Malaysiapun juga minder dengan Indonesia

12

Utusan Malaysia Online – Hiburan

Dewa 19 minta jangan dipersalahkan

KEMUNCULAN kumpulan Dewa 19 bersama tujuh lagi artis Indonesia dalam Konsert Pesta Malam Indonesia di Stadium Merdeka, Kuala Lumpur pada 15 April (hari ini) mendapat pertikaian banyak pihak. Pertikaian timbul apabila konsert itu memberi ruang 100 peratus kepada artis dari seberang mengadakan persembahan tanpa sebarang pembabitan artis tempatan. Malah, penganjuran konsert secara besar-besaran itu juga dilihat menganaktirikan artis tempatan selain melebarkan lagi dominasi artis luar dalam pasaran industri muzik tempatan.

(Picture: AHMAD DHANI (tiga dari kiri) bersama Dewa 19 menerima anugerah platinum daripada Pengarah Urusan EMI Music Malaysia, Julius Ng (kanan) di Kuala Lumpur kemarin.)

Banyak sisi dimana Indonesia sangat minder dengan kemajuan Malaysia. Namun ada beberapa sisi juga sebenernya Malaysiapun juga mengagumi Indonesia. Sisi seni dan budaya Indonesia jelas masih jauh diatas Malaysia. Penyanyi, artis, koreografer serta penghasil karya seni Indonesia lainnya jelas masih diatas angin. Masalah yg paling menjadikan Indonesia minder dengan Malaysia adalah ekonomi dan politik.

Keterpurukan ekonomi Indonesia sejak krisi asia di akhir abad 20 telah membuat Indonesia anjok dimata asia. Krisis ekonomi ini berlanjut hingga mempengaruhi kondisi politik serta kondisi sosial rakyat Indonesia. Namun seni dan budaya tidak dengan mudah digeser oleh materi (ekonomi). Artis Indonesia banyak yg menjadi Idola di Malaysia.

Ada satu dialog cukup menarik dalam Akademi Fantasi di Malaysia tahun 2005 lalu. Ketika salah satu peserta ditanya “Siapa artis idola yg paling suka ?”
Dengan cepat dia menjawab, “Saye sukakan Shiela on 7, Dewa, Padi, Gigi, …”
Belum selesei menjawab diteruskan oleh penanya, “Bukan dari dari jiran, from Malaysia ?”
Diapun plegak-pleguk menjawab, ” … mm eee .. … siapa ya ?”

Dan akupun ngakak ngeliatnya. Dan episode ini tidak pernah lagi diulang dalam episode ulangan acara AFI.

12 COMMENTS

  1. Uwwahhaha , akk gag nygka jga iaa negara serumpun bs bgtu . Uukh emunx hebut indonesia ky alam,kaya budaya,kaya seni dan yang penting kaya anak bangsa yang pinter dan cerdas . Saya akan ttp berphak ke indonesia mskii keadaan bgnii . Bwad anag2 malaysia cinta sama suka ama budaya indonesia boleh tp jgn d klaim iaa,mun d klaim dosa gude.

  2. Ada satu dialog cukup menarik dalam Akademi Fantasi di Malaysia tahun 2005 lalu. Ketika salah satu peserta ditanya “Siapa artis idola yg paling suka ?”
    Dengan cepat dia menjawab, “Saye sukakan Shiela on 7, Dewa, Padi, Gigi, …”
    Belum selesei menjawab diteruskan oleh penanya, “Bukan dari dari jiran, from Malaysia ?”
    Diapun plegak-pleguk menjawab, ” … mm eee .. … siapa ya ?”

    Heheheh…. beneran nih, asa teu percaya…. 😀

  3. Wah, memang Indonesia itu kaya
    Alam okay banget…
    Budayanya juga melimpah-ruah…

    Berarti kesenian Indonesia termasuk bisa di-komoditaskan begitu ? Budaya modern kyk band pop saja laku…

    Angklung kita di-klaim, lagu Rasa Sayange juga…
    Ayooo, kita klaim duluan.
    Kita patenkan budaya kita…
    Hehehe

    Nice blog, very resourceful…
    GBU

  4. aduuhhhh aku adi ngantuuk and males denger lagu malays kecuali lagunya thoo phat tuh gue suka, kalo lagu yang lain seperti muzik tahun 80 gitu loooh

  5. waaak ! inul ??? kok ?? speechless hihihi…

    kayaknya aku pernah dengar, pemerintah malaysia akan melarang band2x luar manggung disono. katanya budak sana kurang menghargai musik dalam negeri.

  6. Mudah2an ngagk hanya lewat musik, anakbangsa ini bisa mendapat respek dan admirasi, terutama dari sang tetangga..

    udah saatnya anak bangsa bisa mulai jadi kebanggan dan gnggak hanya jadi jago kandang [melulu] 🙂

    Salam kenal dan salam hangat dari afrika barat, negeri si bau kelek dengan senyum cemerlangnya yang [mungkin] lebih putih dari senyum kita berdua 🙂

Leave a Reply