Kilatan Cahaya di Parangtritis = Meteor

0

Sumber foto NasaTentang kilatan cahaya di langit Parangtritis. Kebetulan Jogja Astro Club (JAC) sempat juga mengobservasinya. Dan sejauh ini disimpulkan itu murni fenomena langit, berupa masuknya meteor cemerlang yang disebut fireball yang kemungkinan besar merupakan bagian dari hujan meteor (shower) tahunan Delta Aquarids. Berikut tulisannya :

MISTERI KILATAN CAHAYA DI LANGIT YOGYA

Muh. Ma’rufin Sudibyo

Pada hari Rabu, 26 Juli 2006 pukul 19 : 30 WIB, sebagian penduduk Yogya dan Bantul dikejutkan dengan fenomena misterius munculnya kilatan cahaya terang
yang bergerak cepat. Tak lama kemudian terdengar dua kali suara dentuman. Kilatan cahaya terang muncul dari arah timur menuju ke barat dan meninggalkan jejak asap panjang kebiruan yang lambat laun menghilang setelah dua menit. Berbagai pendapat sempat mengemuka. Ada yang menganggapnya sebagai pertanda bakal terjadinya bencana (baru). Ada pula yang menganggapnya sebagai pesan dari penguasa laut selatan. Bahkan ada juga yang menganggapnya sebagai sisa-sisa pesawat antariksa yang sedang jatuh ke Bumi.

Sejumlah astronom amatir kota Yogyakarta yang terhimpun dalam Jogja Astro Club (JAC) juga sempat mengamati fenomena ini saat menyelenggarakan acara stargazing (observasi langit malam) di pantai Parangkusumo, setelah sore harinya berupaya mengamati kemunculan hilal (bulan sabit) sebagai tanda pergantian Bulan dalam sistem kalender qomariyah.
Kilatan cahaya itu dilaporkan melintasi titik zenith Parangkusumo dan demikian cemerlang sehingga kawasan pantai yang semula gelap gulita mendadak jadi terang
benderang. Kilatan cahaya yang sama juga dilaporkan teramati di tempat yang berjarak 40 km dari lokasi observasi JAC.

Fireball

Kilatan cahaya, jejak asap kebiruan dan suara dentuman adalah ciri khas munculnya meteor cemerlang atau fireball, akibat masuknya meteoroid besar ke dalam atmosfer. Jika pada umumnya meteor terlihat sebagai kilatan cahaya redup dengan kecemerlangan (magnitude) tidak melebihi terangnya bintang-bintang disekitarnya,
maka fireball memiliki kecemerlangan cukup besar sehingga melebihi terangnya planet Venus, benda langit paling cemerlang setelah Matahari dan Bulan purnama.
Menurut American Meteor Society (2004) sebuah meteor bisa disebut fireball jika memiliki kecemerlangan minimal – 4, yang akan muncul sekali tiap 20 jam (rata-rata).

Badan Ruang Angkasa AS (NASA) mengestimasikan setiap hari tak kurang dari 30.000 ton meteoroid di angkasa ditarik paksa masuk ke atmosfer oleh gravitasi Bumi. Gesekannya dengan molekul-molekul udara membuat meteoroid terpanaskan hebat hingga berpijar, bahkan menguap. Hal ini terjadi pada ketinggian 80 – 120 km
dari permukaan Bumi. Meteor tersebut memiliki kecepatan gerak cukup tinggi, 11 – 72 km/detik.
Sebagai pembanding kendaraan tercepat yang pernah dibuat manusia, yakni roket, ” hanya ” memiliki kecepatan 7,8 km/detik.

Bila sebagian besar meteor memiliki massa amat kecil (1 – 2 gram) dengan dimensi seukuran butir pasir, tidak demikian dengan fireball. Massanya ratusan kali lebih besar dengan dimensi menyamai sebuah batu kecil.
Lintasan yang ditempuh fireball pun jauh lebih panjang dari meteor dan selalu meninggalkan jejak khas berbentuk asap lurus dibelakangnya dengan panjang bisa
mencapai puluhan kilometer meski lebarnya paling banter hanya duapuluh meter.

