Amblesan di Porong itu sudah terukur secara geodetik

52

Amblesnya tanah di lokasi Porong-1Penasaran soal penurunan Lokasi pengeboran di Porong, Malam itu tanggal 20 September lalu IATMI-KL mengundang Prof Hassanudin, Dosen Geodesi ITB. Ya Professor yg bertubuh kecil tetapi energik ini sedang mengadakan kunjungan di Subang atas undangan UITM. Prof Hasanuddin, yang memperoleh berbagai “award” ini, berbagi ilmu terutama tentang GPS dan penggunaannya kepada rekan-rekan Geoscience – Engineer IATMI-KL dalam acara IATMI-KL Talk. Dengan sabar beliau menjawab pertanyaan termasuk soal penurunan (amblesan di Porong).

Obrolan santai di Warisan Cafe di KL ini dimulai dari pemaparan teknologi GPS. perkembangan pesat mulai “dibuka” sejak bulan Mei 2000 itu terus menunjukkan perkembangan pemanfaatan satelit-satelit yg sebelumnya untuk militer. Namun sejak dibukanya kode-kode sinyal yg dikirimkan oleh satelit-satelit ini pada bulan May 2006, menjadikan akurasi pengukuran GPS geodetik menjadi semakin banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan geodinamik dalam orde kete;itian hingga mili-meter. Iya bener, hingga milimeter !

Ok beliau menjelaskannya begini …. menurut Pak Hasanudin ada 3 macam tipe alat GPS, ini didasarkan atas masing-masing tingkat ketelitian (posisi) yang berbeda-beda.

  • Tipe alat GPS pertama adalah tipe Navigasi (Handheld, Handy GPS). Tipe nagivasi ini yang sering kita lihat dijuwal ditooko-toko glodok harganya relatip murah, sekitar 1 – 4 juta rupiah. Bliau crita ketelitian posisi baru dapat mencapai 3 sampai 6 meter … waah selisih 3 meter ya udah lumayan to, ndak bakalan nyasar kalau jalan puter-puter kota … emang ke mall mau bawa GPS … gaya kaleee.
  • Tipe alat GPS yang kedua adalah tipe geodetik single frekuensi (tipe pemetaan), yang biasa digunakan dalam survey dan pemetaan. Tapi kalau pemetaan geologi kayaknya navigasi saja cukup, salah-salah ngeplot thithik ndak apa-apa … :). Ketelitian tipe pemetaan posisi ini sekitar sentimeter sampai dengan beberapa desimeter. Kalau dipakai buat di mobil ini mesti diklaibrasi sisi kiri apa sisi kanan gitu ya … ah rumit banget dah !
  • Tipe terakhir adalah tipe Geodetik dual frekuensi yang dapat memberikan ketelitian posisi hingga mencapai milimeter. Wadddduh … penggaris kayu jaman aku SD udah kagak laku disini yak ! Tipe ini biasa digunakan untuk aplikasi precise positioning seperti pembangunan jaring titik kontrol, survey deformasi, dan geodinamika. Harga receiver tipe geodetik cukup mahal, mencapai ratusan juta rupiah untuk 1 unitnya. Halllah… apa ya aku beli buat pengganti penggaris segitiga to … ndak ah .. ini buat beliau yg di geodesi kata bliau juga buat yangg gelo .. upst !

Tapi tipe ketiga inilah yg dipakai beliau dalam mengukur defoirmasi yg ada di lokasi semburan lumpur di Sidoarjo beberapa bulan lalu itu.

“Trus amblesan itu gimana Dhe ?”
“Haiyak …. ini sudah ndak sabaran, belajar dasarnya dulu nape ?”

Dengan teknik pengukuran GPS geodetik itulah Pak Hasanuddin beserta tim dari Geodesi ITM melakukan pengukuran. Dibawah ini gambar disekitar lokasi amblesan yg dibuat pada bulan agustus lalu.

amblesan-lusi

Warna biru muda mengarah kebawah itu menunjukkan besarnya penurunan. Terlihat dibagian tengan memiliki garis panah terpanjang, itu menunjukkan besaran penurunan terbesar. Garis panah warna hitam menunjukkan arah pergerakannya. Jadi terlihat dengan jelas bahwa arah amblesan itu menuju ke satu titik yang sama.

