Retak-retak di tanggul itu – Wellcome to our Dynamic Earth !

9

slide1.JPG

Amblesan itu sudah semakin serius saat ini. Dugaan-dugaan tahapan yang dilalui sebuah kemunculan mudvolkanopun hampir semua sudah terpenuhi, salah satu diantaranya amblesan, retakan-retakan yang terlihat saat ini merupakan tanda-tanda proses itu sedang berjalan mengikuti tahapan-tahapan yg akan dilalui sebuah siklus gunung lumpur yang juga sudah pernah ditulis sebelumnya disini.

Benarkah ada yang “terangkat” ? Seperti yang dituliskan disini sebelumnya bahwa proses silklus erupasi mudvolkano akan dimulai dengan :

  • 1. Fase eruptif
  • 2. Fase longsoran lumpur dan semburan uap panas (hotspring)
  • 3. Fase amblesan (subsidence)

Fase-fase gunung lumpur (mudVolcano cycle)Saat ini fase amblesanpun terjadi, namun harus diingat bahwa proses ini merupakan siklus, sehingga bukan berarti kalau sudah amblesan kemudian tidak mungkin erupsi, looh. fase-fase ini akan terus berputar-putar.

Ya seperti siklus air juga. Hujan-sungai-laut-mendung-hujan – dst …

slide2.JPGRetakan-retakan yang terlihat disekitar tanggul, juga jalan raya, lantai rumah dan lain-lain ini perlu dilihat dan dimonitor. Bahkan kalau memungkinkan dideskripsikan, diukur dimensinya (panjang dan lebar retakan), arah retakan dll. hal ini akan sangat berguna untuk penanggulanagn proses.

Benarkah terangkat ?

slide3.JPGAda satu selokan yang didiskripsi/diinterpretasikan terangkat. hal ini perlu dilihat secara geodetik dengan dibandingkan tempat-tempat lain disekitarnya. Apabila memang terangkat secara absolut dengan titik refrensi, hal ini perlu diperhatikan. Ingat proses letusan gunung api ? Kalau anda mengikuti perkembangan bentuk Gunung Merapi kemarin ketika meletus, maka monitor elevasi di pos pengamatan Gunung Merapi ini menunjukkan tinggi maksimum dimana hal ini menunjukkan material lava sudah mendekati puncak dan siap meletus. Naik-turunnya elevasi kempundan Gunung Api ini seperti nafasnya gunung sebelum batuk-batuk memuntahkan lahar.

Perhatikan deferential subsidence.

diffsubsidence Penurunan ini tidak akan merata dan mulus apalagi kalau diamati secara geodetik. Ada perbedaan satu tempat dengan tempat yang lain hal ini sering “mengecoh” pandangan lokal. Adanya penurunan dua sisi tepi menyebabkan penampakan seolah-olah bagian tengah ini terangkat. Sehingga penampakan terangkat ini hanyalah “semu”. Namun sekali lagi harus dilihat dan diamati secara detail dengan pengukuran geodetik.

psudo_uplifted.gifPenurunan atau amblesan yang tidak merata ini akan menyebabkan retaknya tanah dipermukaan yang terekspresi munculnya retakan pada tanggul-tanggul juga jalan raya, gorong-gorong serta lantai perumahan.

Selain retakan ini berbahaya apabila menyebabkan jebolnya tanggul, hal ini juga akan menyebabkan rapuhnya batuan dasar/basement tempat menumpunya tanggul-tanggul ini.

– “Lah trus pripun Dhe ?
+ “Lah ya embuh, PakDhe kan cuman tahu soal bawah, soal permukaan ini sudah urusannya orang civil engineer”

Wellcome to our Dynamic Earth !

slide4.JPG

slide5.JPG

Tentunya penanganan permukaan ini menjadi tanggung jawab rekan-rekan vicil civil engineer. Yang cukup menarik dan menantang untuk para rekan-rekan civil engineer adalah saat ini anda harus berinteraksi dengan sebuah gejala alam yang dinamis. Harus selalu bekerja sama dengan geodinamic scientist, termasuk geodesy, geofisika dan geologi. Merkalah yang harus memberikan advice ke civil engineer.

Kita tidak mungkin membuat sebuah konstruksi rigit dan statis. tetapi seperti yang saya tuliskan sebelumnya tentang design yaitu adaptable design. Konsep adaptable design ini perlu untuk para engineer sipil di Indonesia.

– “Mengapa harus adabtable design, PakDhe ?”
+ “Ya, karena apa yang akan terjadi atau akan ditemui nantinya belum dapat dipastikan saat ini. Penurunan/amblesan ini bisa saja sangat cepat secara tiba-tiba dan tidak merata”
– ” Waaah susah dong dhe, nanti bilang gini taunya gitu. Esuk tempe sore dele itu namanya Dhe …”
+ “Hush .. !”

SHARE
Previous articleLuSi Bubbles !
Next articlePalak … eh Pajak

9 COMMENTS

  1. Sudah lama kejadian ini melanda masyarakat disana, dan lapindo pun di akuisisi oleh bakrie co. nah bagaimana lapindo akan menyelesaikan ini, bukannya malau, malah berani berstatement tentang lumpur ini, kan sebagusnya kita bayar mahal orang rusia dan masalah semakin berkurang, kalo palning orang rusia ini sesuai dengan kita. Uang dipermasalahkan, uang bukan menjadi kain kafan waktu kita mati nanti.

  2. De, kira kira sampai kapan ya lumpurnya keluar ?
    Karena itu juga jalur aku pulang pergi kerja, apakah ya mungkin tiba tiba keluar gas berlebih atau meletus kayak gunung berapi gitu?
    Trima kasih De …

    Arek Ngalam,

  3. Saya adalah warga di Perumtas I Blok L (paling utara). Beberapa rumah tetangga saya keramiknya ada yang telah terangkat/retak. Yang saya tanyakan adalah apakah daerah saya terkena pengaruh dari amblesnya tanah? Dan apakah tempat tinggal saya masih layak huni / tidak menurut Timnas. Mohon penjelasannya karena kami sangat-sangat khawatir.

  4. ooo…. fase kejadiannya terus berputar ya berarti masih ada kemungkinan untuk bermunculnya sembura2 baru di permukaan gitu? duh….. sampai kapan dong kita terus nunggu?

  5. Baru 2 hari ‘nemu’ situs ini senang banget mendengarkan dongeng2 Pak Dhe yg cukup banyak memberi wawasan baru dan saking antusiasnya baca sampai2 isi situs ini saya download hampir semuanya (70MB) … ndak papa kan Pak Dhe? 😀

    Dari saya mohon terus pantau si Lusi dan update situs ini dari hari ke hari sehingga kami yg kebetulan berdiam cukup dekat (sekitar 5km darinya) mengetahui perkembangannya.

    Warga biasa saja
    Salam

Leave a Reply