Ada dua jenis jejak : smoke trail dan train. Smoke trail hanya nampak di siang hari, muncul saat ketinggian fireball sudah di bawah 80 km akibat terjadinya proses ablasi. Proses ablasi menyemprotkan debu-debu dari permukaan fireball, yang kemudian
bergerombol dibelakangnya membentuk jejak panjang. Sekilas smoke trail mirip dengan awan contrail (awan produk asap gas buang mesin jet) atau awan lurus yang
belakangan dihebohkan sebagai pertanda gempa. Sebaliknya, train hanya nampak di malam hari dan hanya menyertai fireball yang sangat cepat. Train terbentuk di ketinggian lebih dari 80 km oleh ionisasi dan eksitasi molekul-molekul udara setempat akibat gesekannya dengan fireball, sehingga timbul foton-foton cahaya dengan warna yang khas.

Suara dentuman terdengar bila fireball berhasil menembus batas ketinggian 50 km dan mulai memasuki lapisan stratosfer. Oleh kecepatan fireball yang sangat tinggi hingga jauh melampaui kecepatan suara, timbul dentuman supersonik (sonic boom), seperti yang terjadi pada jet-jet tempur generasi terbaru ketika dipacu hingga mencapai kecepatan maksimalnya. Untuk fireball dentuman supersonik hanya bisa terjadi bila kecemerlangannya minimal – 8 dan lintasan fireball membentuk sudut 45 derajat terhadap permukaan Bumi. Karena cepat rambat gelombang suara ” hanya ” 20 km/menit, dentuman supersonik baru terdengar 1,5 – 4 menit kemudian.

Sehingga dengan ciri-ciri ini, kilatan cahaya di langit Yogya bisa dikategorikan sebagai fireball. Fireball Yogya bergerak sangat cepat dengan lintasan membentuk sudut 45 derajat terhadap permukaan Bumi dan memiliki kecemerlangan minimal – 8 atau 40 kali lipat lebih terang dari planet Venus. Menurut NASA, cahaya dari benda langit yang sama cemerlangnya dengan Venus mampu membentuk bayang-bayang dari benda yang tersinarinya. Maka mudah saja fireball Yogya membuat Parangkusumo benderang untuk sesaat. American Meteor Society bahkan menyebutkan fireball dengan magnitude visual melebihi – 8 bisa terlihat dengan jelas di siang hari. Warna kebiruan pada jejaknya menunjukkan kandungan Magnesium dalam fireball.

Asal Muasal

Meteoroid yang masuk ke Bumi berasal dari tiga sumber : pecahan asteroid, pecahan komet yang terserak di sepanjang orbitnya dan batuan permukaan Mars/Bulan yang dilontarkan ke angkasa oleh hantaman asteroid raksasa berjuta-juta tahun silam. Mayoritas meteor (95 %) berasal dari pecahan komet dan memiliki kecepatan sangat tinggi sehingga tak pernah sampai di permukaan Bumi. Sebaliknya, meteor dari pecahan asteroid dan batuan Mars/Bulan memiliki kecepatan rendah sehingga bisa sampai ke permukaan Bumi dengan menyisakan meteorit. Populasi meteorit dari batuan Mars/Bulan sangat jarang, namun menjadi demikian berharga karena kerapkali mengandung informasi penting. Pada tahun 1984 di bukit es Alan Hills (Antartika) pernah ditemukan sebutir meteorit dari batuan Mars dan 12 tahun kemudian membikin heboh, karena diketahui mengandung untaian butir-butir berjajar yang mirip mikrofossil di Bumi.

Dari simulasi pemandangan langit malam di Parangkusumo dan sekitarnya menggunakan software Moon Calculator v 6.0, didapatkan tepat di langit timur sedang muncul gugusan bintang Aquarius. Menurut American Meteor Society, tiap tahun di gugusan bintang ini terjadi hujan meteor Delta Aquarids, dengan puncaknya pada 28 – 29 Juli dalam jumlah 20 meteor / jam. Namun manusia di perkotaan hanya bisa menyaksikan 5 meteor saja per jam. Plotting arah kedatangan fireball Yogya konsisten dengan posisi Aquarius, sehingga fireball Yogya adalah bagian dari hujan meteor Delta Aquarids.

