Nengok Jaman Miocene di Padalarang (Time traveling)

21

Picture Source FlickrImpian “time traveling” dalam dunia “nyata” emang ndak pernah slesai … Namun dalam “dunia maya” … dalam “dunia virtual” … maupun dunia “Psychological Conciousness” … aku anggep ini dunia lain seperti ungkap kawanku Zhaoyun adanya touring test yg menggetarkan kalbu (mind boggling).

Aaah …. Aku juga bisa time travel dalam duniaku —> Karena aku akan sering berkelana ke zaman Miocene …. 15 juta tahun yang lalu … ya 15 juta tahun yang lalu !!! …. –> hanya dengan melihat peta geologi daerah Padalarang dan sekitarnya.Sebelum meneruskan dongeng jaman miosen, coba baca dulu apa itu jaman Miosen disini :

Sejarah singkat bumi dan kehidupannya ….. Jaman Miosen itu kira-kira 15 juta tahun lalu !!!

DI Padalarang ada sebuah gunung yang terusun oleh batu gamping. Batugamping ini namanya Batugamping Rajamandala.

Ketika aku mendaki puncak gunung Gamping Rajamandala itu aku bisa merasakan debur ombak jaman Miocene di ‘Paleo Sukabumi Resort‘. Betul ini sebuah resort yang indah …. Resort ini cukup bagus yang mirip seperti pulau seribu. Aku bisa “merasakan” bagaimana kerang-kerang itu numbuh berkembang, ada beberapa batu karang indah seperti yang ada di Pulau Pantara dan kemudian dihancurkan oleh gempa-gempa tektonik yang nanti akan kurasakannya juga beberapa wektu nanti di tahun 2000-an ketika menggoyang Jakarta. Juga aku bisa melihat bagaimana hancurnya karang-karang ini seperti yang ada di sekitar Pulo Burung di kawasan Pulau Seribu …. “tanpa ada interaksi manusia …!!

🙁 “Jakarta seperti apa, Dhe ?

Wah 15 Juta tahun lalu Jakarta belum ada … Jakarta masih merupa laut yang nantinya aku yakin akan tertutup oleh endapan-endapan banjir … hi hi hi aku tahu kalo banjir yang alami ini bikin temen-temenku di ngIndonesia pada ribut nantinya … he he he … Kalo saja ada satu orang temenku yang bisa kuajak melihat proses pembentukan endapan Jakarta yang diawali dengan munculnya Gunung Gede dan Pangrango … yang endapannya menjadikan banjiir di daerah proto Jakarta …. kemudian ditutupi oleh endapan pantai … yang airnya saja sudah asin dari sononya … eh temen-temenku nanti berteriak … “wah ada intrusi air asiin ..!!” … tapi aku lihat emang sejak dari terbentuknya udah asin kok … hi hi hi lucu juga pasti nanti ….

Dan aku yakin temen-temenku di jaman tahun 2002 masehi nanti hanya akan melihat singkapan batu gamping keras, disekitar Padalarang ini … Ah mereka ndak tahu kalo hancurnya pulau karang ini bukan oleh manusia … mereka musti aku ajak kesini melihat proses alam ini supaya bisa mengerti proses alam ini …

geotimespiral.gifTapi mesin time travelku terlalu sempit … aku ndak bisa bikin tempat duduk lagi karena ya hanya pantatku sendiri ini tempat dudukku … Wah kalo saja ada yang bisa melihat kelucuan-kelucuan tingkah manusai karena ndak pernah jalan-jalan ke “Paleo Sukabumi Resort” yang indah ini … emang disini ngga ada Srimulat apalgi Repbulik BBM … emang disini ngga ada DPR yang juga lucu …. Tapi aku masih bisa tersenyum lucu melihat polah tingkah temen-temenku …

hi hi hi aku jadi senyum sendiri 😀

Tapi … hik hik hiks … hiks … aku jadi sedih juga ….
aku harus kembai ke jamanku ….
tanpa aku bisa merubah sejarah !!! …
ah paling engga aku merubah sejarah pribadiku …
Caraku melihat ….
caraku merasakan ….

Owalah …mesin time travel ku … kok kamu cuma satu tempat duduk saja … Pantatku sendiri … ‘wisss … jaaan

– 🙂 “Percaya ndak ? …PakDhe masih bisa mendengar debur ombak ketika melewati bukit gamping Padalarang ketika nyupir Jakarta-Bandung …. “

🙁 “oooh, jadi Padalarang itu dulunya laut ya Pakdhe ? Batugamping itu dulunya tumbuh dilaut seperti Pulau Seribu gitu ? Wah aku telat lahir donk !”

