kebangsaan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia

0

flag-indonesia.gifBaru seminggu yang lalu Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke 61. Namun selalu saja beritanya disoroti dengan terpuruknya rasa kebanggaan dan kebangsaan Indonesia. Termasuk Polling di Kompas.com  (status 25/8/06 jam 11.30 adalah 34 % Bangga dan 66 % Tidak dari 30.958 responden.). Di pojok kota Jakarta penjual bendera saat ini barangkali sedang menghitung hasil penjualannya, yg mungkin saja keuntungannya menurun sesuai dengan polling itu … ah aku tak tahu.

Di seberang pulau lain di kota Kualalumpur, saat ini sedang menyambut perayaan kemerdekaan Malaysia yang ke 49 tanggal 31 Agustus nanti. Persiapan sudah terlihat disana sini bahkan dibeberapa tempat penjualan pom bensin dibagikan gratis bendera, sebagai penghias mobil.
Bendera dibagi gratis ?
Iya …. “gratis” setelah membeli bensin (petrol) tentusaja. Tapi tidak perlu membeli dari kocek sendiri.
Tidak ada penjual bendera, tidak ada terlihat penjual tiang bendera di Kualalumpur ini, tidak seperti Jakarta ….

Nah rakyat yang mana yang masih memilki rasa kebangsaan, kebanggaan untuk “membeli” bendera sendiri  ?

Ah, masak sih rasa bangga dan kebangsaan hanya ditunjukin dengan membeli bendera ?
Buat aku sih iya … oarang Indonesia memiliki rasa kebanggsaan lebih dari Malaysia … aku kampungan ya ? …..  mungkin anda berpikir lain, ya jelas ndak apa-apa berpikir lain … tapi itu lah demokrasi yg ada di Indonesia. Kita diberi hak untuk berpikir berbeda … walaupun sekedar soal kebanggaan yg diekspresikan dengan membeli bendera.

Yang mungkin tidak ada disana.

Salam

1 COMMENT

  1. Indonesia itu kurang apa, kekayaan alamnya berlimpah tetapi itu hanya hanyalan…karena banyak terlihat melarat dan sebahagian masih tidur dikolong jembatan…..lalu kita bertaya mengapa begitu…?
    dan bangsa Indonesia ini banyak menjadi budak TKI keluar negeri…?

    Sedang kita selalu nyamyi’INDONESIA TANAHKU YANG KAYA DAN MAKUR….Tetapi jika jika kita melihat kok masih ada yang nginap dikolong jembatan, dan banyak pengimis jalanan…?

    Lalu ada yang memberikan jawaban yang tegas;
    yang melarat itu kan wong Jowo…?dikolong jembatan wong Jowo. pengemis dimana-mana wong Jowo.

    Dan presidennya harus wong Jowo…?

  2. Apakah anda bangkah melihat kok ada pelacur Jawa Arab saudi…?
    apakah anda bangkah perkosaan TKI di Arab Saudi, setelah dibunuh dan dibuang ketong sampah….mengapa sehinah itu bangsa Indonesia..?

  3. @darul amanah
    makasih mari kita kembangkan negara kita ini agar negara lain bergantungsama kita bukan kita yang bergantung dengan negara lain men

  4. saya sangat malu kalau saya mengatakan saya bangsa Indonesia karena apa? Adalah seorang turis berkunjung ke Indonesia, dia heran kok adalah orang Indonesia tidur di kolong jembatan…?dan memang kenyataannya wong Jowo yang adalah dibawah jembatan…?dan Inilah yang memalukan

  5. Mana kita bisa rukun beragama bersama islam,
    sedangkan islam dalam Al Quran menganjurkan pembunuhan pembantaian kepada kafir karena beriman tanpa rasa takut kenabi gadungan pedofiel Muhammad yang telah mati terkutuk.

    Tayakan kekuburan Medinah mengapa dia tertanam,
    sudahkah anda berdoa shalawat untuk nabimu..?
    kalau ngak kepalamu nanti terlepas dari lehermu.

