Sumber material lumpur darimana ?

0

Saat ini yg keluarnya lumpur sudah sedikit berbeda dari yang keluar pada waktu awal. Debit keluarnyapun sudah dinyatakan semakin deras (lebih dari 50 000 meter kubik/hari ?). bahkan pada hari sabtu kemarin muncrat hingga 30 meter, ada yg melaporkan hingga 50 meter. Tentunya bukan sekedar sumur dengan UGBO (Underground Blowout).

Berikut beberapa kemungkinan sumber lumpur.

Pada waktu awal terjadinya semburan ini saya menuliskan kemungkinan proses meletupnya lumpur panas ini sebagai fenomena “mud volkano” atau Gunung Lumpur seperti yg diuraikan dahulu disini. Dan juga di Blog lama disini . Dugaan awal ini muncul seketika diketahui bahwa material yang keluar melalui rekahan disebelah-menyebelah sumur BPJ-1 ini bukan berupa lumpur pemboran. Gejala ini tentunya mudahsekali dideteksi sebagai sebuah material lain dari bawah permukaan. Mekanisme yg dikenal selama ini adalah seperti Bledug Kuwu di Jawa tengah. Juga di Gunung Anyar dekat Airport Juanda.

Dengan semakin banyaknya material yg keluar dari lubang atau rekahan baru ini hingga 50 000 meterkubik sehari dengan komposisi 70% air dan 30% padatan tentunya akan berbeda dengan apa yg dijumpai di Gunung Anyar. Mud Volcano (gunung lumpur) Bledug Kuwu di jawa tengah ini juga memilki kadar air cukup besar dan juga berupa air asin, bahkan air asin ini dimanfaatkan untuk membuat garam, iya garam dapur itu. Jadi air yg keluar memang merupakan air laut yg “terjebak” didalam batuan. Berarti daerah ini duluuu sekali juga laut kan ? Masih inget tulisan patahan-patahan membelah Jawa, kan. Disitu dijelasin bahwa Jawa baru terbentuk sekitar 20-25 juta tahun lalu.

gejala mataairpanas/geyser

Hari sabtu 26 Agustus 2006 lalu terjadi letupan setinggi 20-30 meter, bahkan ada yg melaporkan setinggi 50 meter. Hal ini tentunya banyak mengagetkan kita semua. Bagaimana mungkin sebuah lubang kecil dari sebuah sumur yg ukuran lubangnya hanya sekitar 10 inci dapat menyebabkan rekahan dan rekahannya mengeluarkan lumpur lebih dari 50 000 meterkubik sehari dan bahkan meletup setinggi 50 meter. Bahkan air yang keluarpun sangat panas hingga uapnya membubung tinggi ke udara. Tentunya ada gaya-gaya atau tenaga lain yg ikut membantu.

Gejala-gejala ini mirip sekali dengan mata-air panas (geyser).  Apakah ini mungkin dibawah sana ada sumber panas ? Nah ini perlu diteliti lebih lanjut. Pengukuran serta penelitian bawah permukaan haruslah dilakukan. Hal ini akan sangat membantu dalam menangani lumpur yg keluar maupun untuk menutupnya jika memungkinkan.

memang semakin masuk kedalam bumi, maka suhu akan meningkat, hal ini sangat normal, bahkan daerah-daerah di sepanjang busur gunung api ini dikenal sebagai “ring-of-fire” yang tentunya sudah semakin dikenal sat ini. Ya sepanjang ring of fire atau sabuk api ini memilki gradien geothermal yg cukup tinggi atau peningkatan suhu bumi sangat cepat seandainya masuk kedalam bumi.

Berapa gradien geotermal ini ? Cukup tinggi looh … Ya sekitar 40 derajat celsius setiap satu kilometer. Jadi kalau sumber panasnya pada kedalaman 3-4 Km maka suhunya dapat dihitung, kan ?
Kalau suhu permukaan sekitar 25 der C, bila ditambah peningkatannya yang 40 derajat setiap kilometer, maka kira-kira suhu dibawah sana diatas 150 der C. Cukup membuat air mendidih !

