“Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri !”

32

“Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri !”

Itu pepatah lama di Indonesia, smua juga tahu siapa yang njelekin orang lain akan balik dia sendiri nantinya yang tertuding. Kalau dibaca di komentar tentang salah seorang warga Jakarta disini .

  • Yang salah itu Pemerintah
  • Yang kleru itu bagian perencanaan,
  • Yang ngga becus itu pejabat
  • Yang memble itu pemimpinnya.

Namun ada sedikiiitt terlihat adanya sisi kelemahan dipihak rakyat sendiri saat banjir kali ini. Sudah diperingatkan tetapi tidak mengindahkan, ntah karena apa. Mungkin para scientisnya sudah tidak saling percaya, ribut sendiri. Pemimpinnya bingung ngambil keputusan …. Lah apalagi rakyatnya.

– 🙁 “Tapi Pakdhe … Rakyat kan ngga bisa disalahin”
+ 😀 ” Hallah … kok bisamu mung golek sing salah sopo ki piye”.

Yang selalu protes sendiri, dan kebingungan sendiri.
Duh kesiannya.

saya kutip ya :

  1. Die Says:
    Februari 5th, 2007 at 10:43 adalah e
    Aduh, aduh.. Sekali lagi… Semuanya bersumber pada EDUKASI MASSA!!!
    Okelah, kita punya ahli geologi di BMG yang bisa prediksi datangnya bencana. Okelah kita punya Satkorlak yang siap siaga kalau ada bencana. Tapi gimana cara yang efektif untuk meng KOMUNIKASI kan pengetahuan tersebut???
    Saya ‘gemes’ waktu ada salah seorang penduduk yang diwawancara di TV bilang kalo udah diperingatkan, tapi ‘kagak percaye, gue… mana mungkin banjir sebegitu?’ dan akhirnya lenyaplah rumahnya tinggal atap tersisa. SALAH SIAPA???
    Lantas di salah satu perumahan deket rumah saya, hariminggu pernah diadakan simulasi gempa. Sirine dibunyikan, dan aparat masyarakat mengumpulkan orang-orang di lapangan. Setelah mereka diberitahu bahwa ini acara simulasi, banyak yang marah-marah dan protes! LAH IKI PIYE???
    Apa ya yang terjadi sama orang Indonesia? Apa karena warisan semangat HARAKIRI penjajah Jepang dulu? atau memang nyawa udah gak ada nilainya jaman edan ini?

Disatu sisi memang dalam science selalu saja ada kesalahan perkiraan. Ini yang perlu disadari juga. Pengungkapan hasil kajian ilmiah tidak bisa dianggap 100 benar. Inipun pernah saya singgung ketika menyebutkan bahwa interpretasi geologi bukanlah harga mati.

Perkiraan yang dibuat Pak Prof Dr The Houw Liong yang sempat diterbitkan beberapa media dibawah inipun ada yg sukses ada yg meleset dari perkiraan. Kalau perkiraan saya kenapa melesetnya perkiraan ini karena Pak THL menggunakan data siklus jangka panjang dengan melihat aspek atifitas ledakan di matahari. Namun banjir kali ini kebetulan hujan deras  terjadi pada saat purnama dimana akan terjadi pasang naik maksimum:

Quote –> “Lebih lanjut, The Houw Liong mengatakan, pada 2007 yang diprediksi banyak kalangan akan masuk dalam siklus 5 tahun banjir besar seperti pada 2002 lalu tidak benar. Menurut dia, siklus banjir berdasarkan pendekatan aktivitas matahari hanya berulang setiap 11 tahun. Siklus ini bisa bergeser satu tahun lebih cepat atau lebih lambat. – Gatra

Lebih lanjut, The Houw Liong mengatakan, pada 2007 yang diprediksi banyak kalangan akan masuk dalam siklus 5 tahun banjir besar seperti pada 2002 lalu tidak benar. Menurut dia, siklus banjir berdasarkan pendekatan aktivitas matahari hanya berulang setiap 11 tahun. Siklus ini bisa bergeser satu tahun lebih cepat atau lebih lambat. – Media Indonesia

Referensi

Sulitnya “memperkirakan” ini memang kadangkala menjadi simalakama … kalau kliru nanti ngga dipercaya lagi berikutnya 🙁 Itulas sebabnya saya juga lebih suka memberikan pengetahuan ketimbang prediksi. Science memang tidak, atau lebih tepatnya belum mampu, menjawab semua pertanyaan tentang gejala alam, tetapi dengan science-lah kita sudah berjalan sangat jauuh hingga sampai disini.

