Perkembangan Semburan Lumpur Dalam Video

20

Kebetulan ada yang sharing bagaimana perkembangan semburan di Porong silahkan di klick dibawah ini :


Coba perhatikan bagaimana semburan-semburan itu seperti aliran ombak dipinggir pantai. Sebagai informasi tambahan dimensi atau ukuran lubang diameter kawah Siring ini sekitar 50 meter.

Dongeng dan cerita lain masih klick disini

20 COMMENTS

  1. ya kita ini manusia biasa yang banyak kekurangannya.kalau kita mau intropeksi diri dan tahu knp kita hidup di dunia ini.jawab pasti semua tahu hanya mampir hidup,makan,minum dan aktivitas.jadi intinya kita harus ingat kepada tuhan yang mencipkan alam ini.sebagai manusia marilah kita berusaha untuk yang terbaik di mata tuhan.rendahkanlah diri kita jangan mengingkari dan menjauhi perinta-perintahnya,tapi selalu ingat apa yang di larangnya.insyaklah kita pasti diberi ketabahan untuk menghadapi musibah yang ada di dunia ini.ikhtiar harus tetap di jalankan sampai kapan kita menutup mata.Allahu Akbar Allah Maha Besar .

  2. gimana yah kalo mau DL video itu
    atau ada yang tau ga video2 tentang kelaparan
    dimana gitu webnya
    minta tolong yah
    ya tolong add gw di [email protected]
    kalo mau kasih tau webnya
    plz kasih tau dung ada tugas yang harus diselesaikan

    plz
    pzl
    pzl

  3. haLLuw pakdHwe….
    mbok ditampilin ttg piroklastik???
    btw enak ya krja di luar negri,
    aku bs gak ya krja diperusahaan tambang???
    saratnya apa pakdHe???

  4. kalo lumpurnya keluar, terus dalam tanah jadi kosong, terus tanah di atas turun, terus air laut naek, terus surabaya jadi laot, terus pak dhe mau tinggal di mana?

  5. ass.wr.wb

    Sejak kejadian ledakan pipa pertamina, kinerja TIMNAS sangat JAUH MENURUN. Ketika lumpur memasuki TAS I tidak ada usaha dari timnas untuk membuat tanggul. Pak de, sebenarnya timnas itu gimana kerjanya?. Hampir tiap minggu saya melihat perkembangan LUSI di daerah TAS I dan gempolsari tapi tidak pernah melihat aktivitas TImnas di sana. Apa timnas sengaja agar mereka tetap terus bekerja di sana sehingga mendapatkan gaji ganda?. tolong dong pak de

    wassalam

  6. Pak, soal sertifikasi yang mandeg karena pihak BPN kesulitan untuk ukur tanah, apa enggak bisa “ditembak” via satelit? Lewat IKONOS atao Google Earth ataou yang lainnya pokoknya prosesnya remote sensing dan cepet gitu!

  7. yahh….. nasiib, masyarakat terlalu banyak keluar dari prilaku wahyu, sehingga tidak dapat lagi menyadari peringatan-peringatan dari sang Khaliq sebelumnya…..

  8. Pertanyaan saya sama dengan candra yang diatas,semburan itu lumpur pa bisa segera berhenti/kapan kurang lebihnya?..Menurut saya gimana ya? Timnas kok ribet aja sama tanggulnya,kenapa kok nggak ribet sama pemindahan warganya.Bukankah kalau hitung2 lebih efisien mindahkan warga sejauh-jauhnya sehingga warga bisa segera berbenah diri untuk merintis kehidupan di lokasi yang baru?,sementara secara alami biarkan lumpur cari tempat sendiri.Lain lagi kalau prediksi akurat Tim ahlinya bisa diandalkan mungkin 3 bulan lagi tuh semburan bisa berhenti.Setidak-tidaknya jarak ring tanggul yang ada sekarang dengan area pemukiman yg terdekat amannya adalah sama dengan jarak pusat semburan ke arah laut terdekat.Jadi intinya mau nggak mau komplin atau enggak komplinnya warga Madura biarkan lumpur yang menjawab sambil berjalan sendiri ke arah laut,toh lumpur nggak takut sama clurit.Kita konsentrasi ke pemindahan warga ke tempat yang aman.Nggak usah cengkal…lah…,Tuh..liat Mas Rovic ngguyu ngakak…kaq…kaq…kaqqqq.Eh lupa Mas Rovic lagi sakit gigi jadi nggak bisa ngguyu.

  9. kapan sih, persoalan ini bisa terpecahkan? jadi sekarang harus tunggu yang mau bayar kerugian dulu? klo saling menyalahkan, bagaimana bisa terpecahkan? jangan bikin publik bingung deh.
    Buat Bpk. Aburizal Bakrie, tolong kasih penjelasan yang sejelas-jelasnya mengenai masalah ini. jangan biarkan korban-korban yang menderita akibat kejadian ini kelaparan dan tidak mempunyai tempat tinggal yang layak, pikirkan juga nasib2 karyawan pabrik yang di PHK? semoga hal ini bisa bermanfaat dan menyadarkan orang2 yang tidak bertanggung jawab menjadi bertanggung jawab.

    By,
    dina
    STT Wastukancana Purwakarta

  10. Sepertinya media sudah tidak terlalu memikirkan masalah LuSi lagi, why, karena di tempat lain sudah ada bencana alam yang baru lagi. Tapi alhamdulillah tanah warga setempat akhirnya di ganti juga ama Lapindo walaupun sertifikat masih dipermasalahkan minimal ada itikad baik dari pihak lapindo untuk bertanggung jawab. Tapi klo memang semburan terus membesar sepertinya Lapindo harus mempersiapkan lebih banyak uang lagi, hahahhaha

    Liat aja uda berapa kali kita mendengar klo warga setempat sudah mulai panik karena desa yang dulunya mereka kira ga akan kena eh malah uda kena. Klo memang sudah tidak dapat dihentikan ya sudahlah pikirkan metode yang paling tepat untuk memindahkan lumpur itu semua secepat mungkin sebelum timbul masalah baru.

Leave a Reply