Bertanyalah … Apa saja !

43

question.gif Saya sejak kecil cenderung sering bertanya … bodo kali ya
Saat ini saya justru mengajak seorang kawan atau teman dengan menyatakan “bertanyalah … apa saja !
Bertanyalah !
Bertanyalah di milist !
Tanyakanlah ke temen sebelahmu !
Tanyakan pada diri sendiri
Apapun pertanyaan itu, itulah yg akan membuat pembelajaran sesuai dengan kebutuhan sendiri. Pembelajaran saat ini ada yg yg lebih berupa “survival tool” (ilmu hidup), belajar untuk hidup di lingkungan sendiri. belajar untuk menjadi diri sendiri … mandiri (mandi sendiri )

Jadi
awalnya hanyalah kita bertanya-tanya
kemudian kita pelajari
lalu kita kembangkan
Apa-apa saja sesuai dengan yg kita butuhkan …

Ndak usah nyonto kehebatan ngAmrik
Ndak perlu niru kecanggihan nJepang
Wis rasah melu-melu kebolehan Malaysia

Kata simbahku dulu :

“Apa sih perlumu ? Tanyakan saja … barangkali pertanyaan sulitmu adalah sepele buat temanmu !”
Dah …mau tanya apa ?

Itu saja

kalo pelintiran versi berita bisa lain lagi …
awalnya bertanya-tanya,
kemudian menanyakan,
terus menyatakan,
eh diplintir jadi kenyataan … horotoyoh !  

43 COMMENTS

  1. Gero pengertian singkapan dalam geologi ya ?
    Outcrop is a geological term referring to the appearance of bedrock or superficial deposits exposed at the surface of the Earth. In most places the bedrock or superficial deposits are covered by a mantle of soil and vegetation and cannot be seen or examined closely. However in places where the overlying cover is removed through erosion, the rock may be exposed, or crop out. Such exposure will happen most frequently in areas where erosion is rapid and exceeds the weathering rate such as on steep hillsides, river banks, or tectonically active areas. Bedrock and superficial deposits may also be exposed at the earth’s surface due to human excavations such as quarrying and building of transport routes.
    Nah sekarang tinggal kau menerjemahkan ndiri 🙂

  2. saya tinggal di padalarang .
    tau kan itu di bandung barat yang banyak gunung kapurnya itu .
    jadi gini, aku mu tanya gimana proses-proses geologi di daerah tmpt tnggal saya .
    saya penasaran masa dari kecil sampai skrg (14 thn )
    aku ga tau proses geologiku sendiri .
    please ya jawab .
    reply aja k email

  3. Salam kenal..he. sory nich saya org baru yg pngn nambah ilmu..nama saya Nono triatmoko. saya mhsswa geologi angkatn 2006..klo blh mau tnya tentang perkembngn tektonik kalimantan zman kapur…thnk.

  4. menurut vhy susah banget yang namanya bertanya palagi nanya pa saja. harus ma orang-orang tertentu seperti sahabat yang ngerti kita bgt. ngerti kekurangan kita. kita apa adanya. ya………..may be takut dibilang bodo ya…… tapi ya sadar koq iut salah

  5. pa` saya mau nanya ne apakah dengan menggunakan pendekatan analisis sikuen stratigrafi kita bisa menentukan karakteristik reservoar?

  6. Pak Rovy,

    Tolong dong dongengin ttg hubungan daerah Puncak sbg daerah tangkapan air hujan, alih fungsi lahan, ketersediaan air tanah, dan banjir di Jakarta.

    Salam,

  7. Mas Boogie,

    waktu saya ikutan fieldtrip kemarin itu,
    kita berhenti di beberapa tempat. saya tidak begitu familiar dengan nama tempatnya tapi jadi mohon maaf kalau salah.

