Kapan mau lebaran nih ?

31

iedPetunjuknya sih sederhana saja cuman begini bunyinya

“Berpuasalah kamu dengan melihat hilal dan berhentilah berpuasa karena melihat hilal”.
Tetapi ternyata buntutnya puanjang …. mengapa bisa terjadi ?

Memang perintah puasa itu menggunakan penanggalan bulan, namun penentuan waktu bebuka dan sholat dengan matahari …. looh lak lucu kan ?

Tapi justru dengan “kelucuan” inilah maka manusia ini diminta untuk berpikir, karena perintah yang sederhana diatas ternyata saat inipun masih memerlukan pemikiran, masih membutuhkan olah pikir. Bahkan setelah lebih dari 1400 tahun kita masih diliput perbedan itu. Terutama bagi yang mau menguji pemikirannya, kalau mau ngikut saja ya boleh wong ada juga perintahnya kok.

“Taatlah kamu kepada Allah dan Rasulmu dan Pemimpinmu”

Nah aku bukan ahli rukyah, bukan ahli hisab, juga awam dalam sidang isbath penentuan penanggalan ini, tetapi sepertinya ini menarik juga kan, mencoba untuk mengerti mengapa bisa ada perbedaan.

Dibawah ini ada peta (hasil perhitungan) dimana kira-kira hilal akan terlihat:

Gini cara baca peta dibawah ini :

ACCURATE TIMES VERSI 5.2 © Mohammad Odeh

1. Adalah sangat tidak mungkin untuk daerah yang berada di bawah arsiran warna MERAH dapat menyaksikan hilal, sebab pada saat itu hilal terbenam lebih dulu sebelum matahari atau ijtimak lokal (topocentric conjunction) terjadi setelah matahari terbenam. Artinya tinggi hilal adalah negatif.

2. Daerah yang berada pada area tak berarsiran juga sangat besar kemungkinan tidak dapat menyaksikan hilal walaupun menggunakan peralatan optik (binokuler/teropong) sekalipun, sebab kedudukan hilal masih sangat rendah ( 0° s.d. 6° ) dan terang cakram bulan masih terlalu kecil sehingga cahaya hilal tidak mungkin teramati.

3. Hilal baru mungkin dapat teramati menggunakan peralatan optik pada area di bawah arsiran warna BIRU

4. Lokasi yang berada pada daerah di bawah arsiran warna UNGU hanya dapat menyaksikan hilal menggunakan peralatan optik sedangkan untuk melihat langsung dengan mata diperlukan kondisi cuaca yang sangat cerah dan ketelitian pengamatan.

5. Hilal dengan mudah dapat disaksikan pada area di bawah arsiran warna HIJAU baik menggunakan mata langsung maupun terlebih menggunakan peralatan optik dengan syarat kondisi udara dan cuaca cukup baik.

6. Peta ini dibuat hanya berlaku untuk daerah 60° Lintang Utara sampai 60° Lintang Selatan.

Dibawah ini peta penampakan hilal pada tanggal 22 Oktober 2006

Penampakan hilal pada [22 Oktober 2006]

Dibawah ini peta penampakan hilal pada tanggal 23 Oktober 2006
Penampakan hilal pada 23 Oktober 2006

Nah terlihat kan, kalau pada tanggal 22 Oktober 2006 maka daerah Indonesia terbagi dua, yang diutara mustahil bisa ngeliat hilal, sedangkan yang selatan juga belum bisa melihat hilal. Sedangkan pada tanggal 23 Oktober 2006 hampir semua tempat bisa melihat hilal (berwarna HIJAU). Nah mengapa Muhammadiyah menggunakan tanggal 23 sebagai tanggal 1 Syawal ? Karena kalau anda tengok gambar yg atas ada bagian kecil disebelah selatan-barar (kiri bawah) ada yg berwarna hijau, artinya ada bagian bumi yg bisa melihat hilal dengan tanpa alat. Ini yg disebut kriteria ‘wujudul hilal‘. Menurut kriteria ini, dimanapun hilal terlihat dimuka bumi ini semestinya berlaku global.

