Selamat Hari Kartini – an enlightment day !

1

Selamat Hari Kartini – an enlightment day !

Sering kita dengar bahwa karena kebodohan akhirnya orang kepingin jadi pinter, mereka hanya melihat fenomena Kartini dalam posisi dua kutub saja. Pendekatan “Habis gelap terbitlah terang” ini memang dulu sering dipakai untuk menunjukkan mengapa atau apa motivasi seseorang utk melakukan sesuatu. Perasaan tidak memiliki menjadi keinginan memilki. Karena merasa sangat “negatip” (kurang) maka ada keinginan menjadi “positip”. Ini pendekatan dua kutub + dan –

Namun dalam hal ilmu pengetahuan atau pendidikan kadangkala ada yg melihatnya dengan kacamata berbeda. Nah marilah kita coba renungi apa yg dilakukan Kartini ini dengan cara pandang yang sedikit berbeda.

Dengan menggunakan empat kwadran :.
1. – Tahu bahwa dirinya tahu – ini bener-bener wong pinter
2. – Tahu bahwa dirinya tidak tahu – ini yg menjadikan orang yg rajin blajar
3. – Tidak tahu bahwa dirinya tahu – minder atau rendah diri
4. – Tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu – bodoh

Curiousity atau keingintahuan bukan karena merasa tidak tahu tetapi sebuah perasaan manusia yg “sudah ada dari sono”. Mengapa bukan karena kebodohan ?
Orang bodoh adalah orang yg masuk dalam kwadran 4 “tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu”. Sehingga sulit bagi si kwadran 4 untuk menjadi tahu (sadar).
Lah diberitahu sampai “meniren” ya ndak bakalan tahu.

Perubahan dari satu kwadran ke kwadran yg lain ini diperlukan pencerahan “enlightment”, aku sendiri belum tahu apa yg menjadikan orang bisa mendapatkan “pencerahan”. Seringkali datangnya “ujug-ujug mak pluk !” (disini aku masuk kwadran 2 atau mungkin 4 :).

Enlightment (pencerahan) ini dapat berupa inspirasi

Seperti Newton, yang katanya mendapat ide ketika kejatuhan apel. Peristiwa tak terduga yg akhirnya membawa ke teori gravitasi dan membuaka cakrawala dunia. Hal yang sama dengan Archimedes yg tiba-tiba melonjak keluar dari tempat berendamnya. Peristiwa ini kalau dilihat sepintas sepertinya memalukan, berlari-lari masih dalam keadaan telanjang, namun membuat sebuat teori apungan benda. Apakah mereka-mereka ini duduk diam saja ? Tentu tidak …. keingintahuan yg terus menerus dan berulang inilah yg menimbulkan ide dan inspirasi dan akhirnya bersiklus menjadikan manusia mengerti, sadar akan dirinya (conciousness).

Namun harus hati-hati, tidak jarang manusia ini malah berubah dari kwadran kesatu kembali ke kwadran keempat … karena kesombongan atau ketidak-tahuannya justru akhirnya menjadi “sok tahu” ….

Selamat Hari Kartini
Selamat hari pencerahan menuju kwadran kesatu …. !

RDP
“bagaimana orang lain tahu kalau kamu tahu, kalau kamu ndak pernah memberitahu”

1 COMMENT

Leave a Reply