32 COMMENTS

  1. Berhala yah .. kalo critanya ttg manusia sih .. apa pun bentuknya pasti di berhalakan. Mau bentuknya agama, kekayaan, ilmu etc etc. Manusia kan emang ga mau bercermin apa lagi mengoreksi diri sendiri secara over critical. Kalo ngoreksi diri org lain sih hobi. Mau dibilang tingkat moral dan peradaban dah tinggi , toh kenyataannya ga banyak beda “tinggi” peradaban nya dengan suku suku yg tinngal di pedalaman. Singkatnya manusia itu sangat sombong, sering bermuka dua, hipokrit dan rakus. Sayangnya kita yg udah menyadari ini pun susah lepas dari hal ini karena kita manusia juga.

  2. Kenapa banyak korban gara2 banjir:
    – Orang Indonesia ga bakal percaya bakal banjir kalau bukan Mbah Marijan yang bilang. Termasuk juga kalau ga ada kalkulasi gaibnya. Jadi kalau bukan tanggal 17 yang ada di rakaat salat, bencana ga akan datang. (komentarnya sapa tuh yah di atas?)
    – Orang Indonesia kelewatan ”iman” sama Tuhan. Yah.. ga perlu lari dari banjir, buang sampah sembarangan aja, tutupin aja kali pake rumah-rumah. Toh nanti kalau udah ditetapin tuhan bencana ga bakal bisa dihindari. (kata siapa lagi itu di atas?)
    – Orang Indonesia anti disalahin. Lah kalau negara lain boleh nebang pohon, gw juga boleh doooong! Gobloknya ga sadar kalau orang luar nebang pohon diganti sama pengaturan air yang baik. (Nah, kata siapa lagi itu?)

  3. #om somad (abdullah,red)
    ente ini dimana2 kok kerjaannya ngaco tulisan orang ya?
    udah diundang ke rumah om tajib, ga dateng2, dah ditunggu banyak orang tuh…
    walah, edyan tenan ki…mana kalo komen ga pernah nyambung…dilarang OOT tauk!
    yang aku paling ga suka tuh dimana2 ngasih link buat ke blog dia, ngejar traffic buanget!
    ayo, monggo, di tunggu di sini

  4. Salam men-temen,

    Negara-negara maju slalu berkoar ttg isue global warming, berteriak indonesia atau negara tropis lain tetap harus pelihara hutannya, sebagai paru-paru dunia.

    Smentara, mereka hampir-hampir gak punya hutan, di belakang mereka stom-stom industri bertongolan, dan berkebul-kebul. Mereka juga memandang negara2 tropis yang bandel, kurang ajar, dan dianggap menyalahi prokotol/konvensi int’l yang mereka buat.

    Jadi maunya, dapur mereka bisa ngebul, kita yang suruh nangkapi asapnya. Keciaan deh, … ironis.

    Iya ya, jk perlu biarlah indonesia ini dijadikan hutan semua, orang2nya suruh ‘back to nature”, evolusi balik semua jadi munyuk atau kebo.

    Wassalam,
    IM

  5. He he he, pak Ngabdullah memang ternyata sampeyan yang paling loecoe di sini. Apa perlu kita bikin rubrik khusus, kenapa pak Ngabdullah jadi loecoe begithuu, pasti seru deh. pf. pak Ngabdullah.
    —————————-
    Saya setuju, melihat dari beberapa kejadian musibah, tidak hanya di indonesia, sangatlah berkait erat dengan cuaca, tidak lain agaknya memang karena global warming.

    Perubahan di bumi sudah sangat hebat, mungkin karena populasi manusia sudah capai puncaknya, ditambah lagi krisis yang terjadi di berbagai belahan bumi, memicu perubahan-perubahan tersebut; eksplorasi SDA besar-besaran, termasuk penggundulan hutan yang bukan main, trutama di Indonesia. Konversi hutan alam menjadi perkebunan-perkebunan, dll. Itu semua menyebabkan terlepasnya “gas-gas rumah kaca”. Menyebabkan lapisan ozon yang jadi pelindung atmosfer bumi hancur, menipis dan berlobang, diganti dengan CO2, CO, NHx, NOx dll (ga’ apal aku). Panas dari matahari terperangkap di atmosfer karena dipantulkan balik oleh gas-gas tersebut di atas sono (seperti di dalam rumah kaca), menyebabkan pemanasan seluruh permukaan bumi meningkat. Iklim dan cuaca pun mengalami perubahan ganjil yang susah diprediksi seperti biasanya, seperti banjir jakarta misalnya.