Garis-garis dengan warna pelangi itu menunjukkan besarnya gaya gravitasi. Itu menunjukkan daerah yg memilki densitas rendah dengan warna biru. Artinya kemungkinan daerah berwarna itu merupakan tempat yang sangat mungkin akan ambles. Garis hitam bergerigi seperti sisir itu memperlihatkan kemungkinan patahan atau garis-garis amblesan seperti yg digambarkan pada penampang seismik di tulisan sebelumnya.

Seperti yg ditulis di harian Kompas “Desa Siring yang terletak sekitar 300 meter sebelah barat titik semburan, permukaan tanahnya turun sekitar 88 sentimeter dalam sebulan atau 2,5 cm per hari. Padahal, dalam standard normal, penurunan tanah maksimal 10 sentimeter per tahun.”

Jadi satu persatu kejadian dari siklus pembentukan gununglumpur sudah teramati di Desa Siring Sidoarjo. Tentunya munculnya hydrothermal sejak dua bulan lalu harus juga diamati secara teliti.

52 COMMENTS

  1. pak, saya boleh minta data gravitynya tidak, butuh bgt neh but penelitian untuk perbandingan aj…karena peta konturnya saya ingin baca di surfer8….tolong ya.thanks.

  2. pak rovicky…. sy ditawarin property di sekitar lingkar timur yang jaraknya mungkin 10 km…
    nah, saya mo tanya sebelum ambil keputusan.. kira2 berapa lama itu property bisa bertahan… karena kalo kita beli kan tujuan ampe selama mungkin…
    tlg bantuannya…

    wass

  3. mass arief patridie- jangan lihat dari segi strategis politik begituan, ini kan bencana bukan dibuat-buat, mbok yahh… hitung2annya kalu ada yang sengsara kan nggak dapet ridho Allah Swt

  4. pak rovicky yth..

    bole nggak ya saya dapat data / informasi seputar penurunan tanah dan semburan2 liar di luar daerah terdampak?

    trims sebelumnya ya..

  5. ass..
    mau tanya,,,toleransi keretakan untuk bangunan biar dianggap masih aman buat ditinggali itu apa y??khususnya untuk daerah lumpur lapindo yang permukimannya dah pada retak2..

    mohon balesannya segera di emailnya y
    makasi banyak pak/buk….

    wass

  6. pakde,,saya mau tanya tentang amblesan di porong, kebetulan saya dapat tugas persentasi tentang studi kasus amblesan, kira-kira saya bisa hub. pakde dimana ya…

  7. pakDhe kalo amble terus berarti usaha membuat tanggul harus lebih keras lagi coz lumpur semakin bertambah sedangkan permukaan tanah turun.bisa-bisa jawa timur ilang dari dunia persilatan.
    Truz begini pak, kalo mengenai asul terbentuknya rawapening i2 bagaimana piye sejaranyo?bilamana dikaitkan dengan ilmu geolog.

  8. pakde dimana kok ga nongol lagi.. apa sibuk packing buat evakuasii..?? hehe…
    kira” porong dapat diatasi sampai berapa tahun ya pakde??
    semakin ngeri sekarang hidup dibumi..

    ayo pakde ngikut saya tobat jama’ah…
    hihihi….

  9. Pak Rovicky,

    Mungkinkah terjadi sesar dan patahan mendadak jika massa lupur berikut tanah tanggul sudah tidak mampu disangga struktur tanah dibawahnya?

    Sekalian minta ijin muat di blog kami ya Pak..