Meteorit

Fireball seterang fireball Yogya muncul setiap 2.000 jam (rata-rata). Namun sedikit sekali yang bisa disaksikan manusia mengingat sebagian besar permukaan Bumi tidak berpenghuni. Di Indonesia laporan kemunculan fireball terakhir terjadi pada 19 Desember 2004 pukul 07 : 30 WIB di atas Jakarta, Bogor dan Tangerang. Sementara fireball terakhir yang menyisakan meteorit terjadi di atas Sungai Silandak, Pontianak (April 2003).

Munculnya fireball tak perlu dikhawatirkan. Sebab meski bisa sampai ke permukaan Bumi namun meteorit yang disisakannya berukuran kecil dan kecepatannya cukup lambat, sehingga tidak bisa menghasilkan kerusakan besar. Sejauh ini hanya ada satu catatan peristiwa munculnya fireball yang merugikan, yakni ketika seekor sapi di peternakan el-Tinajero, Valera (Venezuela) ditemukan tewas pada 15 Oktober 1972. Di sampingnya tergeletak tiga buah meteorit, masing-masing seberat 38 kg, 8 kg dan 4 kg.

Dalam tradisi Jawa, fireball sering dinamakan ndaru dan dianggap sebagai ” wahyu ” bagi seorang calon pemimpin. Berbeda dengan kemunculan ” saudaranya ” : komet, yang dianggap sebagai pertanda akan datangnya marabahaya meski hal itu tak pernah bisa dibuktikan.
Sementara tradisi Islam menganggap meteor (dan fireball) adalah panah-panah berapi yang dilepaskan malaikat guna mengusir setan-setan yang bergentayangan di langit

Jadi, kilatan cahaya di langit Yogya bukanlah misteri. Itu adalah fireball, murni fenomena alami di langit dan tidak membahayakan. Sehingga tidak berkait dengan akan datangnya bencana. Enam hari pasca munculnya fireball Yogya, hal yang sama juga terjadi di atas langit Kutch, Gujarat (India bagian barat). Bahkan di Kutch fireball-nya bisa sampai ke permukaan Bumi dan menyisakan meteorit-meteorit yang kini menjadi bahan perburuan banyak pihak.

Referensi :
The American Meteor Society; 2001; Frequently Asked Questions (FAQ) about Fireballs and Meteorite Dropping Fireballs;
http://www.amsmeteors.org/fireball/faqf.html.

fireball_burnett_big-apod20031001.jpgRovicky Note, disebelah ini saya lampirkan gambar fireball di siang hari yg ditangkap oleh seseorang yg “beruntung” menangkap fenomena langka. This spectacular daytime fireball meteor was captured  by Jon Burnett, a teenager from South Wales, UK

1 COMMENT

  1. fenomena alam memang penuh misteri, tinggak kita mau memandang dari sudut mana, agama,ilmu pengetahuan atau kejawen,yang pasti akan terjadi gesekan pendapat yang tidak akan habis dirembug 1 tahun untuk 1 kejadian alam saja.itu baru 1 kejadian gimana kalau 1000 ?

  2. Memang asyik and menakjubkan. Waktu itu sekitar jam 19.00 lebih sedikit(kebetulan masih dalam suasana trauma gempa), saat aku berada didepan joglo pariwisata parangtritis tiba-tiba ada sinar yang terang sekali dan dalam waktu sekitar 1 sampai 2 detik. Saat itu juga aku melihat ke atas, “hebat sekali”. tepatnya diatas joglo pariwisata parangtritis di ketinggian yang aku sendiri tidak tahu jaraknya tapi jauh diatas. Aku melihat “mirip(seperti) lempengan baja yang habis dibakar, lebar sekitar 30 cm dan panjang dengan warna merah menyala membujur kearah barat. “Menakjubkan”, “ALLOH MAHA BESAR”. (Budaya – parangtritis).