    —— nambah dikit yo —–
    Aku pernah dapat berita, bahwa para pengusaha sawit malaysia, karena lahan mereka semakin sempit, mereka membeli lahan di indonesia, entah dengan cara bagaimana. Mungkin berkong-kalingkong dengan penguasa setempat, dengan pembelian yang murah (maklum penguasa kan juga lagi krisis dan lapar). Bahkan perkiraan, 60% kebun sawit swasta sudah mereka kuasai. Hasil sawit/CPO dikirim ke negaranya begitu aja. Walhasil, jadilah malaysia pengekspor terbesar minyak sawit dunia, Indonesia yang punya lahan lebih luas dan subur hanya jadi no. 2. Ironis…

    Dan konon, konversi lahan jadi kebun sawit tu tidak urung banyak dilakukan dengan pembakaran hutan (biar cepet). Oleh karna itu tak usah sungkan lagi jk asapnya sampai ke sono. Bukan kita yang kirim, tapi juga mereka yang impor. Ironis.

    Secara teori, sebenarnya kebun sawit mampu menggantikan fungsi hutan dalam menyerap carbon dari atmosfer. Tapi kalau pengelolanya amburadul ya bisa sebaliknya, apalagi orang luar yang bisa seenaknya.

    Ironis lagi, negara2 maju termasuk Inggris, Singapore, yang tidak punya sawit, membuat undang-undang perdagangan sawit (cari “RSPO”). Walau berkait dengan lingkungan global, tidak lain merupakan politik dagang belaka yang sangat memberatkan Indonesia, hingga semakin terpuruk.

    Kasihan indonesiaku, where’s your power!, bangun dong!
    Kayak kebo diakali kancil.

    Sementara penguasa indonesia tingkat pusat ni seolah dak’da respon dg masalah itu, geming dikitpun kagak. …. >> Bodo amat! gua masi kenyang makan lumpur lapindo, ngapain makan sawit!

  6. *membayangkan abdullah*
    Kayaknya dia cuma pake daun untuk menutup auratnya ya? Terus kemana2 pasti jalan kaki tanpa alas kaki, sambil mencari unta. Belajar renang tuk munggah haji…dll.

    Tapi komen di sini dia pake apa ya? blognya juga!

    (maaf Pak Dhe, jadi komen yg ga nyambung nih)

  7. Menurut saya, terlepas prediksi mana yang akan terjadi, yang 11 tahunan atau 5 tahunan, yang penting draninase harus di desain untuk bisa menampung banjir pada siklus tersebut. Ambil saja yang terdekat (5 tahunan), jadi dalam 5 tahun dari banjir 2002 drainase harus beres.

  8. ada yg ketinggalan, mumpung ingat.

    “abdullah”, sampeyan yen munggah kaji mau naik apa?

    Kalo sampeyan tahu, di Masjidil Haram itu sekarang ini sudah penuh dengan hasil IPTEK, mulai AC, Eskalator, terowongan Mina, lorong Sofa-Marwa, tenda2 modern di Padang Arofah, dll. Anda tahu pembuatan kain penutup Ka’bah yg dijahit dengan benang berlapis emas itu???

    (mosok sampeyan gak kathene munggah kaji, hanya karena banyak “berhala baru” disana?)

    Sepurane, hanya memberikan penafsiran baru.
    Karena tidak ada yang benar mutlak disini, semuanya relatif, kecuali ALLAH. Penerjemahan dan kitab tafsir itu pun masih relatif, hanya Wahyu ALLAH yg Mutlak.

  9. “Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri !”