  6. Mr.Nunusaku ternyata moifmu dari semua komentarmu seperti itu too…alasannya.memprovokasi agar seru komen nya.tapi semua itu salah & ngak baik,karena bisa timbul salah paham antar umat beragama.
    Saya juga Nasrani,tapi semua agama baik,bila diyakini dengan penuh keteguhan.karena dalam klrgaku ada beberapa agama.Ayahku Khatolik,Ibuku Krinsten.aku ikut agama Ibuku Kristen,tapi kakakku menjadi mualaf dari Nasrani ke Islam.tapi kami sekluarga saling menghormati & menghargai satu sama lainnya,ngak saling menjatuhkan.
    Jadi intinya semua Agama itu Baik,tinggal bagaimana penganut Individunya seperti kita.
    Jadi hentikan Provokasi antar Agama,Tuhan YESUS juga tidak mengajarkan provokasi antar umat Agama kan…kita sebagai nasrani harus bersikap lembut juga seperti YESUS.
    Buat semua Agama didunia khususnya Di Indonesia,mari saling menghargai keyakinan kita masing2,jangan saling Provokasi.
    Saya harapkan semua agama saling bersanding dengan rukun.
    Oya..lebih baik kita sama2 juga menyebarkan pengakuan Mr.Nunusaku,agar tidak timbul salah paham.Jika suatu saat muncul orang2 yang memprovokasi Antar agama & bangsa dengan alasan apapun.seperti Mr.Nunusaku,agar tidak dipahami & percaya,karena semua itu hanya Tipu daya.Smg Mr.Nunusaku & orang sejenisnya(maaf prokator)bisa dimusnahkan & sadar kembali kejalan yang baik.amien..semoga Tuhan YESUS memberkati.

  7. Saya Nunusaku,mohon maaf yang sebesar2nya kepada seluruh umat Islam Diseluruh Dunia.
    Sebenarnya saya gembar gembor,menjelekkan Agama Islam Cuma pendapat sisi buruk & laknatnya saya.sungguh saya bersumpah,sebenarnya saya sangat mengagumi Islam,juga sangat meyakini kebenaran Agama Islam.
    Saya percaya seyakin2nya,Nabi Muhammad SAW,Adalah Manusia terbaik didunia,dan Agama Islam Adalah agama Yang saya yakini sampai saat ini.walau saya pake embel2 agama lain saat ini.
    Abaikan semua Perkataan buruk saya mengenai Agama Islam,karena saya yakin Islam Adalah Agama terbaik.
    Saya manusia yang bejad,laknat,semoga Allah SWT memberikan ampunannya pada Hamba.serta memberikan kekekalan Ayat2 Suci Al-Quran,serta Agama Islam Yang baik & kebenaran yang Hakiki.
    Hati Nurani Umat muslim,yang sebenarnya sangat meyakini Kebenaran ISLAM.
    Ini saya buat dengan sungguh2,bila suatu saat saya menyombongkan diri lagi & menghina Agama Islam jangan dipercaya & terkutuklah saya,karena kami yang menghina Agama Islam hanyalah Orang2 kafir yang iri atas kebesaran & kekuatan Agama ISLAM yang sangat kekal.
    Bila saya membuat tulisan/komentar lagi yang MENYANGKAL,tulisan komentar saya ini ABAIKAN itu hanya Provokasi Semata.
    Ingat saya hanya membuat suasana seru aja,biar banyak yang komentar.
    Tetapi Sejatinya Saya Sangat meyakini & mengagumi Agama ISLAM.
    ABAIKAN KOMENTAR SAYA YANG LAIN…
    ini yang sebenar2nya,dari hati nurani saya..
    Salam.

  8. Saya sering bertaya dalam hidup ini, Indonesia kan banyak manusia yang pintar mempunyai pendidikan yang tunggi sampai mempunyai titel Ir.prof,Dr, Sh, pokok bnanyak deh orang-orang andalan berpendidikan tinggi. Tetapi semua tidak satu dari mereka dapat mengatur negara ini dalam dalam memperbaiki kemelaratan bangsanya.

    Selama 62 tahun dalam kekuasaan bangsa sendiri apa yang kita nikmati selama ini ? kemelaratan, dalang-dalang kroptor tetap masih hidup enak diatas penderitaan rakyat, semua pemimpin kita ini adalah pemimpin yang jahat, ya karena rakyat sukah pada pemimpin yang jahat yang KKN,krop,fitnah dan penbodohan kepada rakyat ya karena rakyatnya masih buta politik yang dimainkan oleh elite kita yang menjadi dragula-dragula mengisap darah rakyat yang hidup elite kita yang mewah hasil dari permainan busuk mereka.
    Pernah saya membaca di Internet; Kalau menjadi RI 1 hidupnya enak, bisa merampok harta negara.
    Dan memang ini kenyataan selama Orde Baru (Golkar) berkuasa selama 32 th dipimpin Mantan haji Soeharto yang sudah banyak membantai rakyatnya seperti menyembeleh ayam, dan banyak merampok aset negara untuk kepentingan anak cucu keluarga cendana alias wong Jowo masih tetap tak tersentuh hukum, senantiasa masih dihormati…enggeh mas Harto, monggo mas harto sepertinya mereka-mereka sudah disantet oleh Soeharto lalu kita bertaya ? inikah gaya pemimpin yang bijaksana ? anaknya saya Tommy ikutan merampok harta rakyat melalui penjualan cengka sulawesi, menado dan maluku. Inilah takdir bangsaku dibawah pemimpin yang rakus harta dunia membuat rakyat ini tetap selama 62 tahun dalam penderitaan, kemiskinan, ganti pemimpin yang baru wong Jawa bilang, SAMIMAWOOOT MAS !!! aku malu mengapa aku dilahirkan sebagai bangsa Indonesia, mengapa tidak sebagai warga negara Malaysia ?

