Sejarah – Rekaman yang sama dari sebuah perjalanan berbeda – 2

5

map.gifKali ini saya mengajak untuk sedikit berpikir mengerutkan dahi ya …

Dari tulisan yang sebelumnya kita tahu bahwa bentuk rekaman menunjukkan perjalanan sejarah. Hal ini berlaku untuk sejarah apa saja. Hal ini sangat penting untuk diketahui terutama untuk melihat satu macam dimensi, atau satu macam perjalanan saja. Misalnya sejarah pengumpulan harta. Dapat juga perkembangan jumlah penduduk, dapat juga jumlah fosil yang diketemukan dalam sebuah seri batuan.

– 🙁 ” Pakdhe, nantinya juga soal evolusi, kan ?”
+ 😀 “… upst sik, sik, … evolusi nanti dulu. Jangan buru-buru”
– 🙁 “Whalaah kok thimik-thimik, pelan banget ya jalannya evolusi, dhe ?”

Selanjutnya akan anda temui sebuah perjalanan yang berbeda namun memiliki hasil rekaman yang sama.

Rekaman sejarah yang sama belum tentu dari sebuah perjalanan sejarah yang sama.

Setelah kita memiliki rekaman R1, R2 dan R3 maka kita tahu adanya bermacam-macam proses dan bagimana terekam dalam sebuah rekaman sejarah. Rekaman ini dapat berupa rekaman cincing pohon (ring tree), dapat juga berupa endapan batuan. Sekarang kita tengok untuk proses yang lebih kompleks.

Rekaman-4 (R4)

record-4.jpg

record04.jpgPada perjalanan sejarah yang kompleks dan lebih radikal, dimana fluktuasi sangat kuat, maka perekamannyapun juga sangat kompleks. Catatan-catatan juga berubah-ubah sepanjang masa. Catatan pada T2 sangat berbeda dengan catatan pada saat T3. Catatan pada saat T 9 juga sangat berbeda.

Nah, yang dapat dipelajari dari R-4 ini adalah fluktuasi yang radikal akan mempengaruhi perjalan rekaman. RT2, RT6, dan RT 9 hanya memiliki dua jenis harta (dua warna). Kalau saja kita mendapatkan rekaman ini tentunya tidak dengan mudah dan serta-merta menyatakan bahwa yang dijumpai adalah sesuatu yang sederhana.

Kesederhanaan hasil rekaman sejarah tidak mencerminkan perjalan sejarah.

Rekaman-5 (R5)

Rekaman-5 (R5) ini cukup unik, hasil akhir dari sebuah proses yang ternyata sama dengan dengan R4. Coba perhatikan dan bandingkan R5 dengan R4 sebelumnya.

record-5.jpg

record05.jpgPerjalanan sejarah R5 jelas tidak sama dengan perjalanan sejarah R4 diatas. R5 lebih santai dalam menjalani sejarahnya. Hal ini sudah tercermin dalam proses rekamannya. RT2, RT3, dan RT4 sangat mirip atau perubahannya kecil. Demikian juga RT6, RT7, dan RT8.

Tapi yang menarik adalah Rekaman terakhirnya antara sejarah R-4 dan sejarah R5 adalah SAMA ! Coba perhatikan baik-baik. Keduanya memiliki rekord yang sama percis ! Walaupun anda melihat proses perjalanan sejarah sejak T9 hingga T13 keduanya memiliki perjalanan sejarah yang berbeda.

Dengan demikian record (rekaman) yang sama tidak mencerminkan perjalanan sejarah yang sama. Dengan demikian hanya dengan satu jenis rekaman saja kita tidak mungkin menjelaskan sebuah perjalanan sejarah dengan lengkap.

Coba bandingkan perjalan dua pelaku sejarah yang menghasilkan hasil yang sama tetapi melalui jalan yang berbeda seperti sibawah ini.

record05.jpgr4-r5.jpg

Bagaimana mungkin perjalanan si Violet dan si Orange dapat memilki rekaman yang sama padahal perjalanannya berbeda ?

Lessson : Yakinkah kita dengan catatan yang sudah kita miliki ?

Tunggu saja lanjutannya

5 COMMENTS

  1. wuah kan maen pak de ini ya…historical explanationnya ok tuh buat nambahi wawasan baru dalam mengajar sejarah.Supaya sejarah ndak bosanin si murid, pakek werno werno..menariklah..sayang kok baru nggabung ya..itupun iseng2 ngaggak sengaja.

  2. Pak Dedi,ada contoh : kosa kata bahasa Madura tidak mengenal warna HIJAU, yang ada warna BIRU daun. Jadi trafic light akan disebut dengan warna merah,kuning dan biru. Juga anak -anak Madura akan bingung bila menyanyikan lagu “Balonku ada lima” atau “Pelangi-pelangi”. Kalau sejarah bahasa Madura dipelajari, mungkin dapat diketahui kenapa warna HIJAU tidak dikenal disana.

  3. Yang saya tahu sejarah ini berjalan satu arah saja dengan cara random (acak), artinya polanya tidak seluruhnya diketahui mekanisme atau aturannya. Karena tidak seluruhnya diketahui inilah maka seolah random tak beraturan. Sakjane ya ada aturan mainnya tetapi aturan lainnya belum diketahui saja.

    Tetapi secara ekstim saya kira sejarah tidak bisa diulang, karena waktu bukan sekedar sebuah garis lurus yg satu arah atau satu dimensi saja. Sehingga kalau saja kita ulang perjalanan semesta ini sejak bigbang, maka belum tentu akan muncul manusia “cerdas” seperti kita yang selalu bertanya-tanya tentang “sejarah” (sesuatu yang jalan satu arah)

  4. Mas Rovicky, bagaimana jika diberi contoh dengan sejarah pembentukan dan perkembangan bahasa pada manusia. Apa ada rekamannya?

    Kemudian bisakah sejarah dapat menjawab pertanyaan “Apakah berbagai kelompok manusia yang dipelihara sejak bayi tanpa diajari bahasa yang sudah ada mereka akan membentuk bahasa barunya masing-masing yang berlainan?

    Karena jika percobaan ini dilakukan, tidak manusiawi.

Leave a Reply