6.0 SR di Ujung Kulon

5

selat-sunda-6-sr.jpgBaru saja aku aku selesei menulis satu tulisan sebelum ini tentang perlunya kewaspadaan, tiba=tiba ada sms dari temen di Jakarta cerita ada gempa. Duh !

Dengan melihat perilakunya gempa ini SANGAT BERPOTENSI MENGGENERASI TSUNAMI !

Memang waspada itu sulit dimilki tanpa pengalaman. Pengalaman menjadikan proses belajar menjadi lebih masuk dan permanen. Mari kita perhatikan apa yg nanti akan terbaca di koran apa yg ada dalam berita, perhatikan perilaku masyarakat, perilaku pemerintah, perilaku ahli geoscience, perilaku politisi, peramal dll. nanti bisa kita tahu bagaimana persiapan kita semua.

Belajar dari pengalaman diajarkan sejak dahulu. Namun dalam proses belajar yg lebih cerdik adalah belajar dari orang lain. Kita tidak perlu mengalaminya. Bisa saja belajar dari sejarah, belajar dari tempat lain dari orang lain.

Nah belajarlah dari rentetan kejadian-kejadian gempa yg barusaja terjadi ini. Pelajari saja, ingat-ingat dan satu lagi yang penting DICATET ! untuk generasi mendatang

CATEEET !!

5 COMMENTS

  1. Mungkin gak usah di ralat ya pak, hanya di infokan bahwa tidak terjadi gempa karena setelah didapat info lebih lanjut ternyata “inak-inuk” de el el.. de el el..

  2. Ya sepertinya ngga ada yg protes dengan RALAT BMG ini.
    Namun kealpaan Pak Kus di Pangandaran mengundang protes berkepanjangan. Walopun sebenenrnya bukan pak kus pula yg pegang kendali utk wearly warning.
    Itung2 skalian “tsunami drill” latihan menghadapi tsunami.

  3. Benar apa yg di comment oleh Pak Rovicky, tapi itu lebih baik drpd telat namanya juga “early warning” ya harus lebih early drpd bencananya. Tolong di dukung niat baik dan dedikasi rekan” BMG untuk menghindari kita dari bencana. Cobalah belajar dari pengalaman” yg sudah, karena pengalaman orang lain adalah guru yang paling murah buat diri kita. Pak Rovicky keep writing ya…thanks

  4. BMG Meralat bahwa tidak ada tsunami (berita metro TV 19/07/2006 23:45). Mnurutku BMG sudah tepat memberikan “tsunami warning” segera setelah gempa yg cukup signifikan. Walaupun beberapa jam kemudian diikuti pemberitahuan ralatnya setelah terbukti tidak ada tsunami. Ada konsekuensi logis pada setiap pemberitahuan bahaya :

    – Kalau bener selalu dianggap telat !
    – Kalau salah dimaki-maki !
    Smoga kawan-kawan BMG “tabah” menghadapinya, ini konsekuensi logis dari setiap “early warning“.

    RDP

Leave a Reply