  10. [pak tanya nih? sejauh mana karakter tanah porong mempengaruhi keretakan-keretakan yang terjadi disana? emang karakternya tanah porong itu seperti apa sih pak? matursuwon

  11. pak dhe Rovicky, salut! tulisan2 pak dhe ini jadi salah satu media pembelajaran banyak orang!. Teruskan ya, jangan berhenti… media interaktif seperti ini sangat diperlukan untuk menanggapi berbagai macam isu dari ramalan-ramalan paranormal yang sering muncul di tipi itu!

  12. apa sich arti geodetik sendiri? oiya bisa kasih tau gak arti dari istilah2 yang dipergunakan dalam SIG (Geodetik
    Geosentrik
    Bidang Ekuator
    Bidang Meredian
    Garis Lintang
    Garis Bujur
    Koordinat Kartesian
    Koordinat Polar
    Datum GPS
    Geodesi) ?

  13. Terima kasih Pak Rovicky untuk penjelasannya. Kalau boleh mau nanya lagi: pengertian “Malang dalam waktu dekat aman saja” itu kurang lebih sampai berapa tahun ke depan ya Pak? Perkiraan rate amblesnya tanah/tahun utk daerah sekitar Porong kurang lebih berapa cm/tahun? Terima kasih.

  14. Hi Ridwan,
    kalau Malang dalam waktu dekat ya aman saja dari semburan Lusi. Kalau toh ambles ga akan sampai kota malang. Dan waktu amblesnya juga pelan-pelan kok … ngga bakalan mak bless sampai pupuhan meter. Dankalau ambles selalu didahuui tanda-tanda sebelumnya.
    Selamat bertugas di kota yang baru deh

    gut lak !

  15. Pak Rovicky, mau konsul…saya mendapatkan kesempatan untuk pindah bekerja ke Malang. Tetapi dengan kasus lumpur Lapindo, saya terus terang agak ngeri untuk pindah ke Malang karena mendengar cerita/gosip/info yang serem-serem mengenai dampak dari peristiwa lumpur Lapindo tersebut, yang paling dramatis katanya pada “saatnya nanti”, Jawa Timur akan terbelah gara-gara luapan lumpur Lapindo tersebut. Apa benar demikian Pak kalau dilihat dari tinjauan Geologi? Terima kasih sebelumnya.

  16. mas rovicky… salam kenal. aku sehari-hari bekerja untuk urban poor linkage (UPLINK).. kami prihatin dengan kondisi di porong. Semakin banyak rakyat miskin yang sepertinya sengaja dikorbankan.
    kalau kami pengen diskusi dan ngobrol dengan sampeyan bisa tidak??

    wa2nsome
    0817394374

  17. LELUHUR KITA JUGA CANGGIH LO … METAFISIKA
    JAWA TERBELAH DUA, ORANG JAWA TINGGAL SEPARUH/CINA TINGGAL SEPASANG. AKAN TERJADI DALAM WAKTU DEKAT INi ?

    PADA SIBUK MELIHAT KE UTARA G.MERAPI SAAT MAU MELETUS …
    EHHH .. TAHU-TAHU DARI SELATAN “LATIHAN KIAMAT” (GEMPA JOGJA)

    SEKARANG SIBUK LIHAT KE TIMUR LUMPUR SIDOARJO ….
    SIAPA TAHU DI HANTAM DARI BARAT GEMPA 8 sr DI PALUNG SUNDA
    ANAK KRAKATAU MELETUS, WACHHHH …?!

  18. […] Seperti yang pernah dituliskan disini bahwa semburan ini juga menyebabkan terbentuknya amblesan. Amblesan ini tentunya akan terjadi disekitar semburan. Gambar-gambar sebelumnya juga menunjukkan adanya penurunan yang terukur dan termonitor secara geodetik. Kalau dilihat dari penyebarannya yang terlihat acak menyebar dengan kekuatan yang kecil, saya kira bubble ini kemungkinan akibat collapse. […]

  19. wah – wah tambah rame ceritanya LUSI, tambah banyak teknologi tambah banyak pengetahuannya, tambah banyak teknologi tambah banyak duitnya, duit dari mana yaaaa…….. thanks buat pengetahuannya semoga amblasnya gk dalam kasihan orang jawa timur.
    Eh by the way koq gak ada yang minta maaf ke publik ya gara – gara masalah ini, kalau perlu tiru orang jepang bunuh diri gak ok, he he he tapi gk boleh. nah pesennya BIANG MASALAHNYA nongol di tv dan MINTA MAAF

  20. Ndak Papa Mas Dedi.
    Wong ini juga buat publik kok.
    memang silahkan diedit, lah saya bukan redaktur yang baik dalam tutur bahasa.
    Malah trimakasih sudah bersedia ikutan membagi dan sharing dengan yang lain. Memang di media mana sih ?

