Peliknya arus BBM di Indonesia

15

fuel_pump.gifMenyediakan BBM buat masyarakat yg dilakukan pemerintah cq Pertamina serta partner-partner baru yg baru saja masuk Indonesia (Shell, Petronas dll) menarik utk dilihat. Banyak yg memiliki kepentingan dengan BBM ini. Masyarakat tentunya ingin agar BBM itu murah (walopun saya lebih cenderung menyatakan “terjangkau”) dimanapun mereka berada. Pengusaha menginginkan harga bersaing serta ketersediaan BBM secara kontinyu. Dipihak lain pemerintah mengingkan pertamina menjadi sumber penghasilan serta sebagai stabilisator harga minyak diseluruh teritorial negara . Sangat jelas bahwa menyediakan BBM murah (terjangkau) bukan hal yg mudah tentusaja. Beberapa kedalanya utama antara lain harga minyak dunia yang tidak selalu stabil bahkan cenderung naik, sumber minyak dalam negeri yg cenderung menurun akhir-akhir ini, keterpurukan ekonomi Indonesia yg sedang menuju peneymbuhan, serta kondisi kondisi alam Indonesia yang geografis terdiri atas beribu pulau. kerumitan serta keunikan ini menjadikan distribusi BBM menjadi sangat rawan terhadap penyelewengan yg mudah dimanfaatkan pula untuk menganggu stabilitas poleksosbud dalam negeri.

klik memperbesar gambarDarimana saja BBM itu berasal ?
Gambar ini menunjukkan kondisi tahun 2005, Digambar ini terihat bagaimana minyak mentah yg sebagian diperoleh dari dalam negeri dan sebagian lain diperoleh dari impor, ya dari impor. Sebenarnya sudah sejak lama Indoensia ini mengimpor minyak untuk diproses di kilang-kilang dalam negeri. Hal ini karena kualitas minyak yg dapat diproses di kilang dalam negeri membutuhkan kualitas minyak-minyak yg ada dalam minyak import. Selain itu juga ketika dibangunnya kilang-kilang ini disesuaikan dengan harga dimana harga minyak saat itu lebih menguntungkan seandainya Indonesia mengimpor minyak.

slide2.jpgDistribusi dari BBM ini dikontrol oleh Pertamina hilir seperti dalam gambar ini.
Pola distribusi BBM ini tentunya tidak mudah, karena ada tugas-tugas dan kendala yg harus dipenuhi yaitu harga BBM harus “seragam”. Bagaimana harus seragam kalau lokasi-lokasinya sendiri tidak sama jaraknya dari lokasi pengilangan ? Disinilah akhirnya dilakukan subsidi-subsidi silang antar satu lokasi dengan lokasi yang lain, antar satu jenis BBM dengan jenis BBM yang lain. Sebagai tugas pemerintah tentunya harus mampu menyediakan BBM untuk rakyatnya dimanapun mereka berada dari ujung Merauke sampai Meulaboh.

slide3.jpgNah, setelah dengan kendala harus ada kesetaraan harga serta adanya harga minyak yg berbeda-beda di pasaran dunia, juga kondisi geografis yang tidak seua darat dan juga tidak semua harus melalui laut maka distribusi BBM menjadi lebih rumit lagi.
Gambar ini hanya menunjukkan untuk salah satu lokasi di Kalimantan dan sekitarnya, dimana BBM berasal dari kilang di Balikpapan.

Kitapun tahu yg disebut dengan BBM tidak hanya minyak tanah, tidak hanya bensin premium namun juga ada diesel, avtur (kebutuhan pesawat) dan lainnya.

Tentunya tidak semua jenis BBM ini di sebarkan atau didistribusikan ke seluruh nusantara.slide5.jpg Tergantung dari kebutuhan lokal. Selain kebutuhan transportasi, juga kebutuhan industri serta kebutuhan energi. Sebagai informasi kebutuhan listrik di Indonesia ini masih didominasi degan pembangkit listrik dengan BBM.
Penyediaan BBM memang bukan hal sepele, BBM merupakan tulang punggung negara karena sebagai energi disitulah letak dasar strategis pembangunan, kekuatan serta dengan tolok ukurnya produktifitas Indonesia.

klik utk memperbesar gambarPenyediaan BBM untuk masayarakat ini memang bukan tugas mudah bagi Pertamina Juga bukan berarti pertamina boleh meminta fasilitas segalanya, karena disisi lain Pertamina dituntut kemandirian untuk menjadi Perusahaan Terbatas (PT) yg orientasinya ke profit. Dualisme kebutuhan “profit serta pelayanan”, juga dualisme “kemandirian dan kontrol pemerintah” menjadikan Pertamina sering menjadi bahan bulan-bulanan diantara masyarakat yg mendambakan pelayanan, Industri yg membutuhkan energi, juga pemerintah yg mendambakan sebagai sumber penghasilan negara.

