Segalanya menjadi wajar ketika sains menjelaskan

37

Gempa yg terjadi disebut sebagai disaster yg asli katanya berasa dari “dis” dan “star”

quote from www.webster.com
Main Entry: di·sas·ter
Pronunciation: di-'zas-t&r, -'sas-
Function: noun
Etymology: Middle French & Old Italian; Middle French desastre, from Old Italian disastro, from dis- (from L) + astro star, from Latin astrum — more at
1 : a sudden calamitous event bringing great damage, loss, or destruction; broadly :
2 obsolete : an unfavorable aspect of a planet or star a sudden or great misfortune or failure

Secara harfiah artinya bisa lebih mudah dimengerti bahwa bencana dikenal sebagai akibat bintang jatuh. Ya kejatuhan bintang sejak dulu dikenal sebagai penyebab malapetaka. Ya, sejak jaman kuno bintang jatuh dianggap sumber terhadap bencana (malapetaka).

Kita tahu bahwa bintang jatuh juga memiliki (musim) waktu-waktu tertentu, sehingga dikenal hujan meteor. Bumipun juga pernah mengalami kejatuhan meteor. Bahkan kejatuhan meteor ini dianggap sebagai biang kerok punahnya DinoSaurus. Kalau anda mengamati bulan, maka terlihat banyak sekali lubang-lubang hantaman meteor ini. Namun kita tidak menganggap bintang jatuh dibulan ini sebagai petaka. Kitapun tidak menganggap jatuhnya meteor di bumi yg mempunahkan dinosaurus sebagai petaka.
Mengapa ? Lah karena ndak ada manusia disana wektu itu.

Hal yang sama sebenernya dengan gempa. Gempa itu terjadi berkali-kali di bumi ini. Bahkan jutaan kali sejak terbentuknya bumi. Dan bahkan tercatat paling tidak 5 kali gempa berkekuatan diatas 5 SR dibumi ini setiap hari ! … ya 5 kali gempa diatas 5 SR setiap hari !

Coba tegngok di websitenya USGS … Atau tengok juga dalam peta dibawah ini yg memperlihatkan gempa diatas 2.5 SR yg terjadi sepekan kemarin berjumlah 243 kali terjadi. Ya, bayangkan bumi ini bergetar-getar sejak dulu.


Apakah yg terjadi di Jogja itu langka ?

Ya hanya karena ada manusia di atas tanah Bantul itu saja lah kita menganggap bahwa gempa adalah sebuah bencana. Padahal gempa adalah sebuah kejadian alam baisa saja.
Jadi kalau kejadian gempa jangan terburu-buru menunuh Tuhan murka, alam menghukum manusia, atau mereka meninggalkan tuhannya dan dipanggil kembali.

Memang dahulu manusia tidak tahu bagaimana gempa itu terjadi. Baru limapuluh tahun yang lalu teori gerakan lempeng tektonik diketahui manusia. Ya, baru limapuluhtahun yang lalu !. Masih baru-baru ini saja gempa diketahui bagaimana kemungkinan terjadinya, karena tektonik dan volkanik.

Dan manusia masih terus mencoba mengenalinya. Menelitinya, berkenalan dengan alam lingkungannya.

Seratus tahun lalu Presiden Amrikpun tidak tahu !

Seratus tahun yang lalu, masih wajar kalau banyak yg menyatakan bahwa gempa itu akibat Tuhan marah dengan manusia. Menganggap bahwa gempa adalah sebuah hukuman, menganggap gempa sebuah ujian atau teguran dan sebagainya hanyalah karena manusia tidak bersedia menerima segala kejadian alam ini menimpanya.

Hujan juga terjadi setiap hari sebagaimana gempa, sejak dahulu juga … tetapi mengapa hujan dianggap karunia dan gempa sebagai bencana ?

Kenalilah gempa sebagai fenomena dan kejadian alam biasa … kenalilah dia, selidiki dia, bertanyalah dengan alam, bacalah dalam catatan alamnya yang berupa runtuhan-runtuhan akibat proses kegempaan, kenalilah rekamannya dalam catatan pohon, dalam koral … Kenalilah perilakunya, dimana saja gempa ini berada ….. sehingga kita hidup damai bersamanya …

Salam.

