Kawasan Rawan Tsunami DI Yogyakarta

33

Kebetulan ada kawan diskusi netter saya Pak Ma’rufin menuliskan tentang Kawasan Rawan Tsunami untuk daerah pantai selatan Yogyakarta yg dibuatnya dari peta geologi Yogyakarta. Anda yg dijogjakarta mungkin bisa memanfaatkannya. Peta initentunya dibuat oleh Pak Marufin seorang yg bukan berwenang memberikanya, seperti juga saya. Tetapi sambil menunggu peta yg benar-benar dikaji oleh ahli yg berwenang bolehlah dipakai sebagai acuan.

On 7/19/06, Ma’rufin Sudibyo < ….. @yahoo.com> wrote:

Sehabis gempa 27 Mei silam, iseng2 saya mencoba peta kawasan bahaya tsunami di DIY, memanfaatkan peta geologi lingkungan lembar Yogyakarta yang tersedia di internet. Ide dasarnya sederhana, berpuluh tahun silam Stern melakukan hal yang sama untuk memetakan daerah bahaya Merapi, sehingga jalur dan lokasi evakuasi bisa dibuat. Maka jika di tahun 1930 amukan Merapi membunuh lebih dari 1.000 orang, tahun ini hanya memakan 2 korban tewas.

Peta Kerawanan Tsunami DI Yogyakarta

Peta dibuat dengan menggunakan persamaan Bretschneider dan Wybro yang mendeskripsikan :
– jangkauan maksimal genangan tsunami ke daratan (X max)
– sebagai fungsi dari tinggi tsunami di pantai (yo) dalam bentuk log X max = log 1400 + (4/3) log (yo/10),
– dengan X max dan yo dalam meter.

Asumsi yang digunakan Bretschneider dan Wybro adalah pantai yang landai, berpasir, dan ditumbuhi vegetasi yang tidak rapat.
Maka :
– kawasan bahaya 1 (0 – 1,5 km) adalah yang menderita genangan akibat yo = 10 meter,
– kawasan bahaya 2 (1,5 – 3,5 km) akibat yo = 20 meter dan
– kawasan bahaya 3 (3,5 – 7,5 km) akibat yo = 34 meter.

Asumsi saya, tsunami setinggi 10 meter lebih sering terjadi dibanding tsunami 2-0 meter, apalagi 34 meter (yang ini kasus Aceh dan asumsinya worst-case scenario). Namun maaf, memang tidak ada data yang mendukung soal itu.

Menyusul terjadinya gempa dan tsunami 17 Juli 2006 ini, dan tadi sore konon diikuti pula dengan aktifnya sesar Ujungkulon hingga meletupkan gempa dengan mb = 6,2 SR. Tadi membaca pendapatnya pak Danny (LIPI) dan pak Yusuf Surahman (BPPT) tentang gempa2 ini, yang disebutnya hanyalah tanda2 awal dari bakal meletupnya gempa megathrust di selatan Jawa, mengingat pola kegempaannya sama dengan Sumatra. Terus terang saya sangat berharap terkaan pak Danny ini salah besar, tapi siapa sih yang bisa meragukan kepakaran beliau ?

So, ini saatnya untuk memperhatikan pantai selatan Jawa, dan menyiapkan skenario2 untuk mengantisipasi seandainya kelak megathrust benar2 muncul. Dari mana harus mulai ? Saya membayangkan, mulai dari memetakan kawasan bahaya, untuk kemudian sosialisasi (seperti yang dilakukan pak Danny di Padang) dan ‘latihan’. Saya mencobanya, namun peta ini selama ini masih tersimpan di komputer. Selain sibuk urusan lain, saya juga wong awam, tidak punya akses ke birokrasi dan hanya ngurusin lembaga kecil.

Saya yakin pak Rovicky, pak Andang dan para geolog dan geosains lainnya bisa meluangkan waktu untuk memetakan semacam ini, apalagi sekarang sudah tersedia digital elevation model produk SRTM 200-nya NASA, dan lebih banyak punya akses ke pemegang kekuasaan. Untuk sosialisasi, memang simalakama bener. Kita tahu di Indonesia, dimana tsunami akan menerjang dalam waktu 10 menit pasca gempa, early warning systems boleh dikata tak ada gunanya.

