Foto2 semburan baru di Kedungcangkring

17

Ada sahabat saya mengirimkan foto-foto semburan yang baru muncul pekan kemarin (. Cukup mengagetkan tentusaja lah diameternya bubble sempat membesar hingga satu setengah meter !

<berhubung upload quota udah habis nunggu besok ya .. 🙁 > eh ternyata bisa diupload di flicker saja ya … silahkan klik disini
Bubble muncul 30 Oktober 2006, diameter bubble ± 100 cm hari ke-1, meningkat menjadi 150 cm hari ke-2, dengan tinggi semburan ± 20 cm pada hari ke-1 dan 2, tidak mengeluarkan asap, jarak 50 m dari tanggul section 36 – 37 diluar/ Selatan pond 5.

Kalau mau tau posisi tepatnya silahkan tengok peta yang dipost kemarin disini.

17 COMMENTS

  1. Saya sebenarnya sangat sedih dan duka atas segala musibah yang terjadi di bumi tercinta INDONESIA… terutama dengan situasi Bencana LUMPUR LAPINDO – sidoarjo. Tapi memang inilah mungkin sedikit azab dari ALLAH SWT.. atas segala keserakahan Pejabat dan Penguasa yang TAMAK dan Serakah.. sehingga murka itu terjadi seperti ini..!!!
    Saya sebagai anak bangsa yang peduli hanya mampu berusaha dengan sebisa dan semampu saya untuk mencoba menghentikan semburan tersebut jika ALLAH SWT MeRIDHOI.. Namun sebelum itu saya ingin berbicara atau bertemu dengan orang yang bertanggung jawab atas proyek tersebut sehingga ada silaturahmi yang baik…
    Insya ALLAH saya akan bantu dengan baik …

  2. Untuk Bapak Hari S. Nugroho.

    saya mendukung sekali aktifitas Saudara dalam rangka membantu masyarakat yang terkena dampak lumpur Sidoarjo secara spirituil maupun materiil dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Apalagi saudara bisa merangkul DepSos. Moga-moga Aktifitas Saudara benar-benar bermanfaat bagi semua pada umumnya,masyarakat sidoarjo pada khususnya,amin…

  3. Yth Bung Rovicky,
    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Terima kasih semua informasinya, yang sangat bermanfaat bagi kami yang dalam 2 bulan terakhir bergabung dalam panitia Arek Delta Peduli, kegiatan yang di koordinir oleh Paguyuban Arek Delta Sidoarjo (PADS) yaitu kumpulan mantan arek sidoarjo yang merantau maupun yang sudah pensiun dan kembali ke Sidoarjo.
    Kami berkumpul dan membentuk panitia Arek Delta Peduli di beberapa Kota, terutama di Jakarta dan Surabaya, dengan Posko Koordinasi Lapangan di Candi Sidoardjo.
    Kami tergerak melakukan semua kegiatan sosial ini karena melihat kenyataan operasional Timnas dan Lapindo lebih fokus kepada masalah teknis, sedang kondisi yang ada sudah berkembang menjadi bencana sosial yang belumditangani. Banyak masalah sosial dan psychologis yang dihadapi korban langsung maupun mereka yang berada diluar daerah bencana tapi menjadi orang yang tidak lagi bekerja akibat adanya lumpur panas.
    Langkah yang sudah kami lakukan adalah memantau aktif masalah yang tidak tertangani oleh TimNas maupun Pemda di lokasi bencana dan sekitarnya, dan mencari solusi cepat mengurangi beban masalah sosial yang telah terjadi.
    Alhamdullilah kami telah berhasil mengajak DepSos yang selama ini tidak di sertakan dalam TimNas, untuk memberikan bantuan tanpa mengganggu APBN sesuai ketentuan, dan selama puasa hingga sekarang kami melakukan upaya pemberdayaan masyarakat korban, dengan pembiayaan kegiatan yang kami peroleh dari para “hamba Allah”, yaitu mereka yang tidak ingin dipublikasi simpati dan bantuannya dan terketuk hatinya melihat penderitaan korban bencana. InsyaAllah upaya kami dapat mengurangi sebagian beban ketidak pastian masa depan korban, dengan memberikan pelatihan praktis bagaimana berusaha menciptakan lapangan kerja baru dengan mengajar masyarakat petani yang kehilangan lapangan kerja dengan belajar membuat kue sederhana, belajar menjahit ala rumahan maupun ala Konvesi, belajar memproduksi kerupuk dll industri kecil yang bisa dikembangkan dengan alat sederhana dan modal yang sangat kecil, selanjutnya kami lakukan pembinaan lapangan untukkesinambungan hasil pemberdayaan tersebut.
    Informasi dari Bung Rovick sangat berguna bagi kami dalam membuka kondisi dan situasi nyata kepada masyarakat korban agar mereka tahu apa yang sudah terjadi dan memperkirakan apa yang akan terjadi tanpa harus panik. Suatu hal yang menjadi masalah komunikasi kerakyatan yang berdasar temuan kami kurang berhasil dilaksanakan oleh Media Centre yang sudah ada, yang hanya mempersiapan diri menjawab pertanyaan wartawan atau masyarakat yang cukup pandai, namun kurang menyentuh langsung masyarakat korban bencana.
    Sekali lagi terima kasih atas peranan anda, semoga Allah SWT memberikan rejeki, sehat, selamat dan berkah sesuai dengan amal ibadah yang sudah anda berikan dengan kebiatan ini.
    Wassalamualaikum Wr.Wb.,
    Hari S.noegroho
    Ketua Panitia Arek Delta Peduli KorWil PADS Jakarta.

