Lumpur gagal dialirkan !

0

Hingga minggu kemarin usaha melalukanlumpur dengan pompa mengalami kegagalan. Pak SBY-pun sempat menengoknya bersama Ical. Dan sangat maklum dengan kegagalan ini.

Kenapa gagal ?

Aku pikir karena dipaksakan bahwa semua lumpurnya akan dibuang, dengan media air. Dari info lain ada yg menyebutkan komposisi dipaksakan menjadi 50-50 air dan lempungnya. Akhirnya pompanya mogok kerja, terlalu berat.

Selain alasan kekeliruan ukuran pompa, uji coba gagal karena kurangnya pasokan air untuk mengencerkan lumpur yang akan dibuang ke Kali Porong. Faktor kepekatan lumpur itu menjadi hambatan. Timnas menyebut, idealnya perbandingan antara lumpur dan air masing-masing 50:50. Padahal, kondisi di lapangan komposisi lumpur dan air 70:30. Saat ini, lokasi pompa lebih tinggi daripada Kali Porong yang debit airnya juga kecil.

Seperti yg kutulis dibawah saja kang. Alam sudah mencontohkan bahwa si alam sendiri hanya mampu membawa dengan komposisi 70-30 (air 70%, lempung 30%), lah kalau alam saja kesulitan membawa dengan komposisi 50-50, ya jangan dipaksakan membawa dengan komposisi 50-50.

Yang lebih tepat sebenernya bukan Porong tenggelam tetapi PORONG TERKUBUR ! menjadi –> Bukit Porong !

RDP

On 10/9/06, [email protected] <[email protected]> wrote:
> Beberapa media kemarin memberitakan Lusi tidak / belum bisa
> dialirkan kelaut sesuai jadwal (5 Oktober) diakibatkan
> lumpurnya sulit disedot , salah satu cara dg mengalirkan air
> dari sungai porong , karena debit sungai tsb berkurang saat
> ini airnya tdk mencukupi untuk diambil,Ternyata setelah
> diizinkan dibuang ke sungai , masih ada problem juga , apa
> karena masalah ini sampai sampai Presiden kemarin datang dan
> berdoa dilokasi semburan ( MetroTV)Disisilain lusi ini
> kandungannya air 70 % , tapi disilain kekurangan air yang
> mengakibatkan tdk bisa disedot lagi.Dari data ( lagi lagi dr
> media ) volume lusi sudah mencapai 126 ribu m kibik/hari , disi
> lain daya sedot pompa perhari 100 meter kibik /hr ( tiga pompa
> ) , kalau dilihat hal ini anatara pemasukan dan pengeluaran
> berbeda , akibatnya akan tetap terjadi penumpukan, belum kalau
> volume akan terus meningkat(data awal 5000 an , kemudian
> mencapai 50.000 an , terus 126000an / hari )Fenomena apa
> sebetulnya yang terjadi ( mendorong) adanya peningkatan volume
> yang begitu besar dalam waktu singkat tsb, kalau tidak ada
> triger nya. shg menimbulkan ketidak kontinuitas dalam hal
> volume . berarti ada sesuatu yang dinamis.Atau mungkin si Lusi
> tidak mau Lebaran dilaut , makanya tidak maudipindahkan dulu (
> atau masih nunggu THR…. )
>
> Ism
>
> > RDP wrote :
>> Apa iya sih Porong tenggelam ? Bulan desember ?
>> iiih ngeri nian !!
>>
>> Membuang lumpur ke laut menurut saya tindakan yang salah
>> !!!
>> Karena cara inilah yg justru akan menenggelamkan daerah yg
>> bakalan ambles. Akan lebih aman bila AIRNYA yg dibuang
>> sedangkan lempungnya dibiarkan sebagai “pengisi” terban yg
>> terbentuk oleh subsidence.
>>
>> Besarnya penurunan yg saya peroleh dari Prof Hassanudin
>> Geodesy ITB, pekan lalu di KL. Secara geodetik dengan GPS
>> diukur adanya sebesar 25 cm dalam 3 minggu (ini dilokasi
>> paling dekat dengan semburan) mungkin di lokasi BPJ-1. Ini
>> memang cukup besar tetapi apa iya bulan Desember tenggelam
>> ?
>>
>> RDP
>> ================================================
>> http://222.124.164.132/article.php?sid=97845
>> Tuesday, 26 September 2006,
>> TANGGUL TOL SIRING JEBOL ; Desember, Porong Diprediksi
>> Tenggelam
>>
>> JAKARTA (KR) – Semburan lumpur panas Lapindo Brantas,

1 COMMENT

  1. jadi lucu sebenarnya baca fenomena mau buang lumpur ini. dulu2 menteri lh-nya getol bilang mau buang airnya aja, lumpurnya nggak. lha sekarang, mentang2 sby setuju lumpur dibuang ke laut, masalah mbuang airnya aja langsung seperti ditelan bumi.

  2. Kok bisa ya gagal begini, kan posisi lumpur lebih tinggi dari sungai porong? atau jaraknya masih jauh ke sungai? mungkin perlu sudetan antara bendungan lumpur s/d sungai porong?

    Lalu wacana soal pemisahan lumpur dan airnya bagaimana? kok nggak ada berita lagi yah? kalau airnya bisa dipisah dari lumpur, lalu disaring jadi air minum gimana? iso opo ora?

  3. sebenarnya seperti apa sih model kelarnya LUSI hingga tiap hari terus meningkat, padahal kalo menurut perkiraan orang2 yang awam yang tidak mengerti sama sekali ttg geologi apalagi yang tinggal di sekitar LUSI dikiranya lumpur yang keluar akan makin sedikit dan dengan mudah bisa diatasi oleh para ahli sehingga mereka bisa kembali ke rumah masing2.
    Kira2 prediksi model keluarnya Lusi yang paling logis kaya’ gimana sih sehingga mengakibatkan keluarnya lumpur begitu besar tiap hari.
    munggkin g’ model keluarnya lumpur seperti yang dipublikasikan di media2 bisa menyebabkan keluarnya lumpur 126 ribu m kibik/hari

Leave a Reply