  9. Kerajaan Monaco benderanya merah putih juga.Pertanyaannya dulu mana simbol kenegaraan dan kebangsaan Dwi Warna Merah Putih dipakai RI dan Monaco. Jangan-jangan nanti Indonesia dikira JAJAHAN Monaco yang kaya!Bukankah di Indonesia pernah berkibar bendera PENJAJAH TRI WARNA MERAH-PUTIH- BIRU (kerajaan BELANDA ) dan BALOK NDOL HINOMARU ( JEPANG )

  10. Dulu Soekarno bilang negara kita ini subur dan kaya, buang jagung dikebun bisa tumbuh tetapi sekarang sudah 62 tahun merdeka rakyat sedang keparan diamana-mana sampai ada tinggal dibawah jembatan dan kemiskinan dimana-mana, perampokan dimana-mana, perkosaan dimana-mana, kejahatannya luar biasa karena pengangguran manusia Indonesia jadi pengemis. Pimimpin kita rakus harta lalu terjadi kropsi, ah malu dong aku menjadi bangsa Indonesia tetap saja menderita selama 62 tahun dalam penjajahan bangsa sendiri.

  11. Wah kalau saya sangat malu dikatakan bangsa Indonesia disebabkan, takut masih disebut negara pengemis kita masih tergantung pada kemampuan orang asing, karena hutang kita ini masalah minta ampun bertmbuk tidak ada perbaikan terhadap rakyat dikarenakan pemimpin kita ini semua rakus harta kropsi kkn dan elite kita pemimpin yang jahat suka menipu rakyat. Negara kita ini sebenarnya sangat kaya raya dengan segala sumber alamnya tetapi kekayaannya dirampok oleh elite kita yang memang rakus harta dunia dan membuat bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa pengemis dan kemiskinan tetap tak terhapuskan karena pemimpin krop hanya memikirkan kepentingan pribadi. Bangsa Indonesia masih menyukai pemimpin yang jahat buktinya Mantan Haji Suharto masih di hormati walupun telah membatai wong Jowo dan merampok harta negara masih tetap dihormati oleh mereka yang masih monggoh mas harto, karena sudah disantet oleh Suharto tetap masih dihormati inilah kelebihan bangsa tempe. Yang merampok, pembunuh selalu tetap dihormati inilah bangsa tempe.

  12. kebanggan saya pada indonesia adalah….ternyata masih ada orang indonesia yang mau mengungkapkan isi hatinya demi kemajuan bangsa. ini terbukti dengan masih ada yang mau nimbrung di sini dengan kata lain yang nimbrung disini adalah orang-orang yang peduli….
    lha sekarang tinggal dari kita sendiri, apakah kita cuma akan sekedar nimbrung atau mulai sekarang kita bahu membahu untuk memperbaiki bangsa ini.
    bukan masalah arabisasi mauoun amerikanisasi yang bakal kita perdebatkan tetapi lebih baik kita mengembangkan budaya kita sendiri yang sekarang dah diplagiat oleh bangssa lain seperti RAMAH TAMAH, BERSAHABAT, PEDULI, NRIMO (BERSYUKUR), KERJA BARENG ALIAS GOTONG ROYONG….jangan cuma mikirin RUU yang cuma bikin kontroversi dan ladang uang bagi pengurus DPR…sadar klo sekarang kita lagi dipecah belah oleh bangsa sendiri jadi….kita harus lebih dekat dan selau mbangun komunikasi dengan mereka agar kita tau apa yang akan mereka lakukan…intinya g acuma jadi penonton thok!!!