  4. Pak, mo nanya…saya ada baca di kompas.com, ada ilmuwan rusia yg menawarkan diri untuk menanggulangi semburan lumpur, metodenya klo tidak salah dengan cara memompa sejenis polimer/resin klo tidak salah. Menurut Bapak,peluang berhasilnya kira2 berapa persen??? Klo cara tersebut gagal, apa tidak menciptakan masalah baru,masalah lingkungan misalnya??makasih banyak atas jawabannya…

    regards
    Siti Aisyah

  5. Pakde..maaf beda dikit sama topiknya.

    Pendapat atawa prediksi njenengan kalau Surabaya dan Sidoarjo hujan bakalan gimana?

    Bakaln jadi seperti apa?

    besok diramalkan Surabaya hujan lho Pakde …hari ini aja katanya Gresik udah hujan derasssss banget…

    Infoin dong… matur nuwun. ewepe

  6. boleh nimbrung neh.. kebetulan saya ‘nemu’ neh blog, jadi bisa nanya sama ahlinya disini..
    saya orang yang awam mengenai masalah geologi dan masalah ini (lumpur lapindo), tapi pengen nanya karena masalah ini kayaknya ga / belum tuntas-tuntas ya??
    berangkat dari ‘obrolan debat kusir angkringan”, yang saya juga ga tahu persis permasalahnnya – say seh cuma jadi pendengar setia saja – dan baca sekilas saja dari koran-koran (media massa)- terus jadilah bahan pertanyaan saya :
    – apa seh sebenarnya akar dari ‘jebol’nya sumur lapindo?? apa karena penanganan pipa pemborannya asal-asalan, gak pake “ring” apa gitu?? apa gimana?? [kata temen seh karena pengen mengeduk untung yang gede sekali…, jadi pengerjaanya asal-asalan,bener ga ??]
    – kalo fenomena yang terjadi di lapindo,-kata temen lagi- katanya sudah dapat diprediksi akan terjadi hal sekarang yang telah terjadi kenapa gak di antisipasi sebelumnya,ada tindkan preventif maksudnya.– trus kata temen lagi, katanya sebenarnya kalo dari awal bisa di antisipasi hal seperti ini gak bakalan panjang jangka waktu semburannya — bisa ga seh berhenti — trus kata temen lagi, seperti diberitain disini ama di media massa — karena semburannya terus berlanjut dan hasil dari analisa para ahli peneliti,sekarang mah tinggal nunggu berhenti sendiri, ya???
    – kalo emang semburannya ga dapat berhenti dan terus mengeluarkan lumpur , apakah berarti untuk masa waktu yang terus menerus berlangsung diperkirakan pertama wilayah sidoarjo bakal tenggelam oleh lumpur lalu jawa timur lalu Pulau JAWa … bakal ilang donk kalo gak pernah berhenti – berhenti … bener ga pak???

