Sesar-sesar (patahan) di Selatan Jawa

0

patahanr-jawa.jpgSetelah dicoba di plot tumpang tindih (overlay), sesar-sesar (patahan-patahan) di Jawa serta gempa-gempa seminggu ini cukup menarik. Sepertinya perlu perhatian khusus untuk patahan yg menerus ke laut.

Patahan-patahan di Pulau Jawa (onshore) sepertinya dapat diteruskan ke laut selatan (Samodra Indonesia). Namun sayangnya data-data laut selatan ini sangat minim. Setelah saya coba overlay (tumpang tindih) peta-peta yang ada,ada kemungkinan menerusnya patahan-patahan di Pulau ini yang menerus ke laut selatan. Pengetahuan tentang patahan-patahan di onshore (Pulau Jawa) harus lebih banyak dipelajari lagi mengingat adanya seismic gap di selatan Jawa.

Daerah Seismic Gap adalah daerah dimana daerah ini merupakan daerah yg sangat mungkin merupakan pusat-pusat gempa (misal daerah zona patahan, atau zona kegempaan), tetapi tidak terlihat ada gempa selama beberapa waktu (puluhan tahun) terakhir. Semakin lama sebuah daerah tidak dijumpai gempa. Dibawah ini terlihat di sebelah barat dan timur dari tempat yg dilingkari terjadi gempa-gempa lemah (4-5 SR). Daerah yg dilingkari seolah-olah merupakan gap (selang) didalam zona yg sangat mungkin menjadi pusat-pusat gempa.

Daerah seismic gap ini sangat mungkinmerupakan daerah yg saat ini daerah yg memiliki tegangan sangat tinggi. Inget kan kalau mekanisme gempa itu mirip ketapel ? Kalau ketapel itu ditarik trus dilepas tenaganya, kalau gempa ini ditekan dan juga nantinya dilepaskan tekanannya saat gempa. Jadi daerah yang tidak ada rekaman gempanya ini diperkirakan daerah yg sedang mengumpulkan tenaga.

seismic-gap.jpg
Seismic Gap di selatan Jawa.

mag_legend.gif

 

neic_sxa9_ytahun-2006-saja.jpg

Yang dibawah ini gempa-gempa tahun 2006 saja.

Itulah sebabnya saya lebih memilih gempa kecil-kecil berulang-ulang, daripada gempa besar terjadi satu kali. Gempa-gempa disebelah barat dan timur seismic gap ini telah melepaskan tenaganya dengan gempa kecil2, nah moga-moga saja tekanan (stress) yang ada di daerah seismic gap ini nantinya dilepaskan sedikit-sedikit saja ya.

Tapi skali lagi ndak usah trus panik. Yang penting kan waspada. Urusan mempelajari patahan-patahan ini serahkan saja ke ahli-ahli geologi Indonesia, terutama ahli geologi kegempaan. Bantulah mereka untuk mempelajari patahan-patahan ini. Piye carane … waah kalau anda bukan siapa-siapa ya bantu moril aja dah cukup 😉

patahanr-jawa.jpg

Peta tumpang tindih (overlay) patahan dan gempa-gempa beberapa hari lalu.

Nah bagi muslimin-muslimat … selamat menjalankan ibadah puasa dan berdoa, syapa tahu Tuhan mendengarkan dan mengabolkan doa supaya gempa dilepaskan kecil-kecil saja. 😉

1 COMMENT

  1. salam kenal pak dhe, ini kali pertama kunjungan saya.
    Pak dhe sepanjang tahun ini belom pernah denger bencana2 besar/gempa/tsunami di wilayah Malang Selatan, apa bnr wilayah tsb jg masih mengumpulkan tenaga? andai terjadi gempa+tsunami besar area itu kira2 radius gelombangnya sampai mana ya?
    maturnuwun

  2. Mau tanya pak, apakah sesar Lembang masih satu jalur dengan sesar Cimandiri, karena terlihat bahwa sesar itu menuju tengah jawa barat?(From HAryadi di Lembang).

  3. Adakah animasi yang bisa memperlihatkan pergerakan patahan-patahan ini. Bisa diperjelaskah daerah-daerah sesar ini …..
    Mohon pencerahan …..

  4. om.. selain berdoa mungkin perlu dilakukan sosialisasi ke masyarakat di daerah-daerah rawan gempa tersebut…paling tidak berbagi pengetahuan mengenai goyang gempa akibat yang patah-patah… itu lho..