Early warning terbaik hanyalah lewat pengetahuan tiap orang dengan membaca tanda2 alam, dan itu hanya bisa dicapai lewat pendidikan. Tapi kita sudah tahu bobroknya edukasi negeri ini. Namun, pasti ada jalan. Entah lewat kelompok2 informal, memasukkan kurikulum bencana ke sekolah2, menerbitkan buku, peta atau malah komik sekalian (biar familiar) sampai membuat film khusus untuk ditayangkan di teve. Memang ribet, rumit dan pasti sulit meyakinkan banyak orang. Namun inilah saatnya, ketimbang kita duduk diam dan hanya menunggu megathrust itu datang. Sementara orang2 di sekitar kita bingung, tak tahu apa2, tak tahu harus kemana melangkah ketika bencana melanda, dan malah lebih suka mendiskusikan kemungkinan ujicoba nuklir Amerika sebagai pemicu bencana2 gempa dan tsunami di Indonesia.

Salam

Ma’rufin

33 COMMENTS

  1. MOhon dikirimin ke email saya pak untuk kawasan raswan gempa dan tsunami di DIY…untuk di karangjati, bangunjiwo, kasihan -bantul…rawan tsunami dan gempa jg ya pak? terimakasih infonya

  2. pak…saya saat ini sedang menulis tesis dg judul penataan ruang di kawasan rawan tsunami. kebetulan studi kasusnya saya ambil disaerah pesisir selatan bantul-yogyakarta….mohon dibantu datanya pak..kalo ada yg berkaitan dg tesis saya..trims

  3. Bpk Rovi yth,

    Saya tertarik banget dengan blog ini, dan kebetulan saya juga punya interest di bidang tsunami terutama masalah mitigasi bencananya. Kalau boleh apakah saya bisa mendapatkan data2 mengenai masalah tsunami yang ada diprov DIY, Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Mungkin BApak bisa mengasih saran kepada saya dimana saya bisa mendowndload data tersebut? atau bila memungkinkan data tersebut dapat dikirm ke email saya : [email protected]. Terima kasih sebelumnya atas kerjasamanya.

  4. Perkenalkan saya Bima Sakti mhsw Jurusan Perencanaan Wilayah & Kota Universitas Diponegoro yg saat ini sedang mengambil Tugas Akhir dgn judul penelitian Ruang Terbuka Sebagai Ruang Evakuasi Bencana Tsunami di Kabupaten Kulonprogo. Saya sangat impres dan tertarik sekali dengan blog Anda. Namun dlm perjalanan skripsi saya, terdapat sedikit kesulitan terutama masalah data termasuk peta. Untuk itu saya mohon kesediaan Anda agar dapat membantu saya dalam melengkapi data dan peta yg saya butuhkan. Saya membutuhkan peta rawan Tsunami DIY (skala provinsi) dan peta rawan Tsunami Kabupaten Kulonprogo (skala kabupaten). Satu lagi juga peta jalur patahan atau ruang patahan atau daerah patahan Kabupaten Kulonprogo. Peta dpt dberikan dalam berbagai bentuk (JPG, DWG/autocad,SHP/GIS atau CDR/Corel). Terima kasih pd Bapak Rov atas perhatian, bantuan dan kerjasamany. Mohon doanya agar saya dapat menyelesaikan tugas Akhir secepatnya.

    (NB : email saya [email protected])

  5. Pak Rov,
    Banyak tulisan mengenai, kerentanan bencana (vulnerability), bahaya (hazard), mitigasi (mitigation), dan bencana (disaster) itu sendiri. Namun saya belum menemukan tulisan mengenai ketahanan (resilient) terhadap bencana. Kalo kita lihat: Jepang ancaman bencana besar, bencananya juga besar, namun ketahanan masyarakatnya cukup tinggi. Sebenenya bagaimana hubungan antar komponen yang saya sebutkan tadi. Atau mungkin formulasi dari beberapa faktor tersebut.
    Yang sering dijumpai adalah bahasan yang mendalam dari masing2 komponen tersebut, sedangkan ketahanan menjadi hal yang tersirat. Betul tdk pak?
    Forum ini menarik bagi saya yang sedang meneliti mengenai hal itu. Jika bapak tidak keberatan saya ingin diskusi mengenai hal tersebut. email saya [email protected]. Sekalian mohon dikirimkan peta bahaya tsunaminya pak.
    Terima kasih.