  21. Mas Rovick, Anda baik sekali. Justru karena itu saya mesti minta maaf : Saya sudah mengutip banyak sekali informasi Anda dalam tulisan-tulisan yang saya muat di media tempat saya cari makan. Masalahnya, kutipan2 itu saya edit (tanpa mengubah maksud tentunya) namun tetap memakai nama Rovicky. Maklum dah, nguber setoran.
    may Godbless ya !

  22. Hello mister…!! hoho, ada ga kemungkinan klo seandainya di wilayah bencana siadoarjo berkembang sebuah “teori konspirasi”? maksudnyee…???!!
    yai itu pakde…, kemungkinan cadangan minyak bumi yang lebih banyak kapasitasnya dibawah daerah bencana lapindo sono??
    sehingga klo seandainya bener2 ada, apa mungkin bencana alam itu udah “direncanakan” oleh PT. Lapindo Brantas? naaahhh….disengajanya bencana itu dimaksudkan untuk “mengusir” penduduk sipil yang udah netap disono lama…sehingga pihak lapindo ga perlu susah-susah “ngusir” penduduk sipil disono, karena jika seandainya “pengusiran penduduk” itu dilakukan secara konvensional kemungkinan biaya ganti rugi yang dikeluarkan lapindo lebih gede…

    inget loohhh…ini cuma teori konspirasi yang belum tentu juga kebenerannya..hehee, dan bukan juga bermaksud untuk menuduh…

    cuman sharing…hehe

  23. selain menggunakan GPS, pengukuran amblesan tersebut juga dapat dimonitor dengan menggunakan microgravity 4D. Dalam peta sudah ditunjukkan range residu bouger anomalynya. Jika warna2 yang ada merupakan pengukuran 4D maka daerah yang paling besar laju amblesannya adalah yang berwarna merah (kalau tidak salah ya :)).

    thx…

  24. Soal Amblesan saya udah deg-deg an sejak tiga minggu lumpur menyembur, tapi wong saya ini cuman ‘manusia biasa’, kekhawatiran saya enggak diambil pusing. Saya treak-treak soal settlement, orang-2 pinter mah ngomongnya “paling-paling volumenya kecil”. Lha kok sekarang udah kayak gitu cepetnya! Apalagi di daerah sekitar saya tinggal, ada gunung muda/baru yang dikasih nama “GUNUNG ANYAR” yang sekarang aktifitasnya juga lagi di pantau berkenaan dengan sebaran retakan yang mungkin menjalar sampe ke situ (????) Menurut pengukuran yang lebih absolut, kira-kira saya perlu siap-siap evakuasi kagak yah???

  25. Wah.. ini kelihatannya orang pada sedih malah dijadikan oebyek penelitian tok.. semua juga pada ngomong ngalur ngidul… tapi terus nulunge piye… ra ono sing wani ngomong.. memangenak jika semua jadi pengamat .. ilmune uakeh tenan & alate canggih tenan nanging mung mundak gawe pamer ilmu yen saiki wis podo pinter.
    Memang dech ilmu geologi tuch HEUABTTT & TOP banget.orang2nya podho pinter2 sampe alat2 regone ratusan juta.. Nanging sampe saiki opo sing dirasakan wong kang podho rekoso neng kono.. juga sing neng yogjo dewe, pangandaran podho ora mangan..mending ing wulan suci ini .. uakehke.. nyumbang gawe saudarane kabeh sing lagi rekoso

  26. Mas PiTik,
    Yang diukur ini adalah penurunan relatip. bukan penurunan absolut. Jadi dibandingkan dengan kiri kanannya dan sebelumnya. Pengukuran dilakukan sejak minggu-minggu awal kejadian kemudian beliau mengukurnya lagi setelah tiga minggu. Setahu saya beliau mengukur sampai tiga kali lebih. Dan kata beliau selama drilling relief well mungkin akan dimonitor kontinyu.
    GPS yang digunakan juga tipe GPS geodetik. Seperti yg kutulis diatas dengan presisi milimeter.

