Semburan Lumpur Sidoarjo sempat terhenti 30 menit !

22

lumpur-anteng.jpgSehabis makan siang tadi, saya mendapat telepon dari kawan di Jakarta. saya ditelipun dari salah satu Stasiun Radio di Jakarta, waktu itu katanya lumpur baru saja berhenti. Saya justru baru mendengarnya. Dan saya katakan justru kalau berhenti total sangat saya khawatirkan begitu juga TimNas. Karena insersi bola beton (HDCB) ini justru berusaha “mengurangi debit” aliran tetapi tidak menutupnya secara mendadak.

– 🙁 “Pak Dhe, kali Lusi ikutan memperingati nyepi ya ?’
+ 🙂 ” Hust ora sembrono kowe !”

Lantas apa yang terjadi ?

Ketika mendapat berita ini saya langsung menelpon salah seorang sahabat saya yang menjadi salah satu anggota TimNas di Surabaya. Beliau bercerita memang ada perubahan perilaku semburan setelah tahap pertama insersi bola beton ini terhenti. Yang terutama diamati adalah saat ini dilihat adalah meningkatnya kadar H2S, juga terlihat lumpur dan kadang asap kehitaman. Kemudian beliau juga memberitahukan bahwa lumpur sempat terhenti selama setengah jam, “pating blekutuk” saja tapi trus ngalir lagi.

– 🙁 “Lantas kenapa duonk, Dhe”

Tidak ada yang tahu dengan pasti. Karena efek rangkaian bola beton secara hitung-hitungan model simulasi dari Tim ITB tidak memperkirakan akan menunjukkan hal itu. Yang pasti, setiap ada perubahan yang terlihat dipermukaan berarti ada perubahan juga di bawah permukaan. Hal yang sama dalam pengamatan gunung api, kalau ada pergolakan dibawah (dapur magma) akan memberikan efek dipermukaan (kawah). Ada beberapa kemungkinan mengenai terhentinya selama 30 menit ini :

  • Kemungkinan dinding lubang yang runtuh. Perlu diketahui bahwa runtuhnya dinding lubang ini belum tentu akibat bola, karena tanpa bola-bolapun kita tahu bahwa lokasi sekitar lubang ini pernah runtuh sehingga memutuskan pipa gas dan akhirnya meledak pada bulan November 2006 lalu. Runtuhnya dinding dapat menutup sementara semburan ini namun karena bola-bola ini licin, maka ada kemungkinan bola-bola ini cenderung akan meluncur kebawah. Sedangkan rongga diantara bola-bola beton ini masih akan dapat dilewati oleh aliran lumpur setelah terhenti sementara.

Apakah ini membahayakan atau membahagiakan ?
Paling tidak yang saya pikirkan adalah adanya “pengaruh/dampak” dari sesuatu yang kita lakukan. Artinya, ada kemungkinan pengontrolan atau rekayasa engineering , yang mungkin masih dapat mempengaruhi semburan. Berarti semburan lumpur ini memilki ruang peluang untuk “diganggu” –> “There is a room to control the flow” .
Nah tergantung bagaimana kita (manusia) melakukannya. Chance ini tidak boleh dilewatkan lagi atau kita harus menghadapi sesuatu yang terlambat seperti keterlambatan memanfaatkan relief well.

Kalau terjadi keruntuhan dibawah tentunya dapat diikuti atau ngefek diatasnya. Namun hal ini tentunya sudah kita antisipasi bersama kan ? Pengukuran amblesan tentunya dimonitor terus secara geodetik. Artinya secara detil centi demi centi akan diamati secara kontinyu. Semoga alat-alat Pak Hasannudin dari Geodesi ITB tetap bekerja dengan baik dalam monitoring ini. Sehingga kita dapat mengetahui atau mampu memperlihatkan tanda-tanda dan memperkirakan apa yang terjadi dibawah sana. Dalam pengataman gunung api-pun dapat diperkirakan pergerakan magma. Drs.Subandriyo Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTK DIY pernah bercerita ke aku bagaimana mengamati ‘pergerakan’ magma dibawa sana dengan alat-alat geofisika.