  5. Pada saat gempa Yogya 27 Mei, saya pas sedang ada disana dirumah ortu, saya merasakan betul betapa dahsyatnya kekuatan alam tersebut, tak ada artinya kekuatan kita, wilayah yang sangat luas terguncang hebat secara bersamaan dan dalam waktu hanya 3-4 detik semua yang ada dimuka bumi wilayah itu luluh lantak banyak korban jiwa harta benda bangunan dan meninggalkan derita yang sangat memprihatinkan. Pak Rov kami yakin banyak pakar kita yang berkutat dalam masalah ini, saya sebagai orang awam hanya bisa cari info sana-sini (browsing) untuk tingkatkan pengetahuan dan kewaspadaan tapi saudara2 kita utamanya didesa bagaimana bisa mendapatkan akses ini kalaupun dapat akses pun belum tentu dapat memahami. Seperti kita ketahui bahwa gempa2 seperti itu kebanyakan adalah gempa2 ulangan/siklic yang mungkin kita punya catatannya dan mungkin saja tidak, mengingat ketidak berdayaan negara kita yang dirundung berbagai masalah sejak dari kemerdekaan kita, sehingga kurang bisa fokus ke masalah2 ini. OK, sekarang mungkin kita akan mulai memperhatikan, tapi masya Allah, itu yang namanya sensor2 tsunami dilaut selatan banyak yang hilang, rasanya ngenes, kalau itu tenggelam OK lah, tapi kalu dicolong ini rasanya kerjaan orang2 yang sedikit banyaknya tahu, karena orang yang tak tahu mau dipakai apa barang2 tersebut, kita perlu penyadaran semua lapisan perlunya alat tersebut mengingat dampak bencana yang mengerikan itu. Sensor2 GPS, data2 geologi, station monitoring kegempaan dan link kenegara2 maju (USA, Jepang dll) sangat membantu analisa para pakar dalam mengolah fenomena alam ini tentunya. Mau tanya Pak Rov, diantara sensor2 tersebut apa ada temperature, gas, magnetic sensornya juga ? saya berpikir ini kaitannya dengan magma yang berada di bawah patahan atau petemuan lempeng sebagai pemicu awal terajadinya fenomena alam tersebut. . Kita mungkin perlu bangun solar powered station2 penyebar informasi disetiap wilayah2 kritis dan sekitarnya. Memang sulit memprediksi gempa. Tapi dengan data yang terkumpul diatas, disertai karakteristik formasi diwilayah masing2 daerah kritis tersebut, berapa cepat pergeseran lempeng yang mempengaruhi gempa misal Eurasia vs Indo Australia plus sejarah siklus gempa wilayah tersebut. Setelah dianalisa oleh para pakar dan didapatkan kesimpulan, baru disebar luaskan dengan bahasa yang sederhana agar masyarakat waspada sehingga dapat meminimalkan dampaknya. Kalau salah tolong betulkan ya Pak Rov ! Tidak kalah pentingnya time by time information pasca kejadian untuk wilayah yang terkena gempa, karena pada saat itu semua penduduk disitu akan panik dan terisolir dari dunia luar karena saat itu semua prasarana rata2 tidak berfungsi, gerak cepat pemerintah dan swasta sangat dibutuhkan dalam membantu ketidak berdayaan mereka saat itu. Sejauh ini rasanya belum ada suatu berita yang direlease tentang studi komprehensive pasca bencana, bagaimana kedepannya, bagaimana kondisi current demografinya, masih layak huni atau tidak wilayah2 tersebut, perlu tidak adanya relokasi.
    Dengan saya mengalami sendiri bencana itu, begitu terasa kita ini adalah makluk yang tak berdaya menghadapi fenomena alam yang dahsyat tersebut, tapi saya yakin dengan menggunakan bekal akal yang Allah ciptakan kepada umatnya melalui pakar2 kita dan kesadaran semua pihak yang terkait, insya Allah kita diperkenanakan meminimalkan dampak dari bencana yang timbul. Kita harus sadar bahwa pergerakan alamiah bumi yang kita pijak ini masih terus berlangsung entah sampai kapan, dan apakah akan berhenti dulu baru kiamat atau berhenti karena kiamat ?! Hanya Allah yang tahu.