    pertama,
    dari tol bogor, keluar di exit Gunung Putri(?)
    terus jalan sampai deket pabrik semen.
    disitu yang kita lihat adalah singkapan batuan karbonat dari Formasi Kelapanunggal (ekivalen dengan Formasi Parigi).
    Konon umur dari formasi ini adalah sekitar 8 juta tahun (orang geologi bilang: “Upper Miocene”)

    kedua,
    ke daerah Tagogapu (Gunung Pabiasan?).
    yang dilihat adalah singkapan batuan karbonat dari Formasi Rajamandala.
    Umur formasi ini sekitar 22 juta tahun (kadang disebut juga “Lower Miocene”)

    kalau 250 ribu tahun yang lalu, di geologi itu masih termasuk “recent” alias “kemarin sore” 🙂
    kejadian “recent” di sekitaran Padalarang, setahu saya adalah adanya erupsi dari Gunung Tangkuban Perahu.
    jadi di beberapa tempat, ada perbukitan kapur yang tersingkap dengan bagus tapi ada juga yang sudah tertutup oleh endapan vulkanik ini.

    Mas Vick,
    tolong dikoreksi yah kalau salah “dongeng” 🙂

  8. Untuk Pak Paulus dan Mas Rovick, boleh dong ajak kita kalo mau kelapangan,gpp deh jadi porternya, yang penting dapet ilmunya..
    he..he..he..

  9. kalo ga salah ini pak Paulus Tangke Allo ya..yg sering nulis di IAGInet juga ?
    makasih ya pak jawabannya.
    menurut sepengetahuan saya daerah bandung yang waktu itu masih lautan purba kurang lebih berumur 250 rb tahun yl ( kalo salah tolong koreksi,pak.. ) .apakah dapat digenerate bahwa daerah puncak- padalarang kl berumur 250.000 tahun yl ?
    apakah jalur puncak – padalarang ini menerus sampai ke jonggol,kelapa nunggal,tajur, ciampea,hingga wilayah jasinga ? soalnya disana juga ada perbukitan kapur ( mungkin ) yang saya tandai dengan adanya beberapa kompleks perguaan.
    (kebetulan suka caving,pak.walaupun uah 3 tahun ga jalan lagi ).
    mohon pencerahannya,pak paulus..

    salam
    boogie

  10. Mas Paulus…makasih yah buat jawabannya..
    Saya udah lumayan ngerti sekarang.

    Saya mau tanya hal lain lagi (hehe, jangan bosen ya, Mas?)
    Apa kalo saya kerja nanti, misal di bagian reservoir atau produksi, saya masih harus berhubungan dengan geologi?
    Maksud saya, mungkin kalau sekedar membaca hasil logging atau melhat peta penampang sumur sih pasti harus, cuma kalau sampai masalah2 seperti patahan, sesar, dsb itu pasti jd urusan orang geologi kan? karna jujur, saya gak ngerti..hehehehe
    Makasih mas..

  11. Waahhh…beneran nih blog nya dapet penghargaan dari tempo?
    Hebatnya..
    Tapi beneran loh, saya suka banget sama blog ini..
    padat ilmu.
    padahal tadinya saya sebel banget sama yg namanya geologi,..kalo mata kuliah geologi pasti saya ngobrol melulu di kelas, karna keliatannya tdk menarik..yang akhirnya buat saya jadi gak ngerti ttg geologi, terus kalang kabut kalo mau ujian..dan pastinya bengong pas ngerjain ujiannya, hehehehe..
    Tapi sebenernya geologi itu cukup menarik, mungkin dosen2 geologi saya harus belajar dr mas Rovicky ttg gimana buat geologi jd suatu hal yg menarik..Hehehe, Mas Rovicky pasti GR deh =p

  12. Mas Vick..
    selamat ya blognya dapat penghargaan dari TEMPO!!
    terus mendongeng ya mas buat para pembacamu dan jangan lupa dongeng tentang daerah puncak, masih saya tunggu lho..
    bravo

    salam boogie

  13. dini Says:
    Jadi kalo saya simpulkan, tekanan reservoir gas yg jauh lebih tinggi dari rservoir minyak disebabkan karna sifat gas yg cenderung bergerak keatas, juga karna seal pada sistem reservoir-nya.
    Kalau begitu, reservoir gas cenderung akan memiliki tekanan yg tinggi akibat hal tersebut ya? karna mmg dari beberapa lapangan, saya melihat kecendrungan spt itu.
    (tolong betulkan jika saya masih salah)

    kurang lebihnya sih gitu….hehehe…
    maksudku adalah, saat berbicara tentang perbedaan initial pressure dari reservoir,
    maka penjelasannya bisa datang dari sisi sifat2 fluidanya (compressible atau tidak, komposisi HC-nya, dlsb) atau bisa juga dari sisi geologinya (berapa tebal seal-nya, apakah ada barrier disekitarnya, dlsb).
    semuanya tergantung dari data yang tersedia.

