Is the oil BOOM over ? (2) – Do we need a prediction ?

0

BOOMKalau memang benar bahwa oil BOOM telah berakhir, maka sebagai pekerja di bidang migas perlu jaga-jaga kemungkinan adanya rebound prices. Sepertinya harus ada usaha memperkirakan atau mempredikssi tetapi bagaimana caranya ? dan apakah bisa dan berguna ?
Setiap kali ada oil BOOM (peningkatan harga minyak) semua pekerja di sektor migas selalu bersorak “horeee …! bakalan ada proyek baru, bakalan ada proses hiring lagi nih”. Kegirangan ini tentunya wajar lah wong sektor ini sangat kental dengan harga minyak. Seringkali dengan adanya keuntungan tak dinyana ini berbuntut dengan PRODUCTION BONUS (Bonus Produksi) !!.
Lumayan kan dapet gaji ke 15 … wuik !!!”

oilprice1947.gif Pada booming kali ini (2000-an) agak sdikit berbeda dengan booming tahun 1970-80-an. Tentunya latar belakang yg berbeda juga mensikapinya mestinya beda, kan ?

Booming pertama yang diawali perang dan embargo tahun 1970 dan memuncak pada tahun 1980-an.
Wah, tahun 1981 ini awal aku masuk kuliah di Geologi Nggajahan. Tentunya banyak teman-teman seangkatanku yang bercita-cita kerja di uil kumpeni. Dengan bangganya gwe lulus SMA masuk jurusan Teknik Geologi.
Namun ketika saya lulus tahun 1987 (bego gwe 6 tahun baru lulus S1 🙁 ) waktu itu harga minyak mentah (crude) malah sedang drop … drop … sampai tahun 1988 itu minyak tercatat terendah pada periode itu dibawah 20USD/bbl. Gileeee !!!! Banyak kawan yang cita-citanya kandas ditengah jalan Howgh !. Perusahaan migas banyak yg menutup pintu. Wektu itu Aku ngirim surat lamaran barangkali udah sampai 40 surat. Padahal belon ada email, terpaksa modal sendiri beli perangko. Begonya lagi dulu surat lamaran dikasi meterei yang gwe sampai sekarang kagak tahu buat apaan sih ?.

Akhirnya hanya keberuntungan yang menjadikan gwe salah satu satu-satunya pekerja migas di uil kumpeni dari Geologi Nggajahan angkatan 1981, kawan lainnya masuk pertambangan, oil service kumpeni, atau menjadi pegawe negeri.
oil-price-predictionYa seperti diatas itulah, kita mempersiapkan untuk masa depan berdasarkan kondisi saat ini. Membuat prediksi akurat tentunya menjadi hal yg diidam-idamkan. namun ya gitulah …. “No one can predict oil price”. Disebelah ini bagaimana begonya memprediksi harga minyak. Grafik disebelah ini dibuat oleh DOE (Dept Of Energy Amrik) diambil dari AAPG. Prediksi harga minyak selalu saja ngga pernah bener dan dipastikan mleset ! Dan kesalahan prediksi itu dimulai ketika harga tinggi sampai pada saat harga anjlok. Prediksi ini dilaunch setiap tahun. Dan juga tentunya banyak faktor yg diperhitungkan dalam melakukan prediksi.

Dah, pokoke harga minyak persis kayak bajay di Pasar Senen,
kagak tau kapan mau belok :p “

BOOMing minyak tahun 2000-an ini diawali dengan harga yang anjlok-njlok setelah OPEC meningkatkan produksi 10%. Namun kemudian disulut dengan perang dan diberi “bahan-bakar” dengan krisis ekonomi dan bencana alam. Wis kumplit ta … persis seperti segitiga api, semua ada ada dan “BOOM !”

Kalau sudah tahu sulit, kata Nyi Laras, ” ah, impossible !”, tapi mengapa masih juga melakukan prediksi harga minyak ?

