Sulitnya berdiri ditengah

18

balance.gifAda salah seorang kawan kita disini bertanya cukup jeli tentang pendapatku soal BPJ-1. Aku juga akhirnya sadar, ternyata berdiri ditengah itu sulit, menjadi moderat itu susyah. Seolah semua pasti ada kepentingan, seolah ada keinginan pribadi.

Ah aku masih manusia biasa yang tidak lepas dengan pendapat pribadi … howgh !

 

 

On 1/29/07, Nataniel Mangiwa @ ….. wrote:
> Pak Rovicky,
>
> Boleh tahu, bagaimana pendapat Pak Rovicky sendiri? Final answernya
> apa (versi Pak Rovicky)? Kalau dari hasil membaca saya tentang tulisan
> Pak Rovicky di blog, Pak Rovicky lebih condong setuju dengan pendapat
> ini: “Mudflow caused by drilling, not natural”.
>
> Soalnya..banyak geologist dan orang awam yang mengunjungi blog Bapak,
> yang kemungkinan saja pembaca-pembaca tersebut akhirnya menjadikan
> blog Bapak sebagai ‘reference’. Terlepas dari mana yang benar atau
> yang kurang benar, yang jelas statement 4 bule ini sangat tegas (NOT
> natural).
>
> Terimakasih,
> Natan (salah satu pengunjung blog)
>

Dear Nathan

Aku sendiri berusaha mengungkapkan semuanya tanpa berpihak. Ini tujuan aku membuat blog supaya semua melihat fakta “apa adanya” tanpa pretensi, bahkan disinipun boleh berdebat dan memaki-maki aku 🙂 , wong aku ngga memoderate komentar, kecuali SPAM. Aku memang cenderung berpendapat LuSi dipicu oleh pemboran. Tetapi disisi lain saya juga menginginkan supaya jangan sampai pembaca bias atas pendapat saya. Kalau ada pendapat yg bebedapun aku coba tuliskan dan aku tampilkan di Blog HotMudFlow, tapi sulit juga, ya 🙂

Ya kalau ada orang trus merefer pendapat saya boleh saja, tetapi saya juga merefer yang sebelumnya. Yang sebelumnya pun merefer yang sebelumnya lagi …. dst … dst. Apalagi saya hanya berdasarkan data yang keluar dari media. Saya bukan peneliti langsung disana. Tentunya buanyak kelemahan apa yang saya ungkap.
Btw, beginilah sulitnya mengungkap “fakta” tanpa pretensi keperpihakan ya 🙁

Dulu ketika aku bilang bahwa kalau lumpur dibuang kelaut itu ngga apa-apa, saya dituduh anteknya Bakrie, sekarang saya condong menyatakan ada kemungkinan dipicu pengeboran dimusuhi yang satunya. Sekarangpun saya tidak lagi mendapat info apa-apa jadinya … susyah 🙁

Apakah bener kita harus memihak supaya hidup ?

18 COMMENTS

  1. De….
    Kita ini gak bisa memuaskan semua orang , itu udah hukum alam , sebagaimanapun baiknya kita, pasti ada yang nggak suka dengan kebaikan kita , itu manuasiawi kok De…
    Yang jelas De Rovicky ini salah satu dari orang Indonesia yang sadar bahwa orang pintar Itu tidak sepatutnya membodohi yang nggak pintar karena banyak di Indonesia ini yang seperti itu karena pintar maka kesempatan untuk membodohi yang gak pintar, aku selalu berdoa agar orang-orang pintar di Indonesia seperti De Rovicky. jadi bisa meluaskan wawasan rakyat indonesia . Saya sangat berharap Pak Habiby membuat Blog yang seperti De Rovicky , tapi tentang masalah teknik lah atau pesawat lah , pokoknya ilmu itu ya mbok dibagi dari pada dijual-jual terus, mbok sekali kali digratisin ngamal gitu kaya DE Rovicky ini…….
    Bravo buat De Rovicky

  2. Memang susah di Indonesia, ngomong begini salah, ngomong begitu di cap kakitangan pihak lain, saya dukung pakdhe agar tetap nulis (agar nambah ilmu bagi yang lain), sebab nulisnya dengan data2 yang ada.

  3. Pak Dhe,

    Kok Lapindo masih hangat2 ……ya

    Kalo misalnya nih..

    1. Sebelum Mei (Gempa Jogja) Lapindo tetap membor (dengan teknis pemboran yang sama seperti pada waktu itu) TETAPI tidak terjadi gempa Jogja, kira – kira Fenomena Mudflow di Porong ini muncul tidak ya ?

    2. Seandainya Lapindo tidak melakukan pemboran di Porong dan GEMPA JOJA tetap terjadi, kira – kira Fenomena Mudflow di Porong ini muncul tidak ya ?

