Scientists: Mudflow caused by drilling, not natural

20

Scientists: Mudflow caused by drilling, not natural

ugbo.jpgBegitulah judul dari tulisan Asociate Press (AP) . Kalimat ini diambil dari kesimpulan yang dilakukan oleh 4 ahli dari Durham University. Judul tulisan asli yang diterbitkan oleh GSA (Geological Society of America) ini berjudul “Birth of a mud volcano: East Java, 29 May 2006″ – kelahiran gunung lumpur pada tanggal 29 May 2006.

Satu kesimpulan yang menarik adalah LUSI Lumpur Sidoarjo di-trigger (dipicu) oleh pengeboran dan bukan karena gempa tektonik.


Artikel ilmiah ini ditulis oleh empat orang ahli kebumian yaitu

  • Richard J. Davies, Centre for Research into Earth Energy Systems (CeREES), Department of Earth Sciences, University of Durham, Science Labs,
  • Richard E. Swarbrick, Geopressure Technology Limited, Mountjoy Research Centre, Stockton Road, Durham, DH1 34Z, UK;
  • Robert J. Evans, 3DLab, School of Earth, Ocean and Planetary Sciences, Main Building, Park Place, Cardiff University, Cardiff CF10 3YE, UK;
  • Mads Huuse, Department of Geology and Petroleum Geology, University of Aberdeen, Aberdeen AB24 3UE, UK

Secara singkat abstractnya saya cuplik seperti dibawah ini. Tulisan aslinya dalam pdf dapat didonlod klik saja disini.

– πŸ™ “Wadduh Dhe kok pakai bahasa dewa gitu ? Tapi judulnya mirip dengan ulasan Pakdhe tentang kelahiran gunung api di Paricutin ya Dhe”
– πŸ™‚ ” Nah Pakdhe dongeng nyantai saja dibawahnya sana ya ”

ABSTRACT

On 29 May 2006, an eruption of steam, water, and, subsequently, mud occurred in eastern Java in a location where one had been previously documented. This β€œpioneer” mud eruption (the first to occur at this site) appears to have been triggered by drilling of overpressured porous and permeable limestones at depths of ~2830 m below the surface. We propose that the borehole provided a pressure connection between the aquifers in the limestones and overpressured mud in overlying units. As this was not protected by steel casing, the pressure induced hydraulic fracturing, and fractures propagated to the surface, where pore fluid and some entrained sediment started to erupt. Flow rates remain high (7000–150,000 m3 per day) after 173 days of continuous eruption (at the time of this writing), indicating that the aquifer volume is probably significant.
A continued jet of fluid, driven by this aquifer pressure, has caused erosion and entrainment of the overpressured mud. As a result, we predict a caldera will form around the main vent with gentle sag-like subsidence of the region covered by the mud flow and surrounding areas. The eruption demonstrates that mud volcanoes can be initiated by fracture propagation
through significant thicknesses of overburden and shows that the mud and fluid need not have previously coexisted, but can be β€œmixed” within unlithified sedimentary strata.

Tahap-tahap munculnya semburan

Lusi - Sumber GSA Today Feb 2009Sakjannya ya mirip-mirip saja dengan yang sudah saya tulis sejak lama segera setelah kejadian dulu itu. Tulisanku dulu aku tulis disini yang berjudul Awal semburan lumpur.

A. Maret sampai May 2006 .
Pada waktu awal pengeboran terlihat sumur yang melakukan pengeboran dimana adanya casing (selubung) dibagian atas dan ada yang tidak tertutup selubung dibawahnya. Juga adanya zona bertekanan tinggi pada lempung (mud) dan dibawahnya terdapat batugamping yang juga bertekanan tinggi.

B. Mei 2006.
Terjadi Underground Blow Out (UGBO) semburan dibawah tanah yang membuat rekahan (propagating fractures). Air dari bawah yang berasal dari batugamping membawa lempung ketas melalui lubang sumur dan akhirnya ‘njebol’ keluar melalui rekahan akiba adanya rekahan baru.

C. Mei hingga Desember 2006

Terjadi percampuran antara lempung dengan air sehingga memunculkan gunungan lumpur awal. Saat itulah rekahan-rekahan baru mulai terbentuk, dan terjadi amblesan.