  3. Memang asyik and menakjubkan. Waktu itu sekitar jam 19.00 lebih sedikit, saat aku berada didepan joglo pariwisata parangtritis tiba-tiba ada sinar yang terang sekali dan dalam waktu sekitar 1 sampai 2 detik. Saat itu juga aku melihat ke atas, “hebat sekali”. tepatnya diatas joglo pariwisata parangtritis di ketinggian yang aku sendiri tidak tahu jaraknya tapi jauh diatas. Aku melihat “mirip(seperti) lempengan baja yang habis dibakar, lebar sekitar 30 cm dan panjang dengan warna merah menyala membujur kearah barat. “Menakjubkan”, “ALLOH MAHA BESAR”.

  4. kejadian mirip fireball saya alami pas puasa tahun ini(2009),tepatnya malam hari sekitar bakda isya.
    sungguh luar biasa kejadiannya…semoga bisa melihat ha yg serupa…

  5. fenomena alam yang di anggap mistis oleh sebagian besar bangsa ini, sebenarnya semua adalah rahasi Allah yang jika kita mengungkapnya dengan ilmu Allah termasuk sudut pandng ilmiah akan menambah kadar keimanan kita, sebaliknya jika selalu mengedepankan mistis untuk mengungkapkan maka mata hati kita akn mulai dibutakan dengan kemusyrikan, saat itulah setan merayakan kemenangannya. saya sepakat dengan anda mengungkap tentang cahaya diatas pantai parangtritis secara ilmiah, satu yang teringat oleh saya bhwa pantai itu merupakan pantai dari samudra yg sangat luas, hingga kejadian langitpun tanpa penghalang. Satu harapan saya anda dapat kembali menguak mistery lain di parangtritis secara ilmiah, logis, dan mengacu pada ilmu Tuhan. saya tunggu e-mailnya.

  6. meteor itu cuma tertarik oleh gaya gravitasi bumi…… klo ga gtu dy jg ga bakal ke bumi… masyarakat emang bermacam2 ada yang sudah brfikir luas dan ada yang mash percaya hal hal mistik.. itulah org kalo ga gtu mana bsa dunia ini berlanjut…..

    hehehehehhehehee…

    bethul bgtu bethul…

  7. Smoga wlwpun ne trjadi Tuhan ttp mlindungi kita dan ini bukan menjadi suatu pertanda yg buruk !!!Yg ptng qt hrus ttp mmpelajari hal2 yg kyk gne sbg bahan pelajaran yg mmg prlu dpelajari.

  8. Sesuatu ada yang bisa di jelaskan secara ilmiah, tapi terkadang kita lupa bahwa dari kejadian itu ada yang GAIB. fenomena itu pernah saya alami sendiri, jadi saya bisa bedakan mana yang meteor dan yang bukan, kalau yang dia atas rumah terbang lurus warna merah biasanya itu hal GAIB. Tks atas ulasan tersebut diatas.

  9. halo pengelolan parangtritis.tolong lakukan rajia pada waktu jam 8 malam di sekitar lomen dan hotel. kami masyarakat resah

  10. Mas…
    tadi malam sekitar jam 19.00 – 19.15 saya melihat sinar merah memanjang di langit .. kira2 apa ya ??
    saya coba foto tapi di kamera gak keliatan ..gelap smua… kira2 apa itu ya ??