    ajiekdarminto

  6. Kalau boleh menyarankan, mbok dicoba membandingkan antara :
    – jogja timur (yg baru saja mengalami gempa)
    – jogja barat yang tahun 1943 mengalami gempa sangat kuat (mungkin lupa2 ingat)
    – jogja selatan, yg rawan tsunami
    – jogja utara (yg rawan merapi)
    – kalau perlu kodya(persiapan, membantu)
    Kalau terlalu berat dpt dibagi dua atau tiga mhs.

    Mengenai peta kerusakan detil bisa diperoleh di biro informasi diy yg kantornya di dekat THR itu.
    Saya tahu persis disana ada basis data GIS

    Gut lak

  7. assalamualaikum pak rovick…
    perkenalkan, saya mahasiswa S-1 Perencanaan Wilayah dan Kota UGM (angk ), saat ini sedang (berusaha) menyusun skripsi.
    saya ingin mengangkat topik “persepsi masyarakat di daerah rawan gempa’, dengan sasaran lokasi di daerah Bantul dan sekitarnya.
    studi ini akan mengangkat bagaimana masyarakat memandang ruang “rawan’ yang ditinggalinya, sadarkah masyarakat akan “kerawanan” tersebut, lalu bagaimana mereka merespons “kerawanan”nya.
    rencananya saya akan fokus ke beberapa (maksimal 3) dusun/kampung/kelompok permukiman saja. saya menduga/berharap nantinya akan ada perbedaan persepsi antara daerah yang satu dengan yang lainnya. dari sini akan bisa dilihat perbandingannya, lalu ditelusuri faktor-faktor utama yang mnimbulkan perbedaan persepsi tersebut (sosialkah, budayakah, dsb) dengan memakai metode statistik (kuisioner)
    cuma masalahnya, saya mengalami kesulitan dalam menentukan daerah penelitin yang benar-benar menarik.
    saya belum memperoleh peta kerawanan gempa dengan mikrozonasi yang oke 🙂
    penelitian ini saya maksudkn untuk mengetahui citra/image suatu daerah, dengan mempertimbangkan persepsi penghuninya sebagai tolok ukur yang utama, selanjutnya diharapkan akan berguna dalam program desain tata ruang dan perencanaan pembangunan yang partisipatoris.
    pertanyaan saya;
    menurut bapak, menarik dan pentingkah penelitian saya ini? (agak kurang pe-de nih)
    bisakah mohon bantuan bapak untuk mendapatkan peta kerawanan bencana gempa untuk daerah Bantul dan sekitarnya?
    atau, apakah bapak memiliki bayangan, daerah mana yang menarik untuk saya teliti?
    mohon maaf, di perkenalan pertama saya sudah memberondong dengan permintaan2 yang (mungkin) merepotkan 🙂
    terima kasih ya pak..
    salam hormat

  8. Dear Nofe,
    Kalau soal penelitian bencana ya tentunya buanyak sekali ta …
    Di jogja ada gempa ada merapi yang bisa dipakai sebagai sumber inspirasi thesis. Coba saja dampak dari aspek sosialnya. Budaya jawa kan budaya tinggi, apakah mereka sudah belajar selama ini ?
    Saya yakin sudah hanya mungkin tidak terlihat atau tercecer catatannya.

  9. Mas Tolong kita lagi cari ide penelitian maslah bencana (buat thesis), kita lg tugas belajar di UGM, maklum kan mas, kita biasanya di dunia kerja yang rutin,sekarang ada di lingkungan akademis, jujur aja kita kesulitan cari topik apa yang ada kaitan dengan bencana buat thesis nanti
    Mohon juga mas..bila nanti ada informasi dilengkapi juga dengan ketersediaan data yang lengkap

  10. apa kawasan kotagede bs terkena terjangan tsunami bila terjadi gempa sedahsyat aceh dilaut selatan jogjakarta,mhn penjelasan… trims

  11. apa kwawasan kotagede bs terkena terjangan tsunami bila terjadi gempa sedahsyat aceh dilaut selatan jogjakarta,mhn penjelasan… trims

  12. Mas Rovi, matur nuwun sanget sampun paring pamriksa ingkang sak langkung sae sanget tumrap kawula sedaya.Mbok bilih wonten wekdal saestu kulo kepengin ngangsu kawruh ingkang langkung kathah kaliyan mas Rovi.
    Sepindah malih matur nuwun Mas.