D. Pasca Desember 2006
Nah ini perkiraan apa yang bakalan terjadi nantinya. Dimana ada kalderanya, ada cone atau kerucutnya dan juga amblesannya.

– πŸ™ “Looh Dhe, kok persis yang njenengan tulis sebelumnya ta ?”
– πŸ™‚ ” Lah iyo wong kejadianne ya ngunu kui. Tapekno nek aku tulis pakai bhasa dewa terus kowe radong, malah mumet maneh ”

Jadi memang bukan hal baru bagi yang sudah mengikuti tulisan-tulisan disini. Namun saat ini sudah ada pendapat ahli dari LN yang lebih dipercaya, dikaji secara ilmiah dan saintifik. Dijelaskan dan dipublikasikan dalam jurnal yang mendunia.

– πŸ™ “Looh Dhe, nyuwun sewu, kok yang nulis malah orang asing emangnya orang Indonesia ngga ada yang tahu ?
– πŸ™‚ ” Mboooh … wisss ah, nek karo bule kok do luwih percoyo ”
– πŸ™ “Haiyak, …. Pakdhe mutung !”

Kalau ada yang tertarik tulisan ilmiah atau artikel aslinya silahkan di donload klik saja disini ya. Mumpung masih anget dan masih gratis !

References :

Birth of a mud volcano: East Java (29 May 2006). Davies, R.J et al; GSA Today v. 17, no 2 (2007) 4-9 published by the Geological Society of America.

20 COMMENTS

  1. Yg dibilang mama loren “sebagian jawa timur tenggelam oleh lumpur sidoarjo adalah benar” cuman sebagian keciiiiil saja dari jawa timur yang luaaaas. Jadi harus dilihat dengan jeli ungkapan mama loren maupun peramal2 itu. Kita ya harus jeli, bahkan kalau bisa kita chek ramalan2 beliau dua tiga tahun lalu. Mana yg salah dan mana yang ngawur. Jadi kita mengerti apa maksud peramalan beliau2 itu.

    Btw, kalau dibandingkan saja dg gunung merapi. Berapa luas yang terkubur oleh endapan merapi dan berapa ribu atau juta tahun prosesnya. Nah kalau lusi ini ukurannya keciiil dibandingkan gunung api. G api saja tidak menenggelamkan pulau jawa, apalgi lusi …. Yg bener aja lusi menenggelamkan seluruh jawa timur. Kalau sebagian keciiiiiil ya bisa saja kaan

  2. Matur suwun tanggapane…
    Lha iki keluargaku diajak segera pindah malah bingung, lha wong lumpure masih 3 km an, belum kelihatan di depan rumah kok gupuh. Sebenarnya bahaya apa yang berpotensi dapat terjadi di daerah sekitar Lusi termasuk radius tempat tinggalku Pakdhe..? Apakah lumpurnya atau amblas tanahnya (seperti konon berita dari mama laurent itu??). Kalau mmg khawatir jawaban detailnya tidak bisa dipublikasikan, lewat e-mail saja bisa ya Pakdhe….
    Matur suwun jawabane, ngapunten bila merepotkan.

  3. Nek aku entuk menehi saran, yo siap-siap wae Cak Abu.
    Lah nek isane akhir taun yo wis piye maneh … Tapi siap-siap pindah iku luwih becik.
    Temenan iku ….
    Daripada tinimbang, kan luwih becik mendingan tah …. πŸ˜‰

  4. Teko sing remeh ae pakdhe….
    Kediamanku saat ini di sekitar Tanggulangin, lebih kurang 3,5 km ke arah surabaya dari pusat Lusi atau Lukrie atau apalah jenenge…
    Kira-kira….pendapat pakdhe, lebih baik aku mengungsi dari sekarang atau masih bisa bertahan samapi akhir tahun. Jawabannya penting dan aku tunggu pakdhe…
    matur suwun…

  5. Kadang-kadang saya juga berfikir suatu saat Departemen Kehutanan Panen Kayu dan menebang hutan besar-besaran. karena penebangan ini terjadi longsor besar-besaran dan menimbun banyak rauamh dan menjadi banyak korban. Disini akan banyak komentar pro dan kontra siapa penyebabnya dan geologi diuji lagi kepiawaiannya. Karena yang melakukan dari pemerintah maka sering-sering cari-cari penyebabnya karena faktor alam
    Mungkin contoh yang masih segar di ingatan kita longsor di Leuwigajah Bandung. Siapa yang salah masihkah ada yang membela si pembuang sampah (pemerintah)? Faktor alam?.
    Jatuhnya kapal senopati dan pesawat terbang. Kira-kira gimana ya akhirnya………..