  13. Menurut bung Karno,
    kemerdekaan indonesia meliputi
    1. kedaulatan scr politik –> sudah, sejak 17 agustus 1945
    2. berdikari scr ekonomi –> kapan ? dulu dijajah belanda skr
    dijajah IMF dgn para kawulonya.
    3. bermartabar scr budaya –> lha. makin menuju ke arabisasi.
    makin hilang indonesianya.
    Mbak / Mas Widya yang Indonesia itu yang bagaimana ??
    bukan apa apa saya jadi bertanya kenapa larinya ke arab ?? bukan amerika atau kebarat baratan ini juga bukan indonesia kan ??

  14. Menurut bung Karno,
    kemerdekaan indonesia meliputi
    1. kedaulatan scr politik –> sudah, sejak 17 agustus 1945
    2. berdikari scr ekonomi –> kapan ? dulu dijajah belanda skr
    dijajah IMF dgn para kawulonya.
    3. bermartabar scr budaya –> lha. makin menuju ke arabisasi.
    makin hilang indonesianya.

  15. Waaah waaah saya jadi gatel, Pak Rovicky sih bikin gara-gara …

    Sedikit ngaku dosa yach … kemarin waktu upacara bendera pas 17-an di kantor, saya mualeees banget, kalo bukan karena kewajiban profesi, maleeees … Lha tanggal merah kok disuruh jemur kepala dan badan.
    Karena males, ya ngikut upacara tapi mata saya sambil jelalatan kesana kemari. Pas pengibaran bendera, mata saya juga masih kesana kemari sampe keluar pagar kantor Pemkot di Timoho…
    Lhadalah … wong saya hormatnya aja tidak sepenuh hati, lha kok di luar pagar sana banyak orang: sepasang muda-mudi, pemulung bercelana pendek topi kumal dan karung di sebelahnya, para pengendara motor yang memarkirkan darurat motornya di pinggir jalan, berdiri tegak sambil beri hormat dengan penuh khidmat … Itu, mereka tanpa disuruh dan dipaksa!!!
    Tanpa sadar mata saya secepat kilat balik ke posisi telapak tangan saya yang sedang beri hormat kepada sang saka merah putih… Tak sengaja saya bergumam (tapi ternyata cukup keras lha wong teman2 mendengar tuh?!) “elok tenan, neng njobo pager jebul yo okeh sing melu upacara!”
    Terusterang saya jadi mualuuu banget pada diri saya sendiri…

    Habis pengibaran bendera, toh mereka berlalu, melanjutkan aktivitasnya masing2… Tapi kenapa mereka merelakan diri berhenti dan beri hormat saat Merah Putih naik …
    Sayang, dada kita tidak ada bluetooth/Wi-fi-nya sehingga saya tidak bisa tau apa isi dada orang lain…

    Merdiko!!!

  16. Kalo boleh saya sok tau sedikit (boleh ya 🙂 )tentang motivasi Pak Rovicky nulis artikel diatas, saya yakin Pak Rovicky memang ingin sharing tentang kebanggaannya menjadi bangsa Indonesia yang memang sudah semakin langka di tengah manusia-manusia yang makin “malu” mengaku sebagai bangsa Indonesia dengan obsesi berganti kebangsaan, berlomba-lomba menjadi imigran – bahkan illegal pun dilakoni. Dan pilihan kacamata kebangsaan Pak Vick itu diwakilkan ke bendera.
    Saya tidak mau berhenti kepada pemilihannya, tapi saya kok lebih tertarik – makanya saya jadi ikut celathu – bagaimana kita tetap bisa mempertahankan cinta, trust dan loyalitas kita kepada bumi pertiwi ini yang bernama Indonesia. Urutan kesekian dengan siapa yang berkuasa sekarang. Keprihatinan, kebanggaan pada yang memerintah itu merupakan konsekuensi dari kecintaan saya pada negeri ini.
    Duluuu sekali saya pernah mencibir guru dan dosen saya yang meng-agung2kan negeri kita (teruntama pelajaran PMP, Kewarganegaraan dll) sampai nilai saya jeblok terus…

    Setelah diberi kesempatan untuk lihat, kunjungi, tinggal sebentar di negeri-negeri lain yang dulu katanya nomer satu didunia … Duh jebulnya memang bener guru dan dosen saya itu… juga Koes Plus…
    Arsitektur dan sistem lainnya yang banyak ditiru habis2an di Indonesia ternyata buah dari sulitnya sikon negeri tersebut.
    Maka di tengah banyaknya bencana di negeri saya, saya tetap bangga kepadanya … Malulah dengan adik2 di grup Cokelat yang lantang nyanyi “Bendera” sebelum tau lagunya bakal meledak dan dipakai banyak kampung pas 17 Agustus-an … (Kalo sekarang sih sudah me-recycle lagu2 wajib dengan versi baru …)
    Kalo mo malu ya malu dengan pengelolanya seperti Green Day yang umpat2 pegelola negara dengan “American Idiot”, tapi mereka tidak umpat Amerika-nya lho.
    Walah saya kok malah ngiblat kesana nih?