    dini Says:
    Satu hal lain lagi yg menarik perhatian saya, apakah kedalaman datum reservoir yg ditemukan memiliki pengaruh trhdp sifat minyak tsb? misalnya, light/heavy oil? dan kenapa?

    jawabannya : tidak mesti.
    alasannya, yang mempengaruhi fase fluida tersebut lebih kepada suhu batuan induk pada saat men-charge jebakan tersebut.
    batuan induk (source rock) yang kena suhu tinggi, besar kemungkinan akan menghasilkan gas.
    sedangkan kalau suhunya lebih rendah, besar kemungkinan akan menghasilkan minyak.
    kalau suhunya terlampau rendah, yah batuan induknya belum mateng (immature)

    dini Says:
    Satu lagi, kenapa adanya zona gas bertekanan tinggi pada reservoir sukar untuk diketahui sebelum pemboran dilakukan shg sering terjadi kick atau bahkan blow out saat pemboran? apakah zona gas tekanan tinggi ini tdk dapat terdeteksi saat interpretasi G&G dilakukan?

    itu tergantung dari berapa banyak sumur yang sudah pernah di-bor di daerah tsb.
    semakin banyak sumur yang sudah di-bor maka (semestinya) pemahamannya sudah semakin baik.
    saat interpretasi G&G, penentuan reservoir gas bertekanan tinggi tidaklah mudah.

  14. Jadi kalo saya simpulkan, tekanan reservoir gas yg jauh lebih tinggi dari rservoir minyak disebabkan karna sifat gas yg cenderung bergerak keatas, juga karna seal pada sistem reservoir-nya.
    Kalau begitu, reservoir gas cenderung akan memiliki tekanan yg tinggi akibat hal tersebut ya? karna mmg dari beberapa lapangan, saya melihat kecendrungan spt itu.
    (tolong betulkan jika saya masih salah)

    Satu hal lain lagi yg menarik perhatian saya, apakah kedalaman datum reservoir yg ditemukan memiliki pengaruh trhdp sifat minyak tsb? misalnya, light/heavy oil? dan kenapa?

    Satu lagi, kenapa adanya zona gas bertekanan tinggi pada reservoir sukar untuk diketahui sebelum pemboran dilakukan shg sering terjadi kick atau bahkan blow out saat pemboran? apakah zona gas tekanan tinggi ini tdk dapat terdeteksi saat interpretasi G&G dilakukan?

    terimakasih sebelumnya buat semua yang berkenan menjawab pertanyaan saya.. =)

  15. Mas Jono,
    Pak Paulus Allo ini kawan saya, beliau seorang Master Geophysicist yg bekerja di salah satu prusahaan migas juga di Jakarta. Saya meminta beliau membantu saya menjawab pertanyaan rekan-rekan di sini.
    Aku kalau sendirian kan terbatas juga kemampuannya 🙁

  16. Mbak Andini,

    berhubung saya tidak melihat data aslinya,
    jadi cuma menebak-nebak saja nih…

    kalau reservoir minyak dan gas-nya terpisah (ada seal diantaranya), perbedaan initial pressure antara reservoir minyak dan gas, bisa diakibatkan oleh perbedaan kemampuan dari seal untuk menahan tekanan.

    jadi dalam hal ini, seal diatas reservoir gas, punya kemampuan menahan buoyancy pressure lebih tinggi daripada seal diatas reservoir minyak.
    akibatnya, initial pressurenya pun beda.

    adanya perbedaan kemampuan menahan buoyancy pressure ini bisa karena: beda ketebalan (lebih tebal, lebih baik menahan tekanan), ada tidaknya fracture, dll.

    ini hanya salah satu kemungkinan saja yah mbak,
    kalau ada data tambahan, baru deh bisa analisa lebih lanjut lagi.