    Pak Dhe ancene pinter tenan gawe judul artikel…
    Para pembuat comment pada terpercik muka sendiri, manusia (Indonesia) memang lucu, hehehihi…

    Yang ahli iptek, cepat selesaikan PRnya: Lumpur Sidoarjo, Banjir Jakarta,…

    Yang ahli agama, cepat doakan PRnya:…
    (kalo yg ini masak cuma doa aja ya)..? padahal doa itu tdk serta merta dikabulkan, semuanya kan tetep di tangan Yang Maha Kuasa. Dan KekuasaanNYA itu berjalan melalui Sunnatullah (= hukum yg berlaku di alam ciptaanNYA). (kalo di sinetron religi sih enak betul ya, ada yg jahat langsung diadzab, yg sgt baik langsung dikarunia nikmat). Sekarang bukan jamannya Nabi Musa, dg tongkat maka air laut tersibak hingga muncul jalan tembus di tengah Laut Merah. ato ada yg mau jadi sukarelawan mencari tongkat itu….

    Waduh-waduh, aku kok malah ngelantur… (wis-wis, balik kerjo maneh)

    Sepurane wae, mas n mbak sedoyo….

  10. “Science tidak membuat kita bodoh tapi membuat kita merasa BODOH”
    Alam semesta ini diciptakan dengan Ketetapan-ketetapan Allah (Sunnatullah). Hukum-hukum Allah yang maha Luas itu tidak akan mampu dipelajari oleh manusia seluruhnya. Kita diberi keterbatasan untuk mempelajarinya. Semakin kita mempelajari Sunatullah, semakin kita yakin akan kebesaran Allah dan semakin kita merasa bodoh dihadapan Allah. Perasaan merasa bodoh itulah yang semakin memicu kita untuk lebih mempelajari hukum-hukum Allah itu, untuk apa itu kita pelajari, ya untuk kemakmuran kehidupan umat manusia seluruhnya yang hidup di muka-bumi ini dengan kata lain menjadi umat yang Rahmatan lil alamin.
    Kita sebagai manusia berkewajiban untuk selalu mempelajari-hukum-hukum Allah.
    Terjadinya banjir, gempa bumi, jatuhnya pesawat Adam Air, tenggelamnya kapal Senopati Nusantara itu semua akibat kita sendiri yang melanggar Sunnatullah itu.
    Kita mempelajari ilmu Geologi berarti mempelajari Sunatullah mengenai bagaimana bumi ini terbentuk, bagaimana pengaruhnya bila alam ini dirusak diganggau keseimbangannnya yang telah ditentukan dalam hukum-hukum Allah. Kita mempelajari ilmu Penerbangan berarti kita mempelajari Sunnatullah mengenai kenapa pesawat bisa terbang berarti ada hukum gravitasi yang harus di lawan dan Sunatullah klimatologi yang harus kita jadikan kawan.
    Kita mempelajari ilmu perkapalan berarti kita mempelajari Sunnatullah mengenai kenapa benda berat beribu-ribu ton bisa mengapung di laut dan kita kuasi ilmu klimatologi bagaimana tanda-tanda badai akan terbentuk.
    Banjir, pesawat jatuh kapal tengelam itu semua terjadi karena kita melawan/menentang Sunnatullah, bisa karena kesombongan kita sebagai manusia atau karena keterbatasan ilmu kita untuk menguasai Sunnatullah yang lebih luas. Itu semua harus memicu kita untuk bisa mempelajari hukum-hukum Allah yang lain untuk kesejahteraan umat manusia di muka bumi ini, karena itu memang tugas kita yang akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah Kelak di Akhirat.
    Itulah kenapa semakin anda pandai semakin banyak yang harus anda pelajari, karena kita merasa semakin ‘BODOH’ di hadapan Allah.

  11. whadaw Abdullah ngamuk 😀
    PR anda buat berdoa juga gagal total gitu low
    itu air di Jakarta di doain biar mengalir cepat kelaut

  12. PR buat science :
    1. Cari ADAM AIR sampai ketemu
    2. Hentikan LUMPUR Lapindo
    3. Hentikan BANJIR di JAKARTA
    4. Hentikan Gempa gempa yang bikin penduduk Indonesia parno

    Project Science yang Gagal Total :
    1. Tidak Bisa Mencegah Kapal Senopati Nusanntara Tenggelam
    1. Tidak Bisa mencegah Tsunami ACEH dan PANGANDARAN
    2. Tidak Bisa mencegah Gempa BANTUL
    3. Tidak Bisa mencegah Banjir di Seluruh Indonesia

    Mengingat banyaknya PR dan Tugas Tugas yang Gagal maka apa yang diharapkan dari Science, itu juga belum semua PR disebutkan.