    Sori jadi panjaaaaang … tapi saya cintaaaa Indonesia!
    Please jangan berhenti bangga dengan Indonesia Pak Vick!

  17. — tanggapan di [email protected],
    win ariga wrote:

    sekilas info…
    Nasionalisme merupakan suatu ikatan untuk mempersatukan sekelompok manusia berdasarkan kesamaan identitas sebagai sebuah “bangsa”. Pengertian “bangsa” ini, pada praktiknya sangat luas dan kadang malah bersifat imajiner. Kesamaan “bangsa” kadang bisa berarti kesamaan ras, budaya, bahasa, sejarah, dan sebagainya. Dalam wacana ilmu politik mutakhir, pengertian “bangsa” lebih bersifat imajinatif. Penduduk pesisir timur Sumatera (yang ber”bangsa” Indonesia) sebenarnya bukan hanya dekat secara fisik dengan penduduk di Semenanjung Malaysia sebelah barat (yang ber”bangsa” Malaysia), yang hanya dipisahkan oleh Selat Malaka. Mereka pun satu suku, sehingga mereka bisa saling memahami ucapan dan adat masing-masing. Tetapi, mereka “mengimajinasi” sebagai bangsa yang berbeda, dan saling menganggap sebagai bangsa asing. Sebaliknya penduduk Sumatera, yang sama sekali tidak memiliki kesamaan bahasa ibu dan kesukuan dengan orang Ambon, ternyata telah “mengimajinasi” sebagai satu “bangsa” dengan orang Ambon. Di sinilah letak absurdnya nasionalisme. Yang “sama” bisa menjadi “bangsa” yang berbeda, sementara yang “tidak sama” bisa menjadi satu “bangsa”.

    Karena itulah, nasionalisme sesungguhnya adalah ide absurd, tidak mengandung suatu hakikat pengertian yang pasti. Nasionalisme adalah ide yang kosong dari makna-makna yang konkret. Nasionalisme lebih mengandalkan sentimen atau emosi yang semu, yang dibangkitkan sewaktu-waktu sesuai dengan nafsu dan kepentingan. Nasionalisme tidak bertolak dari ide yang lahir melalui proses berpikir yang benar dan sadar.

    juga… rasa kebangsaan (nasionalisme) merupakan ikatan antar individu dalam suatu masyarakat, yg lemah – hilang ketika ancaman dari luar tidak ada – dan bisa juga berbahaya karena berpedoman pada semboyan senasib sepenanggungan. Ketika suatu kelompok di masyarakat tsb merasa sudah tidak senasib sepenanggungan, yang terjadi adalah nasionalisme menjadi biangnya perpecahan. ada juga dalih lain: “menentukan nasib sendiri” (right of self determinism)…

    salam,
    -win-

  18. mungkin anda berpikir lain, ya jelas ndak apa-apa berpikir lain … tapi itu lah demokrasi yg ada di Indonesia. Kita diberi hak untuk berpikir berbeda …

    Semoga bukan hanya soal bendera
    Semoga bukan hanya dalam berpikir

    M E R D E K A !

  19. Indonesia itu kurang apa to ?
    Wong kita sudah dikasih banyak sama Indonesia, kekayaan alam melimpah, apa aja ada, sejarah yang besar dan keanekaragaman… tapi yang buat kita nggak bangga kan yang ngurusi itu lho om… 🙁

  20. saya sering juga mikir dan bertanya dalam hati: “bangga nggak sih sebenernya saya ini sebagai rakyat indonesia?” jawabannya tergantung parameter yg dijadiin acuan. kalau acuannya sumberdaya alam, kekayaan budaya, dan kawan-kawannya, bangga juga karena bangsa indonesia dikarunia begitu banyak sumberdaya alam yg sangat berharga dan kebudayaan yg tinggi. tapi kalau acuannya tingkat korupsi, kejahatan, kriminalitas, dan kawan-kawannya, juga gaya hidup para birokrat, nggak bangga saya jadi rakyat indonesia, ngenes, prihatin, dan malah malu…

    jadi kesimpulannya, kebanggaan saya sebagai rakyat atau bangsa indonesia masih parsial dan tergantung pada variabel yg ditinjau… 🙂

  21. Saya pikir bisa kok kebanggaan thd negara dilihat dari perihal sederhana spt kepemilikan emblem bendera.

    Bendera kan simbol yang dgnya kita terasosiasi scr emosi pada bangsa ini. Permasalahannya, klo ndak ada yang dibanggakan, maka asosiasi yang muncul ktk melihat bendera pun jadi kurang tajam.