  27. Pak Rovicky, untuk amblesan dng pengukuran GPS itu presisinya (yang saya tahu) tidak sepresisi untuk X dan Y. Nah untuk itu perlu ditanyakan ke Pak Hasan, apakah ukuran tersebut sudah benar?Karena yang saya tahu untuk pengukuran koordinat Z, pengikatan oleh satelit GPS tidak bagus.terima kasih.

  28. Cul,
    Amblesan itu ada dibanyak tempat termasuk jakarta dan juga surabaya. Penyebabnya beberapa macam. Salah satunya eh salah beberapanya, misalnya settlement atau penggunaan lahan pinggir pantai untuk pemukiman contohnya pantai Indah Kapuk Jakarta utara, juga pengambilan air tanah, ini di sekitar PuloGadung Jakarta bisa 5 cm pertahun. Seperti yg dicritakan Pak Hasan penurunan normal sebuah kota karena “settlement” (perumahan) sekitar 10 cm pertahun.
    Kota Bangkok di Thailand sana pada tahun 1980 dilaporkan mengalami “penurunan tertinggi” hingga 120 cm/tahun ! piye kui penurunan kok tinggi πŸ˜‰

    Dilain pihak sebelah selatan Jawa malah terdongkrak … lah ngko miring kabeh πŸ˜‰ Jangan kuatir. Sakjane sejak jaman simbah-simbah kita masih bayi juga sudah gitu, kita aja ngga ngerasa kan ?

  29. Pak dhe….kalo di pengeboran minyak kok relatif gak ada amblesan/penurunan padahal kan tiap hari ribuan barrel fluida minyak disedot? bedanya apa pak dhe…. (bego mode on))

  30. atau daerah antara garis hitam bergerigi bagian kanan atas sampai garis hitam dibawahnya merupakan daerah kepundan πŸ™‚ dari gunung lumpur tersebut??
    sok tau gua πŸ™‚ πŸ™‚

  31. mau nanya pak, sudah berapa meter penurunan permukaan daerah yg berwarna biru?, terus garis hitam bergerigi seperti sisir πŸ™‚ yg bagian kanan atas ko’ arahnya berbeda dengan garis hitam yg lainnnya????.

  32. Lha iya to…diukur pakai GPS dan Geodetik…sama pertanyaan Kang Vicky kemarin , bagaimana mengukur volume luapan yang sudah lebih dari 120ribu m3 per hari ini. Orang ahli geodesi/geografi mudah menghitungnya.
    Nah, sekarang hubungannya dengan “Mud Vulcano” ? Lha kalau Vulkano itu harusnya lak mendosol keatas, lha kalau LUSI ini malah ambles… jadi bukan Vulkano tapi Mud Lake” — danau lumpur, lha iyo tho ? Asal kejadian Rowo nJombor atawa Rawapening hampir-hampir mirip, cuma yang keluar banyu..air, bukan lumpur.
    Jadi betul, penduduk sekitar harus direlokasi, tapi jangan transmigrasi lah..ntar muncul problem sosial lagi. Trus, lumpur harus segera digelontorkan ke laut !! DARURAT

  33. Mudah2an amblesnya gak tiba2 ya PakDhe…. Ben ra ngeget-get-i. Belom lagi besok kalo dah mulai hujan :(. Wah bakalan tambah kompleks…. Semoga altenatif terakhir bisa berhasil, asal yang masuk akal aja… πŸ™‚

Leave a Reply