  6. mudah2 aja ga akan ada bencana terulang seperti aceh…
    dengan adanya seikmik gap ini sy jg sempet khawatir
    karena semakin banyak daerah rawan gempa melepaskan energinya (dalam bentuk gempa kecil) maka peluang untuk terjadinya gempa dgn skala yg besar jd semakin kecil
    mudah2 dgn adanya TEWS milik indonesia kta dpt mendeteksi dgn dini jika terjadi tsunami dan dpt mengurangi jatuhnya korban jiwa
    HIDUP BMG ^^

  7. Salam kenal mas, mw nanya neh…
    bagaimana penentuan fase-fase gelombang seismik, sehingga kita dapat merelokasi ulang distribusi gempa baik utama dan sususlan???
    truzz, bagaimana kita mengetahui panjang sesar di suatu lokasi.thanx sebelumnya……

  8. Salam kenal Rovicky, saya baru menemukan alamat ini, rasanya kok senang sekali bisa menemukan alamat ini, habisnya aku ini guru geografi di SMP Negeri 4 Blitar, yang paling aku suka materi fisik utamanya yang berkaitan dgn Diastropisme, tlg informasi judul buku yang berkaitan dgn Bledug Uwu, dan erjadinya garam di peg. Muler dan Swaner

  9. Salam kenal M.Rovicky

    Pak apa ada hubungan akrifnya gunung kelud dengan lumpur sidoarjo, kemungkinan semburan udah mengecil
    ee malah gunungnya bisa nyeprut gitu mohon penjelasan trimakasih

  10. […] tentang seputar gempa Jogja. Ada hal-hal yg menyangkut kegempaan Jawa secara umum seperti yg saya wanti-wanti dengan sesar-sesar di selatan Jawa sebelumnya. Ternyata pengamatan yg mendukung juga teramati dan […]

  11. hahahahahah……
    Kalo sesar opak aktif, trus kira-kira ada gempa 5.3 SR, kira-kira bakal ada lumpur lapindo lagi gak ya?????????

  12. saya mau tanya kenapa untuk daerah daerah gas atau minyak terutama gas kalau melakukan pemboran air selalu sulit jernihnya, kotoran atau lumpur halus seakan larut dalam air, kenapa ya.

  13. […] Yang sering dibaca Ngintip perkembangan Porong dengan IKONOSAmblesan di Porong itu sudah terukur secara geodetikPenampakan “Mud Volcano” dalam rekaman penampang seismikAnimasi kalau lumpur dibuang ke laut ?Paricutin, gunung api termuda lahir tahun 1943Gempa Jumat 22 Sept 06 pagi : bersumber di selatan JogjaCitra Satelit Dampak Lumpur SidoarjoSesar-sesar (patahan) di Selatan JawaTANGGUL TOL SIRING JEBOL; Desember, Porong Diprediksi Tenggelam Lumpur panas : Pandangan dari atasKeluarnya lumpur Sidoarjo iniApa itu “undergroud blowout” ? […]

  14. mbak menik dalam perkuliahan teknik gempa kami yang jadi penyebab utama gempa saat ini adalah daerah patahan yang melewati indonesia,namun demikian plat tektonik juga bisa menyebabkan/menjadi pemicu terjadinya letusan gunung, karena pada peryt bumi terdapat patahan yang mungkin sejajar dengan dasar gunung berapi, misalnya sesar opak yang terdapat di daerah yogyakarta itu merpakan alir lurus ke kawah merapi, itu mungkin juga terjadi pada luapan lumpur lapindo brantas yang masuk akal kalo orang bilang itu segaris dg bledug yang ada di situbondo ,maaf saya nggak tau namanya
    .jadi menurut saya seandainya indonesia dilalui patahan yang rumit maka diharapkan adanya pembangunan struktur tahan gempa. atau menembah titik kaku pada bangunan dan menambah kedalaman pancang pondasi. hariman riau.

  15. mbak Menik,
    Naik turunnya tinggi gelombang (ombak) itu tergantung banyak faktor, salah duanya cuaca dan musim. Mungkin saja penurunan sejak mei itu karena memang karena musimnya sedang kurang bagus. Kalau mau melihat dampaknya ya dilihat dengan hari-hari atau tanggal-tanggal yang sama tahun-tahun sebelumnya.
    Statistik, pencatatan, pendataan semua akan mempengaruhi analisa dan perhitungan dengan adanya siklus bulanan, harian, bahkan mungkin jam-jam an. Arttinya jangan buru2 menyakatan akibat gempa langsung terlihat.

    Inget, kalau saya menghadap ketimur trus tiba-tiba hujan bukan berarti saya penyebab hujan kan ?

  16. Salam kenal M.Rovicky

    Saya pernah mengobrol dengan seorang nalayan di pantai samas. Beliau berkata bahwa setelah terjadi gempa di luat selatan (27 mei)laut jadi tidak bisa ditebak. Hari ini ombak ‘kasar’ besok tenang dan lusa entah ‘kasar’ entah tenang. Beliau juga menambahkan bahwa hasil tangkapan ikan pun menurun.
    Saya mau bertanya apakah benar penurnan hasil tangkapan ikan tersebut disebabkan gempa 27 mei? ataukah ada faktor lain? Apakah kondisi laut yang ‘tidak bisa ditebak’ juga akibat dari gempa tersebut?

