Itu bola api beneran … wah !

0

Banyak yg “bersaksi“, duh kok kayak pengadilan aja, bahwa yg dilihat dan direkam dan disiarkan di tipi itu adalah ‘bola api‘, bukan aurora … nah lo !
Bagaimana lagi penjelasannya ?

gejala aurora alami memang berlangsung lama, tapi ini cahayanya hanya sebentar saja. Sangat mungkin gejala aurora ini juga hanya dalam waktu singkat karena gejolak gelombang EMnya juga terganggunya sebentar.

“Tapi Mas Vicky, …. ini api kok, bukan aurora, … sumprit !” …. Kalimat ini yg ada di comment email ke saya sebelumnya … Duh !
Saya tidak menyangsikan atas pandangan mata ataupun rekaman video, karena tidak melihat sendiri namun saya mencoba menjelaskan sesuai dengan keilmuan yang saya miliki, ya.

Dibawah laut dalam dekat dengan permukaan dasar laut ini sering dijumpai “gas hydrates”, Bahkan di Selat Makasar menyimpan hydrate ini seperti yang aku tulis duluu disini. gas ini merupakan kristal dari metana. Tau metana kan, itu tuh yang kata pak guru kimia SMAku dulu rumusnya CH4. Nah gas hydrates ini tentunya bisa saja sebagai sumber “bahan bakar”. Hydrates ini merupakan kristal gas metan, namun bisa saja masih belum mengkristal, sehingga masih berbentuk gas seperti yang ditulis pak Ma’rufin sbelumnya yang crita ttg fireball disini.

OK sumber bahan bakarnya memang ada tapi kan harus ada pemantiknya ?

Electromagnetic pulse during earthquakeSudah banyak penelitian tentang adanya perubahan atau lonjakan pola gelombang EM (gelombang elektromagnetik) yang bersamaan dengan getaran gempa. Banyak sudah yg melihat tentang EM ini ketika gempa, namun masih sulit dilihat apakah EM ini akan muncul menjelang, bersamaan, atau setelah gempa. Yang paling banyak dijumpai ternyata bersamaan (coinsidence) dengan gempa. Perubahan gelombang EM ini tentusaja mempengaruhi eletrisitas ditempat itu dan tentusaja menjadikan adanya loncatan muatan listrik dari bumi. Lonjakan elektrik ini di alam dikenal sebagai petir atau kilat. Kemungkinan besar memang kilat inilah yg menjadi pemantiknya.

Jadi lengkap sudah “ada bahan bakar dan ada pemantik”, maka segitiga kebakaran sudah terpenuhi kan. Kalau memang yg dilihat itu memang api seperti api kompor gas dirumah itu, maka penjelasan logis saya karena ada pelepasan metana disertai dengan terbentuknya petir. Api ini tentunya tidak akan lama karena langsung terputus dari sumbernya. Sama halnya dengan aurora yg terjadi akibat gangguan EM sesaat (wupst .. aku masih ngeyel ya).

pssst ini rahasia ya …. cadangan hydrates di Indonesia (selat makasar) ini ada 1.89 trillion m3 (67 TCF) klik saja. Mau tahu cadangan di lapangan gas terbesar Arun ? Wah yang di Selat Makasar ini bisa dua tiga kali lipet dari arun itu… pssst ini kalau ketahuan musuh ilang deh. Nah kalau yg di Samodra Indonesia juga ada, waduuh ini barangkali rejeki dibelakang bencana tsunami yang ditunjukkan oleh Gusti bahwa disitu ada sumber energi tersembunyi … pssst diem yah.

refrences EM : RESULTS FROM ELECTROMAGNETIC MONITORING OF THE Mw 5.1 SAN JUAN BAUTISTA, CALIFORNIA EARTHQUAKE OF 12 AUGUST 1998 Darcy Karakelian, Simon L. Klemperer, George A. Thompson, Antony C. Fraser-Smith Department of Geophysics, Stanford University, Stanford, CA 94305-2215

1 COMMENT

  1. krepes aedur seteju kapiola derenden tapai uli.roso roso dewru,klepek klepek serater truye
    hoihoi(bahasa gunung mata ie josh roso)
    artinya:
    “good,goooooooooooood”

  2. anda meremehkan presiden,tarik kembali kata2 anda atau anda saya kembalikan ke orang tua anda!!!!!
    saya orang yg paling pintar,jadi orang ujangan suok tawu!!!!

  3. blok mas rovick disini nggak kliatan,tau tau sekarang udah januari 2007.

    Malu ach untuk komentar ataupun nanya,

    salam aja buat mas rovick dan tiada salam yang berarti kecuali
    “Assalamu’allaikum warrahmatullahi wabarrakatuh”.

  4. Mungkin ngga kalo bola api itu gas Ch4 yg sudah terbakar di dasar dan ikut CH4 itu naik kepermukaan (gelembung gas yg sudah terbakar di bawa), pemicunya, percikan geseran, gn. api bawah laut dll?)