    sebelumnya mohon maaf atas pertanyaan bodoh yang saya lontarkan, tapi mohon pak bisa ditanggapi, ya pakj!!
    OK Terima kasih atas perhatinnya.
    Wasslam

  7. kebetulan sebulan setelah keluarnya lumpur lapindo saya lewat tol yang kena lumpur itu, ada 2 hal yang saya simpulkan
    1. bau sulfur seperti di kawah bromo
    2. kepulan asap yang tinggi, mungkin uap air juga ya

    kalo benar kepulan asap itu dari air yang menguap (paling tidak sbg salah satu bagian dari asap) berarti suhunya benar benar panas, dari mana sumber panasnya? pasti ada.
    selanjutnya dari bau sulfur yang kuat mengindikasikan adanya aktifitas gunung api, kalo gak percaya silakan jalan2 ke bromo, tapi bukan tidak mungkin sulfur dari sumber lain, bisa jadi dari salah satu pabrik yang kerendem.
    kearah selatan dikit dari semburan ada gunung arjuno yang konon sempat aktif beberapa waktu yang lalu, mudah2an info ini benar.
    dari beberapa hal diatas secara “bodon” (pemikiran orang bodo) saya berkesimpulan bahwa semburan ini ada kaitannya dengan VOLKANISME (mbah marijan lebih ngerti kali ya), melihat dari baunya sih cukup dekat hubungannya.

    harap maklum kalo kesimpulan saya salah, karena tidak didasarkan penelitian yang mahal dan tanpa literatur. namanya juga orang sambil lewat sudah mending berani bikin kesimpulan daripada para peneliti yang berbulan2 meneliti dengan biaya besar tapi gak berani bikin kesimpulan yang jujur

  8. Kalau saya milih opsi yang mengalirkan lumpur. Karena :
    1. Penduduk menghadapi ancaman yang lebih urgent – banjir karena hujan.
    2. Tanggul yang ada sekarang itu tanggul-tanggulan. Bisa-bisa sebelum massa cukup untuk ambles, tanggulannya jebol duluan.
    3. Kelewat riskan main-main dengan ‘api’. Saya setuju whitepaper menteri lingkungan hidup – lumpur itu kita pakai untuk aklamasi tanah saja. Jadi memperluas pulau jawa. It’s been done di Jepang dan Singapore.

    Cuma caranya nggak seperti sekarang… mau ngirit sehingga logika dibengkokan. Mana bisa sungai mengalirkan lumpur… memangnya gula yang terlarut sendiri begitu terkocok !

    Lumpur itu harus “digerakkan” sepanjang sungai. Caranya macam-macam orang pompa pasti pada tahu-lah.

    Salam

  9. Harapan saya, relief well berhasil karena bila terjadi, hal ini sekaligus selain menyelesaikan masalah juga akan membuktikan bahwa buble ataupun semburan lama dan baru di tempat lama atau lain bukan karena kesalahan prosedur tetapi memang karena ada “aktivitas lain” di dalam “perut bumi.
    Plus point lain bagi PT LBI adalah terbebas secara langsung dalam penyelesaian masalah “buble-buble baru” (wah negara terbebani langsung lagi dunk).