    Terimakasih atas jawaban M.Rovicky

    Menik

  17. Mas Rovicky, mo nanya en’ diskusi nih mas,…

    menurut mas Rovicky, kira2 apa yang menyebabkan aktifnya pergerakan lempeng di Indonesia sekarang ini (atau saya kali yang baru mengamati akhir2 ini aja ya, he he he…),…apa memang ada periodisasinya to mas…

    Selain itu pergerakan lempeng Hindia-Australia ke Utara yang kalo gak salah, 7cm/tahun ini, selalu konstan, seandainya bisa berubah, faktor penyebab perubahannya apa aja ya mas…

    kalau melihat posting mas, tentang sesar2 di onshore P. Jawa yang bisa menerus ke Selatan, kelihatannya mempunyai trend yang mirip ya mas, apa ada simulasi hubungan antara karekteristik yang khas dari pergerakan lempeng di selatan P. Jawa ini dengan “trend” sesar tersebut, kalau dikorelasikan misalnya dengan bocornya suatu perangkap minyak, agak menarik mungkin ya mas…

    Matur suwun

    Salam

    Sigit

  18. Wah Jawa Barat tidak bebas tsunami itu pasti. Bahkan awal agustus lalu di seminar pendidikan kebumian dan mitigasi bencana di Jogja, Pak Danny Hilman menunjukkan adanya seismic gap di selatan Jawa Barat ini.

    Mungkin yg dimaksud BEBAS tsunami itu artinya, tsunami bebas-bebas aja lewat disini 🙂

    OK nanti aku post kegempaan selatan Jawa Barat, masih lagi ngumpulin bahan, belum lagi memasaknya …. sik sik ya

  19. Mas Rovicky, cerita lebih banyak dong tentang potensi gempa khususnya yang bakalan pengaruh ke Jawa Barat, misalnya hubungan dengan sesar Cimandiri. Atau ada pemirsa lain yang bisa menjelaskan… Trus, kalau seismic gap tidak ada di Jabar selatan, apa itu berarti kita bisa tenang-tenang tidur nyenyak?

    Ada cerita agak lucu di Jabar ini. Waktu setelah tsunami Aceh, Pangandaran langsung sepi. Tapi bukannya menyiapkan masyarakat kalau terjadi tsunami harus gimanaa… gitu, kita malahan meyakinkan masyarakat bahwa Pangandaran BEBAS tsunami. Hehe… tanpa bermaksud menyalahkan siapa-siapa, tapi inilah akibatnya kalau kita menyembunyikan informasi. Nah, sekarang setelah kejadian kayaknya orang-orang sudah dewasa, jadi bantu aku dong untuk memberikan informasi itu… Thanks sebelumnya.

  20. coba saja data-data laut bisa didapat lebih banyak, mungkin akan sangat memudahkan untuk memantau perkembangan dari daerah seismik gap tersebut

  21. Christmas Island memang milik Australia Pak Joko. Penduduknya ada kok, tapi enggak banyak wong pulaunya juga kecil. Daerah wisata juga tuh kayaknya (mesti cek lagi di situs web mereka). Yang banyak di sana malah ketam merah, kalau mereka sudah konvoi, enggak ada yang bisa lewat, kayak konvoi ternak tapi ini jumlahnya ratusan ribu dan jalannya lebih lambat malah masuk ke ruang tunggu airport juga (dulu waktu saya lihat fotonya).

    Christmas Island ini dulunya adalah bukit di bawah laut (sea mount) yang sekarang muncul menjadi pulau (daratan). Lereng pulaunya (di bawah permukaan laut) sangat curam dan langsung menuju laut dalam. Kalau dilihat, malah lokasinya lebih dekat ke pulau Jawa daripada Aussie yah. Mbok yao dulu kita klaim duluan. Sayang deh.

  22. ada gempa to? aku tahunya jam 6 pagi itu saja dari ribut keluargaku.
    Pakde dr kmrn2 kok ada X-mas island btw dueke sopo to iku? ono penduduke ra? paling2 kagungan Den Mas Howard, mbok disuwun wae dinggo jogo2 nek Nusa kambangan kebak

  23. Wew… jadi dhong sekarang.
    Tapi titik warna warni itu menunjukkan apa? Mungkin berdasar SR nya ya? Hehehe… maap tanya terus ya..
    Btw, maturnuwun telah berbagi ilmunya.
    Sugeng Siam 🙂

  24. Wah, kalo waspada sih masih selalu… Tapi kalo malem lagi enak2 ngorok tiba2 di goncang kayak kemaren pasti langsung loncat… Paling tidak , itu yang namanya waspada versi saya :).
    Eh pak Rovick, “seismic gap” itu apa je ? 🙁

Leave a Reply