Pemerintah saat ini sudah mulai membuka investor-investor asing untuk penyediaan BBM untuk masyarakat. Langkah terobosan inipun tidak kalah sengitnya mengundang pro-kontra. Siapa yg nantinya yg berkepentingan mempersiapkan, menyediakan, serta mengontrol suply BBM untuk masyarakat ?

15 COMMENTS

  1. mas rovicky,,
    saya ingin tanya, bagaimana sebenarnya rangkaian distribusi BBM di Indonesia? pihak mana saja yang terlibat? (misal, Pertamina-Terminal/depot-SPBU).
    Mohon dijawab, mas..
    matur nuwun sanget..

  2. pakdhe, sbenernya gmn sih daerah persebaran minyak bumi di indonesia?dmn aja gt Maksudnya?katanya indonesia pny SDA yg berlimpah kok ngga bisa memanfaatkan….

  3. kalaupun harga BBM dinaikan ya Pemerintah seharusnya juga menambahkan kesejahteraan rakyat,jangan cuma menambah penderitaan rakyat,presiden itu dipikih rakyat karn presiden itu dipercaya rakyat untuk menuntaskan kemiskinan dan penderitaan rakyat,………

  4. Mas Bob,
    Lah mbok iya yang mana yang anda ingin data relevan. Kasih tahu ke sini, nanti aku beritahukan database saya dan saya sebutkan sumbernya, nanti anda tinggal ini datanya dah bener apa masih salah.
    Ingat aku sitir lagi tanggal data itu :
    “Gambar ini menunjukkan kondisi tahun 2005,…” Nah kalau anda puny ayang baru silahkan donk dibagi ke saya untuk dipakai sebagai pembelajaran.

  5. Mas Rovicky,
    Hati-hati dalam membuat tulisan/isue yang mengundang komentar masyarakat umum yang belum menyelami industri migas. Tulisan anda umumnya tanpa data yang relevan dan hanya dilandasi tafsiran/kecurigaan saja (ingat bisnis migas bukan sekadar interpretasi geologi saja). Hati-hati Mas, jangan sampai sampeyan menjadi pengkhianat bangsa karena menyebarkan informasi yang menyesatkan. Kasihan rakyat yang seharusnya memperoleh ‘enlightment’ malah anda jerumuskan.

  6. kurang lengkap isinya.
    kasih dong yang produsi, distribusi,sama konsumsi dalam keluarga.
    yang lengkap makanya!
    dasar,!!
    πŸ™

  7. Pak, gambar arus penyediaan bbm apakah setiap tahunnya sama seperti itu, atau tiap tahun flownya beda2. Itu sumbernya dari mana ya pak?

    Terima kasih atas penjelasannya

    Indra

  8. Pak Dhe, saya punya pemikiran, kenapa kita harus import minyak dan subsidi minyak di dalam negri? utk mendapatkan selisih keuntungan dari hasil expor? Bukankah sebaiknya kita explore saja minyak bumi kita besar-besaran shg tidak perlu import minyak dan tidak perlu subsidi. Ini jauh akan membuat kita sbg negara kaya, karena bisa merupakan penghasil minyak terbesar.
    Saya denger alasan katanya kita ketakutan thd minyak kita yg akan cepet habis? Kok bisa ya? Jangan-jangan ini adalah strategi pihak asing agar kita tetap impor minyak dan pejabat berwenang dapat fee dari para eksportir akibat kita beli minyak dari negara lain.

    Menurut saya banyak keuntungan dari explore minyak besar2an ini al;
    1. Kita tidak perlu mengeluarkan uang utk impor dan subsidi minyak dalam negri, dan uang itu bisa kita gunakan utk riset alih energi ketika minyak kita bener2 habis, misalnya riset tenaga nuklir yg sudah jelas lebih banyak menghasilkan energi .
    2. Kita bahkan bisa tetap exspor minyak utk menghasilkan devisa kita, untuk menjalankan roda perekonomian kita.
    3. Sungguh sayang buat generasi kita, skrg ini kita hanya menikmati kualitas BBM yg mutunya rendah berasal dari minyak impor, sedangkan BBM kita dgn kualitas bagus malah di exspor ke luar negri. In merujuk pada kualitas kesehatan kita yg menghirup BBM dgn kualitas minyak impor yg rendah.
    Kalau misalnya kita kewalahan dalam explorasi, pertamina bisa dgn mudah melakukan outsourcing pd pihak asing utk explorasi dan pengolahan minyak. Gimana menurut Pak dhe mengenai hal ini. Thanks.

  9. sebenernya, harga yg sama dan subsidi silang itu malah bikin repot ya pak? dan kalau diitung2 lebih detail lagi, kayaknya malah nggak menguntungkan dan rumit banget.

Leave a Reply