    3. Untuk saat ini sampai setahun ini, kira-kira mana ya yang lebih penting. Membangun Jalan Tol baru di Porong (dengan biaya kira2 1,3 Triliun)-berguna untuk mempertahankan-mengembalikan arus aktivitas perekonomian bagi banyak pihak (mungkin lebih untuk selain Korban langsung) ATAU Memberi Hak MINIMUM Korban Langsung Lapindo terlebih dahulu (merelokasi, mengembalikan fasilitas kehidupan mereka, Fasilitas KeSehatan yang memdahi, memberi JADUP (spt di Jogja), dll.

    Orang2 yang terendam Lumpur adalah korban secara langsung. Siapakah yang seharusnya diberi solusi terlebih dahulu ? Jika suatu saat Bencana juga terjadi di Jakarta (SEMOGA TIDAK TERJADI) dan solusi pertamanya adalah BANGUN KEMBALI DAHULU JALAN TOL CILEUNYI BOGOR Sampai MERAK…bagaimana ya..?

  4. Kalau berbicara masalah geologi memang nggak ada yang namanya “absolutely right ataupun absolutely wrong” paling banter ya “most likely”. Ato istilahnya “The best fit base on the data”. Itu kata dosen saya,… Hwe he he,…
    Benar begitu PakDhe ?

  5. Liat berita pemanasan global yang “menggerus” gunung-gunung es abadi di dunia aja udah ngeri..ngeliat ke dalam negeri..eh..ada lumpur panas yang makin meluas..meluas..meluaasss. Yang parahnya..lumpur ini juga menenggelamkan “kebebasan” ber-opini..
    Jalan terus Pakdhe!!

  6. Liat berita pemanasan global yang “menggerus” gunung-gunung es abadi di dunia aja udah ngeri..ngeliat ke dalam negeri..eh..ada lumpur panas yang makin meluas..meluas..meluaasss. Yang parahnya..lumpur ini juga menenggelamkan “kebebasan” ber-opini..

  7. Kita harus hidup supaya bisa memihak, hehehe….
    Bisa berdiri aja sudah syukur Vick, kapan ya bisa berdiri tegak? Perasaan dari dulu bisanya baru tiarap sama sedikit jongkok aja.

  8. Allow Pakdhe…

    Kurang lebih aq setuju sama opini Pak Rovicky…
    Yg bikin mangkin kesel aq tuch, ko pentolan2 lapindo n bakrie cs pada mo cuci tangan semua… dan *maaf* guoblok nya ko pemerintah ga memberi sangsi yg tegas, malah dibebankan lagi krn mgk mm terlibat jg sebloonnya… kayaknya mereka dah lupa n malas berkaca diri, ya gitu degh kalo ditangani oleh orang2 yg ga bener… toel ga temens?

  9. salut buat pakdhe,….dari banyak ahli geologist Indonesia, sedikit sekali yang mau menyumbangkan ilmu tentang geologi ke masyarakat awam. Saya yakin Pakdhe menuliskan sesuatu di blog dalam rangka pencerahan, memudengkan yang belum mudeng, memelekkan yang belum melek. Jadi, masih banyak yang setia dan selalu menunggu hari untuk menyimak apa yang didongengkan pakdhe….gak papa pakdhe…jalan terus…wong pakdhe menulis ini juga ada niatan tulus untuk menjadi warga yang baik buat negara to? kalo pemerintah menggelar kejar paket A, B, C, maka pakdhe sudah membuat ruang ajar yang lebih luas dari itu semua yakni Kejar Paket G (Geologi…) Hihihhhiiiii…Memahamkan orang tentang kebajikan, kebijakan dan kesantunan terhadap alam. Manusia merawat alam, alam menghidupi kita. Yang Di Atas mencurahkan rahmat, yang dibawah menumbuhkan berkah. Rak begitu to Pakdhe…..

  10. Toex PakDhe Rov
    Tenang PakDhe……..memang sulit menyamakan persepsi masing – masing orang apalagi menentukan mana yang benar, tapi saya lebih setuju dengan pendapat & tulisan PakDhe. setelah sekian lama ( mulai awal semburan hingga sekarang ) saya mengunjungi blog PakDhe. Sayapun korban Lumpur lapindo, sampai sekarangpun sulit (ragu)menentukan langkah saya selanjutnya.

  11. Dear Pakde Rovi
    Yah memang sulit…apakah harus memihak agar tetap hidup? Siapakah pemberi hidup? Harus memihak kepada siapakah kita agar tetap hidup?

    Mohon ijin nge-link

  12. Memang sulit untuk bisa diterima oleh semua pihak, tapi bisa diterima oleh salah satu pihak saja sudah baik. Kalau semua pihak menolak namun anda tetap yakin pendapat anda benar, tidak masalah toh? Wong anda yang benar je..
    Santai aja Dhe… Keep on your track.

  13. Hehe, selain ditengah, berdiri di ujung juga sulit kok, Pakdhe. Apalagi ujung kekuasaan, ujung kesuksesan, dll (??)
    Pakdhe, ga ada hubungannya dg topik, tapi nyuwun nge-link ke blog kami ya… Matur Nuwun..

Leave a Reply