21 COMMENTS

  1. katanya sih bandung dulu itu rata, tapi ada satu gunung yg entah apa nama gunungnya dan meletus begitu hebatnya sehingga kota bandung kalau dilihat dari atas tuh persis mangkok, karena kota bandung yang sekarang ini persis ada ditengah kawah gunung berapi jaman dulu, he..he.. aku juga bingung apa iya…?

  2. isyeng2 studi pustaka ttg padalarang eh ketemu nih dongeng. sayang nih dongeng kaga ngegambarin apa2 ttg padalarang. eh dicek lagi ternyata begitu. menjaring orang buat baca sejarah geologi aj y pakd…

    Padalarang;
    tipologi akifer padalarang yg tersekat2 akibat litologinya si gampung itu, jadiin sebagian kampung dapet air melimpah, sebagian lain kering kerontang. eh bayangin loh rakyat jelata disana harus beli air galonan buat hidup bertahun2. jadi mandipun jarang, gampang terserang penyakit kulit, sampe tahun kapan penderitaan mereka menerus? Mm, gimana sbg ngeologist kt pecahkan kasus ini? bantu mereka cari air? mmmm,,, mau menolong mereka gak pakD? kl puny reference kirim ke emailku y. trmksh…

  3. “batu gamping keras, disekitar Padalarang ini … Ah mereka ndak tahu kalo hancurnya pulau karang ini bukan oleh manusia … ”

    Pak dhe, maksudnya BUKAN oleh manusia gimana nih? cerita donk pak dhe …

    (kalau yg dilihat langsung kan gara2 penambangan gamping oleh manusia)

    matur nuwun

  4. Pak Dhe, mau tanya nih..

    kalo cerita tentang bandung purba ada gak ya? sewaktu gunung api tangkuban perahu yang purba masih ada, trus sejarahe danau purba di bandung, itu piye yo Pak dhe? saya lagi nyari2 informasi yang lengkap tentang itu semua je..mohon dibantu, Pakdhe.

    Maturnuwun
    -muna-

  5. Aku jadi ingin traveling by book dulu sewaktu suka baca buku Karl May. Anehnya setelah aku baca sejarah Karl May, ternyata beliau tidak pernah travelling ke tempat-tempat yang sering dikisahkan dalam novelnya.

    Lebih aneh lagi, belum lama saya sempat membaca tulisan Gunawan Muhammad di Kompas kalau Descartes itu ngajar geografi dan bisa menjelaskan detil geografis suatu daerah tapi tak pernah berada di daerah yang dijelaskannya kepada muridnya itu.

    Saya kita tarveling imajinal memang suatu hal yang lumrah saja. Baik ke masa depan maupun ke masa lalu, informasi historis memang sangat menarik. Bahkan boleh jadi apa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW yang bisa menjelaskan Isra Miraj nya dengan meyakinkan merupakan bagian dari perjalanan kontemplatifnya ketika merenungi manusi, alam semesta dan Tuhan sebagai Ulul Albab.

    Jadi travelling seperti yang diungkapkan Mas Rovicky memang sudah menjadi (semestinya) bagian dari kehidupan manusia. Mengenal sejarah dan emmbayangkan masa depan mestinya menjadi bagian pengajaran yang penting. Jadi, kelak generasi Manusia Indonesia itu bisa ahli berkisah dan juga tentunya membaca dan menulis dengan baik seperti Mas Rovicky hehehe…

  6. ” “Percaya ndak ? …PakDhe masih bisa mendengar debur ombak ketika melewati bukit gamping Padalarang ketika nyupir Jakarta-Bandung …. “

    Bisa Pak Dhe, seorang geologist harus bisa kan?
    Kalo saya mah lebih suka camping di pinggir Danau Bandung 😀 .

  7. wah pakdhe iki, travelling kok ya seorang diri. kalo pakde travelling di pantai drini, kukup, krakal di wonosari yogya sono termasuk jaman apa ya? tuaan mana ama terbentuknya paleo sukabumi resort…hihihiii….bedah dong pakdhe…berarti kalo aman dulu, merapi belum tumbuh ya? masih sak upil yak?…

  8. wah pakdhe iki, travelling kok ya seorang diri. kalo pakde travelling di pantai drini, kukup, krakal di wonosari yogya sono termasuk jaman apa ya? tuaan mana ama terbentuknya paleo sukabumi resort…hihihiii….bedah dong pakdhe…berartu kalo aman dulu, merapi belum tumbuh ya? masih sak upil yak?…

Leave a Reply