    AW

  6. Vic,
    Bahan yang paling baik untuk buat isolator high transmission ataupun isolator dengan bahan keramik sepertinya bisa dibuat dari lumpur yang anda punya. Bukan hanya PGNT di Chev-Tex Duri sini tapi mungkin PLN republik kita sangat membutuhkan andai bisa dibentuk.

    Priyadi Budi

  7. Semua bencana yang terjadi sejak kebo narik gerobak, satelit palapa sampai computer robot internet, baik tsunami, gunung meletus, banjir, hutan kebakar, lumpur panas atau lain-lainnya kalau menurut Nyai Loro Kidul, ini adalah hukuman yang musti ditanggung karena korupsi dan aji mumpung yang sudah sudah membudaya.
    Sing gede urip koyo lintah, sing mlarat tambah kecepit

  8. Hai Rovicky, blog anda keren amat …
    oiya 1-2 fotokopian buku anda tetap saya pakai (bukan simpan) buat referensi/kenang2an di rumah !

    Perkara mau lari dari tanggungjawab BJP, buat apa selama 9 bulan ini saya bertahan di Sidoarjo, hampir setiap hari melayani para ‘pemarah’ ? Baik pengungsi-buruh-tani / pemilik rumah-lahan-pabrik, pengelola fasum-fasos yang tenggelam dalam lumpur, maupun penyedia jasa dan barang (dalam upaya pengendalian luapan lumpur, termasuk aparat TNI/Polri) yang bayarannya telaat ?? Di blog ini banyak kawan ber-andai2 , tapi cobalah spekulasi apa yang terjadi dengan para korban bencana ini sekarang bila operator Brantas PSC bukan Lapindo …., tentu jangan pilih yang segajah Exx-Mob, Shell, Chev-Tex dong … sekelas Lasmo atau Murphy lah. Buat investor, bisa aja mereka tidak peduli keselamatan pekerjanya, tapi siapapun cuma mimpi untuk dapat ber-larut2 menguras dompet mereka, tanpa ada kepastian hukum.

    Perkara ‘kecerobohan’ driller, biarlah biang2 pakarnya yang menarik kesimpulan. Sebab saya amati masih ada saja kawan2 Petroleum Engineer maupun G&G yang bicara casing-design seawam tamatan SMU (apalagi PTIK hehe). Malu ah.

    Piiiisssssssssssssss,
    Rawindra

  9. ah, sudah saya perkirakan sejak terjadi bencana setelah 60 hari. cari komentar saya di blog ini. pasti ada usaha untuk menjadi force majeur, biar lapindo lari dari tanggung jawab padahal karena kesalahan akibat drillimg. tapi kritik ini juga menjawab kepada semua yang menulis termasuk engineer yang bekerja di perusahaan asing, bahasa anda itu tidak pernah menyalahkan akibat drilling tapi cuma menganalisa terjadinya lumpur dan dibiarkan menjadi wacana yang terus berkembang, biar kelihatan pintar di hadapan orang yang memang sudah tidak fokus. begitu ada yang berani menyimpulkan – yang sayangnya bukan dari orang kita sendiri- ikut-ikut mendukung.
    sudahlah kita memang senangnya berwacana terus, ambil kesempatan dalam kesusahan biar dapat gaji gede. tapi saya juga monon maaf kepada engineer atau orang-orang yang lebih banyak diam tapi benar-benar berbuat yang terbaik – tidak ikut arus- agar kepentingan rakyat banyak secara jangka panjang lebih baik daripada memikirkan kepentingan pribadi. No real leader to concern about long term nation character and back to our way of life -pancasila.
    Gusti Allah-kawula alit nyuwun ngapura.

