Bekerja atau memperkerjakan …

0


On 1/31/06, [email protected] wrote:
>
> Atau mungkin ada baiknya dana Konsorsium KPS ini dibuat sedemikian rupa
> agar si penerima nantinya tidak berujung hanya jadi pekerja dan pekerja
> lagi, tetapi akhirnya menciptakan lapangan kerja…..

Menarik alinea awal tulisan Anprax ini. Menciptakan lapangan kerja dengan beasiswa.

Dari pengamatan selintas (bukan survey nyaintifik tentunya), banyak sekali atau hampir semua pengusaha atau entrepreneur yg berhasi menciptakan lapangan kerja adalah mereka-mereka yg pernah “mengenyam” sebagai pekerja. Paling tidak pernah merasakan sebagai pekerja.

Secara umum (lagi-lagi pengamatan personal saja), paling tidak para pencipta lapangan kerja ini pernah menjadi pekerja selama 5 tahun. Artinya ada proses “sekolah” atau belajar mencari uang yang dimulai dari menjadi pekerja dahulu. Fresh graduate dibenaknya selalu berusaha mencari kerja (hampir smua) sebagai pegawai, karena mungkin belum yakin atau tidak ada keyakinan akan kesuksesan, atau bahkan brangkali
tidak tahu lika-liku mencari keuntungan bisnis yg bukan gaji. Baru kemuadian karena jiwa entrepreneurnya ada dari sononya akhirnya muncul dan menjadi dominan.

Kemunculan jiwa bisnis pengusaha-pengusaha inipun macam-macam alasannya:

– Ada yg karena perusahaannya bangkrut sehingga di PHK, kmuadian berusaha mencari kerja lain ternyata memang susah dan “terpaksa” mencari makan sendiri dimana coba-coba menjalankan bisnis. Banyak yg sukses karena adanya “keterpaksaan” ini.

– Ada juga pengusaha baru yang karena mendapatkan pesangon kemudian mencoba langsung berbisnis dan sukses. Walaupun ada juga yg kembali menjadi pekerja karena secara mental belum siap menjadi pengusaha yg mandiri.

– Namun ada juga yg karena tahu bahwa sebenernya “gaji” yg diperolehnya tidak sepadan atau tidak seperti yg diharapkan, sehingga memicu utk keluar dari pekerjaan dan akhirnya membuat usaha mandiri.

Saya sendiri tidak (belum kuat) memiliki mentalitas bekerja mandiri.
Ntah nantinya, kalau dipepet terus, termasuk dipepetin temen-temen untuk berusaha mandiri. Keinginan untuk mandiri ini selalu “menghantui” saya.

Nah kembali ke diskusi semula, apakah mungkin beasiswa diberikan utk menunjang penciptaan lapangan kerja. Mnurutku sih sulit walopun bukan hal yg tidak mungkin. Peluang selalu saja ada, keberanian mencoba hal baru itu itu yg tidak mudah.

Salam
RDP-

Leave a Reply