37 COMMENTS

  1. Semoga dengan adanya artikel semacam ini, manusia lebih bisa menggali dan memahami partikel2 alam semesta ciptaan Allah, dan tak hanya menyalahkanNya jika terjadi bencana tp hrs instropeksi diri yang telah dilakukan tangan2 manusia…:-)

  2. Seratus tahun yang lalu, masih wajar kalau banyak yg menyatakan bahwa gempa itu akibat Tuhan marah dengan manusia. Menganggap bahwa gempa adalah sebuah hukuman, menganggap gempa sebuah ujian atau teguran dan sebagainya hanyalah karena manusia tidak bersedia menerima segala kejadian alam ini menimpanya.Kenalilah gempa sebagai fenomena dan kejadian alam biasa … kenalilah dia, selidiki dia, bertanyalah dengan alam, bacalah dalam catatan alamnya yang berupa runtuhan-runtuhan akibat proses kegempaan, kenalilah rekamannya dalam catatan pohon, dalam koral … Kenalilah perilakunya, dimana saja gempa ini berada ….. sehingga kita hidup damai bersamanya …

    Tidak semua kejadian mas utarakan dapat diprediksi oleh saint yg katanya teori terjadinya gempa sudah ditemukan 50 tahun yg lalu atau gempa sebagai prosesi alam yang biasa tanpa ada campur tangan dari sang pencipta, bahkan teori prediksi gempa tektonik dan vulkanik justru kalah akurat dengan prediksi dari mbah Marijan selaku kuncen dari gunung merapi yang menolak dengan tegas untuk dievakuasi lantaran gunung merapi akan meletus dan ternyata sikap mbah marijan yg berani mengambil resiko dan menantang bahwa tidak ada gunung yg akan meletus karena belum ada wangsit yg dikirim kepada beliau adalah bukti bahwa saint bukanlah patokan pasti dalam prediksi bencana.

  3. As w w
    Mas Vicki, saya mathuk dengan sampeyan bahwa gempa dan segala macam fenomena alam sebetulnya adalah sesuatu yg wajar. Itu semua dalam rangka bumi menuju ke titik setimbangan alam. Lha bencana atau anugrah itu semata tergantung kpd siapa yg menerima dan apa akibat yg dirasakan. Air hujan kalo tidak berlebihan kita sebut anugrah, sedang kalo kebanyakan hujan kita nganggap bencana. Bahkan ketidak adaan hujan dlm wkt yg lamapun kita anggap bencana.
    Gempa bumi dengan kerusakan alam yg super hebatpun rasanya tdk dianggap bencana kita disitu tdk ada orang dan kerugian material bagi manusia.
    Artinya, sebetulnya bencana itu adalah “bahasa expectasi manusia” semata. Karena itu semua sunatullah, kita sebagai manusia tinggal terima saja. Cara pandangnya yg disesuaikan saja. Dlm rangka keimanan dan introspeksi, boleh saja kita menganggap itu bencana sebagai teguran agar kita tdk lebih banyak berbuat dosa. Bisa juga kita anggap sbg ujian, agar kita menjadi org yg lebih pandai untuk bersyukur, dan bertaqwa.

  4. yups setuju kalo Al Quran adalah “blue print” dari semua ciptaan Allah.mungkin semua kejadian (baca: gempa dan bencana lainnya) yang akan terjadi pada masa mendatang dapat diprediksi dengan membedah isi dari Al-Quran, tidak hanya dengan pendekatan sains saja.
    semua kejadian merupakan pengingat kita pada Sang Pencipta, bahwa ada yang lebih berkuasa dari manusia.
    terkadang kita tidak menyadari bahwa semua yang terjadi di alam semesta ini telah terencana, hanya kita tidak menyadarinya. Kita akan sadar setelah terjadi…cheers

  5. berita di SCTV tanggal 02 september 2009 dijelaskan dengan gambar ramalan dari BMG tentang titik gempa yang sudah terjadi. Kemungkinan (kata SCTV) di lampung. Kira2 bisa dapat gambar yang di SCTV nggak. Coba masuk ke SCTV untuk nyari peta tsb ndak ketemu. Thanks

  6. ass…
    ya saya sepakat bahwa kalo Tuhan disangka murka terus-menerus ntar malah murka beneran lagi. Ya saya seneng baca artikel ini. Bagus,dan jadi bisa tambah mengenali lingkungan. P.Jawa memang penuh fenomena alam yang kita sendiri ndak bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutny

  7. Sebenarnya Al Quran telah memaparkan tentang alam jagad ini karena Al Quran adalah “blue print” dari semua ciptaan Allah. Satu hal yang bisa dibuktikan : 1) Jumlah lapisan bumi di litosfer adalah 30 lapisan. Ini sesuai dengan jumlah Juz Al Quran. 2) Jumlah lempeng bumi adalah 20 lempeng. Ini sesuai dengan surat-surat di Quran yang terpecah di antara 2 juz berdekatan. Insya Allah kami sedang mengupayakan untuk meminimalisasi hasil negatif dari pergerakan lempeng & lapisan bumi tersebut. Media yang kami gunakan adalah dengan menggunakan pola-pola bacaan dari Al Quran …. murni 100%. Mohon doa dari rekan-rekan semua agar usaha kami memberikan manfaat yang maksimal. Dan Insya Allah kami sedang mengupayakan untuk memperbaiki lapisan ozon yang sudah sakit, serta juga mengupayakan untuk meredam penyebaran & perkembangan virus yang telah, sedang dan akan berdampak negatif bagi alam semesta. Wassalam.