Itulah sebabnya muncul “steam” uap air panas, yang kadangkala menyembur seperti meledak, tapi bukan meledak seperti bom looh.

Jadi perlu berhati-hati menangani lumpur ini. Karena selain jumlahnya, suhunya, juga adanya kemungkinan gas-gas lain yg ikut keluar.

1 COMMENT

  1. Pak Rovicky,

    Saya mau tanya tentang lumpur bledug kuwu, kandungan apa saja yang terdapat pada lumpur bledug kuwu? apakah pernah ada penelitian. Jika terdapat kandungan garam, apakah ini bermanfaat bagi kesehatan manusia? terutama kulit? Dan jika lokasi bledug kuwu ini di jadikan obyek wisata kolam amndi lumpur, apakah berbahaya? terimakasih

  2. by the way, saya tertarik untuk meneliti mikroba yang ada di lumpur lapindo, tapi gimana sampling ke sananya ya..berhubung jauh banget dan pasti perlu ijin dari pihak-pihak yang tertentu yang mungkin agak susah. atau barangkali ada yang mau bantu?????

  3. Menurut saya, pemerintah dan pihak yang terkait dengan masalah lumpur lapindo ini seharusnya secepatnya mengatasi masalah ini, setidaknya segera memberi ganti rugi kepada para korban lumpur lapindo. DIMANA RASA PERIKEMANUSIAAN KALIAN PARA PEJABAT PEMERINTAH DAN PIHAK YANG TERKAIT??? Punya hati gak seeh???

  4. Pak Rovikcy, saya tinggal di gempol (gempol dan porong dipisahkan oleh sungai porong), dari pusat semburan kira2 3km, kira2 menurut bapak kira2 daerah kami aman gak ya dari kemungkinan ambles? karena sebelum ada kejadian semburan lumpur kondisi tanah di gempol apabila ada dump truck lewat rumah terasa bergoyang, dan sekarang terasa semakin kencang aja goyangnya bila ada truk lewat. terima kasih sebelumnya.

  5. Thanks, pak Rovicky

    Saya saluute kepada yang punya idea untuk menambah titak-amat ketinggian (GPS). Setelah data amblesan (subsidence) terkumpul, maka kemudian dibuat kontur ketinggian/amblesan. Kalau nantinya bentuk konturnya oval/ellip maka, kemungkinan, sumber lumpur berupa kubangan/danau, tetapi kalau konturnya nlemok-nlemok dan membentuk garis lurus maka model-2 dari pak Rovicky mendekati kebenaran. Saya cenderung bentuk kontur amblesan seperti nlemok-nlemok dan membentuk garis lurus jangan berbentuk oval/ellip/lingkaran. wallahu’alam bi shawab.

    Thanks,
    Mul

  6. kalau diingat-ingat kejadian bencana lumpur panas di porong ini terjadi berurutan dengan beberapa gejala vulkanis-tektonis lain di pulau jawa. yaitu gempa jogja, aktivitas gunung merapi, dan gempa di pangandaran.
    jadi saya sedikit banyak setuju dengan hipotesis anda mengenai adanya semacam geyser lumpur di daerah porong tersebut. mungkin gempa tersebut meretakkan batuan di bawah sana yang kebetulan berada di bawah sumber air.

    wassalam

  7. Salam kenal Juga Pak Mulyadi,
    Itulah sebabnya saya masih berkesimpulan gejala atau model ke 2 sebagai fenomena Lumpur Sidoarjo ini.
    Hanya saja nantinya kalau panasnya berketerusan ya sangat mungkin ada gejala pemanasan dari bawah (geyser). Saat ini perlu diketahui juga berapa suhu lumpurnya, tapi gimana ngukurnya ?
    Kalau ada yg punya thermal camera barangkali akan berguna melihat atau memperkirakan suhu disekitar lubang setelah dikalibrasi dengan suhu ditampat lainnya.