Nah mengapa ada perbedaan ? Ya karena memang posisi geografisnya tidaklah sama. Dan kriterianyapun berbeda. Bahkan peta diatas hanya berlaku untuk daerah 60° Lintang Utara sampai 60° Lintang Selatan. Barangkali, untuk kali ini, Saudi tidak mementingkan rukyah, karena pada tanggal 22 sudah ada daerah dibumi yang dapat menyaksikan hilal. Dan juga Saudi telah memulai puasa lebih awal, Saudi memulai puasa hai Sabtu, sedang di Indonesia kita memulai hari Minggu. Dan ngga mungkin mereka (yg di Saudi) berpuasa lebih dari 30 hari kan ?

Kanjeng Nabi-pun pernah mencontohkan, suatu saat ada sekelompok umat yang tempatnya jauh dari posisi Nabi waktu itu menyatakan melihat hilal. Setelah nabi mendengarnya Beliau menyatakan pernyataan itu sudah sah. Kalau saja saat ini kita bisa “mendengar” ada sekelompok kaum yang sudah menyatakan melihat hilal, apakah seluruh dunia bisa “bersama-sama” berlebaran ?

Lebaran bersama-sama, seru juga,
Tetapi berbeda jadi nambah variasi.
Disinilah “serunya” 😀 (atau rahmat perbedaan itu).
– “Pak Dhe, bisa ikutan makan lontong opor dua kali donk ! …”
+ ” Husst !”
– “Lah iya ta Pak Dhe, tahun 2006 ini kita berlebaran pada tanggal yang sama, yaitu tanggal 1 Syawal 1427 H, kan ?”

+ “Haiyak 🙂 !”

Pokoke selamat berlebaran bagi yang merayakan, kapanpun anda merayakannya.

 

“Taqabballahu minna Wa Minkum, Taqabal Ya Kariim”

Minal Aidzin Wal Faidzin mohon maaf lahir batin

sumber gambar dan referensi : http://rukyatulhilal.tripod.com/

31 COMMENTS

  1. Sudah tahu kalau hilal gk bs dirukyat krn tingginya kurang 2 derajat, tapi kenapa kementerian agama msh saja melaks pengamatan hilal di berbagai tempat. Terus ketika ada yg benar2 melihat hilal, kok ditolak, sedang Nabi SAW hanya mensyaratkan islam dan baligh untuk diterima kesaksiannya. Tidak ada tambahan persyaratan dari Nabi SAW bahwa yang dilihat hilal harus lebih 2 derajat dan lain-lainnya. Lantas apa maksudnya ini kalau bukan PEMBODOHAN UMAT?? MINAL AIDZIN WAL FAIZIN. MHN MF LAHIR BATIN. SELAMAT IDUL FITRI 1432 H.

  2. Asss…SEMANGAT PAGI!slam bwT adeku yang Qrindukan from K2mu!gmN UTS nya? SUKsEs?…be Strong,my Sister! InnallahAma’ana…Slam lg bWt ade2ku:Mega,Ovie,Wi2n,TiTa,Tieka,dll. PokokNya 4 U all in SMANCIS…SkolaH ats Awan…SEMANGAT!

  3. AssLm…Whai P4ra sahaBaTQ!ad4 1 HaL Y9 perlu Qta miliK1 stelah Mlwati buLan SuC1 ramaDhan ini..yKni:”KesuCian”. ManFaatKan RamaDhanmU d9 menYucikAn kekoToRan2 kalBu..selamAt MenUnaiKan Ibdh Shaum RamdHan…anD mohOn Ma4f Lahir&Bathin…see U…waSallam…SEMANGAT!!!

  4. Setuju sama perluasan makna melihat. Mohon maaf lahir batin. Mumpung masih Syawal, selamat berbulan Syawal. Hehehe…

    Untuk menentukan pergantian bulan Syawal ke Dzulkaidah nanti kita perlu lihat hilal lagi nggak? Terus-terang saya menjadi ragu dengan kewarasan otak ulama-ulama kita. Ributnya kalau mau nentuin puasa dan lebaran doang. Habis itu rukun lagi, tanggalnya sama lagi. Nanti giliran di Mekah sudah wukuf, di Indonesia masih puasa 9 Dzulhijah, sperti yang pernah kita alami. Harusnya kalau mau konsisten, bukan cuma mau puasa atau mau lebaran saja ngintip anak mbulan. Setiap bulan perlu diintip tuh, biar afdol yang mau puasa 3 hari tiap tengah bulan.