  8. ya, fenomena alam adalah sunatullah dan azab atau peringatan Allah itu melalui kejadian alam yang akan sangat menguji manusia bagaimana menyikapi ilmu pengetahuan yang harus di dukung dengan Ilmu Agama yang akan menjadikan suatu pengetahuan yang ilmiah dan berdasar akan keimanan. Semoga kita selalu ingat dengan kebesaran Allah dengan segala kuasanya…

  9. berbicara soal korelasi antara Bencana dengan Tuhan,menurut saya jawabannya sangat terkait.
    1. Fenomena alam (mis:gempa) merupakan sunatullah.
    2. Tuhan bukan Dewa dalam mitologi Yunani, yang bila marah menghukum seperti “manusia”. Mungkin bencana alam adalah hukuman dari Tuhan, melalui mekanisme alami. Wallahu alam.

  10. pak dhe,, mau tanya..
    patahn yang menimbulkan gempa
    apa gempa yang menyebabkan terjadinya patahan,
    apa itu sama aja dengan duluan ayam atau telor ya,trims

  11. Mas Subekti yang baik,

    Sains ini menjelaskannya dengan jalan “thimik-thimik”, sangat perlahan-lahan. Dan buanyak sekali gejala-gejala alam yang masih belum bisa dijelaskan dengan sains. Namun saya yakin suatu saat nantinya sains akan menjelaskannya. Ntah kapan, bisa jadi sepuluh, seratus atau bahkan seribu tahun lagi.

    Gempa 50 tahun lalupun belum diketahui karena tektonik, lah wong teori tektonik juga baru 50 tahun lalu juga kok. Jadi 75 tahun yang lalu kalau ada gempa besar, maka orang barat termasuk amrik, jerman, dan jepang menganggapnya gejala alam yang “unknown”.

    Perkembangan manusia sejak sperm hingga fetus juga merupakan misteri yang perlu dikuak satu demi satu, sehingga manusia dapat memanfaatkan pengetahuannya.

    berjalankan kamu dimuka bumi ini sehingga kamu tau bagaimana bumi itu diciptakan … lah kalau cuman diem manthuk2 ya ngga ngerti. Berjalan disini bisa diartikan banyak hal, bisa saja dimaksudkan sebagai pelajarilah, selidikilah atau bahkan jalanilah perjalanan hidupmu …

    waddduh, wis ah .. kok dadi ceramah filsafat 🙂

  12. bagaimana dengan terciptanya manusia sendiri? dari satu sperma diantara berjuta2 hanya satu yg lolos,kemudian berkmbang jadi fetus, dan jadilah bayi . kalau memang sains bisa buktikan ,kenapa human clonning tidak bisa bertahan lama dan berkembang seperti layaknya manusia. thanks

  13. Ya… sains telah membawa kita kepada pemahaman tentang alam semesta, termasuk bumi yang kita huni ini. Mulai dari teori penciptaan alam semesta (big bang), pembentukan bima sakti, sistem tata surya, pembentukan planet-planet yang berasal dari gas termasuk bumi kita ini. Termasuk terciptanya hukum alam (fisika, kimia dan matematika).

    Saya setuju dengan pendapat sdr HANNY “bahwa karunia dan bencana hanya ada dalam alam pemikiran kita”. Kita merasa suatu “kejadian” adalah bencana karena “kejadian” itu merugikan kita manusia. Coba tanyakan bumi ini, apakah itu gempa bumi itu bencana. Tentu bumi akan berkata bahwa itu bukan bencana, tetapi hanya pergerakan kulitku akibat rotasiku di atas magma cair yang berada di bawah kulitku sesuai dengan hukum alam.

    Apakah bencana paling dahsyat yang pernah terjadi terhadap bumi ini? Sains mencoba menjawab, sekitar 1 milyar tahun yang lalu bumi ini pernah dihujani meteor yang telah memusnahkan kehidupan Dinosaurus. Tentu bumi sangat menderita saat itu. Tetapi kalau kita tanyakan kepada sistem tata surya dan bima sakti kita, dia akan menjawab bahwa itu bukan bencana. Itu akibat proses pembentukan sistem tata surya belum final, masih ada sisa-sisa batuan angkasa yang menghujam ke planet-planet akibat gravitasi (hukum alam).

    Menurut sains apakah bencana yang akan memusnahkan bumi dan sistem tata surya kita untuk selama-lamanya? Yaitu:
    Pertama, matinya matahari yang akan meledak dan menjadi monster BLACKHOLE alias lubang hitam. Kedua, lewatnya BLACKHOLE alias lubang hitam melintasi “dekat” sistem tata surya kita akan menyedot habis matahari kita beserta jajaran planet-planetnya termasuk bumi kita dan segala isinya.