  17. boogie Says:
    July 28th, 2006 at 4:04 am
    ya udah, sekarang mo tanya ah sama mas vick..
    begini mas..
    bagaimana proses geologi terjadinya pegunungan di puncak, jawa barat ? tolong di jelaskan secara rinci. dan kalo ada dilampirkan juga peta geologinya ya, mas vick !!
    Sekalian juga kalo ada singkapan singkapan yg ada di daerah tersebut yang bisa di kunjungi.

    di sekitaran puncak sampai padalarang, banyak terdapat singkapan batuan gamping (karbonat).
    nah, berhubung batuan gamping itu biasanya tumbuh di daerah tepi pantai yang dangkal (macam pulau seribu),
    artinya, dulu itu (million years ago), daerah sekitaran puncak-padalarang, pernah menjadi laut dangkal.
    perubahan dari laut dangkal sampai menjadi perbukitan seperti sekarang ini, bisa karena terangkat oleh tektonik, bisa juga karena air lautnya memang surut atau keduanya 🙂

    singkapan yang pernah aku liat, batuan gamping di dekat markas-nya pabrik semen (hol…), gua pawon dan sekitaran padalarang.
    bagus-bagus tuh…bisa ngeliat banyak logo-nya Shell 🙂

  18. Mas Rovicky, saya mahasiswi T.Perminyakan ITB semester 6.. Saya bukan mahasiswa yang rajin, terutama pelajaran geologi, jadi maaf kalo pertanyaan saya sangat sepele..
    Di perusahaan tempat saya kerja praktek sekarang, ada reservoir gas dan reservoir minyak, yang memiliki sistem terpisah. reservoir minyaknya sekarang berproduksi dengan tekanan reservoir yang sudah sangat sangat rendah, sampai2 kalo mau melakukan well service sumur tidak perlu di kill, dan terbuka begitu saja. Sedangkan reservoir gasnya memiliki tekanan yang sangat tinggi. terlepas dari kenyataan bahwa reservoir minyak telah berproduksi cukup lama, sedangkan resrvoir gas baru beberapa tahun belakangan (karena initial pressure pada res. minyak juga jauh lebih rendah drpd res. gas, karena itu saya simpulkan bahwa penurunan tekanan karena lamanya waktu produksi bukan parameter untamanya).
    saya hanya ingin tahu, kenapa reservoir gas cenderung memiliki tekanan yang jauh lebih tinggi? apakah umumnya seperti itu atau kasus ini hanya pengecualian karena adanya patahan atau hal lain yang menyebabkan tekanan resrvoir gas mjd tinggi?
    padahal seharusnya, ketika tekanan tinggi dan diatas bubble point,fluida dalam sumur berbentuk liquid. sedangkan gas terbentuk ketika tekanan turun dibawah bubble point, sehingga seharusnya res. gas memiliki tekanan yg lbh rendah dibanding res. minyak.
    Apakah kedalaman datum reservoir lah yg berpengaruh atas hal ini, atau memang ada penjelasan secara geologi?
    Semoga bapak berkenan menjawab pertanyaan saya.
    Terimakasih.

  19. Mas Rovicky, saya mahasiswi T.Perminyakan ITB semester 6.. Saya bukan mahasiswa yang rajin, terutama pelajaran geologi, jadi maaf kalo pertanyaan saya sangat sepele..
    Di perusahaan tempat saya kerja praktek sekarang, ada reservoir gas dan reservoir minyak, yang memiliki sistem terpisah. reservoir minyaknya sekarang berproduksi dengan tekanan reservoir yang sudah sangat sangat rendah, sampai2 kalo mau melakukan well service sumur tidak perlu di kill, dan terbuka begitu saja. Sedangkan reservoir gasnya memiliki tekanan yang sangat tinggi. terlepas dari kenyataan bahwa reservoir minyak telah berproduksi cukup lama, sedangkan resrvoir gas baru beberapa tahun belakangan (karena initial pressure pada res. minyak juga jauh lebih rendah drpd res. gas, karena itu saya simpulkan bahwa penurunan tekanan karena lamanya waktu produksi bukan parameter untamanya).
    saya hanya ingin tahu, kenapa reservoir gas cenderung memiliki tekanan yang jauh lebih tinggi? apakah umumnya seperti itu atau kasus ini hanya pengecualian karena adanya patahan atau hal lain yang menyebabkan tekanan resrvoir gas mjd tinggi?
    padahal seharusnya, ketika tekanan tinggi dan diatas bubble point,fluida dalam sumur berbentuk liquid. sedangkan gas terbentuk ketika tekanan turun dibawah bubble point, sehingga seharusnya res. gas memiliki tekanan yg lbh rendah dibanding res. minyak.
    Apakah kedalaman datum reservoir lah yg berpengaruh atas hal ini, atau memang ada penjelasan secara geologi?
    Semoga bapak berkenan menjawab pertanyaan saya.
    Terimakasih.