  13. Harap di renungkan baik-baik:
    1. Pada minggu-minggu terakhir di bulan desember 2006 kita-kita yang tinggal di jakarta merasakan adanya guyuran hujan selama beberapa hari sampai kira-kira seminggu terus-menerus kita di guyur hujan walaupun dengan intensitas yang beragam dari ringan, sedang sampai lebat. Tapi yang jelas dalam seminggu atau 10 hari terakhir di bulan desember 2006 kita jarang melihat matahari bersinar terang seperti yang kita alami di awal Februari 2007 ini.
    2. Setelah berhari-hari hujan baik gerimis maupun lebat, tiba-tiba di bulan januari 2007 kita mengalami cuaca yang panas, terik dan menyengat. Gerimis terakhir yang saya ingat adalah tanggal 31 Desember 2006 waktu mau menunaikan Sholat Id. Setelah itu cuaca mendung seharian sampai sore dan malam menjleang tahun baru sehingga kita-kita dapat merayakan tahun baru dengan tenang tanpa guyuran hujan padahal beberapa hari sebelumnya jakarta terus-terusan di guyur hujan. Setalah itu kira-kira hampir selama 20 hari sejak dari tanggal 1 – 20 januari 2007 kita mengalami anomali cuaca yang benar-benar aneh dan hebat. Selama kira2 15 – 20 hari itu kita mengalami cuaca yang benar2 begitu panas, terik dan menyegat dimana suhu berkisar anatara 33 – 36 derajat celcius di siang hari dan selama periode itu hampir tidak ada hujan sama sekali. Yang mengherankan bogor yang dengan julukannya sebagai kota hujan juga tidak mengalami hujan selama lebih dari 15 hari. Padahal setau saya kota bogor tidak mengenal musim kemarau karena di sana hampir tiap minggu pasti ada hujan walaupun tidak lebat.
    Saya sempat berpikir fenomena apakah ini, pertanda apakah ini kenapa januari yang dikenal hujan tiap hari kok malah tidak ada hujan sama sekali di 15 hari pertamanya. BMG mangatakan ini disebabkan adanya sirkulasi Eddy ( pusaran angin tertutup) di laut cina selatan sehingga awan yang seharusnya berasal dari dareah sana malah tidak ada karena malah mungkin turun menjadi hujan di laut. Disamping karena adanya siklus pusaran angin tertutup juga cuaca yang panas, terik dan menyengat tersebut disebabkan karena kecepatan angin diatmosfer yang tinggi sehingga bibit2 awan yang terbentuk langsung pudar.
    3. Sekitar tanggal 20-an sejak awal tahun baru hijrian 1428 H sampai kira-kira tanggal 29 Januari 2007 atau tanggal 10 suro cuaca mulai agak sedikit mendung dan sudah mulai ada hujan baik itu di sebagian wilayah jakarta ataupun wilayah bogor. Setelah tanggal 10 suro tersebut yaitu sejak hari selasa tanggal 31 jnuari atau tanggal 11 suro sampai sekarang hari kamis tanggal 8 Februari atau tanggal 20 suro kita yang tinggal di Jabodetabek di guyur hujan lebat dan dahsyat hingga mengakibatkan banjir besar dijakarta dimana puncaknya terjadi pada tanggal 15 atau 16 suro kemaren saat bulan purnama.
    Pertanyannya adalah :