  • Kemungkinan lain adalah memang semburan akan berhenti. Kita tidak tahu atau lebih tepatnya belum tahu apa sebenarnya yang terjadi, juga masih belum diketahui dengan pasti darimana sumber air selama ini. lusi-lahir-4.pngKalau dari air di reservoir batugamping Kujung, tentunya akan habis dalam beberapa bulan dengan debit 100 meterkubik sehari. Dari spekulasi yang saya lakukan sebelumnya saya memperkirakan air ini berasal dari sistem siklus air yang selalu terisi. Dimana ada air masuk dari sekitar Gunung Penanggungan dan keluar di lokasi LuSi. Debit air ini sangat besar sehingga kemungkinan volumenya juga sangat besar.
    Lah kalau emang akan berhenti seterusnya, ini berarti menggembirakan, kan ?

Ya kita masih harus memonitor terus dengan mengukur segala aspek. Kalau jargonnya ahli-ahli Safety adalah What can get measure, get done !Apa saja yang dapat dikur, ukur saja dan amati.

22 COMMENTS

  1. Lapindo- selain sebagai fenomena dan bencana alam, juga dijadikan tempat wisata dan isu politik ya 🙂 Namun untuk seorang ilmuwan- termasuk geologist, Lapindo adalah tantangan IPTEKS untuk menguak rahasia di balik itu semua ya 🙂

  2. Pak dhe Vicky, Saya agak keheranan itu dengan penangan LUSI. Dalam pikiran sederhana saya, apa nggak lebih baik dan mudah dan mungkin murah kalau yang diusahakan maksimal itu mengalirkan air semburan ke laut dengan membuat saluran terbuka. Lha dari pada airnya mluber kemana-mana, semakin banyak orang yang terancam.
    Usaha menutup lubang sih boleh-boleh saja. Tapi kalau itu yang di fokus / yang lebih dijagakke tenanan, apa nggak ada unsur takabar ya Pak dhe ?

  3. Semuanya ini ujian,memang dengan teknologi kita mungkin kita dapat mengatasinya.tapi sesungguhnya hanya dengan mendekatkan diri kepada-Nya lah kita dapat menjawab semuanya.”sabar,itulah jawaban”,itu kata orang tua saya.
    Yang penting,belajarlah untuk selalu menerima ujian ini dengan terus mendekatkan siri kepada-Nya.Tuhan itu Maha Adil.

  4. HDCB ini kog makin menyesakkan otak.
    Sebagai produk rekayasa ilmuwan institut teknologi, sangat minim kajian ilmiahnya, apalagi banyak publikasi angka-angkanya yang salah. Tapi makin tak elok, kalau benar menyabet ide orang. Apalagi kalau berawal dari spiritual yang dibungkus scientific.
    Mestinya sudah benar, masalah manusia dengan alam itu ditangani oleh lembaga ilmiah melalui proses kajian yang mendalam dan menyeluruh, Tapi keputusan pelaksanaan harus didahului oleh angka-angka yang sahih, yang mendukung prediksi sukses, sekaligus menunjukkan kecilnya resiko dampak negatif.
    Tragedi menyedihkan bakal panjang, jika urusan nasib orang banyak ini masih ditangani dengan ketidak jujuran dan irrasionalitas.

  5. 4 pak bun,di milis IAGI net ada posting yang bersumber berita Suara Merdeka Semarang, isinya tentang klaim ide bola beton oleh orang Solo,silahkan buka IAGI net, mungkin ada hubungannya dengan keragu-raguan anda .

  6. saya membaca di Detik.com kl 1 bulan yg lalu,…dan melihat foto berlafalkan Allah,pada:
    1.kobaran api ledakan gas pertamina.foto detik.com tgl 14/12/2006,…difoto anggota timnas lusi,sdr. samuel,..dstnya.Dimana lafal tsb menurut sdr Samuel juga menggambarkan gb “2 naga”,….dstnya.

    2.Foto bola bowling berlafalkan Allah,pada detik .com tgl21/02/2007.

    PERTANYAAN SAYA:…..APAKAH IDE” HDCB” BERASAL DARI BOLA BOWLING DAN BENTUK API 2 NAGA,….DIMANA KEDUA2NYA BERLAFALKAN ALLAH.????….karena melihat ,…HDCB spt bola bowling,..dan diikat setiap 2 bola(2naga),….
    Kemudian,..untuk mendukung ‘engineering/scientifically sound”,.dibuat hitungan2 dan LOGICAL explanations,supaya keputusan metoda HDCB,.. se akan2 didasarkan atas LOGIKA dan TEKNIS,..bukan SPIRITUAL inspirations,yg BERASAL DAR FOTO2 tsb.

