Antisipasi itu bukanlah sebuah ramalan

4

Begitu banyak informasi yg mungkin mengakibatkan salah pengertian. Salah satunya adalah pengertian ramalan, antisipasi, earlywarning (peringatan dini) dan istilah kebencanaan yang lain yg berasal dari beberapa tulisan yg ditulis oleh para ahli kebumian.

Hampir semua ahli kebencanaan alam (gempa, tanah longsor, banjir dll) sering menggunakan antisipasi akan datangnya sebuah kejadian bencana, banyak yg menyebutkan juga istilah gempa 100 tahunan, gempa 50 tahunan, atau 250 tahunan, berikutnya nanti gempa bulanan dan harian Hal ini juga berlaku bagi banjir 50 tahunan, 100 tahunan dsb.

Apa iya kalau sudah terjadi kejadian bencana yg disebutkan sebagai bencana 100 tahunan, maka kejadian lainnya yang besarnya sebesar 100 tahunan baru akan terjadi 100 tahun lagi ?
Bukan begitu tentu maksudnya…. karena gejala yg sebesar 100 tahunan bisa saja terjadi dalam kurun waktu kurang dari 100 tahunan …. Salahsatunya seandainya ada sebuah periodisitas yg munculnya lebih lama dari 100 tahunan …. wah bikin mumeth ya ?

Antisipasi itu mempunyai selang waktu juga periodisasinya hanya berdasarkan catatan yg sudah ada saja, baik catatan sejarah maupun catatan di alam. Gempa yang besarnya seperti gempa 100 tahunan bisa saja terulang dalam waktu 10 tahun berikutnya. Hal ini seperti yang terjadi di Chile menurut Pak Danny Hilman Natawijaya peneliti gempa-bumi di Indonesia. Belajar dari zona subduksi di Pacifik (Kamtchaka – Chile), pernah terjadi 7 gempa besar hanya dalam kurun waktu 10 tahun, dari 1955 – 1965.

Nah yg terpenting adalah pengenalan daerah-daerah potensial bencana. Pengenalan daerah-daerah yg memiliki peluang besar mengalami bencana. Kenalilah daerah sekelilingmu. Ketahui potensi bencana apa yg ada disekitarmu. Dan yg lebih penting lagi, kalau terjadi kemana harus menyelamatkan diri.

Jadi jangan tunggu ramalan ya !
Antisipasi itu mengajak kita untuk selalu waspada.

4 COMMENTS

  1. gempa sifatnya periodik, jka di lihat dari gempa dari 100 tahun yang lalu ..di suatu daerah akan terjadi gempa kembali di tahun2 berikutnya..ya dengan pendekatan ilmiah mungkin masih sulit untuk memprediksinya kapan terjadinya, karena berkaitan dengan pergerakan lempeng

  2. Sudah dibilangin gempa belum bisa diramal/diprediksi, masiiiih juga ngomong periodesitas 100 tahunan, sudah jamnya gempa lah. Ngeyel-ngeyel…
    Saya masih ingat, kalau Jonathan Tarigan yang dari Medan itu pernah ngomong kalau dia bisa menghentikan lumpur panas lapindo di Sidoarjo, cuma nggak tahu juga ya?. Apakah yang dia maksud kalau yang sudah ngalir ke sungai. (Sensasional)

  3. Sudah dibilangin gempa belum bisa diramal/diprediksi, masiiiih juga ngomong periodesitas 100 tahunan, sudah jamnya gempa. ngeyel-ngeyel…

  4. Sudah seharusnya bangsa ini mulai berpikir positif dengan selangkah lebih maju, dalam menyikapi berbagai hal utamanya yang berkaitan dengan bencana alam, agar dapat menghadapi berbagai bencana dengan yang semestinya.

    Pemerintah harus segera membuat peta daerah rawan bencana, detail bencana dan juga upaya mengatnisipasi bencana kemudian disosialisasikan ke masyarakat secara intens

    Masyarakat juga harus berusaha untuk mengantisipasi dirinya dan keluarganya dari pemahaman atas sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah agar bila terjadi bencana telah siap untuk menghadapinya, tanpa harus mengemis bantuan dari pihak manapun

    Jangan menjadi masyarakat yang pasif terhadap hal-hal yang sebenarnya penting untuk kehidupan diri, keluarga dan lingkungan, namun aktif untuk hal-hal yang kurang konstruktif seperti demonstrasi yang hanya ikut-ikutan tanpa mengetahui substansinya

    Marilah kita berusaha untuk menjadi masyarakat yang maju dalam cara berfikir, cara mengambil keputusan dan cara bertindaknya.

Leave a Reply