Harga jual

Usaha eksplorasi bahan tambang berbeda dengan usaha pabrik. Harga jual minyak ditentukan oleh PASAR, harga jual minyak tidak ditentukan oleh sulitnya usaha mengambil minyak. Maksudnya, kualitas minyak yg sama tetapi yang satu diambil dari tengah laut dengan susah payah akan dihargai sama dengan minyak yang diambil sambil ongkang-ongkang didarat. Usaha eksplorasi berbeda dengan pabrik odol yang dapat memberikan harga jual odol dipasar lebih mahal dari odol yang lain berdasarkan teknologi yang baru, misal dengan pemutih dan penyegar. Apalagi sedang puasa mesti sikat gigi dulu doonk !
Harga tentunya parameter yang mutlak dan perlu dalam ekonomi dan bisnis. Dalam urusan ekonomi dan bisnis perlu memilki asumsi dalam perhitungan, “eh, berapa untungnya nanti ?”. Tanpa asumsi, tanpa prediksi jelas ndak mungkin melakukan perhitungan prakiraan untuk menentukan layak tidaknya proyek eksplorasi dilakukan. Sehingga walaupun prediksi yang sudah diketahui pasti bakalan salahpun tetep saja dilakukan dan tetep saja diperlukan. Hanya dipakai sebagai pegangan dalam perhitungan sebelum melakukan usaha. Tetapi jelas prediksi dalam hal ini hanya sebagai asumsi yang HARUS dimiliki sebelum start usaha.
Pemerintah misal DOE, mungkin sekali memiliki kepentigan lain yaitu untuk memberikan image everything will be fine, is within our control, bla … bla … bla “. Tentunya prediksi dalam hal ini bisa diartikan sebagai “hope” (harapan) supaya sebuah perjalanan usaha industri bisa dipengaruhi secara “psikologis”. ‘Tebar pesona‘ ini kadangkala perlu dilakukan supaya minat usaha tidak mandeg, pegawai tetap bekerja. Pemerintah seringkali melakukan tebar pesona supaya rakyatnya tetep optimis menghadapinya. Walaupun kadang hanya “apus-apusan” (bohongan) yang dipaksakan, upst !

Selain sebagai asumsi untuk perhitungan serta sebagai “apus-apusan” prediksi harga dapat dipakai sebagai bahan membuat sebuah skenario. Skenario ini bukanlah sekenario untuk membuat sinetron yang bakalan dijalani looh. Skenario ini perlu dibuat dimilki sebagai pegangan, eeeh siapa tahu kalau terjadi betulan kita tidak lebih kaget dari yang ngga punya skenario. Tanpa memilki prakiraan, tanpa memilki prediksi kita seolah seperti orang buta berjalan tanpa tongkat. Apakah tongkat saja akan menunjukkan jalan pulang si orang buta? jelas tidak. Ada hal lain untk menunjukkan jalan tentunya.
Memang kita tahu bahwa prediksi ini pasti akan salah, tetapi ya perlu lah memiliki prediksi sebagai pegangan.

1 COMMENT

  1. Bagus bos. Btw gw boleh minta alamat emailnya ga? Mau ngobrol nih, kebetulan gw lagi buat perencanaan ttg perminyakan, gimana?

  2. mas, punya literatur tentang cekungan venezuella sama cekungan jawa tengah selatan ga?
    kalau punya, tolong kirimkan melalui email saya..
    thanx.

  3. Mau nunut nibrung nih kalo boleh…
    Pengembangan cekungan Athabasca bisa dibagi dua yaitu dengan cara penambangan permukaan dan pengurasan grafitasi (SAGD: steam assisted gravity drainage). Yang pengembangan cara kedua ini memang lebih bagus dari dari dampak lingkungan (tailing pond dan greenhouse gas)dan merupakan konsekuensi pengembangan cadangan oilsand yang lebih dalam dari 100 meteran, yang “ngga” dibolehin di tambang cara biasa. Dari segi ongkos, SAGD sedikit lebih murah dari cara penambangan. Kalau ngga salah kalau “lifting cost”nya penambangan: 9 $/BBL bitumen, SAGD: bisa 6 sampai 8 $/BBL. Tentunya ongkos ini masih harus ditambahkan dengan ongkos upgrading dari bitumen ke light crude, yang makan sekitar 24 $/BBL, jadi total keseluruhan biayanya sekitar 30$/BBL. Jadi kalau harga crude anjlok ke 30 $/BBL, pengembangan oilsand ya bisa kukut.Tapi seperti dibahas sebelumnya, sekarang banyak perusahaan yang sedang neliti supaya ongkos upgradingnya bisa ditekan (misalnya juga ORMAT – Israel, Gen-oil-Calif.). Mengenai SAGD, cara liftingnya: dibuatkan sepasang sumur horisontal, satu buat injeksi uap dan satunya untuk gas lift well, spacing nya tiap-2 pasang sumur tadi sekitar 100 – 200 an meter, semetara jarak selumung uap sekitar 5 m diatas selubung sumur gaslift nya.
    Akal-2 supaya lebih ekonomis dan ngelibet dari protolol Kyoto, sedang dipikirkan penggunakan energi uranium sebagai pelumer oilsand. Kebetulan disebelah timur Athabasca (400 km an) ada cadangan uranium yang sedang di kembangkan.Walaupun mungkin akan ada masalah lingkungan baru, tapi paling engga bisa sedikit berkelit dari potokol Kyoto. Soal tailing pond, memang suatu masalah klasik, untungnya lahan kosong di Alberta utara masih banyak (itu kalo bison dan teman-2 nya ngga dianggep mahluk hidup lho…). Jadi persoalannya bisa “ditunda”, walaupun revegetation program nya sih tetap jalan terus(cuma itu lho… ngga nututi…).
    Di Athabasca ini cara mining lebih dominan dari SAGD, sementara dicekungan yang lainya(seperti Peace River, Wabasca dan Cold lake) kayak-2nya lebih dominan SAGD dari cara mining.
    Ngomong-2 soal harga minyak kayaknya bakal steady di sekitar 55 $….abis itu mudah-2 an up-up lagi.