    Kebanggaan dlm lingkup sederhana saya pikir bisa datang dengan adanya rangkaian prestasi & perihal menonjol yang diakui oleh pihak di luar entitas internal. Kebanggaan juga muncul bila kita memiliki apa2 yang kita yakini punya value tinggi; entah itu berupa budaya sopan santun, produk, teknologi, tokoh atau yang lain.

    Apa yg bisa dimunculkan dari ketersediaan lapangan kerja dan ketercukupan kebutuhan hidup saya pikir adl rasa nyaman berbangsa Indonesia. Tapi tidak lantas bisa jadi bangga karenanya. Kebanggaan lahir dari prestasi dan pencapaian.

    Begitu menurut saya 🙂

  22. Pembagian bendera gratis tak berarti diwajibkan memasangnya…lha pemda DKI ga ngasih bendera tapi mungut denda buat yg ga masang…kacau deh 😀

  23. On 8/25/06, Dwiyatno Rumlan on iagi-net wrote:

    Bung Vicky ….
    Kebangsaan tentu saja tidak semudah diukur dengan pembelian bendera merah putih atau besar kecilnya sumbangan tujuh belasan, tapi saya kira kertersediaan lapangan kerja dan ketercukupan kebutuhan hidup, dengan sendirinya akan membuat orang merasa bangga menjadi suatu bangsa. Ini cuma pendapat saya lho ya ….

    Nah, masalahnya, definisi ke’butuh’an bangsa kita ini sudah terkontaminasi sedemikian rupa menjadi ke’ingin’an. Dan semua juga tahu bahwa yang namanya ke’ingin’an manusia itu tidak ada batasnya, mungkin kalau bisa disebut batas, hanyalah tembok kuburan yang bisa membatasi ke’ingin’an manusia.

    So, apa salahnya berke’ingin’an tanpa batas ?! Tentu tidak menjadi masalah besar kalau negara sudah kaya. Masalahanya jelas, resources bangsa kita ini, saat ini sangat terbatas, apalagi setelah dihantam berbagai krisis dan bencana. Sebagai akibatnya, sebagian orang mencukupi ke’ingin’annya dengan cara mengambil jatah orang lain (kalau tidak mau disebut mencuri).

    Seandainya, kita ini masih menyisakan sedikit sisa paham sosialis, dalam arti negara masih bisa mengontrol cara hidup masyarakat, tepatnya, karena negara masih melarat, maka ke’butuh’an hidup sebagai bangsa harus sedikit ditekan, lebih persisnya lagi, sebagai bangsa kita harus bisa menurunkan ‘life expectation’ dan ‘life satisfaction’ untuk saat ini, sampai nanti dinaikan lagi bila sudah merata dan negara sudah cukup kaya. Tapi, hare gene, apa ya bisa negara Indonesia mengontrol gaya hidup masyarakatnya …….

    Dalam hal ini, aku salut sama Cina, komunis boleh bubar, sosialis bisa dibuang ke tempat sampah, namun kekuasaan negara untuk mengontrol gaya hidup rakyatnya, tetap dipertahankan. Meskipun cina mempunyai cadangan devisa lebih dari 800 Milyard dollar (mohon dikoreksi kalau salah), masih bisa kita lihat begitu banyaknya orang naik sepeda onthel yang sudah karaten
    sana-sini, begitu banyaknya orang yang mau jalan kaki kekantor untuk jarak 2-3 kilo. Coba bandingkan dengan sebagian masyarakat kita, telung atus meter aja penginya naik mikrolet atau ojek.

    Kembali ke masalah kebangsaan, kalau kita merasa puas dengan kehidupan kita, nggak usah dipaksa-nggak usah ditanya, kita akan sangat nasionalis dengan sendirinya. Getho bung menurut saya ?!

    By the way, apakah masih banyak TKI dikirim dengan bas dari pabriknya untuk ikut upacara bendera di Wisma Duta ?!

    Salam

    DR

Leave a Reply