  11. Saya tertarik dengan tulisan candi kedulan yang ditinggalkan sebelum terjadi letusan merapi. saya ingin membuat novel dengan latarbelakang sejarah geologi sekitar jogya. Satu hipotesa saya, mpu Sindok memindahkan pusat kerajaan matram hindu ke jawa timur, bukan karena letusan merapi seperti yang selama ini ditulis di buku sejarah, tetapi karena bencana gempa bumi. Kebetulan malamnya saya mendiskusikan hal itu dgn teman, paginya terjadi gempa yogya. mohon informasi lebih lanjut

  12. Perseids atau sering disebut sebagai hujan meteor biasanya terlihat pada bulan July, seringkali pula pada bulan Agustus 8 dan 14. Menurut wiki biasanya pada tanggal 12 Agustus puncaknya. Bisa ratusan meteor terlihat. Barangkali yg Mas Joko lihat termasuk dalam “rangka” hujan meteor ini 🙂

    IM Yahoo dan gmail sama rovicky ndak pakai embel-embel 🙂

  13. Mas Joko “Pinter”
    Silahkan saja mau ngelink atau mengkopi yg ada disini ya boleh-boleh saja, monggo kemawon.
    Saya belon sempet menulis lagi ttg “buntut gempa” (after shock). Ada beebrapa tulisan yg bisa dirangkum dalam satu dongengan, cuman keblegan gawean setelah cuti nengok2 Jogja kemarin, jadi belon kelar2 dongengannya 🙁

    Yang anda lihat mungkin memang meteor (pecahan komet). Kalau ngga salah dalam hari-hari itu banyak rekan JAC (Jogja Atronomi Club) yg “hunting” mengamati udara Jogja.

  14. Kakang mas rovick ingkang tansah wonten lingdunganipun Gusti Allah, kepareng dalem badhe matur. Menopo dipun paringi ijin kagem nge-link blog ipun panjenengan meniko dumateng web dalem ingkang awon sanget. Ananging wonten wedal sak menika taksih dereng dados, menawi kepareng lho meniko. Kagem sak derengipun matur nuwun. trotok…trotok….trootok….tooook..

    Intinya = minta ijin buat ngelink blognya ha..ha..ha..ha

    begini kemrin tanggal 20 Agt (jam 8 malaman) saya visit blognya panjenengan ini buat nyari info gempa tanggal 19 agustus dinihari tp malah dpt gambar meteor. Karena saya kerja (ope warnet gitu lhooo) sampai jam 4 pagi alias pagi tadi (tgl 21 Agt). nah waktu lewat 1/4an tungkak kebarat sebelum jembatan code diatas langit sebelah barat daya dengan jelas kulihat seberkas cahaya spt di blog mas rovick ini. saya sangat terpana dan sempat menyebut asma Allah karena dalam waktu 2 detik cahaya itu hilang seperti terbakar. dan cahaya itu lebih dominan warna hijau pendar
    kira2 apa itu ya?
    meteor ka?
    yang jelas bukan meteor garden

  15. #4 Mas Edi,
    Betul,
    Saya mendapat kiriman tulisan ini dari Pak Marufin untuk di share di weblog ini. kalau tidak salah beliau salah satu anggota JAC (Jogja Astro Club).

  16. kepada sodara2 pecinta blog-nya om rovick…
    makanya,
    kalo ada info atawa melihat “sesuatu”…
    jangan buru2 menyimpulkan.
    apalagi info atau “sesuatu” yang bisa bikin heboh (baca : panik,’kan udah tercermin dalam pelajaran fisika : walaupun mata kepala kita ngeliat pensil yang lurus menjadi bengkok ketika dicelupkan dalam air yang bening, tapi “KENYATAANNYA” pensil itu kan gak bengkok alias tetep aja lurus2 aja.
    teliti dulu…
    lihat referensi…
    kalo perlu diskusikan…
    kalo misalnya waktunya gak cukup karena keterbatasan yang kita punyai…
    ya diem aja gimana ?
    diem adalah emas, bicara adalah perak…
    ato kata wong pasar, “sampeyan meneng ae malah ganteng kok”
    gitu…
    dan bagi yang “kebetulan” di-amanahi ilmu yang bisa menjelaskan info ato “sesuatu”, menjadi wajib kifayah hukumnya untuk menyampaikan kepada yang belom ngerti atau masih bingung…
    gitu kan, den ?
    tapi kalo yang dikasih tau ngeyel ???
    kalo itu lain lagi masalahnya….

    mekaten rumiyin, den…
    vote for om rovick’s blog !!!
    merdeka !!!

Leave a Reply