  10. mungkin bukan masalah bule atau indonesianya ya….kepintaran dan analisis boleh jadi sama, tapi ‘keberanian’ dan ‘independensi’ untuk menyimpulkan bahwa ‘lukrie’ (lumpur bakrie, bukan ‘lusi’) ditrigger oleh pemboran itu lah yg absen dari berbagai analisa para ahli indonesia, sehingga memberi ‘angin’ pada pihak2 yg mau lari dari tanggung jawab untuk meniupkan isu-isu gempa dan bencana alam sebagai penyebab lukrie.

    yah, semoga kita semua mau segera bertobat…

  11. Sudah waktunya ini dikabarkan pada massa. Apalagi akhir-akhir ini mulai banyak disebarkan kabar bahwa yang salah itu gempanya, bukan Aburizal Bakri. Kalau ini terus yang dikabarkan, lama-lama orang akan benar-benar yakin kalau yang salah itu gempanya, alamnya.

    Tapi jangan mutung ya dhe, gara-gara omongannya ndak digugu. Kok yo mesti sing ngomong kuwi bule baru digugu. Hehehe…

  12. PapaTITA,
    Silahkan menghubungi TimNas saja kalau mau detil data teknisnya.
    Saya hanya memilki data “yang sudah dipublikasikan’ saja. Kalau belum ada ya brarti aku ga punya πŸ™
    Nuwun sewu

  13. pak dhe, kalau dilihat dari gambar D, meskipun masih perkiraan (tapi ilmiah) bisa di-itung tidak lebar/luasan daerah yg akan mengalami amblesan?

    pertanyaan kedua: kok tidak ada lagi laporan mengenai besarnya amblesan dari waktu ke waktu?

    pls pak dhe saya butuh jawabannya, atau (maaf) kalau ndak bisa nyampekan disini (dirasa kurang ilmiah) tolong japri saya.

    Terima kasih.
    Salam.

  14. Jadi, kapan ya yang punya Lapindo datang, terus dibui gitu…
    KOMPAS, Senin, 24 Juli 2006 juga menjelaskan waktu-waktu awal kejadian lumpur menyembur. Begitu telak dan jelas bahwa biang keroknya yang kecerobahan pengeboran. Emang siapa pimpronya ya Pak Dhe….

  15. Nuwun sewu, pakde saya numpang ngomel, bencana di Indo kliatannya banyak yg human error dr mulai banjir, pesawat jatuh, kapal tenggelam, kereta njeblos, sampe lusi.., tanya.. kenapa bisa begitu? Wong Indo khan sakjane akeh sarjana..sing pinter2… Yo wis lah saiki ga usah saling menyalahkan meski sudah jelas siapa yang salah, kedepannya gimana penyelesaiannya, menurut pakde? Kalau dibiarkan apa yg bakal terjadi? Apa mungkin berhenti sendiri klo ga di sumpel khan mboten to? tolong pakde buatin analisa ke depannya apa yg akan terjadi kalau terus menerus mbrebes mili, lha sekarang korbannya saja sudah mbrebes mili… ini emergency khan? harus di atasi segera? bukan begitu pakde Rofi…
    Maturnuwun, salam kenal juga…mohon maaf tidak bermaksud apa2 saya cuman sedih tapi ga tahu solusi dan tambah sedih ngeliat para boss dan org2 pinter ga cari solusi

    Evy

  16. Kalau LUSI ditriger gempa M=5.8 weh yah sulit ya… Gempa Jogja relatif kecil. Piye kabare? Saya di Jkt sekarang. Tiap week end pulang.
    Salam.
    Hery

  17. haia….sakjane kita di Indonesia itu dah punya geologist yang ahli dan independen…hiihhiiii (lirik-lirik pakdhe rovi)…..tapi ya emboh ahli-ahli yang lain kok pada tiarap seh? apalagi kayaknya sekarang lusi gak ada yang ngurus…jadi bagaimana kelanjutannya pakdhe kalo lusi itu murni karena kesalahan pengeboran dan bukan akibat bencana alam. siapakah yang bertanggungjawab? bagaimana kelak keadaan sidoarjo yang terbanjiri lusi? kira-kira setelah 30 tahun yang yang akan datang bagaimanakah rupa daerah tersebut? mohon dijawab dan dikumpulkan pada website ini besok ya?…terima kasih….hehehee kok malah maksa to…..

Leave a Reply