  8. Salam kenal Pak Rovicky,

    Saya mempunyai pendapat tentang increasing hot mud flow on Sabtu Augustus 26, 2006 :

    Saya sangat sependapat dengan meningginya semburan lumpur panas s/d 30m akibat dari lubang-alir sedikit tersumbat tersumbat. Dengan demikian, tekannya mengumpul menjadi lebih besar; pada saat mbledos (tekanannya . tekanan penyumbat) ….. terjadilah semburan yang cukup tinggi. Ini mungkin kita ibaraatkan sewaktu kita nyiram tanaman dengan pipa/selang, pada saat pipa kita pitet/pencet maka semburan akan deras.

    Mengenai phenomena geyser, saya sedikit belum setuju. Saya sependapat dengan teori temperature-gradient; normal 3derajatC/100M (di daerah geotermal grad.temp.-nya 3-6 kali lebih besar)

    Bila kedalamannya 2km dan suhu permukaan 30C = 30 + 3/100 x 2800 C = 114C
    Temperatur lumpur dipermukaan (katanya) sekitar 40-60C, sisanya yaaa hilang dalam perjalannya ke permukaan. Mungkin ini agak logis.

    kalua dikaitkan dengan geyser, artinya dikaitkan dengan phenomena geotermal atau dengan kata lain dikaitkan dengan gunung. Porong kan cukup jauh dari gunung (Arjuno-welirang ?) kan ? Gitu dehh, pendapat saya.

    Thanks berat
    Mulyadi

  9. Dear Elfarid,
    Growong dan ambleg itu bukan karena naif, tapi memang itu sangat mungkin terjadi seperti yg terlihat di lokasi sumur Porong-1, dimana terlihat ada “paleo collapse” (amblegan jaman dulu, kira-kira sejuta tahun yg lalu).
    silahkan lihat di tulisan lain :
    http://hotmudflow.wordpress.com/2006/08/13/banjir-lumpur-panas-sidoarjo/
    bahkan sudah ada laporan sudah tercatat turun 20 cm dari sebelumnya.
    http://hotmudflow.wordpress.com/2006/08/28/tanah-desa-siring-turun-20-sentimeter/

    salam dari Kualalumpur
    (ini KL asli looh 🙂 )

  10. Banyak orang awam bilang, “Nanti tanah dibawah semburan lumpur akan “growong” sehingga tanah akan “ambleg”.”

    Pendapat awam itu sangat naif memang, sehingga perlu penjelasan yang sebenarnya terjadi kepada masyarakat.

    Saya sih setuju Kabupaten Sidoarjo diganti saja jadi Kabupaten Kuala Lumpur!

    (Konon pertanda akan datangnya bencana lumpur panas ini sudah ditandai dengan goyang ngebor si Inul yang rumahnya Japanan tidak jauh dari Porong. Nah, gara-gara Inul ngebor yang keluar malah lumpur puanasss (sepanas goyangan Inul di panggung)

    Bagaimana Om Kiky?

  11. Kayaknya aku belum denger penelitian mikroba di lumpur ini. Ini memang mesti dikrubutin bareng2 untuk pembelajaran.
    Kalau dilihat suhunya sepertinya diatas 80 der C, bakteri biasa mestinya mati. Ntah kalo ada yg lain.
    Point bagus nih.

  12. mBah Dipo
    Tak pikir ini malah ndak ngilmiyah blas, wong ndak ada rumus, eh ada dink cuman “rho ge ha” rumus tekanan hidrostatis. lah wong emang penyebabnya cuman tekanan itu thok seeh.

    Mbak Daisy,
    memang bisa juga ada bakteri pathogen. Justru sekarang ini segala jenis ilmu termasuk kedokteran biologi dll sangat diperlukan. Saya sendiri lebih konsen dengan penyelamatan yg kasat mata. Lah yg tidak kasat mata termasuk zat beracun dan mikroba perlu ada juga yg menanganinya.
    Salam juga

  13. Homepagenya baguus banget, bahkan orang awam seperti saya pun bisa paham dan mendapat informasi yang sangat berguna.
    BTW, bagaimana dengan kemungkinan adanya bakteri supertermofilik di lumpur Sidoarjo?
    Kalau ada yang patogen, terus tidak mempan disterilisasi, padahal lumpurnya sudah terlanjur dibuang ke laut kan bahaya banget.
    Thanks ya.
    daisy

Leave a Reply