Sejarah – Membaca Rekaman – 1

10

record.jpgMungkin anda sudah membaca bagaimana meluruskan sejarah itu akan sia-sia disini dan disini. Sebenernya sebelum menafsirkan sebuah rekaman sejarah kita harus tahu dahulu bagaimana sebenarnya sejarah itu direkam. Lah iya ta, kalau mau tahu pembacaan rekaman tanpa tahu seluk beluk perekaman ya nanti kita bisa salah baca.

Coba tengok rekaman sejarah seperti disebelah ini yang berbeda-beda apakah sejarahnya juga berbeda-beda, dan bagaimana perbedaaannya ?

– 🙁 “Pakdhe, ini perlu dibaca oleh peminat sejarah ya dhe. Termasuk geologist nih, Dhe”
+ 😀 “Lah hiyo, banyak geologist dan arkeologist yang sulit memahami pembacaan rekaman-rekaman sejarah, le”

Proses perekaman sejarah

tree.jpgRekaman sejarah ini banyak sekali bentuk dan manifestasinya. Yang paling mudah adalah perekaman sejarah pada batang pohon. Rekaman dalam batang pohon ini sifatnya menerus, kontinyu, hanya laju perkembangannya yang berbeda-beda tergantung musim. Juga adanya element-element tertentu dalam setiap lapisan yang dapat dipergunakan dalam analisa perubahan iklim sepanjang ratusan tahun. Tentusaja rekaman ini sangat dipengaruhi oleh usia dari pohon.

Perekaman ini mirip juga dalam pengendapan dalam batuan. Dimana pada proses sedimentasi yang terus menerus tanpa mengalami erosi. Ya perlu diketahui dua istilah ini dulu sedimentasi dan erosi. Keduanya merupakan proses yang akan dijelaskan nanti bagaimana proses ini mempengaruhi hasil perekaman.

Garis waktu dan sejarah

timeline-0.jpg

Garis waktu atau timeline merupakan sebuah sumbu abstraksi yang secara mudah kali ini dianggap memiliki selang yang seragam. Setahun adalah 12 bulan.

Disebelah ini ada sebuah garis waktu dari tahun 1 hingga tahun 13. Perjalanan sejarah digambarkan dengan garis perjalanan sejarah. Misalnya saja kekayaan, dimana tahun satu memperoleh kekayaan berupa si Merah Jambu, tahun 2 menghasilkan kekayaan Ungu dan seterusnya. Perjalanan sejarah sepanjang dari tahun 1 hingga tahun 13 tentunya bisa saja berfluktuasi sehingga nantinya akan terlihat perbedaan atau perubahan fluktuatif yang seharusnya dijumpai dalam rekaman sejarah kekayaan ini.

Rekaman-1 (R1)

Apabila proses perekaman berupa proses yang sangat sederhana maka akan terlihat proses seperti yang terlihat dibawah ini.

record-1.jpg

record01.jpg

Pada perjalanan sejarah yang sangat sederhana ini terjadi proses sejarah yang konstant, kontinyu, tidak ada gejolak, semua berjalan dengan mulus tapa hambatan, tanpa rintangan. Perhatikan catatan pada Tahun 2, terdapat dua jenis harta (warna) yaitu kekayaan harta Merah Jambu dan harta Ungu, demikian juga pada tahun 5 (T5) dengan 5 warna, pada tahun 9 juga sudah memiliki 9 warna dengan jumlah yang seragam pula. Dan perhatikan jumlahnyapun sama saja sampai Tahun 13 (T13).

Bagaimana hasil rekaman yang diperoleh pada T 13 ? Bisa dilihat disebelah ini. Semua catatan lengkap, tidak ada yang hilang dari yang diperoleh pada T1 hingga T13. Perjalanan sejarah R1 ini sangat sederhana simple dan lengkap.