  5. makna “melihat” itu ya harus niru Kanjeng Nabi. Lha genah Nabi wis praktek gitu lho, kok bingung2 napsirken. Kecuali Nabi gak nyontohin liwat praktek, mongggo ditapsirken.

    Btw, simbah juga mau ngucapin selamat hari raya idul fitri bagi yang berpuasa kemarin.. 😀 Bagi yang gak puasa, met lebaran ajah… 🙂

  6. Memang persoalan ini lumayan rumit, jika kita perhatikan diatas peta yang diarsir merah maka tidak mungkin bagi mereka untuk melihat hilal, apalagi di daerah kutub selatan yang pergantian “hari”-nya tiap 6 bulan, yaitu 6 bulan terus menerus siang (matahari tidak pernah tenggelam) dan 6 bulan kemudian malam (matahari tidak pernah terbit), lha kalo orang yang kebetulan disono berpuasa harus nunggu 6 bulan buat berbuka. Saya setuju dengan Mas Rovick mengenai makna luas dari kata “melihat”…

  7. Wah penjelasan yang sangat bagus dan gampang dicerna. Terima kasih mas. Insya Allah anda dapat ganjaran karena ilmu yang berguna. Jadi pengin kenal nih. Tetapi rasanya anda generasi jauh dibawah saya. Kenal sama Bariroh? Salam, MAM

  8. – Mas Donny,
    Kebingungan memutuskan dengan ilmu itu sudah jelas akan menyelimuti semua orang. Dan saya sendiri sering memutuskan bukan dengan ilmu etung-2an saja. Memutuskan itu perkara lain, bukan sekedar hasil itung2an. Ketika manusia memutuskan/menentukan sebuah pilihan lebih bersifat keyakinan. Orang yg memilki keyakinan yang tertutup akan memutuskan berdasarkan atas “pre knowledge” yg dimilki sebelumnya. Misal si Badu (si tertutup) sudah punya ‘preferensi’ A, walaupun kemudian melakukan hitung2an statistik dll dengan opsi pilihan A, B atau C, dan sudah dihitung kayak apapun kalau tidak sesuai dengan prediksi sebelumnya maka si Badu yg tertutup akan tetep saja milih A. Hitung2an hanya meyakinkan saja. Kalau ternyata hitung2annya sesuai dipakai, kalau ngga sesuai ngga dipakai.
    Dalam hal ini mungkin keyakinan lebih menentukan pilihan ketimbang olah otak dengan hitung2an njlimet.
    – Mas Agus,
    Disini saya memberikan makna tambahan (lain)  dari kata “melihat”. Apa iya ‘melihat’ yang dimaksud juga dalam arti juga ‘mengetahui’ ?
    Seperti misalnya saya berspekulasi Kanjeng Nabi juga “melihat” dengan ‘telinga’, maksudte Beliau “mengetahui” setelah ‘mendengar’ ada orang lain yang menyaksikan hilal.
    Dengan demikian maksud kata “melihat” menjadi sangat luas makna-nya.

    Makna kata BACALAH” apa iya berarti membaca tulisan ?
    Aku memberikan makna pada kata “IQRA” itu sebagai “PELAJARILAH”.