  13. Om Rovicky, aku punya rumah di wilayah Panggungharjo hancur roboh tidak ada yang utuh lagi tapi rumahku di wilayah Tamantirto (daerah Kasongan naik) dekat perumahan Karang Jati kok tidak apa-apa ya, kalo boleh aku dikirimi juga

  14. Mohon tanya…., mungkin ngga, suatu saat patahan tsb bertemu ujung bawah dan atas yg satunya? jk terjadi, akan terjadi tsunami kearah sebaliknya dari Jogja dgn kekuatan ratusan kali lipat? (seperti 2 balok bertemu dan menggeser sedikit demi sedikit, karena tekanan hingga sampai ujungya dan menyimpan energy berkali lipat enegi menggeser?

  15. Mas, kira2 kl ada gempa lagi dijogja pengaruhnya terhadap merapi besar ga ya??? Tolong kirim rinciannya ke email saya, kl ga ngerepotin…matur nuwun…

  16. mas mbok yao aku dikirimi juga, tulisane ora cetho. je. walaupun kawsan Kec Wirobrajan, 40an aman tapi penasaran juga. ok tq sebelumnya

  17. pak minta peta kawasan bahaya tsunami DIY, buat cari lokasi yg aman untuk ngungsi kalo benar2 terjadi tsunami di DIY. Terima kasih sebelumnya.

  18. Terimakasih Pak Rovicky yang memenuhi permohonan saya untuk penjelasan lebih lanjut tentang tsunami.

    Saya sudah kembali dari Bali, dan baru saja di Bali ada gempa meskipun tidak sebesar di Jogja dan Pangandaran.

    Betul kata teman-teman yang tidak bisa di-download lengkap. Bila ada waktu, tolong (lagi 🙂 ) kirim saya image diatas supaya saya bisa print dan berikan kepada teman-teman di Jogja. Alamat e-mail saya juga sudah ada lho.

    Maturnuwun lagi…

    Salam,
    Anna

  19. Pak Rovicky, saya juga wong Jogja yang awam dan juga agak bingung dengan megathrust ini, sebetulnya apa akibat yang bisa ditimbulkannya, dan sampai berapa besar atau seberapa parah kerusakkan yang bisa ditimbulkan? maturnuwun

  20. thrust = patahan naik.
    Selama ini tidak ada patahan naik disekitar Jogja. Jadi jangan takut ada mega thrust di Jogja. Coba tengok peta geologi daerah Jogja.

    Trust ada di subduction zone di Samodra Indonesia di selatan Jogja. Ini memang sudah sejak dulu berupa thrust atau patahan naik. Arah sesarnya barat-timur dimana sisi utara bagian yg naik, sisi selatan yg turun.

  21. Pak mohon penjelasan tentang “megathrust” itu sendiri. Soalnya saya wong awam dan ndak paham ilmu geologi. Tapi penjelasan bapak di blog sangat menolong.
    Maturnuwun lho pak

  22. wah pak….
    saya di umbulharjo nih…apa bener akan ada megathrust ?
    kampung saya termasuk kategori kota yogyakarta yg parah.
    klo peta rawan tsunami dah ambil dr situs, tp entah lupa namanya. tp yg rawan gempa bisa tau alamat webnya ?

    wassalam
    Danu Primanto

  23. Pak Rovicky Yth,
    Saya dr jogja, peta kawasan bahaya tsunaminya kok ngga bisa diunduh lengkap ya? padahal sebenarnya saya pengen nunjukin peta ini ke temen2, biar pada ngga panik banget kayak 27 Mei lalu sampai orang2 yang ada di daerah yg sdh berada di >100m dpl pun ikutan panik berlari ke utara.

Leave a Reply