    Maju terus pak Rovick…..

  4. Nice articel mas rovicky, seru kayanya kalo kita bisa memprediksi masa depan, entah itu harga minyak atau sumber energi yg baru. saya dari dulu punya pertanyaan standart tapi tiap orang versinya beda2, kebetulan ada disini juga topiknya.

    “Apa betul minyak dan gas bumi di seluruh dunia akan habis dalam waktu dekat ini ? (dengan memperhitungkan recovery factor)”

    Minta pendapat dari pakde2 disini, saya mahasiswa perminyakan yg belum ngerti apa2, mau belajar dari juragan2 disini 🙂

  5. Mas Rovicky, Untuk RI, mungkin bagusnya begini Harga Minyak kita P-E-R-S-E-P-S-I-kan AKAN naik terus, tujuannya hanya satu, mendorong semangat untuk Penelitian Sumber Energi Alternatif. Kalau lagi susah, biasanya kita akan semakin kreatif. Tetapi seharusnya tidak perlu susah beneran, baru kreatif, ya toh ? :).
    Selamat Lebaran, Minal Aidin wal Faidzin.

  6. Waaahh…padahal menurut sumber yang sama level produksi di Alberta akan ditingktakan menjadi 3 kali lipat dalam 10 tahun mendatang lho, dan juga menurut sumber yang sama juga cadangan di Kanada itu besarnya no 2 setelah cadangan di Saudi Arabia. Tapi katanya mereka juga mengembangkan new technology untuk proses ekstraksi yang katanya more efficient dan cost-effective, dan bekerjasama dengan sebuah perusahaan Specialty Chemicals dari Finland untuk water treatment-nya. Tapi ngga disebutkan masalah “greenhouse gases”-nya.
    Perbandingan dengan minyak dari pengeboran gimana? Suka nglihat kalo di pengeboran dan kilang minyak ada flare yang juga mengeluarkan asap hitam, maksudnya sebesar mana impact to environment-nya. Sepertinya kan “no industries with zero impact to environment”?
    Dan sepertinya dengan harga minyak yang sangat tinggi sekarang ini mereka akan terus meningkatkan produksi minyak dari tar sand ini, padahal dulu katanya pengolahan tar sand ini terlalu mahal, ora cucuk kata orang jawa mah, so kalo teknologi pengolahannya ga bisa dimurahin, minyaknya aja yang dimahalin.

  7. Mas Agus,
    Problem utama dari Tar Sand (oil sand) production adalah dampak lingkungan. Canada memilki cadangan tar sand selain Venezuela.
    Tar sand diproduksi dengan “membuka lahan” (exposed to atmosphere), dengan metode stripping seperti tambang batubara terbuka. Akibatnya untuk satu barrel synthetic oil yang diproduksi dari Alberta, menghasilkan lebih dari 80 kg “greenhouse gases” yang terlepaskan ke atmosphere. Dan sekitar 5-10% dari 2-4 barrels air yg digunakan untuk memproses merupakan air limbah. Pertumbuhan produksi ini mengancam Canada dalam meratifikasi Kyoto Protocol. Dalam perjanjian Kyoto Protocol, Canada berjanji hingga 2012 akan mengurangi greenhouse gas emissions 6% dibanding sebelumnya (tahun 1990). Pada tahun 2002, gas emisi Canada meningkat hingga 24% sejak 1990.

  8. Pakdhe Rovick, bagaimana dengan produksi minyak dari tar sands/oil sands. Di Alberta Kanada (Peace river, Athabasca dan Cold lake)produksi minyak dari tar sands ini mencapai 1 juta barrels per hari lho, dengan production cost hanya $24/barrel! Kan enak nih nggak usah susah-susah ngebor…
    majalah Times menyebutnya “Canada’s greatest buried energy treasure,” with potential to “satisfy the world’s demand for petroleum for the next century.”

Leave a Reply