    1. Apakah maksud dari semua yang terjadi ini ? apakah semua ini hanya kebetulan yaitu hujan selama seminggu kemudian disusul oleh cuaca sangat panas dan selama beberapa minggu dimana seharusnya itu adalah musim hujan terus dikasih hujan lebat dan terus menerus selama hampir seminggu yang membuat bajir besar di ibukota negara. Apakah ini semua kebetulan???? Ataukah Apakah ada maksud tertentu kenapa Tuhan membuat ini semua….????
    2. Tanggal 1, Adam air Jatuh. Kita tahu Adam adalah manusia pertama atau kesatu di bumi, sehingga yang jatuh kemaren adalah Adam bukan Garuda, Batavia atau yang lainnya dan pada tanggal satu bulan satu. Dan kotak hitamnya baru bisa dipastikan keberadaannya sekitar tanggal 25. Kita tahu bahwa jumlah nama nabi dan rasul yang ada dalam Al Qur’an adalah 25 Nabi dan Rasul .Posisi kotak hitam ditemukan ada di sekitar dareah majene bukan di toraja atau pare2. Sementara kita juga tahu bahwa Nabi dan Rasul terakhir adalah Muhammad SAW sama-sama berawalah huruf M. Harap di ingat juga bahwa sebelum Adam jatuh, kapal “senopati nusantara” tenggelam di mandalika Jepara. Yang tenggelam adalah kapal “Senopati Nusantara” atau “penglima nusantara” sementara kita tahu ada banyak nama kapal lain seperti Tidar, Lawit, ASDP , Dharma Kencana ataupun yang lainnya. Pertanyannya adalah akan ada apakah dengan nusantara kita ini ???? Apakah ini juga suatu kebetulan??? Atau memang ada maksud tertentu dari Tuhan untuk kita semua????
    3. Harap di ketahui juga bahwa pada tanggal 1 Februari 2007 dinihari terjadi gempa di selatan jawa barat dengan kekuatan cukup besar ( lebih besar dari gempa yoogya) yaitu 5,9 SR menurut BMG dan belum ada gempa2 susulan yang dipublikasikan sampai sekarang. Pada saat bersamaan di Jakarta sedang mulai awal-awal dari banjir besar. Dahulu sejak ada gempa Yogya di bulan Mei 2007 ada banyak berkembang wacana bahwa yang kena bencana cukup besar selanjutnya yaitu Jakarta di mana bencana yang mungkin sekali terjadi adalah banjir besar dan mungkin juga di ikuti oleh gempa besar. kenapa Jakarta ( ada suatu wacana dulu sbelum acehe berubah menjadi NAD propinsi di Indonesia yang mempunyai nama depan Dareah ada hanya ada 3 yaitu : Daerah istimewa Aceh, DIY dan DKI Jakarta ). Tapi syukur Alahamdulillah gempa besar tidak terjadi di Jakarta hanya ngintip aja di Sukabumi.
    Ingat, banjir dan gempa kemaren terjadi hanya beberapa jam setelah Pak SBY mengeluarkan pidato awal tahun yang mengatakan bahwa negara kita tidak sedang menuju kea rah kehancuran sebagiamana yang dikatakan dan dikhwatirkan oleh segelintir orang tapi sedang menuju kearah perbaikan (dikutip dari Kompas).
    Apakah ini namanya bukan suatu tamparan oleh Tuhan Yang maha Kuasa kepada pemerintah????
    Masih ada banyak contoh2 kejadian lainnya yang terjadi di Indonesia yang aneh2 yang menurut hemat saya muaranya hanya ke satu arah. Nanti kapan2 saya ceritakan lagi, sekarang saya mau bobok dulu yah??? Kan udah panjang lebar tulisan saya ini.

