“Merasakan” balapan bukan menonton balapan F-1

0

Sudah kedua kali ini saya nonton lomba balap Formula-1. Dulu saya hanya menyaksikan “race-day”, namun kali ini saya menyempatkan menonton kualifikasi penentuan posisi di hari sabtu dan “race day” di hari minggu.

Menonton F-1 di sirkuit Sepang ini sepertinya tidak mungkin, yang bisa dilakukan hanyalah merasakan balapan, tapi bukan ikut balapan looh. Bagaimana tidak dengan kendaraan berkecepatan 300Km/jam ini dalam jarak dari tempat duduk ke sirkuit hanya 50 meteran, lah yang mau ditonton apanya coba ?.

Namun berada disekitar sirkuit yg terasa sekali bedanya. Ya, bener-bener “terasa”. Suasana panas terasa pada hari sabtu sewaktu qualification. Suhu udara mencapai 37-38 deg C dan panasnya jalan sirkuit hingga 50 deg C. Pantas saja Schumi van Ferrari langsung minta ganti mesin, sehingga harus turun 10 rank. Padahal sudah menduduki posisi ketiga pada waktu kualifikasi. Namun ternyata pergantian mesin ini tidak banyak menolongnya karena ternyata hari minggu (race day) udara cukup mendung dan suhu udara tidak sepanas hari sabtu. Bahkan kota Kuala Lumpur yang berjarak 50 Km dari sirkuit ini terjadi hujan deras. Tentu saja terlambat untuk tidak mengganti mesin lagi.

Memotret kendaraan melaju kencang dengan kecepatan 300 Km/jam tentulah mengasyikkan. Yang namany amendapat buntut atau hanya ujung atau goyang adalah hal yg biasa. Untunglah tidak menggunakan film celluloid lagi. Namun karena digital ini langsung bisa dibuang kalau yakin hasilnya tidak bagus. Bahkan ternyata banyak yg menarik ketika hal-hal yg tidak disangka muncul di dalam hasil jepretan. Seperti foto disebelah ini.

Sensasi suara mesin Formula-1

Ketika berada ditempat duduk getaran sertasuara mesin-mesin ini bener-bener terasa menggelegar. Tidak mungkin mendengarkan tanpa penutup telinga, bener-bener memekakkan telinga suara mesin Formula. Dan bagi yg belum pernah menonton F-1 maka swara F-1 ini mungkin tidak terbayangkan. Tahun lalu di Sepang didahului dengan pertunjukan Air Show dengan pesawat jet tempur Sukhoi terbarunya TD Malaysia, namun suara jet ini ternyata kalah jauh dengan suara mobil-mobil Formula-1 ini. Unbelievable untuk mendengarkan suara menggelegar ini.

Dan inilah yg harus dirasakan ketika berada di sirkuit balapan Formula-1.

Kalau mau menonton Formula-1 ya dirumah saja, di TV akan lebih asyik, tapi kalau ingin merasakan balapan Formula-1 ya di sirkuit. Dan selalu saja, karena saya tidak berada di dekat garis finish maka ketika balapan usai saya masih tidak tahu hasil akhir balapan, emang siapa sih yang menang ?
Who cares !

Leave a Reply