti gelembung2 plupuk-plupuk atau dikenal dengan “bubble”. Mekanisme ini bisa dilihat disini ketika cerita tentang detak-detak kelahiran Lusi.

Melawan tekanan gas ini boleh dibilang mission impossible, karena harus mencegah timbulnya gelembung (bubble). Pada kedalaman tertentu gelembung ini baru akan muncul,kondisi ini disebut kondisi bubble point, atau kondisi dimana kandungan gas didalam likuid (air) keluar menjadi gas. Salah satu cara adalah denganย  menghambat selama mungkin aliran. Semakin cepat aliran lumpur dan air ini ke permukaan maka pembentukan gas akan semakin cepat. Kalau kita mampun menahan laju aliran, maka diperkirakan laju pembentukan gelembung juga akan bisa dihambah. Salah satu caranya ?ย  Menggunakan HDCB. Seperti yang digambarkan sbelumnya disini tentang cara kerja HDCB.

Mungkinkan melawan ketiga-tiganya ?

Kemungkinan sih selalu saja, hanya perlu diingat bahwa masing-masing sumber gaya dan tekanan serta tenaga ini tidak berdisi sendiri. Merka akan saling terkait, dan alam memilki caranya sendiri. Demikian juga manusia memiliki cara tersendiri untuk bergaul, bercengkerama, dan hidup bersama alam.

ย – ๐Ÿ™ “Pakdhe, Saya aja kalau ditekan ya nglawan kok Dhe. Apakah alam juga akan ngelawan kalau ditekan ?”
+ ๐Ÿ˜€ “Makanya manusia harus tahu bagaimana alam itu berlakon”
– ๐Ÿ™ “Kalau aku gedrug-gedrug kaki menekan kebawah, air bisa muncrat dong Dhe”

10 COMMENTS

  1. Program…Program…Program…
    Pelaksanaan…Pelaksanaan…Pelaksanaan….
    Jargon…Jargon…Jargon…..
    Anggaran….Anggaran….Anggaran….
    Modal dengkul….modal dengkul….modal dengkul……
    Modar Kabeh atau Modal KB.

    kata kunci: Berapa Nilai Indonesia.
    if Tak Ternilai Then Shutdown Systems
    else IAS = Indonesia’s Assets Securitization
    Next Kesejahteraan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

  2. pak skarang q lg pkl ni… bs minta tlang ya….
    tlang kirim ke email q dong hal2 yang berbau lusi
    coz judul pkl q berbau lusi
    thank sebelumnya….

  3. hai niken pa kabar sekarang kmu kuliah di semarang ya.aku disini akan selalu mencintaimu sampai kapan pun walaupun kmu tidak mengetahuinya.aku tetap cinta kamu.forefer.thanks

  4. Ketika masih mahasiswa, saya pernah melakukan pemboran pada lapisan tanah timbunan yang kurang pemadatannya (timbunan tanah lempung hasil dorongan Bulldozer ke lembah) untuk mencari data untuk studi analisa kestabilan lereng. Tanah tersebut begitu lunak hingga sulit mengambil corenya melalui tube dalam keadaan “undisturbed” sempurna. Sehingga pengukuran kuat geser tanah di lapangan perlu ditambahkan pada berbagai kedalaman.

    Semakin dalam pemboran, alat bor semakin sulit mencabut batang bor. Hal ini karena adanya beban tanah yang menimbulkan tekanan horizontal yang menjepit batang bor.

    Pada awalnya lubang bor tidak berair. Beberapa lama kemudian, lubang bor berisi air. Beban tanah telah memeras air yang terkandung di dalam pori tanah lempung hingga airnya masuk kedalam lubang bor. Namun, air tidak sampai meluber keluar permukaan. Lama kelamaan lubang bor itu mengecil dan dipastikan menutup.

    Tanah lempung di dalam tanah memang umumnya mempunyai kadar air yang sangat tinggi. Nampaknya padat tetapi jika diaduk dengan kekuatan penuh akan menjadi seperti pasta.

    Dalam kasus lumpur Lapindo ini, saya yakin penyebab paling dominan adalah tekanan gas/uap panas yang menggerus lapisan tanah berkadar air sangat tinggi dan membawanya ke permukaan dengan kecepatan tinggi.

  5. soft drink dan anggur(wine) dalam botol kalau diKOCOK-KOCOK lalu TUTUPnya dibuka,kok terus bubblenya banyak dan nyemburnya besar kenapa pak Dhe ?
    Apa nyemburnya LUSI karena cairan didalam bumi yang mengandung gas seperti soft drink tsb karena diKOCOK-KOCOK oleh GEMPA Yogya dan “TUTUPnya” dibuka oleh pengeBORan Lapindo, terus bubblenya muncul dan lumpurnya muncrat melalui lubang BOR, gitu pak dhe?

Leave a Reply