  9. warna hijau yg tanggal 22 itu kan di laut lepas mas, nah siapa yg tinggal di laut selain ikan dkk-nya yg melihat hilal itu (melihat lho ya, bukan cuman sekedar hasil hitungan)? kalau syaratnya melihat hilal, berarti kan hrs ada orang yg sedang berada di daerah hijau itu yg melihatnya. kalau gak ada yg melihat, ya berarti dilanjut dong puasanya karena syarat melihatnya tidak terpenuhi… 🙂

  10. Saya merasakan kebingungan mengambil keputusan justru setelah mengetahui ‘ilmu’ tentang rukyat-hisab…kenapa ya? Apa karena saya hanya mengetahui ‘sedikit’ ya? Jika sebelumnya, saya hanya ikut pemimpin, maka belakangan saya jadi ‘sok-sokan’ ingin membandingkan setiap hasil hisab yang telah dilakukan, dan bingung lah saya…:D

    Akan tetapi, kapan pun anda berlebaran…Taqabalallahu minna wa minkum..:) Selamat idul fitri pak Rovicky…

  11. Vick,
    Mumpung sampeyan sedang rajin-rajinnya mencari referensi dan ‘mod’ tinggi untuk mendongeng, mbok tolong sekalian diselidiki, apakah ada efek lensa lapisan atmosfeer bumi terhadap penampakan hilal. Maksudku, barangkali meskipun posisi Bulan masih di bawah cakrawala, tapi karena ada efek lensa ini (sekalian tolong dihitung indeks bias, atau koefisien refleksinya, tebal tipis lensa di berbagai tempat) maka saudara kita di Madura dan kerabat mBah Abubakar Basyir bisa melihatnya, atau justru sebaliknya, meskipun bulan sudah di atas cakrawala beberapa derajat, mbalah belum kelihatan, tergantung lokasi, kelembaban atmosfeer, dll.

    Ketupat kecampur santen,
    wonten lepat nyuwun ketupat

  12. Vick,
    Anda memang selalu jadi ahli dimanapun anda berada. Sangat senang membaca tulisan anda dan bermanfaat sekali. Keyakinanku adalah kalau seandainya hilal tidak terlihat maka genapkanlah puasamu 30 hari. Jadi saya dan keluarga, saat ini berlebaran pada hari Selasa, biasanya saya selalu ikut dengan apa yang dilakukan Muhammadiyah, tapi kali ini hati saya mengatakan lain. Semuanya ada hikmahnya, yang penting, saya ucapkan Selamat Iedulfitri, maaf dzahir dan bathin dari saya dan keluarga tentunya buat anda dan seluruh keluarga. Saya minta approval dari anda untuk “mengopy” naskah anda untuk disebarkan di milis saya, biar anggota milis kami dapat hal yang lebih jelas mengenai ini. Kalau anda nggak approved, ya ….. sudah terlanjur dikirim, maaf lagi yang kedua kalinya.

    kang Fariman

  13. MET LEBARAN BUAT OM ROVICKY DAN SEMUA PEMBACA BLOG INI SEKALIGUS PARA BLOGGER, SEMOGA ALLAH MELIMPAHKAN RAHMAD DAN HIDAYHA-NYA KEPADA LITA SEMUA, AMIN

  14. suatu saat ada sekelompok umat yang tempatnya jauh dari posisi Nabi waktu itu menyatakan melihat hilal. Setelah nabi mendengarnya Beliau menyatakan pernyataan itu sudah sah. Kalau saja saat ini kita bisa “mendengar” ada sekelompok kaum yang sudah menyatakan melihat hilal, apakah seluruh dunia bisa “bersama-sama” berlebaran ?

    amerika dan kalo gak salah eropa menganut hal ini. kalau ada suatu tempat dimanapun di dunia terlihat hilal, maka itu adalah bulan baru. jadi mereka pasti lebaran lebih awal daripada kita.

  15. Selamat Hari Raya Aidil Fitri, 1 Syawal 1427 H, Taqqabballahu minna waminkum, taqabballahu ya karim.

    Mohon maaf lahir dan batin, smeoga di hari nan fitri ini kita kembali suci dan bersih dan bersiap menata kehidupan baru didepan mata.

    Semoga Mas Rovicky sekeluarga sukses selalu di Kuala Lumpur, Malaysia.

    wass

    Donny agustinus

  16. Dirangkai kata dgn Bismillah, terucap salam seiring sembah. 10 jari kami haturkan sebagai tanda meminta maaf atas segala kata atau komentar yang tidak berkenan. Semoga Blog ini selalu menjadi “dongeng” segar bagi kami. Minal Aidin Walfaidzin

Leave a Reply