  14. #ummufajar
    …Science memang tidak, atau lebih tepatnya belum mampu, menjawab semua pertanyaan tentang gejala alam, tetapi dengan science-lah kita sudah berjalan sangat jauuh hingga sampai disini.’

    Jadi “Science” lah yang memberikan kehidupan kepada manusia sampai sekarang…???
    selamat menyembah Science.

  15. Betul paK, yang penting berbagi pengetahuan. Beberapa tahun lalu saya pernah “dibantai” habis dalam suatu presentasi tandingan gara-gara memprediksi saat bubarnya Goldquest di depan calon peserta. Padahal saya sudah berikan handout-nya yang berisi logika prediksi saya yang sudah terbukti sukses dan sangat akurat memprediksi saat jatuhnya Kospin sebelumnya. Setelah ada berita Goldquest bermasalah dan bubar barulah mereka akui perhitungan saya. Untuk mencegah korban berikutnya, saya akan berbagi ilmunya di blog saya tapi belum ada kesempatan untuk menulis. Kalau memprediksi lagi, nanti orang pada ribut lagi, mendingan bagi-bagi ilmunya saja. Terimakasih dan salam eksperimen.

  16. Salam kenal,
    Tulisan ini melengkapi perenungan sejak lama bahwa sejauh mana ilmuwan bisa memberikan perkiraan atau prediksi (ilmuwan bukan peramal, jadi tidak bisa memberikan ramalan seperti Mama Laurent :D).
    “Itulas sebabnya saya juga lebih suka memberikan pengetahuan ketimbang prediksi,” kata Pak Rovicky. Kalimat ini menginspirasi saya sebagai praktisi muda di bidang ekologi. Terima kasih Pak Rovicky…

  17. Assalamu’alakum wr.wb.,
    Wah sebagai orang awam saya bingung jg dgn pernyataan pak Abdullah bahwa ‘Teknologi dan Teori2 Science membuat manusia menjadi bodoh,……..’
    Bukankah fenomena alam semesta dan sunatullahnya adalah ilmu Allah jg yg perlu kita fahami agar kita bisa berjalan sesuai yang Allah kehendaki di muka bumi, alam semesta ini?
    Dalam hal ini saya lebih sependapat dengan Pakdhe yg bilang bahwa ‘Science memang tidak, atau lebih tepatnya belum mampu, menjawab semua pertanyaan tentang gejala alam, tetapi dengan science-lah kita sudah berjalan sangat jauuh hingga sampai disini.’

  18. Wah sebagai orang awam saya bingung jg dgn pernyataan pak Abdullah bahwa ‘Teknologi dan Teori2 Science membuat manusia menjadi bodoh,……..’
    Bukankah fenomena alam semesta dan sunatullahnya adalah ilmu Allah jg yg perlu kita fahami agar kita bisa berjalan sesuai yang Allah kehendaki di muka bumi, alam semesta ini?
    Dalam hal ini saya lebih sependapat dengan Pakdhe yg bilang bahwa ‘Science memang tidak, atau lebih tepatnya belum mampu, menjawab semua pertanyaan tentang gejala alam, tetapi dengan science-lah kita sudah berjalan sangat jauuh hingga sampai disini.’

  19. koq malah jadi inget komentar ponakanku sing teko suroboyo…. menyaksikan tv yang lagi menyiarkan bencana banjir di ibukota
    om… om… yang menyebabkan banjir ternyata air yach…
    mak gedubrag saya mikir2 sendiri hahahaha……

  20. Dongeng Geologi sungguh tak bisa berbuat apa apa, cuma makhluk, jangankan untuk menahan terjadi gempa, atau bencana, untuk mengetahui kapan dan dimana akan terjadi nya bencana aja gak bisa.

    Teknologi dan Teori2 Science membuat manusia menjadi bodoh, sudah bodoh sombong lagi.

    Padahal inilah “berhala baru” yang oleh manusia akhir zaman disembah sembah, dan rela “diperbudak”.

    Kalo dulu kaum QURAISY buat patung terus di jadiin sesembahan, kalo kaum akhir zaman, ciptakan teknologi buat sesembahannya… loetjoe… he he he.

    Padahal buat jawab pertanyaan tolol berikut ada yg sanggup jawab gak yah..?
    Bulan mengelilingi bumi, kemudian bumi mengelilingi matahari, lantas matahari mengelilingi apa, kata nya semua benda langit itu berputar memiliki garis edar, entah siapa yang bodoh… tapi yang paling bodoh jelas saya.. he he he… eh… he he he lagi ah…

  21. Wah ramal meramal memang haram pakde. Sayangnya masyarakat pada demen kayak beginian, kayak maen togel, tebak2an angka apa yg keluar hari itu. Kalau perlu tidur di kuburan segala.
    Ini tandanya kurang pencerahan, mungkin juga hidup sdh sumpek, sdh miskin-menderita-kurang pintar kurang iman pula. Lihat aja acara game yg populer di tv, game 1 milyar, 2 milyar dan 3 milyar, yang notabene judi terang2an, karena cuma maen tebak-tebakan dah dapet duit. Heboh jakarta terbelah kan dari ramalan mama laurent???
    “interpretasi geologi bukan harga mati” => setuju pak; jangankan interpretasi, lha wong hasil pengukuran gempa aja yg tanggal 1 Feb kemarin bisa beda kok; USGS bilang 4-5 km kedalamannya, BMG bilang 51 km. . . Juga hasil interpretasi seismic di porong kan gambarnya cuma garis-garis aja toh; satu geologis bilang itu minyak, jebule lumpur panas. . . weleh weleh. . .

Leave a Reply