  5. Hmm… kagak heran juga namanya orang bodo mau bilang apaan namanya orang bodo….kalo orang pinter percaya mas rovicky. he… he… he…
    btw soal aurora itu aku pernah liat video amatir yg nyebar di Jogja (paling). video itu direkam langsung dari Pantai Parangtritis dan terlihat juga kayak bola2 ledakan di atas lautan Hindia ya disekitar episentrum gempa. jgn2 itu aurora juga ya? warnanya oranye kemerah2an kayak awan kena sinar matahari sore (padahal jam 05:55 pagi) dan terjadi seperti ledakan kurang lebih 5 kali. bagi yang penasaran cari aja di Jogja VCDnya jgn khawatir selama kawasan Mataram belum dirazia bisa hunting Compact Disk apapun (glodok versi Jogja)

  6. Pak, saya mau tanya… Kalo gempa Swarm itu apa? Soalnya di lampung bbrp waktu lalu sebelum tsunami pangandaran sering dilanda gempa, yang kata orang BMG lampung adalah gempa swarm. Pusat gempanya menyebar di skitar. Betung (Kec. Kemiling).
    {Pusat koq menyebar ya?…. )

  7. Soal bencana di Jakarta aku malah mikir, jangan-jangan bencana manusia. kalau terjadi chaos, tanpa ada tsunami atau gempa pun jalan di jakarta lebih berbahaya.
    Lah wong bajaj aja berseliweran, belok tanpa kasi tanda. Kalau di Jakarta tuh kemungkinan terserempet bajay lebih mungkin ketimbang terkena gempa.

    Tapi kalau hanya sekdar bilang, besok akan ada gempa di Indonesia aku berani bertaruh … hayo sapa mau bertaruh ama aku … kita tengok wasitnya USGS 🙂

    rdp

  8. Salam, Pak!

    Ini agak tidak nyambung, just a bit curious …

    Beberapa waktu yang lalu, seorang “paranormal” meramalkan terjadinya tsunami pangandaran. Paranormal yang sama kemudian mengatakan bahwa dalam jangka waktu hanya beberapa tahun, pulau madura akan tenggelam, pulau jawa akan terbelah

    Menurutnya, sekitar bulan September-November tahun ini, akan ada gempa bumi hebat di Jakarta, menghantam khususnya daerah Jakarta Selatan dan meruntuhkan gedung-gedung sepanjang Jalan Thamrin. Gempa besar pun ‘diramalkan’ akan kembali melanda Aceh.

    Saya bukan orang yang percaya 100% pada ramalan, tetapi mau tak mau saya penasaran. Dari segi ilmiah dan keilmuan geologi, apakah “dugaan” tersebut cukup berdasar?

    Terima kasih banyak!

  9. Salam, Pak!

    Ini agak tidak nyambung, just a bit curious …

    Beberapa waktu yang lalu, seorang “paranormal” meramalkan terjadinya tsunami pangandaran. Paranormal yang sama kemudian mengatakan bahwa dalam jangka waktu hanya beberapa tahun, pulau madura akan tenggelam, pulau jawa akan terbelah

    Menurutnya, sekitar bulan September-November tahun ini, akan ada gempa bumi hebat di Jakarta, menghantam khususnya daerah Jakarta Selatan dan meruntuhkan gedung-gedung sepanjang Jalan Thamrin. Gempa besar pun ‘diramalkan’ akan kembali melanda Aceh.

    Saya bukan orang yang percaya 100% pada ramalan, tetapi mau tak mau saya penasaran. Dari segi ilmiah dan keilmuan geologi, apakah “dugaan” tersebut cukup berdasar?

    Terima kasih banyak!

  10. eh, ketemu lagi di sini sama mas vicky, ternyata blognya bertebaran di mana-mana ya? mas vicky, gimana sih nyuruh kita diem tentang cadangan bumi indonesia, kok malah diposting di sini? memangnya musuh ga ngerti bahasa indonesia? 😛

  11. mas vicky, makasih ya info2nya. mudah2an ini bagian dari “tuah positif”nya kotak ajaib yang di Jetis, dulu

    salam

    hohock

  12. Salam kenal Pak Rovicky.
    Terima kasih atas informasinya.

    Numpang tanya nih, apakah kejadian fenomena alam di Pangandaran (yg seperti bola api)seperti fenomena terbakarnya gas metana di rawa-rawa karena adanya listrik statis?

    Pak Rovick,nanya lagi yah…
    Menurut Pak Rovick sumber daya alam apa yang kira-kira mampu mengatasi krisis energi Indonesia(terutama listrik yang memiliki eksternalitas negatif ke lingkungan paling kecil) karena yang baru terfikir oleh saya adalah panas bumi dan gas.

    salam
    Regi(dalam pencarian tema skripsi)

Leave a Reply