    Jadi intinya adalah kembali kepada definisi bencana itu yang berpusat pada “kepentingan manusia”. Seperti di jaman Galileo Galilei yang sempat dihukum oleh Paus selaku pemimpin agama dan hukum di Roma, yang membantah bahwa manusia adalah pusat dari alam semesta ini.

    Jangan lupa Tuhan juga mengajarkan kita untuk terus belajar, belajar dan belajar dengan segala kerendahan hati kita.

    Salam

  14. Jika anda percaya bahwa isi alquran adalah benar, maka telah jelas tertulis bahwa sebagian dari kaum nabi-nabi jaman dulu dimusnakan dengan ditimpakan bencana alam (letusan gunung, bajir dll.)karena kemusrikan mereka. dari ilmu geologi kita tahu bahwa semua hal yang anda sebutkan (misal: gempa) adalah hal yang biasa terjadi seiring proses pembentukan bumi, ada atau tidak ada manusia proses itu juga berlangsung. Tetapi kalo kita percaya sama alquran, jelas tertulis disitu bahwa azab allah ada yang disegerakan ada yang ditunda sampai kiamat nanti dan azab yang disegerakan itu bisa berupa apa yang kita sebut sebagai bencana alam (ingat cerita nabi luth – sodom dan gomorah). menurut saya ada kaitanya antara peristiwa alam (bencana) yang menimpa kita dengan apa yang kita perbuat baik terhadap alam/manusaia ataupun kepada tuhan, hanya saja mungkin kita belum memahami. disinilah kita diminta iqro’.

  15. Jangan-jangan Tuhan marah beneran gara-gara dibilang murka terus-terusan. Wong itu kejadian alam biasa, kok kita yg disuruh belajar (iqra) malah diem saja.

    Aku justru mendengar Tuhan berbisik : “Hayo Vick pelajari itu gempa ! Hayo, kenali apa itu Gunung api !, jangan hanya nyari minyak terus !!.

    rdp

  16. Segala sesuatu diciptakan seimbang kan Pak oleh Tuhan? Tata surya, reotasi, revolusi, dan semua pergerakan planet, semuanya seimbang. Ketika manusia kemudian membangun (merusak) keseimbangnan di muka bumi dengan bangunan2 tinggi, atau yang sjenisnya, karena hukum alam yang menyatakan setimbang tersebut, maka mekanisme yang terjadi tentu adalah alam akan menyesuaikan diri dengan beban yang diterimanya (baca:gempa, longsor, etc.) So, ada baiknya kita juga kembali kepada Tuhan yang telah berfirman 1.”Segala sesuatu diciptakan seimbang”. 2.”Dia menjadikan gunung2 menjulang seperti pasak (penyeimbang)”.

  17. Postingan ini ilmiah, sekaligus indah. Baru kali ini saya terperangah membaca sesuatu yang sangat scientific tapi punya makna poetic. Saya setuju bahwa ‘hidup’ terus berjalan dengan atau tanpa manusia … bahwa karunia dan bencana hanya ada dalam alam pemikiran kita. Jika kita melihat diri sebagai satu kesatuan dengan seisi dunia, kita juga akan memahami bahwa kita selalu menjadi bagian dari karunia atau bencana itu sendiri; seberapapun kecilnya.

  18. Dalam pemahamanku pribadi, kehidupan ini berada dalam ketegangan antara determinitas Ilahi dan kehendak bebas manusia. Sampai dimana batas antara keduanya adalah misteri yang belum terpecahkan oleh filsafat sekalipun. Banyak hal bisa menjadi pelajaran ketika bencana hadir, tapi banyak pertanyaan yang tak terjawab adalah bukti eksistensi Sang Maha yang mengetahui segalanya. Wallahu’alam.

  19. mmm emang ada benernya juga..tapi jgn lupa, bumi ini memang bergerak setiap harinya, tapi g semua gerakannya itu kuat dan terjadi di tempat yang dihuni banyak manusia. Apakah Tuhan marah? Apa ini hukuman? azabkah? tegurankah? ataw ada maksud lainkah? g ada yang tau secara pasti, tapi kalau ada orang yang menganggap seperti itu apakah salah? bukankah justru itu akan mengingatkan orang2 yang menganggap demikian untuk senantiasa berbuat baik? 1 hal yang mungkin perlu diingat adalah bahwa Tuhan mempunyai berbagai macam cara untuk menegur umatnya, tapi masalahnya, manusia itu terlalu lemah untuk mengetahui sebuah kepastian. So, sepanjang itu akan mengarahkan kepada sebuah kebaikan, why not? n_n

Leave a Reply