    ANALOGNYA,…spt persamaan matematik,…sudah tahu JAWABANNYA(mungkin spt dpt bocoran…ato hasil nyontek),..tinggal dicari JALAN PERHITUNGANNYA sbg pertanggung jawaban atas JAWABAN.

    Mohon MAAF,…saya tidak bermaksut merendahkan atau sinikal,…tetapi hanya mau tau IDE ORISINL HDCB,…SECARA JUJUR!!….SPIRITUAL…atau…SCIENTIFIC.

    Kalaupun spiritualpun,…ya ga usah malu2,…

  7. setuju Pak Akhmadrifai,air zam-zam diulas aja dengan topik baru pak dhe, soalnya aku heran air zam-zam kok nggak terkontaminasi bakteri (belum pernah ada orang minum air zam-zam mentah lalu sakit perut atau diare padahal sudah disimpan berminggu-minggu), apa berasal air purba yang mengandung mineral disinfektan atau anti biotik lainnya,misal H202(hidrogen peroxida ), K Mn O3 ( kalium/potasium permanganaat ) atau senyawa Fluor,Belerang ,yodium dsb,dsb. Trims sebelumnya pak dhe.

  8. pakdhe, pernah meneliti tentang sumber air zam-zam enggak ? itu koq enggak habis-habis yha. tolong diulas secara geologis dong. maturnuwun

  9. Ini betul dan bijak, mending ngurusin lumpur yang diatas. Tapi yang benar, mau diapain dan caranya bagaimana. Dan jelas perlu perhitungan, agar tidak awur-awuran dan gagal melulu. Soal menghentikannya, kalau ada konsep yang mantap dgn perhitungan rinci, ya silahkan diumumkan yang jelas dan lengkap . Bukan HDCB, proyek ini tidak berakar dalam domain iptek. Yang bikinpun bingung, apa-apa bilang tidak tahu. Dan penjelasan resmipun banyak yang salah. Gawatnya, mau ditambah 500-1000 untai lagi. Kalau tidak bahaya, saya sebenarnya lebih suka diam.

  10. sakjane, Tim HDCB ya senam jantung lho, mana berani mereka takabur, bahkan mereka perlu dukungan moril, memerlukan bombongan sekaligus bimbingan,artinya dibesarkan hatinya (bukan kepalanya),tetapi tetap dikritisi.

  11. –> Herman
    Fist itu tergantung atau menggantung pada pipa casing yang masih “terikat” oleh semen, atau mungkin ada casing collapse yg “memeganginya”. Lokasi di permukaan/well-head atau kepala sumur BPJ-1, lah yang dapat mengetahui atau memperlihatkannya.

  12. pak dhe, 30 menit bukan waktu yang singkat lho.Dalam 30 menit energi geothermal akan menumpuk.Seharusnya kalau mampu menembus celah-celah sempit yang ber restriksi tinggi mesti akan muncul semburan dilain tempat,nyatanya tidak.Jadi satu-satunya lubang yang dapat ditembus hanyalah lubang yang dimasuki HDCB. Kalau tekanan mampu sejak awal mesti sudah banyak semburannya. Tapi karena “residual pore pressure” hanya mampu menembus satu lubang,sampai kapanpun hanya lubang itu yang bisa ditembus. Berkali-kali saya tulis bahwa pendapat saya yang ekstrim ini adalah bila terjadi penyumbatan,tidak perlu takut muncul semburan baru. Kita harus berani menutupnya,agar segera selesai permasalahan LUSI ini. Tapi siapa percaya omongan saya, saya hanya sendirian menentang arus pendapat para ahli seluruh dunia, sedang saya bukanlah ahli kebumian. Belajar dari GALILEO GALILEI ,satu keyakinan saya adalah YANG BANYAK BELUM TENTU BENAR. Timnas butuh keberanian mengambil keputusan dan keputusan mengaplikasi HDCB cukup berani walau ibarat milih YES OR NO ,yang dipilih OR, tetapi ternyata nanti hasilnya YES, artinya sumur bisa tersumbat tanpa dampak negatip.

Leave a Reply