    Selanjutnya, kalaupun gagal, kita akan berusaha memahami sifat alam :??!?, idenya adalah: cairan yang kini keluar dulunya “terkungkung” dengan baik oleh struktur tanah tertentu (CMIIW, Mas Rovicky, ada email artikel yang saya peroleh dari temen, semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada x-posting) dan katanya log pemboran memiliki data struktur itu dan logika saya, sederhananya, struktur inilah yang dapat menutup/menahan secara alamiah keluarnya cairan (harus mengikis habis selubung pemboran lama??).

    Dari komentar Bp-Bp sebelumnya, Nah, ini yang menarik, kalau “kompor pemanasnya “dekat”=>aktivitas magma”, bukankah seharusnya “daerah di atasnya” mengalami peninggian seperti lahirnya Anak Krakatau ke permukaan di Selat Sunda.

    Karena saya tidak mungkin memahami data struktur “mud volcano dan nadi-nadinya” maka andaikanlah sesuatu yang baru terjadi, ada aktivitas perut bumi =>gempa, menyebabkan cairan yang terkungkung itu memiliki akses baru (~nadi) ke perut bumi (yang tentu memiliki daya yang lebih besar), bersamaan dengan itu kungkungan cairan itu telah ditembus oleh mata bor, sehingga peninggian permukaan tanah urung terjadi karena energi tersalurkan ke atas berikut cairannya melalui lubang pemboran (cmiiw, bukankah setelah sekian lama seharusnya ada perbedaan jenis material yang keluar, karena ada material lain melalui “nadi baru” itu?).

    Andaikan hal paling buruk terjadi, kelahiran gunung api baru (volcano), bukannya daerah diatasnya itu tidak layak huni =>bedol deso? (cmiiw, mungkin Merapi urung meleduk, selain berkat doa Mbah Maridjan (dengan setulus hati, terima kasih banyak Mbah) juga karena “salah satu nadi Merapi terhubung ke mud volcano ini, jadi berangsur tapi pasti mengalirlah ke Jawa Timur!!??”

    Andaikan hal yang cukup buruk harus terjadi, lumpur yang akan keluar bertahun-tahun diiringi amblesan atau pun tidak ada, tidak bisakah kita jadikan pertunjukan geyser lumpur? (cmiiw, mengapa struktur tanah dulu kuat mengkungkungi dan tanah diatasnya tidak ambles?)

    Andaikan growong terjadi dan akan ambles serta lumpur terus-terusan keluar (cmiiw, dulu ada usulan menginjeksi material ke dalam, untuk memadatkan lumpur? sehingga ogah / susah keluar?) tidakkah lebih baik kita percepat saja diantara tiga pilihan: lumpur kita biarkan keluar dan kita buang ATAU lumpur kita percepat keluar-tidak usah dibuang, dan kita percepat amblesan, sehingga pro rata tinggi permukaan sama seperti sebelum kejadian ini, bedanya sekaran kita punya danau lumpur (di atas) dan injeksi / amblesan menempati ruang kosong yang ditinggalkan lumpur ATAU sekali lagi kita buat komidi (bukan komedi) putar lumpur. Lumpur berputar-putar dari bawah ke atas terus bawah lagi terus-terusan begitu.

    Mas Rovicky, kemungkinan besar ini komentar terakhir hingga penutupan tahun ini (slamanya juga gak apa-apa :), sambil berharap semoga menjelang akhir tahun 2006 dan menyongsong 2007 dan tahun-tahun berikutnya, akan memberi kehidupan yang terbaik bagi kita semua (katanya tahun BABI Api, babi suka sama air tapi Api malah Kalah oleh Air ??, susah yach ???).
    Ngomong-ngomong Arnold Schwarzenegger, kata wiki, Shio Babi, mungkinkah tahun 2008 jadi Presiden USA, ah sudahlah makin ngawur sja. Terima kasih atas space yang diberikan dan dongengannya selama ini, sangat membuka wawasan.

