LuSi Bubbles !

4

bubble.gifBubbles ! oO0 ooO
Wah setiap ada “plupuk-plupuk” ini waktu aku kecil suka banget lihat dan main-main. Pasti dulu banyak yang suka mainan “umpluk sabun” kan ?
Blaik .. yang sekarang ini bukan umpluk sabun seperti itu tetapi munculnya gelembung baru akibat banyaknya rekahan disekitar lubang utama semburan lumpur Lusi. Bagaimana terjadinya ?

Berapakan jumlah titik semburan hingga 7 November 2006 ? 31 !, dibaca TIGAPULUH SATU !
benar ada lebih dari 30 titik semburan baru di daerah Siring yang tercatat sejak empat-lima bulan lalu ini.

Seperti yang pernah dituliskan disini bahwa semburan ini juga menyebabkan terbentuknya amblesan. Amblesan ini tentunya akan terjadi disekitar semburan. Gambar-gambar sebelumnya juga menunjukkan adanya penurunan yang terukur dan termonitor secara geodetik.
Lokasi Penyebaran gelembung baruKalau dilihat dari penyebarannya yang terlihat acak menyebar dengan kekuatan yang kecil, saya kira bubble ini kemungkinan akibat collapse.

Crack-rekahanSecara mudah barangkali dapat digambarkan seperti disebelah ini. Semburan utama menyebabkan adanya pengurangan penahanan beban (bearing capacity) juga adanya bukit baru lempung setinggi 5-6 meter akan menambah beban dibawahnya. Karena beban ini sifatnya mendadak dan terkonsentrasi pada daerah tertentu (dengan radius sekitar 2-3 km) , maka lokasi semburan kecil ini merupkan “cabang” dari semburan utama.

Amblesnya tanah di lokasi Porong-1Selama semburan ini masih berlangsung maka crack atau rekahan-rekahan ini akan juga masih akan terus terjadi sampai kesetimbangan muncul.

Masih banyak yang bertanya-tanya apakah semburan ini dapat berhenti ?

Kalau melihat gambar/ ilustrasi diatas, kita dapat melihat bahwa ketika semua material dibawah itu sudah berpindah keatas, maka karena adanya amblesan sangat mungkin lubang semburan tertutup sendiri, maka semburan terhenti. Namun tentunya seandainya lubang tempat semburannya tertutup sendiri ini, bukan berarti tekanan atau tenaga dari bawah ini sudah habis looh. Sangat mungkin saja tekanan ini mencari jalan keluarnya. Kalau ada lubang lain yang terbentuk akibat aktifitas manusia (penegboran yang sembrono) maupun oleh akibat alamiah (gempa yang membuat rekahan). Hal ini sama saja dengan gunung api, kita tahu ada gunung api yg non aktif dan ada yang aktif. Juga kita sudah tahu ada cerita kelahiran gunung api Paricutin disini.

Kalau pingin lihat foto-fotonya silahkan tengok di kolom Jeprat-Jepret di sebelah itu ya. Soale kuota PakDhe udah habis untuk ke wordpress 🙁 .

Nah, yang cukup menantang adalah, apakah mungkin relief well akan berhasil ?

Diluar pond (agak jauh)Bubble di dekat semburan (lemah)Coba tengok dalam peta diatas, terlihat ada tiga lokasi relief well yang sudah dipersiapkan. Masing-masing akan membor lapisan tanah dibawahnya dan diharapkan mampu menahan tekanan semburan. Kalau saja semburan ini masih bersumber pada satu lubang saja, memang sangat mungkin sumber dibawah juga satu, tetapi kalau sumber semburan dipermukaan itu cukup banyak maka diperkirakan “pipa” alirannya sudah bercabang-cabang. Secara mudah tentunya semakin jauuh dari sumber utama, maka cabang tersebut berasal dari cabang utama yang letaknya lebih jauh kebawah. Kalau dekat dengan semburan sangat diperkirakan hanya merupakan cabang kecil. hal ini bisa dideteksi dengan besar kecilnya gelembung yang muncul.

Lihat gambar diatas, disebelah kiri (jauh dari pusat semburan) terlihat semburannya cukup kuat. Sedangkan gambar disebelah kanan (bubble 4) yang berdekatan dengan semburan utama terlihat semburan kecil. Namun semburan kecil dengat semburan utama ini bisa membesar apabila terus berkembang menyatu dengan semburan utama.
<still being edit — masih diperbaharui terus .. ntar tengok lagi … 🙂 kerja dulu lah >

4 COMMENTS

Leave a Reply