Hilangnya peradaban

2

Under an 1815 Volcano Eruption, Remains of a ‘Lost Kingdom’ – New York Times

Published: February 28, 2006

Banyak sekali peradaban yg hilang di bumi Indonesia ini. Hilangnya peradaban ini dapat saja disebabkan oleh bencana alam, maupun tragedi penghilangan oleh bangsa lain dalam rangka penjajahan.

Tragedi hilangnya peradaban karena meletusnya Tambora merupakan salah satu bencana alam yg menghapuskan sebuah kerajaan di Sumbawa. Selain Sumbawa dengan Gunung Tambora, di Jawa tengah juga terjadi hilangnya sebuah “kota” akibat meletusnya Gunung Merapi.

Namun yg lebih menyedihkan hilangnya atau terhapusnya peradaban serta kebudayaan dan teknologi dibelakang pembangunan Borobudur dan Prambanan. Kedua candi ini dibangun dengan presisi cukup tinggi. Salah satu yg mengagumkan adalah bentuk candi yg benar-benar bisa segi empat dengan sudut 90 derajat ini cukup ganjil kalau dibangun pada tahun 780. Coba bandingan Gedung apa yg ada di London pada waktu itu ?
Seorang arsitek serta urban planner Jerman sangat mengagumi sistim drainasi Candi Borobudur ini. Mereka sangat kagum dengan metode pengaliran air dari puncak candi ke kaki-kaki dibawahnya … its perfect !

Dengan apa mereka mengukur sudut ini ? Dengan apa mereka merencanakan ini ?
Klenik ?
Sama sekali bukan … mereka menggunakan teknologi ! ….

Ya teknologi ! Terjadinya pergeseran budaya oleh bangsa lain ke Indonesia saja sehingga bangsa Indonesia menjadi anti terhadap teknologinya sendiri dimasa lampau. Banyak sekali yang anti ketika sebuah teknologi maju tersebut disebut sebagai klenik …
itu bukan klenik … itu teknologi bangsa Indonesia yg tergeser budaya lain !

picture courtesy of Paul Riley

2 COMMENTS

  1. inilah, pak rovi.. saya sampe gandrung banget sama yang namanya candi. saya tak mengerti, teknologi macam apa yg dipake untuk memotong batu andesit dengan presisi dan kemotak gitu..

    dari candi kedulan, saya mengetahui, ternyata itu batu dipotong sedemikian rupa menggunakan pola tertentu. semacam rangkaian puzzle, berfungsi saling menguatkan..

    belum lagi struktur bangunannya, tanpa rangka besi dan semen, kok bisa kokoh banget kek gitu. arsitekturnya juga cantik, simetris, dan ukirannya itu begitu halus..

    kebetulan saya sedang mencoba menulis tentang penelusuran saya ke candi-candi lain di Jogja dan sekitarnya selain candi Borobudur dan Prambanan itu.. 😀 itung-itung mengangkat wisata Jogja..

    heheh.. seneng bisa kesasar ke blog njenengan, pak!

    eh, kalo ndak salah, foto itu namanya jaladwara. semacam talang pada candi. talang-talang ini saya jumpai di candi-candi budha (CMMIW), terutama di Candi Sari, Kalasan, dan Banyunibo. 😀

Leave a Reply