  20. Haris,
    kalau geologist mestinya udah tahu semua yg aku tuliskan disini. Ini kan pelajaran geologi dasar GL01.
    Yang kutulis ini kan pelajaran anak SMP paling banter SMU. Kalau njelasin ke mhs gheologi aku malah digeguyu nanti

    rdp

  21. Salam kenal mas rovick….
    Betul banget itu mas, saya seringnya cuma nanya, belum samapi mempelajari dan mengembangkan….
    semoga jadi inspirasi saya
    web nya mas rovick ini sepertinya sudah jadi rujukan orang2 yang bingung geologi seperti saya

    haris

  22. Boogie, ntar deh kalau pas whik end aku cariin dongengan eyangku dulu tentang jawa barat.
    Btw ada looh field trip section di daerah JawaBarat ini. Dulu wektu di kerja di jkt aku pernah juga jalan jalan santai ngajak mhs geofisika UI ke Jonggol selatan jkt

  23. ya udah, sekarang mo tanya ah sama mas vick..
    begini mas..
    bagaimana proses geologi terjadinya pegunungan di puncak, jawa barat ? tolong di jelaskan secara rinci. dan kalo ada dilampirkan juga peta geologinya ya, mas vick !!
    Sekalian juga kalo ada singkapan singkapan yg ada di daerah tersebut yang bisa di kunjungi.
    sebab,sekian tahun saya belajar geologi sendiri hanya berdasar pada buku dan website ( termasuk IAGInet ). ini tentu kurang asik kalo belum ke lapangan, bener ga mas vick…?
    Terus saya juga pernah cari tahu jawabannya di buku ” evolusi cekungan bogor ” karangan Sudjono Martodjojo, tapi kayaknya ga ketemu deh jawabannya.
    terus saya udah nanya ke Kang ADB, dan beliau hanya kasih rujukan ke website VSI ESDM.dicari ke websitenya ternyata ga ada jawabannya. terus pernah nanya lagi ke Pak Awang BP migas, eh malah ga di jawab jawab. (sebeel mentang mentang sibuk!! )
    Jadi mas vicky lah benteng terakhir saya bertanya…!!
    tolong di jawab ya boss…
    terimakasih

    salam

    boogie…(yg butuh jawaban)

  24. “pertanyaan yang menjadi teori dan yang menjadi tahi”

    Masih inget cerita sebelum newton menemukan teori gravitasi? Konon, katanya selagi Newton duduk santai di bawah pohon apel, tiba-tiba, “pletukk..! sebuah apel merah jatuh tepat di kepalanya. “Anjrit..! Newton mengumpat. Sambil menggaruk-garuk bagian kepalanya yang kesakitan, Newton mengambil apel itu. Lalu… menyeruaklah sebuah pertanyaan dari dalam benaknya: “Heran, kenapa kok si anjrit apel ini jatuh ke bawah?” Katanya, pertanyaan awal inilah yang menuntunnya hingga menemukan sebuah TEORI GRAVITASI yang dideskripsikannya di dalam karyanya berjudul The Philosophiae Naturalis Principia Mathematica. PERTANYAAN AWAL NEWTON BERUBAH MENJADI TEORI GRAVITASI.

