McLaren melaju, si Kuda Jingkrak nyesek

14

supporter7.jpgTengok Formula-1 di Sepang sering menyisakan cerita yang kalau ditulis bisa puanjang. Sudah banyak yang cerita mengapa Si Kuda Jingkrak (Ferrari) harus gigit jari karena dua posisi utama diambil alih Mc Laren. Setelah Schumacher pensiun dari team Kuda Jingkrak sekarang mudah dimengerti bahwa peran pengemudi memang paling utama didalam balapan mobil paling bergensi di dunia adu cepat ini.

Alonso memang mirip Schumacher. Dengan Renault aja (sorry Renault) Alonso bisa menang, apalagi pakai McLaren

Moment-moment khusus.

Kebablasan masuk “sand trap” Ini saat-saat sulit dijumpai. Kalau pas kejadianpun setting camera belum tentu pas 🙁 . Peristiwanya saja kurang dari setengah menit. Hanya keberuntungan bisa menjepret moment beginian.

 

 

Wusssh

Memotret mobil dengan laju kecepatan 300 Km perjam, waddduh kalau ngga dengan cara “panning” (diikuti gerakannya) ya rasanya ndak mungkin. Tapi untungnya ada kamera digital, tinggal jepret-jepret-jepret … yang ngga sesuai keinginan deleted, beress.

Di Sirkuit Sepang ini phographer yang memilki fasilitas khusus disediakan tempat untuk mengintip …Coba tengok mereka menaruh kamera sebagai pesan tempat dan lihat cara paningnya … diintip-pun tidak

Dengan shutter speed yang rendah memang gambarnya jadi aneh. Tapi justri efek kecepatan tingginya jadi kelihatan. Tapi sayangnya saturasinya jadi kelewatan nih 🙁

Yang namanya supporter F-1 itu ada macem-macem, dari ujung kaki sampai ujung rambut, bahkan sampai yang ngga punya rambut 😀

supporter1.jpg supporter5.jpg

supporter7.jpg

Jangan kaget ya … yang dateng nonton F1 ini termasuk yang dibawah ini looh 🙂

f1-mania.jpg

 

– 🙁 “Looh yang krisis, manna Dhe ?”

14 COMMENTS

  1. Waaaah…jangan gitu donk, mosok ferari disepelein?
    Gak maksudnya mbelain juara 2007 tentunya, tapi memang ferari yahud koq! Sepanjang sejara F1 kan
    memang ferari rajanya…. heh! Yaah…kira2 kaya
    Rudi Hartono dibulu-tangkas gitu lho.
    Belum lagi atas komando omPapang, sermua kepala yang
    nonton mengikuti irama cook Newton….Uuuups!

  2. ihh bikin ngiri aja nih, koq ga’ ngajak saya to pk dhe? tapi untung saya ga’ ke malay, kalo dateng cuman buat maki-maki ferrari yg ga’ bisa ngelibas mclarren:[

    tanpa schumy podium terasa kurang hidup, ga’ ada yg kliatan exited ma hasil lomba (loncatannya itu loh)

  3. wah asyik bangat bisa nonton F1 langsung

    penuh ga pak dhe tribunnya
    kan dengar2 F1 sepang kemarin ga begita banyak penontonnya. klo jadi yg disingapura, pak dhe ikut nonton juga? kan seru pak dhe di jalan raya

  4. –> Ompapang
    Bahan bakar F1 itu khusus, cara memasukkannya juga khusus. Kalau lihat di TP itu hanya sekian detik untuk memasukkannya. Itu caranya menggunakan vacuum. JAdi tidak hanya disentor tetapi juga disedot. Bahannya jelas mudah terbakar Kalau anda inget dua tahun lalu Michael Schumacher pernah terbakar sewaktu mengisi bahan bakar ini. Konon mnurut cerita percikannya disebabkan listrik statis.
    Bannya memang halus, bukan karena fotonya dan memang ban yang penuh kembangan 🙂
    Bayar tiketnya kalau yang berdiri 50,60 RM (100-125 rbrups). Kalau yang grand stand untuk 3 hari ada yang 1000RM atau sekitar 2.5 juta. Ada juga yang menengah 500RM, 700RM. Ini tergantung posisinya atau lokasi serta pemandangannya 😀 .

    –>Dedex
    Iya emang swaranya yang bikin “thrilling”. Tahun lalu didahului dengan pertunjukan Air Show dengan Jet-jet tempurnya Malesa. Dan ternayat swaranya mesin Jet ini tidak sekeras swara Jet-Jet darat Formula satu ini. Apalagi ada duapuluh mobil berbarengan … makanya harus pakai tutup kuping.

  5. EH….. SIAPA TAU LUMPUR DI SIDOARJO KALAU UDAH KERING BISA DIJADIKAN TREK F1.

    (cuma nebak2 aja, kira2 kayak gitu hub pakdhe dg F1)

    Kalau nyetirnya Mbablasss… nggak nabrak pembatas…
    tapi nyebur ke lumpur…..

    trus jalur pembatas treknya … bisa pake bola beton…..

  6. Pak Dhe, bahan bakar F1 itu dari hasil tambang ato sintetis kok sangat mudah terbakar, berapa angka oktannya ya? Trus bannya gundul apa ada bathikannya, kok di gambar atau di TV bannya kelihatan gundul/halus. Apa karena pengaruh kecepatan pas dijepret/dishoot ? Di Sepang bayar tiketnya berapa dhe?

Leave a Reply