– 🙂 “Tapi ngga seru Pakdhe, perjalanan sejarah kok anteng, mulus tanpa gangguan”

Rekaman-2 (R2)

Perjalanan sejarah kali ini agak sedikit mengalami gejolak fluktuasi sehingga akan terdapat saat naik maupun saat turun juga saat cepat dan saat lambat dalam mengumpulkan harta kekayaan.

record-2.jpgPerjalana sejarah yang agak mengalami pasang surut ini tidak terlalu kompleks. Bahkan segala jenis harta (warna) masih akan diperoleh pada T13. Semua harta (warna) sejak T1 hingga T 13 semuanya masih lengkap. Tetapi coba perhatikan besarnya atau jumlahnya. T1 diawali dengan pengumpulan yang cukup besar, diikuti T 2. Namun T 3 agak lelet sehingga hanya sedikit harta (warna) Merah yang tersimpan. Demikian juga harta Hijau.

record02.jpgCoba perhatikan harta (warna) Kuning pada T7 sudah cukup banyak diperoleh, namun terpaksa terus dijual pada T8 sehingga ada sedikit penurunan jumlah harta (warna) kuning pada T8 dibanding T7. Kalau pengumpulan ini disebut deposisi maka pengurangan ini disebut saja erosi. Jadi kita mengenal dua istilah baru DEPOSISI dan EROSI.

Bagaimana hasil rekamannya ? Hasil rekaman yang kita peroleh pada T13 ada disebelah ini. Terlihat adanya perbedaan ketebalan atau berbeda jumlah pengumpulan warna karena prosesnya sudah tidak lagi kontinyu merata. Proses perjalanan sejarahnya sudah sedikit ada gejolak.

– : ( “Wah sudah serasa hidup ya Pakdhe”

Rekaman-3 (R3)

Pada keadaan yang lebih dinamis, maka hasil dari proses penyimpanan akan muncul variasi. Variasi ini dapat mencerminkan dinamika perjalanan sejarah.

record-3.jpgProses erosi yang besar dapat menyebabkan hilangnya catatan sejarah yang cukup signifikan. Dalam diagram proses perekaman ini terlihat adanya proses erosi yang menghapuskan harta (warna) Kuning pada T6 dan warna Kuning Tua T7 bahkan hampir menghabiskan juga catatan T 5 (warna Hitam).

record03.jpgHasil rekamannya dapat dilihat disebelah kanan ini.

Dalam hasil rekaman ini terlihat adanya gap perekaman pada T6 dan T 7, juga selang T4 dan T11. Tetapi coba perhatikan ketiganya memiliki sejarah yang tidak sama, walaupun sama-sama menghasilkan “tidak adanya” rekaman dalam kolom rekaman akhir pada saat T13.

  • T4 hilang walaupun sebelumnya sudah ada tetapi akhir tererosi hingga tak bersisa.
  • T6 dan T 7 tidak dijumpai karena erosi yang cukup besar yang terjadi pada masa itu.
  • T13 juga tidak dijumpai karena memang selama waktu ini tidak terjadi proses penyimpanan maupun erosi sama sekali. Sejarah berjalan datar-datar saja.

Dari R3 ini dapat diketahui bahwa adanya hasil yang sama pada satu jenis perekaman dapat disebabkan oleh beberapa gejala yang berbeda-beda. Variasi ini tentunya akan mempengaruhi hasil interpretasi dari sebuah rekaman sejarah (historical record) .

Ok diterusin besok aaah …
Benarkah yang makin banyak simpanannya merupakan yang paling sukses ?
Benarkah bahwa sejarah itu ditulis yang menang ?
Terusin besok ya … dah malem je 🙁

10 COMMENTS

  1. pakdhe, tolong diterangin lebih jelas lagi tentang “sedimen dalam merekam perubahan iklim”. saya agak kesulitan dlm mempergunakan bahasa, wlpn sebenarnya saya cukup mengerti. dan “suseptibilitas magnetik sbg indikator perubahan iklim”. tolong jelaskan lebih rinci lagi pakde lewat email saya. thanx b4 yah pakde. wassalamuaialkum pakde^_^

  2. Dear pak Dhe,

    Wah, ini kayaknya ada hubungan antara konsep ‘sequence stratigraphy’, dengan cara analisa kehidupan (manusia) ya Dhe, he he he…

    Regards
    Sigit

Leave a Reply