    Seandainya aku yang jadi Newton, saat kejatuhan apel merah tepat di atas kepalaku itu, yang terlontar dari mulut saya mungkin awalnya bisa sama-sama sebuah umpatan “Anjrit..!”.Tapi kemudian, karena misalnya sedangg sangat lapar, pertanyaan selanjutnya yang menyeruak dari benakku bisa jadi, “Apel ini bisa dimakan ngga ya?” Saat yakin bahwa apel itu tidak busuk, tanpa pikir panjang aku pasti langsung menggrogoti si anjrit apel itu sampe tuntas…tas..tas…tak berbekas. Tapi, tidak lama kemudian perutku sakit. Aku lupa cuci tangan. Perutku melilit. Kebelet…brott, brott. Aku mencret di celana. PERTANYAANKU BERAKHIR MENJADI TAHI…BAU, MAMBU, ANJRIIIIIITtttt.

    your blog is amazing mr vick. Saluuuuuut. anjriiiit.

  25. Kulonuwun, Mas Rovick…

    Laci-lacine njenengan tak bukaki kabeh. Terutama tentang awan gempa… Wah komplit…plit…plit. Termasuk pro kontranya.

    Semua mengundang komentar, dan yang diundang kok ya uakehh…
    Di tengah usregnya takut bencana, lho kok aneh : bertanya…?

    Urun rembug saja dulu : seorang profesor di Bandung sudah 11 tahun ini mengembangkan model pembelajaran yang beliau juluki BELDASTANJIT. Kepanjangannya : BELajar berDASarkan perTANyaan yang JITu…

    mlebu lingkungan Geologist, inget Mas Eddie Sugiarto dan Mas …. (sapa ya, GL 77 sing pinter dadi Indrajit ning wayang uwonge PSTK …)

    Salam,

    Pri.

  26. Wah……
    Benar Dab!
    Emang dengan bertanya bisa meningkatkan kualitas kita
    Tetapi terlalu banyak bertanya juga malu-maluin

    Ngomong2 kalo mau contact person dimana Mas?
    Soalnya saya yang jebolan Geodesi ini dah mulai tertarik ma Geodesi

    Thanks, Regard
    -muLa-

  27. alo mas..ada properb yg bilang :
    ” Takdir manusia bisa diubah dengan cara mengajukan pertanyaan yg bermutu dan berkualitas pada dirinya sendiri”

    nah selanjutnya permasalahannya adalah : untuk mengajukan pertanyaan yg berkualitas,seseorang harus banyak belajar dan mengekplorasi hal2 yg ingin diketahuinya…

    nah skrg,kalo hidup kita ga sesuai dgn harapan kan tinggal bertanya:
    : TANYA KENAPA ?? hheheh kayak iklan rokok aja

    salam

    fis

  28. aku lain lagi,kadang banyak banget pertanyaan di kepalaku,tapi giliran terjawab,aku cuma mendehem..mmmh..gitu.
    malahan aku sering pamer,contohnya ya..situsnya Pak de ini,aku tunjukin ke teman2,ntar klo aku yg nerangin takut salah,mendingan baca aja sendiri…hehehe

  29. Eits.. Hati-hati lho, jangan sembarangan nanya…

    Konon, jaman dahulu orang bisa kehilangan kepala (dalam arti sebenarnya) karena menanyakan hal-hal yang tidak boleh ditanyakan.

    Jaman sekarang gimana yak?

  30. Lha kalau saya juga bingung mo tanya apa gimana? hehe.. BTW, Pak, Mas, Kang, Om, Mbah Rovicky.. Your site is full of knowledge. Kadang ada fenomena atau mitos (?).. yang gak masuk akal kita, tapi ternyata kok ya kedaden…

    Tapi saya percaya Ilmu Pengetahuan itu bisa “memprediksi” walaupun nantinya Gusti Allah sing menentukan. Hujan aja bisa diprediksi dengan “mendung” walaupun tetep ada aja yang bilang “mendung tak berarti hujan”. Lha, rak bingung tho mau tanya apa… mungkin pertanyaan yang paling awam.. sebagai orang awam dan gak tau apa apa boleh tanya tho ya… Masa iya tsunami ataupun gempa tidak bisa diprediksi sama sekali? Lha wong Tsunami yang di Pangandaran itu, keliatan kalau tambak nya itu surut banget… jadi kaya ditarik dulu airnya, baru dilemparin… Sorry lho semua, saya tau ini mungkin sudah dibahas, tapi aku ki wis tuwek, tur ra ngerti opo opo, tulisane cuilik cuilik…. hehehe.. nuwun sewu ya mas… :))

    But, your blog is amazing. Keep it up! 🙂

Leave a Reply