  10. Cak Rovicky………

    Analisanya Mas Krisna memang gampang dicerna oleh orang yg awam Pak Dhe, logikaku juga beranggapan bahwa mungkin saja air yg keluar tsb sebelumnya bersinggungan dulu dg suatu lapisan diatas magma minimal, mungkin juga belum bersinggungan dg magma, tapi kan…..lapisan diatas magma pasti cukup panas,….ada gak ya Cak…., hasil penelitian geologi ttg lapisan di sekitar semburan, sebelum terjadi semburan……soalnya…..jadi ngeri juga kalau analisanya Mas Krisna terjadi…. seperti di film Volcano.

    Salam

  11. Pak Dhe,….
    Rupanya Surabaya dan sekitarnya ini memang ladang minyak yang subur, aku baca di Situs Detik hari ini, memang dari dulu (puluhan tahun yg lalu) dari halaman sekolah Dr Sutomo menyembur minyak mentah. Terus aku baca kompas hari ini, PetroChina yg bekerjasama dg Pertamina sedang mengekplorasi minyak di daerah Lengowangi Gresik, yg sedang konflik dg warga sekitar. Yang jadi pertanyaanku:
    1. Berkaitan dg hal diatas, adakah kaitannya dg semburan lumpur Lapindo???, soalnya kan gak ada yg tau dibawah perut bumi surabaya dan sekitarnya, kecuali Gusti Pangeran Sing Kuoso??.
    2. Mengapa sumber minyak yg ada di P Jawa kebanyakan di daerah pantai utara P Jawa????.
    3. Sumber minyak didaerah Jabotabek, peta geologinya ttg sumber minyak punya gak sampeyan,…..kira2 dibawah Monas banyak gak ya minyaknya?.
    Itu dulu aja Pak Dhe pertanyaan dari saya yang awam ttg geologi. Thanks abot.

    Salam
    Robert

  12. Krisna,
    Dugaan saya bahwa yang berkembang disini menunjukkan gejala mud volkano dan gejala geothermal.
    semburan abadi dalam artinya ratusan tahun, mungkin saja terjadi. kalau dilihat di slatan Sidoarjo, ada sebuah candi yang disebelahnya ada gunung lumpurnya.

  13. Mas Agorsiloku… Mas Rovicky…

    Info yang saya terima mud volcano di sidoarjo itu berbeda dengan mud volcano yang ada di tempat/negara lain :
    1. Suhunya tinggi (~70 C)
    2. Kandungan sulfurnya tinggi.

    Dua hal ini sangat mengkhawatirkan karena ini indikasi lumpur dibawah itu somehow sudah bersinggungan dengan magma (molten rock). Artinya teori bahwa semburan akan berhenti sendiri ketika tekanan hidrostatiknya seimbang bisa jadi tidak berlaku karena magma itu terhubung langsung ke pusat bumi. Thus tekanan yang dihasilkan itu datang langsung dari reaksi nuklir di pusat bumi… dengan kata lain… semburan bisa abadi.

    And that is the best scenario.
    Gimana kalau lintasan rongga yang ditingalkan lumpur terisi magma ?

    Salam…

  14. Mas Rovicky, dari gambar itu kok semburannya hanya bubble saja, apa itu tenaga yang mendorong ke atasnya gas yang sebenarnya cukup tinggi untuk mengaduk air, endapan untuk naik ke permukaan?. Jadi, kita nggak bisa mengharapkan tercapainya kesetimbangan hidrostatis bisa dicapai?. Juga tekanan gas untuk mendorong material itu sudah nyebar ke lebih banyak lagi saluran bawah tanah yang terbentuk. Maksud saya, apakah tekanan gas itu merupakan hal yang harus diperhitungkan lebih seksama lagi. Selama ini, saya pikir kondisi ini muncul akibat energi tektonik dan kesetimbangan hidrostatis dengan sedikit tekanan gas dari dalam bumi yang menyebabkan semburan lumpur. Saat terjadi perluasan buble, apakah di pusat semburan yang terus menerus itu terjadi pengurangan tinggi semburan lumpur?. Cerahkan lagi ya… trims berat….

Leave a Reply